Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Yang Panjang
"Kev,,,,," lagi-lagi ucapan Reina terhenti akibat perlakuan Kevin kepadanya.
Kevin kembali mencium bibir kekasihnya itu. Reina memejamkan matanya, jantungnya kembali berdegup kencang, pipihnya memerah. Handuk yang melilit tubuh Reina masih melekat sempurna.
Kevin menarik bibirnya, ia duduk disamping kekasihnya itu.
"Reina, Lusa kita akan LDR an lagi, Apa kamu mau menghabiskan waktu malam ini denganku?" Tanya Kevin dengan muka serius.
Reina terdiam, ia berpikir sejenak. Sisa dua hari lagi ia bisa bertemu langsung dengan Kevin. Beberapa bulan ke depan ia akan menjalani KKN.
Reina menatap Bola mata kekasihnya itu, dan mengangguk. Tanpa berpikir panjang, Kevin langsung mengangkat Reina kepangkuannya.
"EEEEE,,,KEVINNN" teriak Reina sambil memegangi handuknya yang sudah hampir jatuh.
"Malam ini kamu milik aku sayang" Bisik Kevin tepat ditelinga Reina
Hembusan nafas Kevin pun terasa di leher kekasihnya itu, Reina mematung. Ini pertama kalinya ia sedekat ini dengan seorang pria.
Reina mengalungkan kedua tangannya di leher kekasihnya itu. Posisinya masih dipangkuan Kevin. Handuk yang berukuran cukup pendek itu memperlihatkan paha Reina yang begitu putih. Saat ini Reina hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya. Karena ia belum sempat memakai pakaian dan tiba-tiba dia langsung disosor oleh kekasihnya itu.
Kevin mengelus paha Reina yang putih itu.
"Tubuh mu begitu putih sayang" Ucap Kevin dengan suara berbisik sembari memperhatikan kemana tangannya bermain.
Reina yang merasa gelih pun menghentikan pergerakan tangan Kevin. Namun, lagi-lagi usaha Reina gagal. Kevin langsung menghempaskan tubuh Reina di atas tempat tidur begitu saja.
"AAAaaaahh, Kevinnn,,,Kamu mau nga,,,,," lagi-lagi ucapannya terhentikan oleh bibir Kevin yang sudah mendarat di bibirnya.
Tangan Reina berusaha mendorong dada bidang milik pria itu. Tapi alhasil Kevin lebih kuat darinya. Sia-sia saja usaha Reina untuk menghindari perlakuan kekasihnya itu. Handuk yang dikenakan Reina pun sedikit terbuka.
Kevin menarik handuk yang dikenakan Reina dan melemparnya begitu saja. Reina sontak menutup tubuhnya karena malu. Kevin mengenyampingkan tangan Reina.
"Nggak usah malu sayang, Aku kan pacar kamu" ucap Kevin
"Tapi,,,," telunjuk kevin menutup mulut kekasihnya itu. Dimana posisi Kevin yang begitu dekat disampingnya.
"Malam ini kamu milik aku sayang" Lagi-lagi kata-kata itu keluar dari mulut Kevin, tangannya kembali menelusuri setiap titik sensitif di tubuh perempuan itu.
Reina yang ketakutan, tiba-tiba air matanya keluar sendiri. Reina mengehentikan pergerakan tangan Kevin yang hampir saja menyentuh titik paling sensitif ditubuhnya.
"Vin,,,kamu nggak mau ngapa-ngapain aku kan?, kamu udah janji sama Bara Abang aku buat ngejagain aku" ucap Reina lirih, air matanya kembali menetes.
Kevin tersadar, ia kembali mengingat kata-kata Bara "Awas aja kalau kamu sampai macam-macam sama adik aku". Kevin mengusap air mata kekasihnya itu.
"Nggak sayang, aku nggak akan ngapa-ngapain kamu. sekarang kamu istirahat udah jam 23.00. Besok pagi aku antar kamu pulang". Kevin mengubah posisinya menjadi rebahan disamping kekasihnya itu dan menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.
Kevin memeluk erat tubuh Reina yang sudah tertidur dalam dekapannya. AC dikamar ini cukup dingin, Reina memeluk erat tubuh kekasihnya itu. Mereka tertidur dan larut dalam mimpi indahnya. Malam yang begitu panjang untuk sepasang kekasih ini.
