NovelToon NovelToon
The Future With My Grumpy Neighbor

The Future With My Grumpy Neighbor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Time Travel / Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan dekat-dekat cowok lain, Cebol. Kau itu tanggung jawabku!"
Bagi Anvaya Dinakara, Narev Elvaro adalah tetangga raksasa setinggi 192 cm yang paling menyebalkan. Narev selalu mengawasi Vaya, melarangnya berteman dengan pria lain dengan alasan "menjaga titipan orang tua".
Namun, satu insiden di malam kelulusan melempar mereka sepuluh tahun ke masa depan. Vaya terbangun bukan di kamarnya, melainkan di pelukan Narev dewasa yang sangat memujanya. Lebih gila lagi, ada seorang bayi cantik bernama Miciella Aracelli yang memanggil mereka "Mama" dan "Papa".
Terjebak dalam pernikahan masa depan yang manis, mampukah mereka kembali ke masa lalu saat status mereka masih "musuh bebuyutan"? Atau justru Narev akan melakukan segala cara agar masa depan itu menjadi nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Kecerobohan dan Perhatian yang Menjalar

[POV: Vaya]

Tiga hari setelah Miciella keluar dari rumah sakit, suasana apartemen terasa jauh lebih hangat. Aku mulai berhenti melamun di depan cermin sambil bertanya-tanya kapan keajaiban akan membawaku pulang. Alih-alih mencari "celah waktu", kini jemariku lebih sering membuka buku tebal berjudul Parenting untuk Balita yang kutemukan di perpustakaan pribadi Narev.

"Oke, Mici. Kalau mau makan buah, harus cuci tangan dulu, ya?" ucapku, mencoba mempraktikkan apa yang baru saja kubaca.

Mici, yang sudah kembali ceria, hanya tertawa sambil berlari-lari kecil di atas rumput sintetis balkon apartemen kami yang luas. "Mamam! Mici mamam!"

Melihat tawanya, ada sesuatu yang berdesir di dadaku. Rasa bersalah yang kemarin menghimpit mulai luntur, digantikan oleh tekad untuk benar-benar menjadi 'Mama' yang dia butuhkan, meskipun mentalku masih merasa seperti remaja 18 tahun.

"Mici, sini sayang! Jangan lari-lari nanti ja—"

Aku baru saja hendak mengejarnya ke area balkon yang terkena sinar matahari sore ketika tiba-tiba tubuhku terangkat ke udara.

"Eh?!" aku memekik, refleks mengalungkan lenganku ke leher orang yang mengangkatku.

"Sudah berapa kali aku bilang, Vaya? Jangan pernah keluar ke balkon tanpa alas kaki. Lantainya bisa sangat panas atau kotor," suara rendah Narev bergetar tepat di telingaku.

Aku menatapnya dengan mata membulat. Narev menggendongku ala bridal style, membawaku kembali ke dalam area ruang tengah yang berkarpet tebal. Dia mendudukkanku di atas sofa panjang, lalu tanpa berkata apa-apa lagi, dia berlutut di lantai, tepat di depan kakiku.

"Narev, aku cuma lupa—"

"Kecerobohanmu tidak berubah sejak sepuluh tahun yang lalu," potongnya pelan.

Jantungku berdegup kencang saat melihat tangan besarnya meraih pergelangan kakiku. Dia mengambil selembar tisu basah dan mulai membersihkan telapak kakiku dengan sangat teliti. Gerakannya sangat lembut, seolah dia sedang membersihkan barang pecah belah yang sangat berharga.

"Dulu, saat kamu lari-lari di lapangan basket sekolah tanpa sepatu karena taruhan sama Rian, aku juga yang harus mengobati lecet di kakimu, kan?" Narev mendongak, menatapku dengan sorot mata yang membuat lidahku kelu.

Aku terpaku. Dia ingat. Hal sekecil itu, yang bahkan aku sendiri hampir melupakannya, masih tersimpan rapi di ingatannya.

"Kamu... masih ingat?" bisikku.

Narev tidak menjawab secara verbal. Dia justru berdiri, mengambil sepasang sandal rumah berbulu lembut yang tersimpan di rak, lalu memakaikannya ke kakiku satu per satu. Dia memastikan sandal itu terpasang dengan pas sebelum kembali menatapku.

