NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Hari minggu pun tiba, aku dan Bintang berencana untuk main ke kebun binatang. Tentu saja tidak hanya kami berdua, tetapi dengan Melati dan Imas, rasa-rasanya kami sudah cukup lama tidak main bersama, saat aku mengusulkan untuk ke kebun binatang, Bintang begitu antusias sekali, memang keinginan Bintang sudah cukup lama, katanya ia ingin ke kebun binatang dsn melihat hewan-hewan yang ada di bukunya__salah satu buku yang berisi potret hewan-hewan yang sengaja ku belikan untuk mengajarkan Bintang, hanya saja waktu itu tak bisa ku turuti, sebab aku dalam keadaan masih galau, saat di mana awal-awal suamiku Afif ketahuan menikah tanpa persetujuanku.

Ok, itu sudah berlalu dan rasa galau itu sudah ku buang jauh-jauh. Aku tidak bersedih lagi atau sampai menangis pria itu, buat apa? Hanya akan membuat tubuhku rusak saja dan membawa penyakit saja. C'mon, life must go on bro.

Move on memang sulit, tapi setidaknya aku membuang energi-energi itu dengan cara melakukan banyak quality time bersana anakmu dan Art di rumahku sajalah__ketimbang aku nangis-nangis atau malah curhat di medsos.

“Mama, aku udah siap.“Ucap Anakku sambil tersenyum manis. Aku menganggukan kepalaku tatkala ku lihat penampilannya yang sudah tampan, dia memakai kaos yang di lapisi jaket, juga dengan celana jeans. Rambutnya yang basah habis keramas sudah tersisir rapih, juga dengan bedak yang terlihat jelas di wajahnya.

Tentu aku percaya kalau yang melakukan ini semua bukanlah Bintang, melainkan Melati, ART ku. Pernah aku bertanya padanya, kenapa kalau membedaki Bintang harus begitu jelas begitu.. maksudku, kenapa gak tipis-tipis saja lah, gak usah kelihatan jelas banget, malah mirip tuyul tahu gak? Hanya tinggal di tambahi pake pampers doang. Tapi Melati menjawab 'jika katanya anak indonesia itu akan kelihatan mandi kalau sudah pakai bedak yang harus jelas terlihat di wajah' tentu saja aku tergelak mendengarnya, kata siapa itu? Perasaan aku tak pernah tuh mendengar kata-kata seperti itu, tapi yasudahlah. Se senang Melati saja. Lagian aku mah gak banyak komen kok, aku justru bersyukur ada Melati dan Imas di rumah, selain mereka membantu pekerjaan rumahku, mereka juga selaku ada untukku dan menjadi penguat di saat-saat aku galau seperti kemarin.

“Yaudah, kalau gitu kita pergi sekarang. Ngomong-ngomong para bibi udah siap?.“Tanyaku pada Bintang dan anakku menjawab dengan anggukan penuh semangat.

Aku menuruni anak tangga di bantu Bintang. Padahal sudah ku katakan kalau aku bisa sendiri, tapi Bintang malah ngotot, katanya dia akan menjagaku, termasuk dari undakan-undakan tangga. Ya Tuhan, aku terharu lho, anak sekecil Bintang ini, tapi dia so sweet sekali.

“Le go Bintang..“Ujar Melati yang terlihat bersemangat dengan senyuman lebarnya. Ahh bahkan dia tak sadar dengan ucapannya yang salah itu, tapi biarlah. Aku tak mau membuat semangatnya itu luntur, maka aku pun membiarkannya saja.

“Ayo bi..“Bintang berseru lalu kakinya yang mungil pun berlari dang menghampiri Melati, anak itu gini di gandeng oleh Melati keluar dari rumahku, sementara aku dan Mia berjalan bersisian.

“Gak papa kan, Nya? Kalau misalkan nyonya merasa gak kuat, bisa di cancel kok.“Ujar Mia terasa penuh perhatian sekali, membuat mataku berkaca-kaca, bukan karena sedih tapi bahagia. Mis yang notabenenya orang lain saja begitu perhatian padaku, tapi suamiku? Ahh bahkan dia sedang sibuk dengan istri barunya dan mengurusi kehamilannya.

