NovelToon NovelToon
Satu Malam Yang Merubah Ku

Satu Malam Yang Merubah Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Millea

Satu malam dalam keadaan mabuk berat, Permana merusak hidup seorang wanita yang bahkan tak ia kenal.

Wanita itu—Aaliyah, putri dari orang terpandang di kota London. Ia merasa bersalah sudah menodai wanita itu, sampai kata - kata yang di ucapkan oleh Aaliyah pada malam itu masih terus terngiang di kepala Praman.

“Bertaubatlah !! Kasihani orang tua mu. Aku tahu siapa dirimu sebenarnya.”

Sejak saat kejadian itu, Pramana. Merasa bersalah pada Aaliyah. meretakkan cintanya pada sang kekasih, mengguncang keyakinannya, dan menyeretnya pada pertanyaan terbesar:

mampukah ia menebus dosanya selama ini ia lakukan atau justru tenggelam dalam masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Millea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Fajar masih dingin ketika kabut tipis merayap di halaman depan Wellington Grove, komplek perumahan mewah khas London. Pohon-pohon maple berbaris rapi di sepanjang jalan, dedaunan musim gugur berjatuhan perlahan, menciptakan jejak keemasan di trotoar. Di balik pagar hitam tinggi rumah keluarga Jhonson—rumah bergaya Georgian dengan jendela tinggi dan cat rumah berwarna putih, keheningan pagi pecah oleh suara yang sudah beberapa minggu terdengar terlalu sering.

Suara muntah Aaliyah kembali terdengar kembali pagi ini.

Mommy Amira berdiri diam di depan pintu kamar mandi, memeluk cardigan wolnya lebih erat karena dingin dan bercampur kecemasan mendengar suara muntah sang putri.

Dari dalam, terdengar suara Aaliyah terbatuk-batuk, diikuti suara air mengalir. Sudah pagi keberapa Aaliyah seperti ini ?

“Elara sayang… kamu baik-baik aja di dalam?” Suara Mommy lembut, tapi ada kegelisahan yang menekan di baliknya.

Hening.

Lalu terdengar napas tersengal.

“I-iya, Mom… sebentar.”

Sudah tiga minggu terakhir, setiap kali bangun pagi, Aaliyah selalu merasa tubuhnya tak karuan. Langkahnya goyah, tangan buru-buru menutup mulut sebelum berlari ke kamar mandi. Mual yang menusuk, disertai muntah yang tak henti, membuat kepalanya pusing seperti berputar. Nafasnya berat, dan mata yang tadi cerah kini tampak sayu. Kadang, tanpa alasan jelas, suasana hatinya berubah-ubah, seolah badai kecil sedang berkecamuk di dalam dadanya.

Sebagai wanita yang pernah mengalami hal seperti ini dulunya, membuat Mommy Amira cemas bercampur takut dibuatnya. Bagaimana kalo putri semata wayangnya itu hamil ?

Dari gejala yang Aaliyah alami, mirip seperti mommy Amira hamil Aaliyah dulu.

Pintu kamar mandi terbuka pelan, dan Aaliyah keluar dengan wajah pucat, mata berkantung, rambut coklat gelapnya menempel di dahi. Wajah pucat membuat ia tampak  lebih rapuh dari hari – hari sebelumnya.

“Mom… I’m fine,” katanya lirih.

Mommy Amira memegang kedua pipi putrinya. Menatap sendu wajah Aaliyah yang terlihat rapuh dan sendu.

“Jangan bohong pada Mommy, sayang. Sudah beberapa hari kamu mengalami hal seperti ini ? “

Aaliyah terdiam. Ada semburat rasa takut dan cemas di hatinya mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Ibunya.

Melihat wajah sang putri hanya terdiam dengan wajah pucat. Membuat Mommy Amira menuntun Aaliyah menuju ruang tengah supaya putrinya itu istirahat sejenak disana.

Usia mendudukan Aaliyah di sofa ruang tengah. Mommy Amira meminta Bibi Elif membuatkan teh chamomail untuk Aaliyah.

