NovelToon NovelToon
EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Enemy to Lovers / Cinta Beda Dunia
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Dori terpaksa hidup bersama arwah sastrawan bernama Matcha yang terperangkap di dalam laptop bekas miliknya.

Awalnya mereka sering berselisih paham karena gaya penulisan Dori dianggap buruk, namun ikatan batin perlahan terbentuk hingga Matcha bisa muncul dalam wujud fisik. Kehidupan mereka yang manis berubah mencekam saat muncul saingan dan organisasi gelap yang mengincar kekuatan mereka.

Rahasia besar akhirnya terkuak saat ingatan Matcha kembali. Ia menuduh Dori sebagai orang yang membunuhnya di kehidupan lampau.

Akankah cinta mereka mampu bertahan menghadapi kenyataan pahit itu, atau mereka harus berpisah selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murid Kesayangan & Rahasia Keluarga

Suara Prof. Barroq berat dan berwibawa. Aura yang dipancarkannya tidak kalah menyeramkan dibandingkan musuh-musuh di luar.

Liliana langsung menurunkan tangannya perlahan. Wajahnya yang tadi angkuh dan galak, kini berubah pucat dan kaku.

"Pro...fesor..." bisiknya pelan, kepalanya menunduk sedikit.

Dori di samping Matcha melongo tak percaya.

"Gila! Wanita setangguh dan sekejam itu... takut setengah mati sama Papa?! Apa hubungan mereka sebenernya?!" batinnya bertanya-tanya.

Ibu Dori berjalan mendekat dengan langkah tenang. Ia menatap Liliana lekat-lekat, lalu menggelengkan kepala.

"Liliana ... kami pikir kau sudah berubah. Kami pikir kau sudah mengerti arti kebebasan."

"Maafkan saya Nyonya ... tapi saya tidak bisa membiarkan Proyek 'Matahari' jatuh ke tangan orang yang tidak berpengalaman," jawab Liliana terbata-bata.

"Jadi alasanmu menyerang cuma gara-gara itu?" potong Joulle yang baru saja muncul dari asap dengan wajah belepotan.

"Kamu cemburu karena Prof kasih tugas jagain mereka ke aku, bukan ke kamu ya?"

Liliana melotot ke arah Joulle. "DIAM KAU ANAK MANJA! KAU TIDAK TAHU APA-APA!"

Matcha yang masih memeluk bahu Dori menyipitkan mata menatap wanita itu.

"Jadi ... kau bukan istrinya? Dan kau bukan musuh lama juga?" tanyanya curiga.

Liliana mendengus kesal, lalu merapikan bajunya yang berantakan.

"Aku Liliana ... murid paling berprestasi angkatan pertama di bawah Prof Barroq. Dan aku yang ditunjuk jadi pengawas utama proyek ini bertahun-tahun!"

Ia menunjuk Dori dengan dagunya. "Dan cewek ini ... tiba-tiba muncul dapat 'unit' paling langka seenaknya! Itu tidak adil!"

JLEB!

Dori tersentak. "Jadi ... selama ini kamu cuma iri dan pengen posisi itu doang? Bukan soal cinta-cintaan?!"

"Memangnya kenapa?! Bertahun-tahun aku belajar, bertahun-tahun aku riset, eh kamu dapat cuma modal beli laptop bekas! Siapa yang gak emosi?!"

Matcha langsung menghela napas panjang lega, lalu tertawa keras. "HAHAHAHA! Dasar bodoh! Aku kira ada drama tragis cinta segitiga, ternyata cuma masalah gak dapat jatah tugas!"

"DIAM KAU BARANG LANGKA! KAU TIDAK TAHU BETAPA SUSAHNYA MENJADI MANUSIA!" balas Liliana kesal, pipinya merah padam.

Suasana yang tadinya mencekam dan mau perang dunia, tiba-tiba berubah jadi rapat komunitas.

"Sudah cukup!" Prof. Barroq mengangkat tangan meminta tenang.

"Liliana, kau salah caranya. Tuan Matcha dan Dori itu pasangan yang cocok. Ikatan mereka alami, bukan dipaksakan."

