"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: Akhir yang Indah & Kebahagiaan Abadi!
BAB 20: Akhir yang Indah & Kebahagiaan Abadi!
Waktu terus berjalan dengan sangat cepat. Bulan berganti bulan, dan akhirnya masa kehamilan kembar Lin Qingyan pun memasuki bulan kesembilan.
Perutnya sekarang sangat besar dan membulat sempurna, jauh lebih besar daripada saat mengandung Chenyu dulu. Dia terlihat cantik dengan aura keibuan yang sangat kuat, tapi tentu saja butuh bantuan ekstra karena membawa dua nyawa sekaligus di dalam rahimnya.
Dan seperti biasa... Gu Beichen! 😂❤️
Pria itu kini berubah menjadi SUPER OVERPROTECTIVE LEVEL DEWA!
Dia tidak membiarkan Lin Qingyan bergerak sedikit pun! Mau ambil minum? Dia yang ambilkan. Mau ganti baju? Dia yang bantu. Mau jalan ke kamar mandi? Dia yang gendong!
Semua dokter spesialis terbaik di dunia sudah disiagakan 24 jam non-stop di rumah mereka. Ruang bersalinnya sudah disiapkan lebih mewah dan lengkap dari rumah sakit kerajaan!
Saatnya Datang! Panik tapi Sigap!
Suatu sore yang tenang...
Tiba-tiba wajah cantik Lin Qingyan berubah pucat dan dia memegang perutnya erat-erat.
"Ahhh... Beichen... sakit... perutku kencang banget..." erangnya pelan tapi panik.
GLEK!
Wajah Gu Beichen yang sedang duduk memijat kaki istrinya langsung berubah pucat pasi! Matanya melotot lebar!
"APA?! SUDAH MULAI?! SEKARANG?!!"
Dia langsung melompat berdiri dan mengangkat tubuh Lin Qingyan dengan princess carry secepat kilat!
"JANGAN TAKUT SAYANG! ADA AKU DI SINI! AKU BAWA KAMU SEKARANG JUGA!" teriaknya panik tapi tangannya sangat lembut memegang istrinya.
"CEPET SEMUA ORANG SIAPKAN DIRI! ISTRIKU MAU MELAHIRKAN! DUA ORANG SEKALIGUS! PASTIKAN SEMUANYA SEMPURNA! JANGAN SAMPAI ADA YANG SALAH SATU PUN!" raung Gu Beichen kepada para dokter dan pelayan dengan suara yang menggelegar!
Aura Raja kembali keluar! Semua orang langsung bergerak secepat kilat! Tidak ada yang berani menunda!
Proses Melahirkan yang Menegangkan
Di dalam ruangan bersalin yang steril...
Suasana sangat tegang. Lin Qingyan berbaring dengan napas memburu, keringat dingin membasahi dahinya. Rasa sakitnya dua kali lipat lebih besar karena mengandung dua bayi sekaligus.
"AAAAHHHH!!!" teriaknya keras saat kontraksi datang! Tangannya mencengkeram tangan Gu Beichen sampai meninggalkan bekas biru!
Tapi Gu Beichen tidak peduli sakit atau tidak! Dia justru tersenyum menenangkan sambil mengusap rambut istrinya.
"Iya sayang... sakit ya... keluarin aja semuanya... gigit aku juga gapapa! Yang penting kamu dan anak-anak kita selamat!" ucapnya lembut tapi tegas.
Dia tidak mau pergi! Dia tetap di sana memegang tangan istrinya, menyemangati, dan mengusap keringatnya tanpa henti!
"Kuat ya Ratu-ku... kamu wanita terkuat di dunia. Kamu pasti bisa lahirin mereka dengan mudah. Ayok sayang... sekali lagi... tarik napas... buang kuat-kuat!"
"Dokter! Bagaimana keadaannya?! Pastikan mereka baik-baik saja!" perintahnya cemas.
"Tenang Tuan Muda! Bayi pertama sudah kelihatan kepalanya! Posisi bagus! Ayoo Nyonya sekali lagi!" seru dokter bersemangat.
Tangisan Kembar yang Menggembirakan!
WAAAAAA!!!! WAAAAAA!!!! 👶🎶
Suara tangisan bayi yang pertama terdengar sangat lantang dan sehat!
"LAHIR! YANG PERTAMA LAHIR!" seru perawat.
Belum sempat Gu Beichen bernapas lega...
WAAAAAA!!!! WAAAAAA!!!! 👶🎶
Tangisan kedua menyusul segera! Lebih keras dan lebih semangat!
"DUA-DUANYA LAHIR! SELAMAT SEMUANYA!"
Ruangan itu langsung dipenuhi sorak-sorai bahagia!
Gu Beichen terpaku diam! Matanya berkaca-kaca! Dia menatap ke arah dokter yang sedang memegang dua bayi mungil yang dibungkus selimut.
Dua bayi! Satu laki-laki dan satu perempuan! Pasangan sempurna!
Mereka terlihat sangat kecil, sangat lucu, dan sangat sehat! Mereka mewarisi ciri-ciri kedua orang tuanya dengan sempurna!
