"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam!
Dor!!
Botak memejamkan matanya erat. Setelah tembakan itu melesat sekian detik ia tak merasakan apa-apa. Perlahan kedua matanya di buka, mendongak ke atas, bibirnya melongo, kedua matanya melebar saat melihat tembakan itu tepat sasaran mengenai apel yang ia pegang.
Ah, syukurlah, ia tak jadi mati, batin Botak kegirangan.
Nero bertepuk tangan dan diikuti anak buahnya saat melihat keberhasilan Ele. Untuk seorang pemula, Ele sangat hebat.
Ele tersenyum bangga dan puas karena ia berhasil menembak tepat sasaran.
Nero pun meminta Ele berlatih lagi.
*
Di tempat lain. Lebih tepatnya di gudang kosong yang terbengkalai, Nick menyesap rokoknya sembari menatap anak buahnya yang tengah merangkai berbagai macam senjata api.
Tatapannya dingin, dan penuh dendam, kala mengingat Damon dan Nero memb*nuh kedua orang tuanya dengan brutal dan sadis. Kini ia menuntut balas dendam dengan cara memanfaatkan kepolosan dan kebodohan Ele. Dari Ele ia dapat berbagai macam informasi tentang Damon dan Nero.
"Gadis bodoh!" Nick tersenyum iblis ketika mengingat kepolosan Ele yang begitu mencintainya.
*
Setelah sesi latihan. Nero dan Ele ke minibar yang terletak di dekat kolam renang. Ele memperhatikan area tersebut, tidak ada yang berubah semua masih sama seperti dulu saat terakhir kali ia meninggalkan rumah tersebut.
Nero mengeluarkan korek api dan rokoknya, di letakkan di atas meja.
Ele langsung menyambar rokok itu dan mengambil satu batang, lalu menyelipkan di sela bibir manisnya, tak lup membakar ujungnya dengan pematik api.
Nero agak terkejut melihatnya, tak menyangka dan tak menduga gadis polos dan lugu kini menjelma menjadi gadis bar-bar, perokok dan pemabuk.
Ele terkekeh melihat Nero terkejut dengan sikapnya. "Merokok bukanlah sebuah kejahatan jadi berhenti menatapku seperti itu!" tegasnya, menghembuskan asap rokok ke wajah Nero.
"Sepertinya pria itu telah membawamu terlalu jauh," kata Nero, dingin.
"Kau salah! Nick tidak bersalah." Ele marah ketika mendengar Nero menyalahkan kekasihnya.
"Yeah, cinta itu buta!" sahut Nero, dingin dan datar.
Ele mendengus lalu menancapkan ujung rokok ke asbak hingga bara apinya mati, lalu segera beranjak dari sana dengan perasaan emosi.
Nero menatap kepergian gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
*
Beberapa hari kemudian.
Ele mengendap-endap keluar di malam hari saat para penjaga dan bodyguard-nya sedang lengah. Sudah beberapa hari ini ia menahan rindu pada kekasihnya, maka dari itu ia berusaha keras untuk bertemu dengan Nick.
Setelah berhasil lolos dan menghindari kamera CCTV. Ele segera berlari menjauh dari kawasan rumah tersebut.
Tanpa Ele sadari, pergerakannya dipantau Nero dari kejauhan.
"Gadis itu benar-benar menguji kesabaranku!" geram Nero seraya mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, hingga buku-buku tangannya memutih.
Ia segera mengumpulkan para penjaga dan bodyguard Ele di halaman rumah untuk diberikan pelajaran karena telah lalai dalam bertugas.
*
Ele tersenyum bahagia ketika ia sampai di lokasi tempat tinggal kekasihnya. Ia sengaja tidak memberikan kabar pada Nick, karena dia ingin kejutan. Gerakan Ele terhenti saat akan mengetuk pintu. Ia mendengar suara percakapan dari dalam sana.
"Nick? Dengan siapa di bicara?" gumam Ele sangat penasaran. Tapi, tubuhnya menegang saat mendengar Nick memakinya penuh kebencian.
"Ele adalah gadis bodoh yang pernah kutemui dan mudah di manfaatkan!" ucapan Nick terdengar sangat menyakiti hati Ele yang selama ini mencintainya sepenuh hati.
"Bedebah!"
Ayo Elle langsung cek kehamilan nya
Lanjut lagi kak updatenya 😊
Nero mau marah terhadap Pedro yang semakin terbahak sampai perutnya terguncang.
Nero malah dapat omelan dari Elle, tak boleh bersikap buruk terhadap Pedro. Elle tidak membela Pedro. Elle menjelaskan pada Nero kenapa tidak boleh bersikap tidak baik terhadap Pedro.
Ava melihat keadaan Nero yang seperti Pedro waktu mengalami kehamilan simpatik, lalu menanyakan kapan Elle terakhir kali datang bulan.
Wooow...empat bulan telat datang bulan tak disadari oleh Elle.
Ava kaget mendengarnya - dia sampai memekik keras, menyuruh Elle segera mengeceknya.
nero tidak terima elle belain pedro dan ava😀gantian aja ava dan pedro ledekin nero, gak usah takut lagi elle akan belain...
Nero akan dapat kejutan elle lagi hamil 4 bulan, pastinya nero akan happy sekali akan jadi ayahnya...
sabar ya nero mengalami kehamilan simpatik pastinya akan tersiksa mual dan muntah pusing tapi nikmati aja
😀biasanya nero selalu kuat dan tangguh akhirnya tumbang juga masuk rumah sakit😀makanya jangan suka ngeledekin pedro ketula kan....