Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyergapan
Mereka pulang ke penginapan dengan hati yang puas dan lelah. Misi pertama mereka sebagai anggota Guild berhasil diselesaikan dengan baik.
–Dua Hari Kemudian–
Setelah dua hari bersiap-siap dan mengunjungi berbagai toko untuk membeli perlengkapan tambahan, mereka akhirnya berangkat ke wilayah Demon menggunakan jalur rahasia dari peta yang diberikan kepala desa Kampung Mutiara.
Kereta kecil yang mereka gunakan berjalan melalui jalan setapak yang tidak terlalu ramai, menyelinap melalui lereng bukit dan hamparan hutan yang rimbun.
Olivia: "Jalur ini memang lebih aman dari serangan besar, tapi kita tetap harus waspada. Banyak celah sempit yang bisa jadi tempat persembunyian bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab."
Lyra: "Aku sudah merasakan ada beberapa energi tidak baik dari kejauhan. Kita harus berhenti sebentar dan memeriksa sekitar sebelum melanjutkan."
Liam: "Benar. Kita bisa berhenti di tempat terbuka di depan sana untuk istirahat sekaligus mengamati lingkungan sekitar."
Mereka berhenti di sebuah lapangan terbuka yang dikelilingi oleh pepohonan besar. Naomi segera keluar dari kereta untuk meregangkan tubuh, sementara Stella memeriksa kondisi kuda-kuda yang menarik kereta.
Naomi: "Udara di sini berbeda ya – rasanya lebih hangat dan penuh dengan energi api."
Stella: "Itu karena kita sudah semakin dekat dengan wilayah Demon. Alam di sini memang memiliki karakteristik yang berbeda."
Tiba-tiba, lima sosok berpakaian gelap muncul dari balik pepohonan, menghalangi jalan mereka. Mereka membawa senjata tajam dan memiliki tatapan yang kasar.
Penyusup Kepala: "Berikan semua barang berharga kalian kalau tidak mau ada yang terluka!"
Olivia: "Jangan harap! Kalian tidak akan mendapatkan apa-apa dari kami!"
Penyusup 2: "Kalian hanya lima orang dengan berbagai ras yang berbeda – pasti tidak bisa melawan kami lima orang!"
Liam: "Kita tidak ingin berkelahi. Silakan saja pergi sebelum ada yang terluka."
Tanpa mengindahkan kata-kata Liam, salah satu penyusup menyerang dengan cepat menggunakan pedangnya.
Stella dengan sigap menghindari dan mengeluarkan dual belatinya untuk membela diri. Sementara itu, Naomi menggunakan sarung tinjunya untuk menghentikan serangan penyusup lain.
Lyra: "Kita harus menghentikan mereka tapi jangan membunuh ya! Kita tidak ingin membuat masalah lebih besar!"
Mereka berhasil mengalahkan dua penyusup dengan mudah, tapi saat mereka akan menangkap yang lain, suara dering aneh terdengar dari arah hutan yang lebih dalam. Udara menjadi sangat dingin dan kabut hitam pekat mulai menyebar dengan cepat.
Dari dalam kabut hitam itu muncul sekitar sepuluh makhluk yang tubuhnya tertutup energi gelap – bentuknya seperti manusia tapi tanpa wajah, dengan tangan yang menjulang panjang dan berisi cakar tajam.
Liam: "Makhluk Awan Gelap!"
Penyusup-penyusup yang masih berdiri langsung ketakutan dan segera berlari kabur ke arah yang berlawanan.
Sementara itu, makhluk-makhluk tersebut mulai menyerang Liam dan kelompoknya dengan sangat ganas.
Olivia: "Aku akan menggunakan kekuatan api untuk mengusir mereka!"
Dia melepaskan semburan api besar yang membakar beberapa makhluk, tapi mereka segera muncul kembali dengan jumlah yang lebih banyak.
Lyra menembakkan anak panah yang diberi energi alam, namun hanya bisa melumpuhkan mereka sebentar.
Stella: "Mereka terlalu banyak! Kita tidak bisa bertahan lama di sini!"
Saat Liam sedang membentuk perisai tanah untuk melindungi kelompoknya, salah satu makhluk berhasil menyelinap dan menusuk lengan kirinya dengan cakar tajamnya. Darah mulai mengalir deras dan Liam merasa kekuatannya mulai menurun.
Naomi: "Liam terluka!"
Dia bergegas membantu Liam, tapi saat itu juga makhluk lain menyerang dari belakang dan membuatnya terjatuh ke tanah.