Lucu sekali, kadang semesta itu suka bercanda ya? Bagaimana mungkin aku dan Laras sama-sama sedang mengandung anak Mas Afif, hanya selisih satu bulan saja__pasti Laras benar-benar di manja dan di turuti semua kemauannya sama Mas Afif deh, kenapa aku tahu? Sebab saat aku mengandung Bintang dulu, Mas Afif sangat memanjakanku, apapun yang ku minta. Dia selalu menurutinya. Haha beruntung sekali Laras, sedang aku malah buntung. Jangankan di turuti permintannya, di saat kemarin aku sakit dan tak bisa makan apapun, mas Afif gak ada tuh untuk sekedar bertanya soal kabarku__dia bukan Mas Afif yang ku kenal lagi, dia sosok yang baru, dia yang mencintai istri barunya ketimbang aku istri pertamanya dan juga anak kandungnya.

Sebetulnya ada niatan aku mengaku kalau sedang mengandung anaknya kemarin, tapi belum sempat aku bercerita, dia sudah bercerita duluan kalau istri keduanya itu tengah hamil. Membuat niatan ku itu akhirnya ku undurkan. Buat apa dia tahu? Tidak ada manfaatnya sama sekali, paling-paling Mas Afif tetap akan memprioritaskan istri barunya ketimbang aku kok.

“Gak papa Mas, aku udah kuat kok. Yuk ahh, keburu siang, males aku kalau panas mah.“Tukasku, Imas mengangguk lalu kemi bereempat pun segera masuk ke dalam grab yang sudah ku pesan__sebetulnya bisa saja aku mengendari mobilku sendiri, tapi Imas dan Melati keberatan. Katanya takut aku kecapean dan mereka tak bisa menggantikanku untuk menyetir, makanya Imas dan Melati bersepakat untuk memesan grab saja lewat aplikasi.

“Nya..“Panggil Imas, aku yang sedang sibuk memasang sabuk pengaman pun kontan menoleh ke belakang guna melihat Imas dan bertanya lewat kode di mataku, lalu Imas malah membuat kode lagi dengan matanya dan aku yang mengerti pun segera menatap lurus ke depan__mataku membeliak dan mulutku menganga lebar, serta tubuhku yang mendadak tak bergeming di tempat. Ada Mas Afif dan dia bersama dengan anak juga istrinya. Mau apa mereka? Dan kenapa mereka tidak mengabari duluan kalau akan ke sini? Huh, dasar perusak rencanaku.

“Mama, Bintang mau ke kebun binatang..“Rengek anakku tiba-tiba saat aku sudah bersiap membuka pintu mobil, aku pun memilih duduk dulu sambil menoleh pada Bintang yang duduk di tengah-tengah Imas dan Melati, tak mau menghancurkan bahagianya, aku pun menganggukan kepala. Semoga saja Mas Afif mengizinkan, aku tak tega pada Bintang.

“Yaudah, jangan lama-lama ya, ma?.“

Lagi aku mengangguk mengiyakan, lalu turun dari mobil yang sudah ku pesan, tak lupa aku menyuruh si pengemudi grab untuk mematikan apikasi dan menjanjikan kalau aku akan bayar dia besar, si supir pun setuju dan dia juga dengan senang hati mau menungguku, syukurlah.

******

Rupanya mereka sudah duduk di ruang tamu. Cih, sangat tidak sopan sekali, padahal aku baru saja keluar dari mobil lho..ckckck! Tentu aku menahan kekesalan itu seorang diri, tak mungkin ku katakan. Aku tak mau di ceramahi Afif, bukan karena takut, tapi malas saja mendengar ceramahnya yang bawa-bawa dalil segala.

Afif itu lulusan pesantren dan dulunya hafal juz tiga puluh juga beberapa hadis dan salah satu yang membuatku aku menikah dengannya karena hal ini juga__aku menganggap Afif sholeh hingga bisa membimbingku ke surga. Tahunya buksn membimbingku ke surga, tapi malah menodai janji suci kami, menikahi perempuan lain tanpa sepengetahuanku.