-
-
-
Cahaya matahari pagi menembus masuk ke dalam kamar apartemen mereka. Kevin yang tersadar pun membuka matanya. Ia menatap wajah cantik yang masih tertidur lelap dalam dekapannya. Ia merapikan rambut yang menutupi wajah kekasihnya itu.
Perlahan Kevin beranjak dari tempat tidur dengan hati-hati agar kekasihnya itu tidak terbangun. Kevin merapikan selimut yang menutupi tubuh Reina.
Kevin berjalan masuk ke kamar mandi. Ia merendam tubuhnya di dalam bathtub menggunakan air hangat untuk merilekskan otot-ototnya. Ia memejamkan matanya dan membayangkan apa yang hampir ia lakukan kepada Reina semalam.
Sementara itu Reina pun terbangun ia duduk dan menutupi dirinya dengan selimut. Reina berdiri dan mengambil handuk yang Kevin lempar sembarang semalam dan mengenakannya kembali.
Kevin keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk. Dadanya yang bidang dan putih itupun terekspos begitu saja. Reina yang memakai handuk pun segera masuk ke kamar mandi tanpa sepatah kata apa pun, ia merasa malu karena tubuhnya dilihat oleh Kevin semalam.
Setelah Kevin berpakaian, ia keluar dan menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuknya dan Reina.
Pagi ini ia akan membuat sup untuk Reina. Kevin mengambil beberapa bahan makanan dari kulkas.
Reina pun berjalan ke arah Kevin.
"Kevin jago masak?" tanya Reina kagum
"Bisa dong sayang, coba deh kamu cicipin apa masih ada yang kurang?" Kevin menyuapi Reina dengan sup buatannya.
"Eemmm,,, Sayang ini rasanya enak banget" puji Reina.
Kevin memindahkan sup itu kedalam dua mangkuk. Ia menyuruh Reina menunggu di meja makan. Kali ini Reina seperti tuan putri yang dilayani oleh pelayannya. Dua mangku sup pun diletakkan di atas meja oleh Kevin.
"Ayo Sayang makan sup nya selagi masih hangat" Perintah Kevin dengan lembut.
Reina langsung menyantap sup itu dengan lahap. Sarapan pagi mereka telah selesai. Kevin bersiap-siap untuk mengantar Reina pulang.
-
-
-
Bara sudah kembali pagi-pagi tadi. Untung saja urusan mendadak itu bisa terselesaikan dengan cepat.
Suara pintu pagar terbuka. Bara bergegas keluar untuk melihat siapa yang datang.
Ia mendapati adiknya bersama dengan Kevin berjalan menuju kearahnya.
"Makasih ya Vin, kamu sudah menjaga adikku" ucap Bara berterima kasih.
"Iya Bang sama-sama, kalau begitu aku pamit dulu masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan hari ini" balas Kevin, dan berlalu pergi.
Bara dan Reina masuk kedalam rumah.
"Tumben Abang bilang adik ke aku, biasanya juga manggil aku bocah tengil" Ucap Reina heran. Karena baru kali ini ia mendengar Abangnya itu berkata adik.
"Kenapa Bocah tengilll" ucap Bara dengan muka datarnya.
"Iihhh Abang ngeselin" Reina berjalan menuju kamarnya.
Ia menghempaskan tubuhnya di atas kasur kesayangannya itu. Raut wajahnya penuh keceriaan. Lagi-lagi ia membayangkan malam-malamnya bersama Kevin.
Reina mengambil ponselnya lalu ngechat kekasihnya itu.
"Makasih ya sayang soal semalam" Chat Reina dengan emot bahagia.
Ia menaruh kembali ponselnya.
Sementara itu Bara sedang sibuk dengan laptopnya. Akhirnya-akhir ini ia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Jika bukan karena Reina yang ia tunggu pasti sudah dari kemarin ia berangkat kembali ke tempat kerjanya itu.
Bara adalah sosok kakak yang sangat perhatian kepada adiknya itu. Apapun rela ia berikan asal adiknya bahagia. Namun sikap perhatiannya itu ia tunjukkan dengan cara yang berbeda.
-
-
-
Selamat Membaca 🥰🤗