Lyra mencoba membantu Naomi tapi juga terkena serangan di kaki kanannya, membuatnya kesulitan berdiri.
Olivia: "Kita harus mundur! Kita tidak bisa menang melawan mereka sekarang!"
Dengan menggunakan kekuatan terakhirnya, Olivia membentuk tembok api besar yang menghalangi jalur makhluk-makhluk itu.
Mereka segera mengambil kesempatan itu untuk memboyong Liam dan membantu Lyra naik ke dalam kereta. Stella dengan cepat mengendarai kereta keluar dari lokasi itu sebelum tembok api mulai melemah.
Mereka berkendara dengan cepat melalui jalan setapak yang sempit, seringkali harus menghindari rintangan yang ada di jalan.
Olivia terus memeriksa kondisi Liam yang semakin lemah, sementara Naomi mencoba menekan luka di lengan Liam agar tidak terlalu banyak mengeluarkan darah.
Lyra: "Kita harus segera kembali ke kerajaan! Ada rumah sakit yang bisa merawat mereka di sana!"
Stella: "Aku akan mengendarai kereta secepat mungkin. Semoga kita bisa sampai sebelum makhluk-makhluk itu mengejar kita lagi."
Setelah sekitar satu jam berkendara dengan cepat, mereka akhirnya melihat benteng Kerajaan Alderaan di kejauhan.
Mereka langsung mengarahkan kereta ke arah rumah sakit umum yang terletak dekat gerbang kerajaan. Petugas keamanan segera membantu mereka membawa Liam dan Lyra ke dalam rumah sakit.
Dokter Rumah Sakit: "Jangan khawatir, kami akan merawat mereka dengan baik. Luka mereka cukup dalam tapi tidak berbahaya kalau segera diobati."
Mereka duduk di ruang tunggu dengan wajah yang lelah dan khawatir. Olivia menyesal tidak bisa mengendalikan kekuatan api nya dengan lebih baik, sementara Naomi merasa bersalah karena tidak bisa melindungi teman-temannya dengan lebih baik.
Liam (dengan suara lemah saat dibawa ke ruang perawatan): "Jangan bersalah... ini bukan salah kalian. Kita tidak menyangka mereka akan muncul dengan jumlah yang begitu banyak."
Setelah beberapa jam dalam perawatan, dokter memberitahu mereka bahwa Liam dan Lyra sudah dalam kondisi yang lebih baik. Luka mereka sudah dijahit dan diberi obat untuk menghentikan rasa sakit serta mencegah infeksi.
Dokter Rumah Sakit: "Mereka perlu beristirahat selama beberapa hari dan tidak boleh melakukan aktivitas berat. Luka di lengan Liam cukup dalam dan perlu waktu untuk sembuh total."
Mereka masuk ke kamar perawatan dan melihat Liam dan Lyra yang sudah bisa duduk dengan bantuan bantal.
Lyra: "Maaf ya karena membuat perjalanan kita terhenti. Kalau aku tidak terluka, mungkin kita bisa melanjutkan perjalanan."
Olivia: "Itu bukan salah kamu. Makhluk-makhluk itu datang dengan sangat tiba-tiba dan jumlahnya terlalu banyak."
Liam: "Kita memang terlalu tergesa-gesa untuk pergi. Sepertinya Awan Gelap sudah menyebar lebih luas dari yang kita kira, bahkan sampai ke jalur rahasia ini."
Stella: "Kita harus tetap tinggal di kerajaan untuk sementara waktu. Selain merawat luka kalian, kita juga bisa mencari informasi lebih banyak tentang cara mengatasi makhluk-makhluk Awan Gelap itu."
Naomi: "Benar! Kita bisa juga menerima misi kecil di Guild untuk tetap membantu masyarakat sambil menunggu kalian sembuh."
Mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan dan tinggal di kerajaan sampai Liam dan Lyra benar-benar sembuh.
Meskipun perjalanan mereka ke wilayah Demon harus ditunda, mereka menyadari bahwa ini adalah kesempatan bagi mereka untuk lebih mempersiapkan diri dan mencari kekuatan tambahan sebelum menghadapi bahaya yang lebih besar di depan.
Liam: "Ketika aku sudah sembuh, kita akan pergi lagi ke wilayah Demon. Tapi kali ini kita akan lebih siap dan mungkin membawa beberapa anggota Guild lain yang mau membantu kita."
Olivia: "Aku akan mengajari kalian teknik khusus dari klan Demon untuk melawan makhluk-makhluk itu. Semoga saat kita pergi lagi nanti, kita bisa menghadapinya dengan lebih percaya diri."