Mommy Amira masih terdiam memberikan waktu untuk Aaliyah tenang telebih dahulu. Baru lah ia akan menanyakan pada putri semata wayangnya itu.

“ Aaliyah” panggil Mommy Amira sambil menatap wajah sendu Aaliyah dengan lembut.

“ Apa yang terjadi pada mu sayang ? Coba kamu ceritakan pada Mommy. Jangan lagi kamu menutup – nutupi masalah mu lagi, nak. “ lanjut Mommy Amira dengan tenang.

Aaliyah menunduk sambil meremas ujung piyamanya dengan kedua tangan. Ia begitu takut menceritakan malam kelam satu bulan yang lalu pada sang Ibu.

“ Aku… aku takut menceritakan hal ini pada Mommy. Aku... aku tidak ingin membuat Mommy sedih…” ucap Aaliyah dengan suara bergetar takut.

“ ceritakan lah, sayang. “ ujur Mommy Amira sambil memegang tangan Aaliyah untuk menguatkan, “ Mommy siap mendengar cerita mu itu... Kamu masih punya Mommy untuk tempat kamu berkeluh kesah, jangan di pendam masalah mu sendirian lagi, nak.“

Air mata Aaliyah kembali jatuh dari pelupuk mata. Masalah yang ia tutupi dari sang Mommy  selama satu bulan ini, akhirnya akan ia ceritakan pada sang ibu.

Aaliyah menyeka air mata yang terus menetes ke pipi mulusnya. “ Mom... Sebenarnya... Kejadian itu... “

Mommy Amira masih sabar menunggu sang putri membuka suara dan menceritakan semuanya padanya. Ia sudah mulai curiga sejak Aaliyah pulang dari pesta Mr Robert waktu itu. Sejak saat itu, putrinya sering murung dan jarang berbicara, seolah menyimpan banyak masalah yang sengaja ditutupi dari Amira..

“ Ceritakan pelan – pelan saja, sayang. Mommy akan mendengarkan semuanya. “

Elara menarik napas dalam-dalam perlahan seperti seseorang yang bersiap membuka pintu gelap yang selama ini ia tutup rapat-rapat.

“Kejadian itu terjadi… malam setelah pesta Mr Robert, sekitar satu bulan yang lalu…”

Aaliyah menceritakan dengan detail kejadian yang dialaminya setelah malam pesta yang diadakan oleh Mr. Robert kepada sang ibu, tanpa mengurangi sedikit pun. Ia bercerita bagaimana dirinya diseret paksa masuk ke dalam kamar hotel oleh seorang pria yang tak dikenalnya. Lalu, ia mengalami pelecehan seksual yang membuatnya trauma hingga saat ini.

Tangan Mommy Amira terkepal kuat di pangkuannya, jari-jarinya menekan tanpa sadar seolah menahan amarah yang membakar dadanya. Matanya memanas, menatap kosong ke depan, bayangan putri kecilnya yang pernah ia dan mendiang suaminya jaga dengan penuh cinta kini berubah menjadi luka yang sulit diterima. Dengar kabar itu, darahnya seakan mendidih, hatinya tercekat antara marah dan sakit yang dalam, membuatnya sulit berkata-kata.

“ Kurang ajar!! “ seru Mommy Amira kelepasan setelah mendengar semua cerita yang Aaliyah sampaikan padanya.

Aaliyah terjingat kaget mendengar suara keras dari sang Ibu. Di tambah ini kali pertamanya Aaliyah melihat Ibunya marah seperti ini.

Lihat saja wajah yang selalu menatap dirinya lembut dan penuh cinta. Kini berubah dengan tatapan amarah yang berapi-api Mommy Amira berikan.

Bagaimana tidak marah anak yang ia dan suaminya dapatkan dengan susah payah. Malah di rusak oleh pria bajing*n.

“ Mommy.. “ panggil Aaliyah penuh ketakutan, melihat wajah marah sang Ibu saat ini.

Mendengar suara sang anak yang ketakutan membuat Mommy Amira meredakan amarahnya lalu menatap wajah Aaliyah penuh sesal. Sudah membuat putrinya itu ketakutan.

