NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Kesabaran Semakin Tipis

Ratih kembali ke dalam kamarnya, dia meletakkan kotak perhiasan itu di lemari penyimpanan seperti biasa.

Lalu, ia duduk di sofa dekat bibi Asih mengayun keranjang bayi Rafa.

"Dia sudah tidur?" Tanya Ratih dengan suara pelan.

"Sudah nyonya!"

"Bibi tidak mau bertanya sesuatu?" tanya Ratih.

Sebenarnya sejak awal, bibi Asih punya banyak pertanyaan. Dari peringatan Ratih untuk tidak menurut pada bibi Erma. Lalu jangan takut pada wanita yang merupakan kepala pelayan itu. Dan terakhir, ketika Ratih menunjukkan dimana kotak perhiasan itu bisa ditemukan.

Tapi, dia merasa sebaiknya tidak usah ikut campur dengan urusan majikannya. Yang penting sejak awal Ratih terkesan membelanya. Itu sudah cukup baginya.

"Tidak nyonya!"

Ratih tersenyum.

"Bibi Asih tidak perlu sungkan. Tiga orang di luar itu bukan orang yang bisa di percaya. Bibi Asih jangan pernah meninggalkan Rafa pada mereka. Bisa kan?" tanya Ratih.

Bibi Asih menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Iya nyonya!"

Ratih cukup puas mendengar jawaban bibi Ratih. Dia benar-benar tidak akan pernah membiarkan ketiganya menyentuh Rafa.

**

Dua bulan berlalu...

Keadaan rumah cukup tenang, selama tiga bulan ini. Sarah sungguh tidak pernah bisa melihat Rafa. Ratih menjaganya dengan sangat baik bersama dengan bibi Asih.

Dia satpam baru juga sudah bekerja sejak Joni di penjara. Semua orang-orang kepercayaan Ratih.

Lalu di depan kamar Sarah, sungguh di pasang kamera pengawas. Aksesnya langsung ke ponsel Ratih. Dia sungguh membuat suaminya kesulitan bertemu dengan Sarah di kamarnya.

Mana setiap harinya, Ratih akan mencari apapun yang bisa di cuci dalam partai besar. Tangan Sarah sungguh tak lagi sehalus dulu. Membuatnya terus mengeluh pada bibi Erma.

"Bu, lakukan sesuatu. Aku tidak mau terus jadi tukang cuci di sini. Lihat tanganku sudah kasar begini. Nanti kalau mas Fandi berpaling ke lain hati, bagaimana?" tanya Sarah dengan raut wajah khawatir.

Bibi Erma sendiri bahkan sudah pernah memergoki pria itu berbicara dengan mesra di telepon, dengan seorang wanita. Tapi, dia tidak mengatakan itu pada Sarah. Bibi Erma malah mengadukan hal itu pada Ratih.

Tapi, reaksi dari Ratih sungguh di luar prediksi bibi Erma. Bibi Erma pikir, Ratih akan langsung marah, kecewa, kesal, lalu akan minta penjelasan Fandi dengan membuat keributan besar, pertengkaran yang kerap terjadi karena memang setahu bibi Erma itu, Ratih orangnya sangat cemburuan. Bahkan kerap kali Ratih pulang ke rumah orang tuanya dan membuat Fandi sebenarnya semakin muak pada wanita itu.

Karena kalau Ratih pulang ke rumah orang tuanya. Fandi otomatis harus memohon-mohon disana, meminta Ratih kembali. Dan akhirnya, meski Fandi memohon-mohon, rasa perdulinya pada Ratih malah semakin terkikis. Karena dia harus mohon-mohon tadi di rumah orang tua Ratih.

Dulu selalu seperti itu. Tapi sekarang, Ratih tampak biasa saja. Dia bahkan mengatakan pada bibi Erma.

"Biarkan saja bibi, mas Fandi juga butuh bersenang-senang. Aku kan tidak bisa menyenangkannya. Biar saja dia cari hiburan di luar sana!"

Seperti itu jawaban Ratih. Bibi Erma sampai tak bisa berkata-kata lagi.