"Qingyan... sayang... lihat... kita dapat dua lagi... kita punya anak tiga sekarang..." suaranya gemetar hebat menahan tangis bahagia. Dia mengecup kening istrinya yang sudah lemas tapi tersenyum sangat lebar.
Keluarga yang Sempurna!
Beberapa jam kemudian...
Suasana sudah tenang dan hangat.
Lin Qingyan sudah beristirahat dengan nyaman. Di sebelahnya, di ranjang khusus bayi, terbaring tiga malaikat kecil:
1. Gu Chenyu (Kakak sulung) yang sudah tidur pulas di kamar sebelah, besok pagi baru akan ketemu adik-adiknya.
2. Gu Chenfeng (Anak kedua, laki-laki kembar) yang tampan dan gagah seperti Ayah.
3. Gu Qingyu (Anak ketiga, perempuan kembar) yang cantik jelita seperti Mama.
Gu Beichen duduk di tepi ranjang, matanya tak berkedip menatap ketiga anaknya dan istrinya.
Hatinya penuh sesak oleh rasa syukur dan cinta yang tak terhingga.
Dari seorang pria yang dulu hidupnya penuh darah, dendam, dan kesepian... kini dia memiliki segalanya! Cinta, keluarga, kekayaan, kekuasaan, dan kebahagiaan yang melimpah ruah!
Masa Depan yang Cerah
--- LONCAT WAKTU: 5 TAHUN KEMUDIAN ---
Waktu terus berlalu dengan indah. Kini anak-anak mereka sudah tumbuh besar dan sangat menggemaskan!
Gu Chenyu (8 tahun) sudah menjadi anak laki-laki yang sangat tampan, cerdas, dan menjadi pemimpin yang baik untuk adik-adiknya. Dia sangat melindungi Mama dan adik perempuannya. Sifatnya dingin dan tenang seperti Ayah, tapi hatinya sangat lembut.
Gu Chenfeng (5 tahun) adalah tiruan persis Gu Beichen versi mini! Dia aktif, berani, dan suka berpetualang. Dia selalu bilang nanti mau jadi Raja seperti Ayahnya!
Gu Qingyu (5 tahun) adalah putri kecil yang sangat cantik, manja, dan menjadi PRINCESS kesayangan seluruh keluarga! Terutama bagi Ayahnya! Gu Beichen benar-benar tidak tega melihat putri kecilnya menangis sedikit saja. Kalau dia merengek minta apa pun, pasti langsung dikabulkan!
Hari Keluarga yang Bahagia
Suatu hari Minggu yang cerah...
Taman belakang kediaman keluarga Gu dipenuhi tawa riang!
"AYO MAIN PETAK UMPET! AKU YANG JAGA!" teriak Chenfeng kecil sambil tertawa.
"AKU IKUT! AKU IKUT!" seru Qingyu kecil dengan suara cemprengnya yang lucu.
Gu Beichen dan Lin Qingyan duduk berdampingan di bangku taman yang indah, memandangi ketiga anak mereka yang berlari-larian bermain dengan bahagia.
Gu Beichen menggenggam tangan istrinya erat-erat. Dia menatap wajah cantik itu yang kini semakin dewasa dan anggun.
"Qingyan..." panggilnya pelan.
"Hmm... kenapa sayang?"
"Lihat mereka... lihat kita... aku nggak nyangka hidup bisa seindah dan sebahagia ini. Dulu aku pikir aku cuma lahir untuk membasmi kejahatan. Tapi ternyata tujuan utamaku adalah untuk bertemu denganmu, dan memiliki keluarga seindah ini."
Lin Qingyan tersenyum manis, menempelkan kepalanya di bahu bidang suaminya.
"Aku juga bersyukur banget Beichen. Terima kasih sudah jadi suami terbaik, Ayah terbaik, dan pelindung terbaik buat kita semua."
Janji Sehidup Semati
Tiba-tiba Gu Beichen mengeluarkan sebuah kotak kecil lagi. Dia membukanya, memperlihatkan sebuah kalung berlian yang sangat indah berbentuk bunga.
"Ini..."
"Hadiah buat Ratu hatiku. Sebagai tanda terima kasih sudah memberiku surga di dunia ini."
Dia memakaikan kalung itu di leher Lin Qingyan dengan penuh kasih sayang.
"Aku janji sama kamu Lin Qingyan... di kehidupan ini, di kehidupan yang akan datang, dan di kehidupan-kehidupan selanjutnya... aku akan tetap mencari kamu, tetap mencintai kamu, dan tetap menjadikan kamu satu-satunya Ratu di hati aku."
"Tidak ada yang bisa memisahkan kita. Tidak ada musuh, tidak ada jarak, tidak ada waktu. Kita akan bersama selamanya... sampai rambut kita memutih, sampai kita jadi kakek nenek, dan sampai napas terakhir kita berhembus."
Lin Qingyan menatap mata suaminya yang penuh cinta. Air mata bahagia menetes di pipinya.
"Aku janji juga Beichen... selamanya bersamamu... suamiku... Rajaku..."
Mereka saling mendekat dan berciuman di bawah sinar matahari yang hangat, sementara di belakang mereka ketiga anak mereka tertawa riang bermain.