NovelToon NovelToon
Bakti Suami Derita Istri

Bakti Suami Derita Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Ibu Mertua Kejam / Identitas Tersembunyi / Nikahmuda / Keluarga / Romansa
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

"Bagimu, Ibu adalah surga. Tapi bagiku, caramu berbakti adalah neraka yang menghanguskan masa depan anak kita."

Disa mengira pernikahannya dengan Abdi adalah akhir dari perjuangan, namun ternyata itu awal dari kemelaratan yang direncanakan. Abdi adalah suami yang sempurna di mata dunia anak yang berbakti, saudara yang murah hati. Namun di balik itu, ia diam-diam menguras tabungan pendidikan anak mereka demi renovasi rumah mertua dan gaya hidup adik-adiknya yang parasit.

​Saat putra mereka, Fikri, butuh biaya pengobatan darurat, barulah Disa tersadar: Di dompet Abdi, ada hak semua keluarganya, kecuali hak istri dan anaknya sendiri.

​Kini, Disa tidak akan lagi menangis memohon belas kasih. Jika berbakti harus dengan cara mengemis di rumah sendiri, maka Disa memilih untuk pergi dan mengambil kembali setiap rupiah yang telah dicuri darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bakti Suami Derita Istri

​Pagi hari pukul 07.00 WIB.

​Suara mesin mobil SUV putih yang dipanaskan di halaman kontrakan terdengar seperti musik yang menyakitkan di telinga Abdi. Abdi terlihat berdiri di balik gorden jendela, memerhatikan Disa yang sedang mengecek ban mobil dengan santai. Disa tampak sangat berkelas dengan setelan kerja yang baru. Tidak ada lagi daster kusam atau aroma bawang yang biasanya melekat pada istrinya itu.

​Abdi melirik dompetnya di atas meja dan membukakan dan isinya osong. Hanya ada beberapa lembar uang sepuluh ribu dan tumpukan struk tagihan yang belum dibayar. Semalaman ia tidak bisa tidur karena teror telepon dari Amel dan Andi yang mengadu kalau kartu ATM mereka tidak bisa digunakan.

​Abdi memberanikan diri keluar menemui Disa.

​"Dis..." panggil Abdi pelan, suaranya tidak lagi menggelegar seperti kemarin siang . "Mas mau bicara sebentar sama kamu."

​Disa menoleh sambil memakai kacamata hitamnya. "Bicara apa, Mas? Aku buru-buru, ada meeting pagi di kantor klien."

​"Soal uang belanja dan... soal Amel," Abdi berdehem, mencoba mengatur nada bicaranya agar tidak terlihat seperti mengemis. "Amel telepon semalam katanya Mobilnya dia ditarik, Dis. Dia nangis-nangis. Mbok ya kamu jangan keterlaluan begitu dengan Mas. Kalau Mas nggak transfer sekarang, nama Mas juga yang jelek di bank karena itu kan atas nama Mas."

​Disa tertawa kecil, suara tawa yang terdengar sangat meremehkan. "Nama Mas jelek? Bukannya dari dulu memang sudah buruk karena Mas lebih mementingkan gaya hidup adik Mas daripada masa depan anak sendiri? Soal mobil Amel, biarkan saja ditarik itukan bukan urusanku. Itu konsekuensi karena kalian memakai uang asuransi Fikri."

​"Tapi Dis, Mas nggak ada uang pegangan sama sekali! Kamu blokir semua akses Mas!" suara Abdi mulai meninggi karena frustrasi.

​Disa melihat kearah Abdi dan merogoh tasnya, mengambil selembar uang lima puluh ribu dan meletakkannya di atas kap mobil miliknya. "Itu uang bensin buat motor Mas kamu Mas, itu cukup kan buat tiga hari. Cukup, kan?." Tanya Disa seolah-olah menekan dengan kata cukup.

"Mas kan bilang gajinya habis, jadi aku bantu kasih uang saku saja ya. Sama seperti Mas kasih aku tiga juta sebulan buat semua kebutuhan rumah, sekarang aku kasih Mas lima puluh ribu buat bensin. Adil, kan?"