"Bu, kenapa malah diam?" tanya Sarah yang sejak tadi minta ibunya melakukan sesuatu, tapi ibunya malah bengong.

"Iya iya, nanti ibu pikirkan cara lain. Kan ibu sudah belikan deterjen yang bagus, kamu juga bisa cuci pakai mesin. Yang berat kan hanya menyetrika, bertahanlah Sarah. Tunggu sampai Fandi mendapatkan semua aset Ratih!"

Sarah mendengus kesal.

"Tapi sampai kapan, Bu? aku bahkan belum pernah menggendong Rafa selama aku tinggal disini!" keluh Sarah lagi.

"Jangankan kamu! ibu saja tidak pernah bisa menggendongnya. Bibi Asih itu menyebalkan sekali, dia tidak pernah mengijinkan orang lain menggendong Rafa! Ratih juga sudah beli mobil baru, kemana-mana Rafa di ajak. Sama sekali tidak pernah di tinggalkan di rumah. Ibu juga tidak punya kesempatan sedikit pun menggendong cucu ibu!"

"Tapi, ibu masih bisa melihat Rafa. Aku sama sekali tidak baja melihatnya!"

"Mau bagaimana lagi?"

"Kalau begitu cari cara untuk menyingkirkan bibi Asih itu Bu!"

Bibi Erma menoleh ke arah Sarah. Sebenarnya dia juga berniat melakukan hal itu. Tapi, sekarang Ratih memasang banyak sekali kamera pengawas di rumah ini. Bahkan di dapur juga di pasang. Dia sungguh tak bisa bertindak leluasa. Alasan Ratih melakukan semua itu tentu saja untuk keamanan Rafa. Tidak ada yang bisa mendebatnya.

"Kamu tahu kan, sekarang dapur saja di pasang kamera pengawas. Dan tidak mungkin kita meracuninya, bisa ketahuan..."

"Kalau begitu tabrak saja saat dia pergi keluar!" kesal Sarah.

Sebenarnya bukan karena dia pintar, maka muncul ide semacam itu. Hanya saja dia terlalu kesal. Anaknya sudah terlihat sangat lucu, karena dia pikir Rafa adalah anaknya. Anaknya itu sudah tiga bulan lebih, sangat menggemaskan. Sudah bisa mengangkat kepalanya saat tengkurap, itu kata bibi Erma. Dan suaranya juga sudah terdengar kalau pagi, di saat masih sepi, suara Rafa yang sudah bangun duluan terdengar sampai ruangan mencuci. Sarah benar-benar tidak tahan lagi, dia ingin memeluk anaknya itu. Makanya terlintas pikiran seperti itu.

Bibi Erma menoleh ke arah Sarah.

"Harusnya kamu bicarakan itu dengan Fandi. Suruh pria itu lakukan sesuatu pada bibi Asih. Jangan sibuk dengan..."

Sarah melirik penasaran,

"Sibuk dengan apa Bu?" tanya Sarah.

"Ck, pokoknya suruh dia yang urus bibi Asih. Ibu sudah mulai kesal, Ratih sekarang tidak bisa di provokasii seperti dulu. Kenapa setelah melahirkan dia jadi lebih pintar!"

Sarah mendengus kesal. Bibi Erma sudah bisa merasakan perbedaannya. Sayangnya semuanya sudah terlambat. Bahkan Ratih sudah menghabiskan dua botol racun untuk mereka dalam waktu tiga bulan lebih ini.

Kali ini dia akan mengambil botol ketiganya. Karena hari ini dia juga harus kembali mengajak Rafa imunisasi di rumah sakit.

"Nyonya, Rafa sudah siap!" kata bibi Asih yang memang sudah mengganti pakaian Rafa.

"Oke, kita berangkat sekarang. Ingat ya bi, tutupi Rafa ketika kita akan masuk mobil!"

Bibi Asih menganggukkan kepalanya.

"Baik nyonya!"