Aku sama sekali tidak men-judge mereka yang lebih paham agama, ya. Sams sekali tidak. Bahkan aku percaya kok, masih banyak di luaran sana pria-pria penghafal alqur'an dan hadis sholeh-sholeh ga seperti suamiku ini yang mengendapankan nafsu semata.

Mungkin hanya suamiku yang melenceng, dan semoga saja hanya suamiku saja__tentu, aku juga tak berniat lama untuk tinggal bersamanya. Buat apa? Aku tidak makan hati terus-terusan dan minum teh botol sosro, ya. Bercanda. Tapi aku sungguhan ingin pisah darinya lho.

Kenapa? Tentu, alasannya karena aku tidak mau di duakan, bahkan hal ini sudah aku ucapkan semenjak dulu, saat kami menjalin hubungan dan dia sudah berjanji padaku, tapi nyatanya apa? Dia melanggar janjinya, dia menghianatiku dan bahkan tidak bisa adil denganku dan istri barunya.

“Tumben mas ke sini?.“Ucapku yang baru saja tiba dan duduk di hadapan mereka semua. Salsa, anak itu terus saja melihat-lihat isi rumahku dsn membuatku mendadak risih juga. Apa dia sangat kagum atau apa sih? Bisa gak, diem aja gitu.

“Assalamu'alaikum.“Ucap Afif yang aku bahkan lupa untuk mengucap salam.

“Wa'alaikumussalam.“

“Mau kemana kamu? Kenapa gak izin?.“Tanya Afif terlihat dengan sorot matanya yang tajam dan tidak suka, aku mendengus pelan sambil menghela nafas panjang, saking tak pernah berkomunikasi lagi dan aku sudah membiasakan diri hidup tanpanya, aku bahkan lupa minta izin padanya. Padahal Afif masih menjadi suamiku lho.

“Mau ke kebun binatang, maaf mas aku lupa.“Ujarku dan Afif terdengar berdecak kecewa. Lagian salahnya juga sih, kenapa dia tidak lagi perhatian lagi padaku dan Bintang, tidak lagi pulang ke sini. Jadikan aku dan Bintang memilih untuk melanjutkan hidup kami tanpanya, dan kami bisa lho hidup tanpanya, kami baik-baik saja, bahkan kami terlihat lebih bahagia.

Bukannya aku sombong ya. Sama sekali tidak, tapi tidak ada Afif pun dunia kami masih tampak baik-baik saja kok. Malahan mah bagus, aku jadi tidak punya sosok suami yang harus aku layani dua puluh empat jam, aku jadi santai dan lebih fokus ke diriku dan anakku saja, gak akan ada drama ngambek-ngambekan atau yang lainnya.

“Lupa? Ya Alloh, bahkan kamu lupa sama suami kamu sendiri.“Tukasnya, aku diam saja, tapi dalam hati ngomel.

Bahkan kamu juga lupa punya istri lain.. batinku sinis.

“Oh ya, ada apa kalian ke sini dan maaf karena stok makanan habis, sorry gak bisa menjamu kalian.“Ujarku terdengar sedih, padahalmah cukup puas, apalagi melihat wajah kecut dari Laras. Haha.. sesekali membuat kes pelak0r, gak papa kan?

“Silaturahmi, apa lagi? Kenapa? Gak suka ngeliat aku sama Laras?.“Tanya Afif terlihat sarkas, aku pun memaksa bibirku untik tersenyum, walau aslinya pingin sekali mengguyur mereka dengan air, heuhh.

“Mas maaf, tapi Bintang udah nungguin aku dan ini chat dari Imas, katanya Bintang udah nangis di mobil. Begini aja. Kalau kalian mau ikut ke kebun binatang, boleh. Kalau enggak mau pun, gak papa. Kalian di sini saja__mohon maaf, tapi aku udah janji sama Bintang untuk bawa dia jalan-jalan ke kebun binatang.“Ucapku yang sudah berdiri dan meninggalkan mereka begitu saja. Mau di katakan istri durhaka pun tak masalah, karena memang benar, aku merasa banyak dosa sama dia. Karena sering mengumpat bahkan mengata-ngatai Afif yang tidak-tidak, tapi apa boleh buat. Dia yang cari gara-gara duluan denganku, kok.

1
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!