​Abdi menatap lembaran uang itu dengan perasaan terhina. "Lima puluh ribu?! Kamu menghina Mas, Dis?!"

​"Aku cuma melakukan apa yang Mas lakukan padaku selama tiga tahun ini, Mas. Kalau Mas merasa terhina, berarti Mas sadar kalau selama ini Mas sudah menghina aku sebagai istri," Disa masuk ke dalam mobil, menutup pintunya dengan rapat.

Abdi melihat uang yang masih di atas kap dan terpaksa mengambilnya sambil melirik ke arah kaca mobil yang saat ini di naikai oleh istrinya. Disa terlihat tersenyum samar lalu Disa menyalakan mobilnya dan mobil meluncur pergi meninggalkan kepulan asap tipis di depan wajah Abdi.

​Rumah Ibu Ratna, 10.00 WIB.

​Di rumahnya yang tampak megah berkat renovasi uang Abdi, Bu Ratna sedang duduk tegang bersama Andi dan Amel. Wajah mereka semua kusut. Amel terus terisak karena mobil kebanggaannya sudah tidak ada di garasi.

​"Ini nggak bisa dibiarkan, Bu!" seru Andi sambil menggebrak meja. "Mbak Disa itu sudah keterlaluan. Dia itu ya palingan mau kuasai harta Mas Abdi sendirian. Kalau begini terus, kita bisa melarat!"

​Bu Ratna mengelus dadanya yang terasa sesak. "Ibu nggak nyangka Disa bisa selicik itu. Dia pasti pakai ilmu hitam atau apa sampai bisa dapat mobil dan berani lawan Abdi."

​"Bukan ilmu hitam, Bu. Dia kerja di firma audit besar!" sahut Amel ketus. "Mas Abdi bilang, Mbak Disa punya bukti soal penggelapan dana kantor Mas Abdi. Itu yang bikin Mas Abdi mati kutu."

​Mata Bu Ratna berkilat. "Penggelapan dana? Jadi Abdi selama ini main curang di kantornya?"

​"Ya buat kita juga kan, Bu!" Andi membela abangnya.

​Bu Ratna terdiam sejenak, otaknya yang licik mulai berputar. "Kalau begitu, kita nggak bisa lawan Disa pakai cara keras. Dia punya kartu as Abdi. Kita harus pakai cara lain."

​"Cara apa, Bu?" tanya Andi dan Amel serempak.

​"Kita harus buat seolah-olah Disa yang selingkuh di kantornya," bisik Bu Ratna dengan senyum licik. "Abdi bilang dia sering makan bareng laki-laki bernama Rio itu, kan? Kita cari tahu soal laki-laki itu. Kalau kita punya bukti foto atau video mereka lagi berdua, kita bisa tuntut Disa atas perzinaan. Dia bakal kehilangan pekerjaannya, kehilangan mobilnya, dan dia nggak akan punya kekuatan lagi buat ancam Abdi."

​"Tapi gimana caranya, Bu? Kita kan nggak bisa masuk ke kantornya," tanya Amel.

​"Andi, kamu kan punya teman-teman preman pasar itu? Suruh mereka buntuti mobil putih Disa. Foto setiap kali dia bareng laki-laki. Kita hancurkan reputasi dia di depan Pak Heru bosnya itu. Biar dia tahu rasa!"

​Kantor Firma Audit, 16.00 WIB.

​Disa baru saja kembali dari kantor Artha Logistik dengan hasil audit yang memuaskan. Ia berjalan menuju ruangannya saat berpapasan dengan Rio.

​"Dis! Gila ya, tadi klien puji kamu terus. Kayaknya bonus kamu bakal cair lebih cepat nih," ujar Rio dengan wajah ceria.

​Disa tersenyum tulus. "Ini semua berkat kerja tim kita juga, Yo. Eh, sore ini temani aku ke diler ya? Aku mau cek asuransi mobil operasional ini disuruh pak Heru."

​"Boleh, sekalian aku mau cari aksesoris buat motorku," jawab Rio tanpa curiga.

