Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"
mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berubah menjadi cantik
staff menertawakan lili saat memilih gaun pengantin yang cantik itu.
" kenapa...? Gak boleh..? " tanya lili
" mana pantes jika dipakai oleh kamu..! Bikin desainer gaun ini dipermalukan. gaun ini hanya bisa di pake oleh wanita cantik dari keluarga bangsawan. Sedangkan kamu..? gak sadar diri kali..! "
" apa masalah nya..? Kan sama sama dibayar juga kan..? kenapa peduli amat dengan orang yang memakai gaun nya..? Bukannya kalau laku juga kalian punya keuntungan.? Lagi pula yang membeli ini putra keluarga kaya, kenapa gak kalian manfaatkan saja dan menaiki harga nya." ujar lili.
" kamu mau ngajarin kami..? Orang seperti kamu mana pantas mengajari kami begitu..? "
" yasudah ,saya akan bilang ke suami saya , supaya ganti butik saja.
" suami..? Tuan muda gak suka sama kamu..! gak Denger tadi dia bilang terpaksa nikahi kamu.."
lili terdiam, karena apa yng dikatakan staff Memang benar
" kenapa diam..? Baru sadar diri..?! "
Lili memberanikan diri untuk melawan staff yang merendahkan diri nya. " saya juga gak menganggap dia sebagai suami sungguhan. Mungkin saja suami diatas kertas saja. tapi jika saya bilang mau ganti butik , siapa bilang dia tidak setuju..? Walaupun dia tidak pernah suka sama saya..? "
para staff saling bertatapan.
" benar juga yang dibilang wanita jelek ini. Jika kita terus mempertahankan gaun ini padanya ,maka kita akan kehilangan keuntungan besar. " ujar seorang staff berbisik kepada staff yang lain.
" baiklah, kamu mau yang ini maka kami akan bungkus kan untuk mu." ujar staff sambil tersenyum sinis.
" tunggu dulu , mau dibungkus Dimana..? Saya mau dibungkus nya disini saja, didepan mata saya. Siapa tau, kalian kalian staff buruk ini ,bakal nge- rusak gaun pengantin ini .." ujar lili
" kamu...! "
" kenapa..? Gak suka..? Yasudah saya pergi dan gak mau belanja disini.."
" okey..! Kami bungkus disini..! "
" bagus..! Cepetan saya gak banyak waktu untuk nunggu.."
Staff staff itu membungkus gaun di depan lili yang tersenyum senang karena menang melawan mereka. Padahal apa yng dikatakan lili untuk mengancam mereka hanya lah karangan nya saja, dan belum tentu bara pun mau mengikuti kata katanya.
gaun pengantin itu diambil oleh lili dengan perasaan puas. Lili melangkah Keluar dimana bara sedang menunggu nya.
Bara melihat lili yang memegang sebuah tas berisi gaun pengantin pilihan nya.
" kenapa model nya masih seperti tadi..? kalian gak denger saya bilang apa tadi, ubah penampilan nya untuk ku...! " ujar bara menatap tajam kearah staff yang sedang berdiri itu.
" maaf tuan muda, wanita ini tidak mau di dandanin oleh kami.."
" bukan. Mereka semua bohong, mereka belum mengatakan hal itu padaku. Mana saya tau.." ujar lili membela diri.
" bawa dia ,ubah penampilan nya..! " ujar bara.
" gak..! Saya gak mau..! " ujar lili ,
yang menolak di dandanin oleh staff staff itu. Lili pasti akan di siksa jika di dandanin oleh mereka.
" woy..! saya gak mau ya jika jalan bareng dengan kamu yang modelan gembel seperti ini. Udah bersyukur kali kamu saya bayarin untuk di dandanin...! " ujar bara.
" saya gak mau di dandanin oleh mereka, saya mau ubah tempat.." Ujar lili.
" pede kali mau nyuruh saya ..! suka suka ku, gak ada tempat buat kamu milih ..! "
" yasudah, gak usah didandani...! Saya mending pulang saja. "
" okey, saya akan ubah tempat. Ayo..! " bara beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari butik.
