"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.
Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"
..
Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.
Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.
Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Semua rentetan kejadian begitu menguji batas kemampuan Seana. Saat itu, pikirannya kacau, tubuhnya gemetaran karena ketakutan. Dia merasa tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi.
Di sisi lain, Sanzio tampaknya tidak senang ketika mendengar bahwa Mike sudah menemukan orang terbaik untuk pekerjaan itu.
"Sudah terlambat." katanya, alisnya berkerut.
Seana tidak mengerti apa yang sedang Sanzio bicarakan, tetapi seperti Mike bisa memahaminya. Sudah sebulan sejak kejadian dihotel itu, dan wanita yang masuk ke kamar Sanzio seharusnya sudah tahu bahwa dirinya hamil atau tidak sekarang. Setelah wanita itu tahu, hal buruk bagi Sanzio adalah jika wanita itu muncul di hadapannya dalam keadaan hamil anak Sanzio.
"Jadi, Pak. Apa yang harus kita lakukan sekarang. Jika kecurigaan kita benar, bahwa wanita misterius itu adalah suruhan Bu Naya?." Tanya Mike dengan serius.
Sanzio menolak keras menikahi wanita mana pun pilihan ibu tirinya. "Perempuan tua itu sudah merencanakan ini sejak lama." Kata Sanzio, sembari menunjukkan senyum dinginnya. "Kita hanya perlu menggagalkan rencananya."
Terbesit sebuah ide nekad didalam pikiran Sanzio demi menggagalkan rencana ibu tirinya. "Aku akan menikahi seseorang demi menggagalkan rencananya!."
Ketika kedua pria itu sedang asyik berbincang, Seana terkejut dan terbatuk-batuk karena tersedak oleh salivanya sendiri. Suara batuknya yang tidak terkendali, merusak suasana serius didalam kantor. Sembari mengernyitkan dahinya, kedua pria itu menoleh kearah Seana.
Khawatir jika dirinya akan dimarahi, Seana berusaha agar bisa berhenti batuk, tetapi sia-sia. "Maaf, saya minta maaf!." Katanya, sebelum akhirnya berlari keluar menuju dapur kantor.
Seana terkejut dengan pembahasan kedua pria itu hingga tersedak. Ia tidak mengerti, dan tidak mengenal wanita yang bernama "Naya" lalu, mengapa kedua pria itu mengatakan bahwa wanita misterius malam itu, atau lebih tepatnya dirinya adalah suruhan orang yang bernama "Naya"?
Dan lebih terkejut lagi, ketika Sanzio mengatakan ide gilanya. Pernikahan bukan main-main!
Tidak ada yang menyuruh Seana saat itu, setelah membantu Sanzio berbaring dikasur. Seana yang juga mabuk, tiba-tiba ambruk dan dia tidak ingat apa yang terjadi setelah itu.
Seana bergegas mengambil air minum untuk menenangkan diri.
Sementara itu di kantor, percakapan kembali dilanjutkan.
"Apa bapak sudah punya calon untuk dinikahi?." Tanya Mike pada Sanzio.
Sanzio menatap rokok ditangannya.
Sejak ibunya meninggal, ibu tirinya sangat ingin mengendalikannya. Sekarang, wanita tua itu juga mengincar seluruh keluarga Artamevia. Tetapi Sanzio akan menunjukkan padanya, bahwa keluarganya tidak mudah untuk dikendalikan.
Sembari menghisap rokoknya. Sanzio buka suara. "Katakan pada Seana untuk membawakan dokumen identitasnya, besok."
Mendengar hal itu, Mike nampak terkejut. "Apa? Seana?."
"Hm." Sanzio mengangguk kecil.
Mike agak ragu, tetapi dia tahu mengapa Sanzio memilih Seana. Seana bukanlah siapa-siapa, dia wanita muda yang berasal dari kampung. Jadi, Seana akan jauh lebih mudah dikendalikan dari pada wanita sosialita.
Menikahi Seana akan menjadi solusi terbaik untuk menggagalkan rencana Bu Naya. Kemudian, setelah rekaman itu di perbaiki, mereka akan dapat mengatasi masalah tersebut.
"Tapi, Pak. Apa dia akan setuju dengan pernikahan ini?." Tanya Mike dengan cemas.
Seana memang selalu bertindak ceroboh, tetapi dari caranya menangani klien, jelas menunjukan bahwa dia adalah wanita yang juga keras kepala. Meski pelupa, dia juga tetap berpegang pada logika dan mandirinya.
Karena Seana selalu takut berhadapan dengan Sanzio, ada kemungkinan jika wanita muda itu tidak akan setuju menikah dengan Sanzio.
"Kalau dia menolakku. Aku akan langsung memecatnya!."
Mike terdiam. Sampai batas tertentu, Sanzio benar. Karena Seana yang telah melakukan kesalahan dimalam itu, yang mengakibatkan kekacauan ini. Seana-lah satu-satunya yang memiliki akses ke rekaman yang rusak, dan meskipun kenyataannya ada seseorang yang masuk ke kamar Sanzio, Seana justru bersikeras bahwa dia tidak melihat siapa pun yang masuk.
Selain itu, Mike juga perlu menyelidiki bagaimana rekaman itu bisa di rusak.