"Saat kesetiaan hanyalah topeng dan kasih sayang adalah alat untuk merampas, Karin memilih untuk tidak menjadi korban."
Karin mengira hidupnya sempurna dengan suami setia bernama Dirga, sahabat sejati seperti Laura, dan kasih sayang Mama Mona. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan Laura hamil anak Dirga. Kehancuran Karin memuncak ketika Mama Mona, ibu yang sangat ia cintai, justru memihak Laura dan memaksanya untuk dimadu.
Di balik pengkhianatan itu, terbongkar rahasia besar: Karin bukanlah anak kandung Mona. Sebaliknya, Laura adalah putri kandung Mona yang selama ini dirahasiakan. Mona sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Karin untuk masa depan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Dirga tersenyum bahagia saat membaca pesan dari Karin. Akhirnya, malam ini ia bisa menghabiskan waktu berdua dengan Laura tanpa sepengetahuan Karin.
“Yes, akhirnya aku bisa berduaan dengan Laura,” kata Dirga sambil tersenyum puas.
Laura yang duduk di samping Dirga pun merasa heran dengan tingkah Dirga yang tersenyum sendiri menatap layar ponselnya.
Laura menghela napas kecil, lalu menoleh.
“Mas, kenapa sih dari tadi senyum senyum sendiri?”
Dirga menyeringai tipis, matanya menyorot Laura dengan kilatan puas yang tak tersamarkan. Napasnya terdengar sedikit berat, seolah menahan kegembiraan yang terlalu besar.
“Aku punya kabar bagus, Laura. Malam ini Karin nggak pulang… dia menginap di rumah orang tuanya. Akhirnya, kita bisa berduaan, benar-benar berduaan… tanpa gangguan Karin".
Laura tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat mendengar Karin tak akan pulang. Kini, waktu bersama Dirga bisa dia nikmati dengan puas.
"Laura mencondongkan tubuhnya ke arah Dirga, rambutnya hampir menyentuh bahunya. Bibirnya nyaris menempel di telinga Dirga saat ia mendesah lembut, 'Malam ini kita berduaan, kan, Mas?' Tangannya menelusup ringan di lengan Dirga, dan matanya berbinar, seolah tak sabar merasakan belaian dari tangannya."
Dirga menutup matanya sejenak, merasakan sentuhan lembut Laura yang menelusup ke tangannya. Senyum tipis terukir di wajahnya malam itu hanya milik mereka berdua, tanpa Karin yang mengganggu, hanya kehangatan dan getaran yang membuat semuanya terasa begitu sempurna.
"Tentu saja, sayang. Malam ini, aku mau kamu jadi satu-satunya wanita untukku," ucap Dirga, sambil menundukkan wajahnya dan mencium kening Laura."
Laura merasakan kehangatan Dirga, dan senyum yang merekah. Malam itu, di rumah Karin yang sepi, mereka berdua tenggelam dalam kebersamaan yang penuh kehangatan dan tawa, menikmati momen intim hanya untuk mereka berdua.
Karin duduk terpaku di rumah orang tuanya, menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar. Mata dan dadanya terasa panas, campur marah, sakit, dan tidak percaya. Bagaimana mungkin suami dan sahabatnya bisa melakukan itu di belakangnya?.
Karin menatap layar ponselnya, tangan terkepal hingga kuku menancap di telapak. Tubuhnya gemetar, napasnya tercekat, dan matanya menyala marah saat melihat suami dan sahabatnya begitu mesra di belakangnya.
"Tega sekali, kamu Mas… melakukan semua ini di belakangku!"
Mona, melihat Karin menangis, merasa penasaran apa yang sebenarnya membuat putrinya menangis histeris.
Mona berjongkok di depan Karin, wajahnya cemas. Ia meraih bahu putrinya dan menatap matanya yang basah oleh air mata, " Karin… kenapa kamu menangis? Ada apa?"
Namun Karin tak sanggup menceritakan semuanya kepada orang tuanya. Ia takut membuat hati mereka terluka, sehingga memutuskan untuk menghadapi masalah ini sendirian.
"‘Eh, nggak apa-apa kok, Mah. Aku cuma kangen sama Mama sama Papah,’ ucap Karin sambil berusaha menutupi kesedihannya."