Lili menarik napas panjang dan melangkah mengikuti bara dan naik diatas mobil .
Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap lili akan ketakutan dan memohon kepada nya.
tapi apa yang di angan angan kan oleh bara tidak terjadi. Dia melihat lili melalui kaca mobil tersenyum sambil melihat ke mobil.
" wanita ini..! Benar benar bikin kesal..! " gumam bara.
Bara menghentikan mobil di depan salon kecantikan yang ada di simpang .
" turun..! " ujar bara.
lili tidak menjawab dan langsung turun dari mobil,masuk kedalam ruangan kecantikan itu.
" wanita ini gak bisa ngomong atau apa sih..? Diam saja..! " ujar bara lalu turun dari mobil dan mengikuti lili masuk.
" tuan muda.." sapa pemilik salon kecantikan itu.
" um , ubah dia untuk ku. Jika kamu bisa mengubahnya menjadi cantik, maka saya akan membayar mu.. " ujar bara lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" baik tuan muda. Silahkan menunggu disini. " ujar pemilik salon kecantikan itu dengan tersenyum dan melangkah mendekati lili yang duduk.
" hai, kamu wanita nya tuan muda ?"
Lili menoleh
" tuan muda..? Maksudmu bara Hendra..? " tanya lili.
" iya , tuan muda bara Hendra."
" gak kok, saya bukan wanita nya. Kami cuman ada hutang Budi sedikit, makanya dia bawa saya ke sini. "
" oh ,mari ikut saya. "
" um " lili tersenyum kepada wanita yang berbicara kepada nya itu. Wanita itu ramah tanpa ada kata kata merendahkan.
" nona, duduk dulu. Saya akan mengambil peralatan nya . "
" baiklah. "
Tak lama wanita itu kembali ada beberapa perlengkapan make up yang dibawa nya . Ada juga peralatan menggunting rambut.
" nona, seperti nya saya harus menggunting rambut mu,dan mengubah model nya. Bagaimana.?"
" gapapa, lakukan lah. "
Pertama wanita itu menggunting rambut lili dan mengubah modelnya setelah itu membersihkan wajah nya dan terakhir memasang make up-nya.
" nona , sudah selesai. Ini gaun untuk mu , silahkan ganti. Kamu sudah berubah menjadi cantik. "
lili melihat wajah nya di cermin yang ada di depannya. Dia terkejut saat melihat perubahan nya .
" nona ,kamu ini sebenarnya cantik. tuan muda pasti senang melihat nona.."
" makasih . Saya ingin berubah untuk diri sendiri bukan karena dia.."
" baiklah saya mengerti. Silahkan ganti dulu bajunya. "
Lili melangkah ke ruang ganti dan memakai gaun yang diberikan padanya.
Lima menit kemudian dia keluar.
" wow, benar-benar cantik. Ayo nona saya gak sabar mendengar respon tuan muda saat melihat mu."
lili mengikuti wanita pemilik salon kecantikan itu.
" tuan muda. Nona sudah selesai saya dandani..."
bara menoleh dan melihat lili dari ujung kaki sampai kepala. senyuman tipis terpampang di bibir nya, tapi itu hanya sebentar. bara kembali memperlihatkan ekspresi datar walaupun dalam hatinya sebenarnya mengagumi lili yang berubah.
" lumayan, gak malu maluin lagi. Terimakasih atas kerjasamanya, saya gak akan lupa kasi bonus untuk mu. "
selesai membayar bara keluar dari ruangan itu yang di ikuti oleh lili.
diatas mobil
" bagus nya penampilan mu seperti ini. Jangan yang kayak tadi, kayak gembel jalanan. Masuk di dalam keluarga Hendra harus tampil cantik dan anggun. dengar...! " ujar bara sambil melihat lili di kaca mobil.
Lili tidak menjawab ,dan malah mengambil headset didalam tasnya dan memakai nya.
" kurang ajar..! Gak merespon kata kata gue..! Bagus kamu ya, saya mau lihat sampai kapan kamu bertahan..! " umpat bara dengan marah nya.