“ I’am sorry darling. Sudah membuat mu takut. “ ucap Mommy Amira, lalu ia menarik tubuh Aaliyah untuk di peluknya.

Dalam pelukannya, Mommy Amira meneteskan air mata tanpa bisa ditahan. Ia merasa gagal sebagai orang tua tunggal dan bersalah pada mendiang suaminya, karena tak mampu melindungi putri semata wayangnya dengan baik.

Aaliyah mendengar suara isak lirih dari Ibunya membuat ia semakin merasa bersalah pada Mommy Amira.

Mommy Amira melepaskan pelukannya lalu menatap lekat wajah  foto copy Aaliyah dengan mendiang suaminya.

“ Sayang, kenapa kamu tidak bilang sejak awal pada Mommy ?.... “

“ Aku takut… aku takut Mommy kecewa dan marah pada ku… aku juga takut orang-orang menyalahkanku… “

“ kamu tidak salah sayang... B*jingan kaparat itu yang seharusnya di salahkan. “ Mommy Amira menegaskan dengan suara penuh aura perlindungan pada putrinya. “ Kamu korban. Kamu tidak pantas untuk di salahkan disini. “

Aaliyah menatap wajah sang Ibu dengan sendu dan penuh haru. Tapi bagaimana nanti kalo Ibunya tahu kalo pria yang telah menodai- nya merupakan pria Gay.

“ Kamu tahu ciri – ciri pria yang telah menodai mu itu, nak ? “ tanya Mommy Amira dengan hati – hati.

Aaliyah mengangguk pelan sebagi jawaban atas pertanyaan sang Ibu.

“ Coba ceritakan seperti apa bentuk rupa dari kaparat itu ? Mommy takut bentuknya seperti kuda lumping lagi. “ bisa – bisanya di susana menegangkan dan sedih seperti ini Mommy Amira masih mengatai anak orang ‘ Kuda Lumping ‘

“ Sepertinya... Dia orang Indonesia, Mom. “ Jawab Aaliyah tanpa menjelaskan lebih detail bagaimana bentukan Pramana pada sang Ibu.

“ What?? Orang Indonesia? “ ucap Mommy Amira kaget.

" Iya... Dia memilik kulit kuning langsat, dengan bola mata khas negara Asia.. " jawab Aaliyah dengan gugup dan perasaan takut mengingat wajah Pramana.

Tangan Mommy Amira mengepal erat, meremas tengannya sendiri seolah ingin meredam amarah yang menggelegak di dadanya. Hatinya seperti terbakar, terpaut oleh bayangan orang yang telah dengan kejam menodai kesucian putri semata wayangnya. Getaran kemarahan itu begitu kuat, hampir membuatnya tergoda untuk meledak di depan semua orang. Namun, dia menahan diri, sadar bahwa kemarahan saja takkan menyelesaikan apa pun. Tapi satu yang pasti— Mommy Amira akan bertekat kuat untuk mencari pria itu sampai ketemu tanpa sempai Aaliyah tahu.

" Mom.... bagaimana jika kalo Aal benar hamil ? Aku sangat takut, Mom... "

Mommy Amira menyentuh bahu Aaliyah untuk menguatkan sang putrinya.

" Kamu tidak perlu takut, sayang. Kamu masih punya Mommy dan lainnya di sisi mu. Jadi jangan takut, mari kita lewati ini semua bersama - sama. "

Aaliyah menatap Mommy dengan mata berkaca-kaca. Perlahan dia mengangguk, dada terasa sesak oleh campuran haru dan syukur. Suara Mommy yang lirih itu seperti menyentuh sudut hati terdalamnya. Ia tak mampu berkata-kata, hanya bisa membiarkan perasaan hangat itu mengalir dalam diam.

" Mari kita periksa keadaan mu ke rumah sakit. Kita pastikan dulu kamu hamil apa tidak. Kalo benar, kita laluin masalah ini bersama - sama. " ujur Mommy Amira dengan lembut, dan terus menguatkan putrinya.

Bersambung....

1
Uthie
Coba mampir 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!