Ratih tersenyum, dia tahu kalau Sarah pasti akan mencoba melihat Rafa dari kejauhan. Dia tidak akan biarkan wanita itu bisa melihat Rafa. Bahkan ketika Fandi mau mengambil foto Rafa dengan ponselnya saja, Ratih melarangnya. Ratih ingin, Sarah tersiksa lebih lama lagi.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
entah anakmu ada dimana Sarah 🤭
Rafa anak Ratih bukan anakmu 🤭
Noer: gimana kalau dia tahu ya, langsung kena heart attack kali ya
total 1 replies
awesome moment
getok j, bu. ben mmg rada stubborn. saking tahu diri bgts. smg rafa adalah anak ben😄😄😄
Noer: getok aja 🤧
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tenang Bu Maya , anak nakal itu gak akan jadi pergi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
vj'z tri
tenang mam gak jadi minggat kok /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: 🤧🤧🤧😂😂
total 1 replies
awesome moment
tugas dokter kn mmg membantu pasien. udh bnr mrk. toch jg g akan lama. bntar lg kn mrk ber3 meninggoy dgn sukses. racun dri ratih kn sdh mendaging darah di body mrk ber 3. tinggal menunggu waktu j. RIP dgn sukses buat mrk ber 3😉😉😉
Noer: semoga tenang disana
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
oh ternyata masih ada yang mau nolongin Fandi 🤭
Noer: iya tak kenal maka tak tahu kalau dia jahat ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
memprihatinkan sekali kondisi Sarah, tapi gimana , dia juga jahat tega menjual anak 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤭🤭🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ini apa Ratih 🤔
Noer: ini...... itulah pokoknya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
makan tu kekalahan mu Fandi 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
harus kasihan apa senang melihat nasib Sarah yang begitu 🤭🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 💃💃💃💃💃
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jangan pergi Ben
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Oalah Ben bingung jadi kamu ya 🤭🤭🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 😀😀😀
total 2 replies
vj'z tri
lebaran wes lewat k Noer tinggal di goyang up nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: yok yok
total 1 replies
vj'z tri
dokter belum tahu ajj apa yang trio kwek-kwek ini telah lakukan ...gak yakin kalau tahu terus dokter masih kasihan...... /Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye/
Noer: iya kan ya
total 1 replies
vj'z tri
terkuat makan rendang ya k /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: salah ketik, ya ampun rekonsiliasi 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjutkan hasutanmu Lola 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: selamat hari raya idul Fitri juga kak 🙏
mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Ria Adek
Bagus, mereka sudah pergi dari rumah Ratih sebelum mati..
Khawatir jika kelamaan di rumah itu, keburu bau bangkai..
Dan Fandi pun sudah di cerai..
Kini kehidupan mereka sudah tercerai berai..
Kira² apa selanjutnya yg terjadi..?
Yuk ahh.. Bab berikutnya kita baca lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️😁
Noer: Aamiin ❤️
total 3 replies
Ria Adek
Wow.. Banyak kejutan di bab ini rupanya..
Ternyata Ratih sudah mengetahui semuanya..
Dan apa yang terjadi..? Terkejut dong pastinya.. 🤭
Apa lagi Bi Erma, sudah tak mampu lagi berkata untuk menolak fakta..
Karena Ratih punya CCTV yg tersembunyi, dan tak di ketahui oleh mereka bertiga..
Lalu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya..?
Yuk.. Mari kita baca bab selanjutnya.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Ria Adek
Adrian, jabatan tinggi..
Harta melimpah..
Ternyata hasil korupsi..
Kasih nafkah anak istri pake uang haram, parah dahh.. 🤦🏻‍♀️
Ria Adek: Hmm.. Terlalu.. 🤭
total 4 replies
Ria Adek
Sepandai-pandai nya kau menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga Erma.. 😏
Kau kira kebusukan bisa kau tutupi selamanya..?
Kau kira kebenaran tak akan menemukan jalannya..?
Mungkin saja kau terbebas saat ini, tapi lihat saja nanti, tunggu saja waktu nya tiba..
Kau akan berada di tempat mu yg seharusnya, yaitu penjara.. 😏
Noer: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!