Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
INFORMASI
Waktu terus bergulir, hari berganti hari..
Pagi yang cerah nampak jelas di wajah Mikhaela ketika wanita itu perlahan menuruni tangga lengkung yang menghubungkan antara lantai satu dan lantai dua di mana kamar Mikha berada.
Setiap langkah, ia berhenti sebentar menarik nafas karena tengah hamil besar tua.
"Selamat pagi bu". Sapa Nurma yang sedang menata makanan di atas meja.
"Bu Mikha semakin terlihat cantik. Apakah ibu akan ke perusahaan?". Puji Nurma tersenyum melihat majikannya nampak anggun dan rapi. Dress dan blazer berwarna krem hamil selutut membalut tubuh berisi Mikhaela.
“Pagi Nurma. Iya aku akan ke perusahaan, menghadiri rapat pemegang saham", jawab Mikhaela mengambil sepotong roti gandum dan mengoleskan selai strawberry kesukaannya.
"Untuk makan malam, ibu mau di masakkan apa?".
"Soup saja. Entahlah kenapa sejak hamil aku jadi suka makan yang berkuah dan segar. Enak aja di perut rasanya", jawab Mikha sambil mengigit roti gandum.
Nurma tersenyum mendengarnya, karena sejak hamil memang Mikha sangat menyukai sayuran berkuah seperti sop dan soto. Padahal sebelum hamil majikannya tersebut lebih memilih makan nasi putih dengan lauk kering saja, tidak terlalu suka yang berkuah.
*
Mikhaela menatap bangunan kokoh yang berada di lahan yang cukup luas di hadapannya kini. Di dinding atas bangunan terdapat merk PT. Sadewa.Tbk . Perusahaan yang di rintis oleh Sadewa, ayah Dion. Mendiang suami Mikhaela.
Namun di tangan Dion lah perusahaan itu berkembang pesat hingga merambah ke pertambangan juga dari yang sebelumnya hanya di bidang perkebunan sawit saja.
Ingatan Mikha mengulang beberapa waktu sebelum suaminya meninggal dunia. Ia kerap datang ke perusahaan tersebut. Namun semenjak Dion tiada, ini pertama kali kedatangan Mikha ke sana.
Ada perasaan sedih melingkupi diri Mikhaela kini. Walau bagaimanapun ia pernah sangat bahagia bersama mendiang suaminya walau pada akhirnya kebahagiaan yang pernah ia rasakan bersama Dion lenyap seketika, saat mengetahui pengkhianatan laki-laki itu.
Hingga kini, Ira masih mengajukan tuntutan di pengadilan atas nama dirinya dan Salfa anaknya, yang ia anggap memiliki hak yang sama dengan Mikhaela dan anak yang di kandung Mikha.
Ira merasa kuat hingga berani melanjutkan ke pengadilan karena mendapat dukungan penuh Warda dan Nania. Sementara Tio, sejauh ini yang Mikha tahu lebih banyak diam dalam menyikapi masalah tersebut.
Mikhaela meminta temannya Rania yang mengawal semua urusan tersebut. Mikhaela tetap dengan pendiriannya tidak akan luluh, meskipun keluarga Dion pro pada Ira dan anaknya. Sejauh ini pun Ira tidak mau melakukan tes DNA ulang di rumah sakit yang Mikha anggap netral.
Penolakan Ira itu pun di dukung Warda. Menurut Warda dengan melihat kemiripan Salfa dan Dion tidak di ragukan lagi Salfa anak kandung Dion. Namun jelas Mikha yang di wakili Rania menolak tegas pendapat Warda itu. Pihak Mikhaela tetap meminta di lakukan tes DNA ulang sebagai pembanding.
Sesaat mata Mikhaela terpejam. Terdengar helaan nafas wanita cantik itu, selanjutnya melangkah masuk ke lobby perusahaan yang sudah sangat ia kenal dengan baik. Pun para karyawan yang sudah sangat mengenal Mikhaela.
Namun ternyata suasana di sana sudah sangat berbeda. Baik posisi tata ruang mau pun orang-orang yang bertugas di resepsionis sudah berganti. Tidak ada yang Mikha kenal. Pantas saja keamanan di pintu masuk pun tidak pernah Mikhaela lihat ketika dulu sering datang ke perusahaan.
"Selamat siang bu Mikhaela", sapa laki-laki di belakang Mikha yang langsung menoleh menatapnya.
"Rendy..", senyum ramah terlukis di bibir Mikha saat tahu Ready asisten suaminya lah yang menyapanya. "Apa kabar mu?".
"Alhamdulillah semua baik bu. Ibu sudah lama sekali tidak ke perusahaan, apa karena sibuk di tempat laundry bu?", balas laki-laki muda itu dengan hangat juga. "Mari kita ke ruang meeting sekarang. Semua sudah hadir, tinggal bu Mikha saja yang belum datang", sambung Rendy mempersilahkan Mikhaela berjalan terlebih dahulu.
Mikha menganggukkan kepala. "Aku mengurangi aktivitas di luar rumah, karena ini", jawab Mikha sambil mengusap perutnya.
Rendy tersenyum. "Andai saja pak Dion masih ada pasti sangat bahagia–"
"Semua sudah takdir. Tidak perlu di ingat lagi", potong Mikha.
"Iya bu. Tapi semua sudah tidak sama lagi, termasuk di sini. Sudah banyak yang di ganti pak Tio", ucap Rendy setengah berbisik menyampaikan informasi pada Mikha ketika keduanya keluar lift.
"Yang penting kamu masih di pertahankan. Mulai sekarang kau harus rutin memberikan informasi pada ku Rendy", ujar Mikhaela menatap jauh ke depan melihat beberapa orang berdiri di depan ruang rapat. Dan benar saja, tak satupun yang Mikha kenal.
"Siap bu. Andai saja ibu yang memimpin perusahaan, orang-orang kepercayaan bapak pasti masih ada bu. Mereka bukan orang sembarangan sangat loyal pada perusahaan. Tapi tidak di pertahankan sama pak Tio, karena pengaruh bu Warda dan mbak Nania", ujar Rendy berbisik.
"Sebaiknya kita masuk. Kamu harus hati-hati Rendy, jangan sampai mereka tahu kau memberi informasi pada ku. Kita lihat perkembangannya. Untuk saat ini biarkan saja mereka berkuasa, karena aku sengaja diam. Namun dalam sekejap akupun bisa bertindak, karena saham yang aku miliki di perusahaan ini", tegas Mikha.
Rendy menganggukkan kepalanya dengan pasti.
...***...
To be continue
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