"Tapi Prof ... dia ceroboh! Dia belum siap tanggung jawab sebesar ini!" bantah Liliana.

"Dia punya aku! Aku yang ajarin! Aku yang jaga! Jadi urusanmu selesai!" sahut Matcha cepat, mendekap Dori makin erat.

Liliana menatap mereka bergantian, lalu mendecakkan lidah kesal. "Hmph! Dasar pasangan narsis! Oke oke ... aku mundur. Tapi bukan karena takut ya!"

"Tapi?" tanya Dori hati-hati.

"Tapi aku akan tetap di sini. Aku mau pantau terus. Kalau sampai kalian berdua bikin kesalahan atau merusak 'barang' berharga itu ... aku yang bakal ambil alih!"

Liliana berjalan mendekati Dori, lalu menepuk bahunya pelan.

"Selamat ya ... kamu beruntung. Dia itu memang susah dimengerti, tapi dia setia kawan kok."

Eh?

Tiba-tiba baik?

Dori bingung, tapi tersenyum tipis. "Te-terima kasih ... kak Liliana."

"JANGAN PANGGIL KAKAK! PANGGIL SENPAI ATAU JURAGAN!" teriak Liliana sok gengsi.

"Siap Juragan!" sahut Dori dan Matcha kompak, lalu tertawa bareng.

Joulle di pojok cuma bisa geleng-geleng kepala. "Gila ... Dunia ini memang gila."

Tapi tiba-tiba... Wajah Prof. Barroq kembali serius. Ia melihat ke langit yang mendung.

"Pertengkaran kalian sudah selesai. Tapi masalah sebenarnya ... baru saja dimulai."

"Pa maksudnya?" tanya Dori.

"Guncangan energi tadi terlalu besar. Itu mengirim sinyal ke seluruh penjuru. Artinya ... lokasi ini fix sudah tidak aman lagi."

"Kita harus pergi sekarang. Segera."

"Pergi kemana Pa?"

"Ke Markas Utama. Ke tempat di mana semua ini bermula. Rumah Kuno keluarga Barroq."

Prof. Barroq menatap Matcha dalam-dalam. "Di sana ... ingatan Tuan Matcha akan pulih seratus persen. Dan di sana juga ... kalian akan tahu kenapa nama 'Dorothy' dan 'Cicil' itu ada."

Matcha mengangguk tegas. "Aku siap. Apapun itu, aku hadapi."

"Dan kalian berdua..." Prof. Barroq menunjuk Liliana dan Joulle.

"Ya Prof?!" serentak mereka jawab.

"Kalian bertanggung jawab mengawal perjalanan ini. Jadi bodyguard pribadi. Jangan sampai ada goresan sedikit pun pada mereka."

Liliana dan Joulle saling pandang. Dua rival berat, jenius, dan gengsian, sekarang disuruh jadi satpam berdua?

"Apa?! Saya harus satu tim sama cowok payah ini?!" protes Liliana syok.

"Aku juga gak mau satu tim sama cewek galak!" balas Joulle tak mau kalah.

"SUDAH ITU PERINTAH! SIAP ATAU DIKURANGI GAJI!" teriak Ibu Dori tegas.

"SIAP NYONYA!!"

Mereka berdua langsung menunduk patuh.

Dori dan Matcha tertawa lebar melihat pemandangan itu.

Tapi saat mereka bersiap masuk mobil... Matcha tiba-tiba berhenti. Ia memegang kepalanya lagi.

"Aduh... apa lagi ini... kepalaku... panas sekali..."

"Cha?! Kamu kenapa?!" Dori panik memegang tangannya.

Dari langit, guntur menggelegar keras. Dan di benak Matcha, potongan gambar terakhir muncul jelas.

Sebuah pedang besar ... darah ... dan sosok Dori kecil yang terbaring tak berdaya di pelukannya.

"Aku ... aku ingat sekarang ... caranya kita berpisah waktu itu... Itu bukan karena musuhku ... tapi karena..."

Matcha menatap Dori dengan mata terbelalak ketakutan.

"KAU ... KAU LAH YANG MEMBUNUHKU DULU?!"

BRAK!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!