NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kael

Braaaak

Tubuh Lutung itu ambruk ke atas tanah. Sena menatapnya dengan nanar, nafasnya ngos-ngos'an menahan rasa lelah setelah menghadapi dua makhluk mengerikan tersebut.

Gemuruh didadanya masih terdengar dengan jelas, dan ia menatap sekitarnya, mencoba waspada, sebab merasakan kehadiran sesuatu yang memiliki kekuatan lebih besar.

"Sen." Naura berjalan dengan tertatih, ia ingin menghampiri gadis yang sudah menyelamatkan nyawanya.

Sena menoleh ke arah Naura, dan ia melangkah dengan hati-hati, sebab merasakan kehadiran sesuatu yang membuat bulu kuduknya meremang.

"Ayo, kita harus segera pergi!" ajak Sena, dan menggandeng tangan rekannya.

"Aaaargh," pekik Naura.

"Kamu kenapa?" tanya Sena dengan rasa khawatir.

"Kakiku terkilir," ucapnya dengan meringis menahan sakit.

Sena berjongkok, lalu mengamati kaki kanan Naura, dan mencari urat diantara mata kaki, dan memijatnya.

"Aaaa, sakit," pekik Naura dengan suara tertahan.

Sedangkan Sena tak mempedulikan teriakan gadis tersebut, ia terus mengurutnya.

"Sudah!" Sena beranjak bangkit, dan hasilnya cukup luar biasa, Naura dapat kembali berjalan." wah, kamu anak dukun--ya?" ucapnya dengan rasa tak percaya.

"Bukan, tapi cucunya," sahut Sena asal, dan ia menyerahkan balok kayu kepada Naura. "Pegang ini." ia meletakkannya digenggaman rekannya.

Sedangkan ia sendiri mengeluarkan pisau belati yang simpan didalam tasnya, ia akhirnya menggunakan benda tajam tersebut. Lalu ia mengambil senter kecil dengan pantulan cahaya yang cukup jauh.

"Sen, kemana Nathan?" Naura berjalan mengekori Sena yang terlihat sedang menatap sekitarnya.

"Gak tau, kita terpisah saat berlari tadi," sahutnya, mencoba tenang, meskipun hatinya terasa cemas.

Langkah keduanya terasa sangat hati-hati, dedaunan kering yang terpijak membuat bunyi dimalam sepi nan mencekam.

"Hati-hati, ular Weling aktif saat malam hari." Sena menggenggam senternya, mengarahkan ke segala arah, tempat dimana ia merasa curiga dengan bunyi apapun dari balik kegelapan.

Wuuuusss

Sekelebat bayangan melintas dari arah depan, lalu menuju ke arah kiri.

Mendadak keduanya merasakan bulu kuduk mereka meremang.

"Apa itu, Sen?" tanya Naura, sembari menggenggam erat balok ditangannya.

"Aku juga tidak tahu, tapi pastinya para zombie itu akan mengejar mereka,"

Naura semakin takut, ia masih tak percaya jika Kael akan ikut menjadi korban sihir dari Raja Kala Gemet, semua itu adalah petaka yang diciptakan oleh Alessa dan juga Axel.

"Aku ingin kita pulang bersama mereka, kita harus dapat membuat mereka kembali hidup seperti semula," Naura berkata dalam ketakutannya.

"Aku juga berharap begitu, tetapi kita tidak tahu apa yang dapat menangkal mantra tersebut." Sena masih memperhatikan sekitarnya, dan ia merasakan energi negatif yang cukup dekat.

Naura mengerutkan keningnya, ia merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh gadis tersebut.

"Maksudmu, mantra apa? Mengapa kau tahu ada mantra yang membuat mereka bermutasi mengerikan seperti itu?"

Sena menghela nafasnya dengan berat, ia ingin menjelaskannya, tetapi tiba-tiba satu sosok Siluman Kerbau datang berlari dari arah depan dengan kecepatan yang cukup tinggi.

"Menyingkir!" teriak Sena dengan kencang, dan membuat Naura melompat ke sisi kiri dengan gerakan yang cepat.

Nafasnya kembali memburu, dan membuatnya hampir limbung, namun balok kayu menjaga keseimbangan tubuhnya.

Sedangkan Sena terguling diatas tanah, dan senternya terlempar dari genggaman tangannya.

"Sena!" pekik Naura, berlari menghampiri gadis tersebut, dan ia mengehentikan langkahnya saat mendengar suara seseorang yang sedang memanggilnya dengan nada serak, dominan berat.

Akan tetapi, ia masih tetap mengenalinya.

Naura berdiri terpaku. Dadanya kembali bergemuruh, ia masih dalam ketakutan dan penasaran, ingin memastikan siapa yang saat ini sedang memanggil namanya.

Gadis itu menoleh dengan gerakan lamban. Wajahnya pucat, dan bibirnya bergetar, udara malam yang dingin tak mampu menenangkannya.

Ia memutar tubuhnya, dan melihat satu sosok mengerikan berdiri didepannya dengan jarak tiga meter saja.

Deeeegh

Jantungnya seolah berhenti berdetak, ia melihat sesosok Siluman Kerbau dengan dua bola mata memerah, dua tanduk yang cukup besar, tetapi ia masih mengenali wajah itu, wajah pemuda yang mengisi relung hatinya.

Sementara itu, Sena berusaha memungut senternya, lalu beranjak bangkit, dan menggenggam belati ditangannya dengan erat.

Sedangkan Naura seperti orang yang terkena hipnotis, diam termangu menatap sosok mengerikan tersebut.