​Mereka berdua berjalan menuju parkiran bawah tanah. Tanpa mereka sadari, dari kejauhan, sebuah ponsel sedang membidik ke arah mereka. Suara cekrek terdengar samar saat Rio membukakan pintu mobil untuk Disa karena tangan Disa penuh membawa berkas.

​Di dalam mobil, Disa merasa ada sesuatu yang tidak enak di hatinya. Ia melirik ke kaca spion, melihat sebuah motor matic yang ditumpangi dua orang pria berjaket lusuh yang tampak mengikutinya sejak keluar gerbang kantor.

​"Yo, kayaknya ada yang buntuti kita," bisik Disa pelan.

​"Masa sih, Dis? Perasaanmu saja kali," jawab Rio.

​Disa tidak menjawab. Insting auditornya yang tajam tidak pernah salah dalam mencium ketidakberesan. Ia sengaja memutar arah, tidak langsung ke diler, melainkan menuju kantor polisi terdekat untuk mengetes apakah motor itu tetap mengikutinya.

​Dan benar saja, motor itu tetap membuntutinya.

"​Mas Abdi... atau Mama ya? batin Disa. Kalian benar-benar tidak mau menyerah ya? Baiklah, mari kita lihat siapa yang akan jatuh ke lubang yang kalian gali sendiri.

Malam harinya, Andi menyerahkan ponselnya ke Bu Ratna dengan wajah puas.

"Dapat, Bu! Lihat ini, Mbak Disa senyum-senyum sama laki-laki itu, bahkan dibukain pintu segala. Mesra banget!"

​Bu Ratna tersenyum kemenangan. "Bagus. Kirim foto-foto ini ke Abdi sekarang. Biar besok dia punya alasan buat hajar Disa dan ambil kunci mobil itu!"

1
Andez Aryani
bukan'y nama adik ipar'y tu sinta sama rian yah thor
Ariany Sudjana
hahahaha dasar laki-laki mokondo kamu Abdi 😂😂🤣🤣 ga ada harga diri, tunduk sama kemauan Rini
-Thiea-
punya keluarga mertua kayak gini serem ya. 😑
Soraya
mampir thor
blcak areng: mksh Akak 😍
total 1 replies
aku
aku suka keributan begini 🤣🤣
aku
🌹🌹🌹 gassss lg toooorrr buar smgt 😁
Ariany Sudjana
dasar laki-laki bodoh kamu abdi 🤣🤣🤣 kamu membuang permata demi batu kerikil
Ariany Sudjana
bagus Disa, hancurkan abdi dan keluarga toxic itu
Ariany Sudjana
percuma abdi, mau kamu jungkir balik juga ga akan merubah tekad Disa untuk berpisah sama kamu
mom'snya devadhamian
iya semangat Disa..hancurkan aja lagi ga berguna kaya si abdi mah tuman😏
Ariany Sudjana
sebaiknya sih kamu bercerai dengan abdi, kalau sesudah itu abdi mau foya-foya, dan cari istri baru supaya bisa diinjak lagi, ya itu urusan si abdi, bukan urusan kamu lagi. kamu bodoh kalau masiih mau bertahan di rumah tangga yang toxic
Ayesha Almira
skrng abdi bru sadar..dh kelewatan...
mom'snya devadhamian
satu kata buat laki dan keluarga laki kaya gitu...mampus😈
Ayesha Almira
andi g sadar2 jd suami..
Ayesha Almira
aduh knp sih g kapok trs cari gara
Ayesha Almira
makanya jgn remehkn seorng istri...distap kbrhsiln suami da doa istri,..berbakti kpd ortuang sngt penting.stdknya mo pa2 berbicara dlu terhdp istrimu..br g slh phm..
blcak areng: betul kak 🙏
total 1 replies
Ayesha Almira
disa sprt itu krna kalian..seharusnya ibu menjdi panutan buat mantu...
Ayesha Almira
enakn d balikin omngnnya,g bs jwb kn
Ayesha Almira
skrng istriku berubh suami cr bantuan...slh kmu sndri mas g adil dlm rumah tangga..stdknya jujur k istri..
Ayesha Almira
disa bnr,memng surga suami da pada ibunya..knpa g berdikap adil pada disa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!