Pak Sanjaya menatap Karin dengan mata yang tajam tapi lembut. Ia mendekat, menepuk bahu putrinya pelan, dan suaranya terdengar tegas namun menenangkan, "Karin… kalau ada masalah, bilang sama Papa, ya. Papa janji akan bantu kamu.'"
"Iya, Pah… makasih ya. Papa selalu ada di samping Karin."
\*\*\*\*\*\*\*\*
"Dirumah Karin"
Setelah puas, Dirga bangun dan menundukkan wajahnya untuk mengecup kening Laura yang tertidur pulas di sampingnya. Baginya, Laura bisa memahami dan memenuhi semua keinginannya, berbeda dengan Karin yang selalu sibuk dan acuh tak acuh padanya.
"Terima kasih, Laura… kamu sudah hadir di hidupku.' Matanya menatap lembut, dan senyum tipis terukir di wajahnya. "'Aku bahagia malam ini."
Bisikan Dirga membuat senyum tipis muncul di bibir Laura, matanya berkilat penuh kemenangan. Napasnya tertahan sesaat, dan di dalam hatinya ia bergumam pelan.
"Akhirnya, aku bisa merebut Dirga dari Karin".
Karin, yang masih berada di rumah orang tuanya, menatap kosong ke luar jendela sambil menahan amarah dan sakit hati. Hatinya bergejolak, tak bisa membiarkan rumah yang ia bangun dengan kerja keras dan keringat sendiri ternodai oleh pengkhianatan suami dan sahabatnya. Dengan tekad yang membara, ia berdiri dan memutuskan pulang, ia berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan membiarkan siapapun menginjak harga dirinya dan tempat yang seharusnya menjadi dunianya sendiri.
"Mah, Pah, habis sarapan aku langsung pulang ke rumah, ya," ucap Karin sambil meminta izin kepada orang tuanya.
"Ya udah, kalau kamu mau pulang, Mamah ikut, ya. Soalnya Mamah mau ketemu Laura Mamah kangen, dan Mamah juga sudah buatkan kue kesukaan Laura, pasti dia suka". seru Mona.
Deg… jantung Karin berdebar kencang saat mendengar mamahnya menyebut nama Laura. Ia menatap diam-diam, alisnya mengerut dan bibirnya menekan tipis, mencoba menahan perasaan campur aduk yang menyelinap ke dadanya." Kenapa tiba-tiba Mamah ingin bertemu dan bilang kangen sama Laura, padahal padanya, Karin, putrinya sendiri, tak pernah mendapat perhatian hangat seperti itu?".Tubuhnya merinding, hati dipenuhi rasa curiga yang pekat, dan pikirannya mulai diselimuti pertanyaan-pertanyaan tentang niat di balik kata-kata mamahnya.
**Bersambung**
Dirga nikah siri sama Laura?
status belum cerai kan ya sama Karin
berarti Karin ijinin poligami apa bagemane kak
Dirga nikah pas status masih resmi sama Karin
kalau sama penghulu berarti Siri? Tapi itu sama aja Dirga poligami sementara dong ya
kalau secara hukum jelas gak bisa kan belom cerai
dan itu gak pake wali gak sah...
ku cuma bingung pas baca chapter 23-24 cuma mau mastiin nikahnya itu gimana maksudnya
maap banyak tanya, bingung beneran soalnya 🙏
pria itu kan menawarkan sebuah informasi
apalagi dibayar mahal
tapi di bawahnya kemudian dia malah gak gak kasih tahu, padahal yang menawarkan informasi itu si pria bukan Karin yang tanya
jadi ada inkonsistensi di sini
kalau aku jadi Karin, ku bakal tabok si informan dan ngomong
"Hei, aku sudah bayar kamu 100 juta untuk informasi receh?
Kamu tau info itu gak lapor polisi dan malah minta uang dariku? aku bakal laporin kamu ke polisi sebagian pemerasan! sekarang kasih tau aku siapa atau polisi akan datang, oh ya aku sudah rekam pembicara kita 🤣"
Karin bakal jadi the winner
keep update kak
semangat 💪
apakah ini cerita panjang??
semangat terus ya kak