"Naura, ayo. Ikut denganku." suara serak yang dominan berat membuat jantung Naura berdetak lebih kencang.

"Kael?" jawabnya dengan nada yang lirih. "Mau kemana?"

"Ketempat yang lebih menyenangkan," jawab sosok tersebut.

Sena yang melihat hal itu tersentak kaget. Ia bergerak menepuk pundak Naura. "Hey, sadarlah, dia bukan Kael yang dulu, jiwanya sudah disandera dan ini adalah jiwa tersesat yang mencoba mengendalikannya!"

"Hah!" Naura tersentak kaget, tetapi perasaan yang mendesak hatinya untuk mengikuti Kael tak dapat dicegah.

"Naura! Sadarlah! Dia bukan Kael! Dia hanya jiwa tersesat!" Sena kembali menyadarkan gadis tersebut.

Sedangkan Kael yang saat ini sudah berubah menjadi Siluman Kerbau menatap tak suka pada Sena.

Ia memancarkan cahaya merah pada kedua matanya yang mengeluarkan amarah.

"Dengar Sena, kau mencintaiku, maka ikutlah denganku!" kali ini suara Kael lebih tinggi dan membuat bulu kuduk Naura meremang.

Gadis itu menggelengkan kepalanya, ia melangkah mundur, dan cengkraman balok kayu ditangannya cukup kuat.

Melihat hal itu, Kael tersenyum sini, ia harus mendapatkan Naura malam ini, sebagai persembahan kepada Raja Kala Gemet.

Jika tidak, maka ia akan mendapatkan siksaan.

Kael menggeram, lalu bergerak maju dan menyerang keduanya.

Naura menghantamkan kayu balok ditangannya, tetapi berhasil ditangkap oleh Kael.

Taap

"Hah!" Naura terkejut, nafasnya memburu, mata mereka beradu, tetapi tak ada cinta dimata makhluk itu, yang tersisa hanya keinginan untuk membawanya sebagai persembahan.

Naura yang kebingungan, akhirnya menendang bagian buah salak milik sosok tersebut.

Buuuugh

Tendangannya berhasil membuat makhluk itu meringis kesakitan. Sedangkan Sena menarik pergelangan tangan Naura," Ayo." ajaknya untuk segera berlari.

Keduanya berbalik arah, lalu berusaha berlari menerobos kegelapan malam dengan tetap berpegangan tangan, sedangkan sosok Kael masih memburu keduanya.

Baru saja mereka berlari sekitar dua ratus meter, sosok lain muncul menghadang, dimana Gita yang berubah menjadi sosok setengah genderuwo juga sedang mengincar keduanya.

"Hello, Sena, kita ketemu disini," ucapnya dengan taring yang mencuat dari sudut mulutnya.

Sementara itu, dibelakang mereka, Kael sudah menghadang, membuat Naura merasakan degupan jantungnya semakin memburu.

"Bagaimana ini, Sen?" tanyanya dengan rasa putus asa.

"Tenanglah, kita akan menghadapinya," Sena berusaha menenagkan rekannya, meskipun ia sendiri sedang dalam kekhawatiran.

"Hey, Gita. Sepertinya setelah menjadi makhluk aneh, kau tetap saja tidak tobat, dan tetap membenciku!" ucapnya dengan sinis.

"Tentu saja, ini adalah waktu yang tepat untukku membalas semuanya, maka sekarang, ikutlah denganku, dan jadilah gundik bagi Raja Kala Gemet." jawabnya dengan senyum seringai.

1
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
tetap semangat
rajes salam lubis
ok
rajes salam lubis
lanjut lanjut
rajes salam lubis
lanjut
V3
si Gemet mpe Emosi menghadapi Sena ,,, tp ttp ja gak bisa kasar sama Sena ,, Sena itu lain dari pada yg lain kata si Gemet ,,, Wanita Istimewa 🤣
kasihan yaa para keluarga nya yg kebingungan mencari keberadaan mereka semuanya 😔
Desyi Alawiyah
Kasihan keluarganya yah... Pasti mereka sedih dan khawatir karena anak-anak mereka belum pulang ke rumah.. 😢

Semoga Naura dan Kael serta Nathan bisa menemukan kitab kuno itu, sehingga mereka bisa bebas dari hutan Alas Purwo.. 🙏
neni nuraeni
semoga mereka bebas,,,
kinoy
kpn klrnya ya ALLAH
V3
semoga Axel mampoes lah biar musuhnya berkurang satu 🤣
V3
aiiiiiihh ..... aku bacanya deg degan bgt loch 😱😱😱
V3
ruangan bawah tanah itu psti ruangan dmna para wanita yg HBS di tunggangi oleh si gemet 🤣🤣
V3
gsah berharap pingsan ja lah ,, si Alessa Mati jg gpa² ,,,, kn penyebab nya adalah Dia 🤬😡
neni nuraeni
ayo sena bebaskn mereka dan berhati" lah
V3
yaaa ... Naura trnyata sdh minum dn makan makanan nya ,,, apa yg terjadi PD Naura yaaa selanjutnya ❓
V3
berarti kalau di pukul kepalanya bakalan sadar donk yaaa spt Kael ,, walaupun bentuk tubuh nya belum berubah mjd manusia seutuhnya 🤔
V3: getok nya pke palu yaa kak terutama buat si Alessa dan Axel 🤣
total 2 replies
Nurr Tika
hati hati sena,lanjut
Desyi Alawiyah
Lanjut Kak.. 😆🙏
rajes salam lubis
waddidAww
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
seru yaa tp kek mana mau gambil lha wong keris e menancap di kepala ular trus piye
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!