"Aku mengingat setiap detail tentangmu, Vaya. Termasuk kebiasaanmu yang suka lupa memakai sandal, atau caramu menggigit bibir kalau sedang bingung," ucap Narev frontal. Dia maju selangkah, mempersempit jarak hingga lututnya bersentuhan dengan sofa tempatku duduk. "Bagiku, menjaga keselamatanmu adalah refleks. Bukan beban."

Aku menunduk, mencoba menyembunyikan pipiku yang mulai terasa panas. "Makasih, Narev. Kamu... kamu terlalu telaten."

Narev meraih daguku, memaksaku untuk menatap matanya yang dalam. "Belajarlah menjadi ibu yang baik untuk Mici, Vaya. Tapi untuk urusan menjagamu, biarkan itu tetap menjadi tugasku. Jangan coba-coba melakukannya sendiri."

Ciuman singkat namun dalam mendarat di keningku. Itu bukan ciuman penuh nafsu, melainkan ciuman yang terasa seperti sebuah janji perlindungan yang absolut.

Saat Narev berjalan pergi untuk menyusul Mici di balkon, aku hanya bisa duduk diam sambil menatap sandal di kakiku. Tembok kebencian yang kubangun sejak SMA kini benar-benar runtuh, menyisakan getaran aneh yang membuatku mulai bertanya-tanya: Apakah aku benar-benar ingin kembali ke masa lalu dan kehilangan pria yang memperlakukanku seperti pusat dunianya ini?

Mici tiba-tiba berlari masuk dan memeluk kakiku. "Mama... Papa gendong! Mama gendong juga!"

Narev menyusul di belakangnya, menjulang tinggi dengan senyum tipis yang sangat tampan. "Ayo, Mama. Mici minta pelukan grup."

Aku tertawa, sebuah tawa tulus yang pertama kali keluar sejak aku terlempar ke sini. Aku memeluk Mici, dan di saat yang sama, tangan besar Narev merengkuh kami berdua dalam satu pelukan raksasa yang hangat. Di momen itu, aku menyadari bahwa mungkin masa depan ini bukanlah sebuah kutukan, melainkan kesempatan kedua yang diberikan takdir untukku.

...****************...

1
Lis Lis
labil ......
G konsisten sma omongannya si vaya
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭 mungkin vaya galau kak...
total 1 replies
Lis Lis
AQ jga G tau spa yg harus aku prcya vaya😭😭😭
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sulas Lis
huaaaaa huaaa 😭😭😭
ko pendek kali babnya panjangin dikit dong kaaaa
Ariska Kamisa: terimakasih kak udah mampir... 🙏🙏🙏 terimakasih atas sarannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
awesome moment
bingung mo.kasih comment. tll sedikit dan...agak lama. smp hmp lupa. maapkeun
awesome moment
vaya sgt memuakkan. oon g abis2. wanita tu mending dicintai. aman. ogeb dipiara. ragu digedhein. vaya EGOIS!!!
Ariska Kamisa: sabar kak... kita doakan naren bisa meluluhkan Vaya yaa
total 1 replies
awesome moment
vaya n g slese2 ragunya. jd pengin getok palanya
Nadira ST
Kamu seharusnya bersyukur dicintai naren secara ugal2an diluaran Sana banyak istri tidak seberuntung dirimu vaya,ak aja sebagai perempuan sampai iri ,cinta naren kepadamu
Ariska Kamisa: semoga vaya segera dapat hidayah yaa 🤭
terimakasih sudah mampir kK🙏
total 1 replies
awesome moment
di cerita kakak tu, woman leadnya dicintai ugal2an sm man leadnya. 😉👍
Ariska Kamisa: karena itu adalah impian semua wanita ga sih...🤭
total 1 replies
awesome moment
malah terhura dgn cibat narev yg sedunia raya buat vaya. pegang kuat cinta narev, vaya..jgn smp lepas. tar nyesel smp pindah alam lho
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
vaya, syukuri dan terima..dicintai dijadikan pusat dunia tu aman lho.
awesome moment
smg vaya membalas cinta nares dgn sm besar
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!