Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.
Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.
Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.
Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.
Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.
Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memecahkan Masalah
Di dalam tempat yang gelap dan lembab, ada anak yang sedang mengalami penyiksaan, namun ironisnya tak ada siapapun yang menolongnya.
Ia berjuang sendirian dalam melawan ketidak adilan yang di alami olehnya. Meski tubuhnya terluka, ia mencoba untuk tetap berjuang keluar dari situasi yang tak menguntungkannya itu.
Dua lawan satu sudah meperlihatkan kekalahannya, ditambah ia kalah tenaga. Tubuhnya terlalu lemah untuk bisa melawan dua orang sekaligus. Yang pada akhirnya membuatnya tak berdaya dihadapan Karina dan Sofia.
"Harusnya kamu diam saja tadi, dengan begitu kamu bakalan aman." Sofia menghampiri Dewi yang sudah tergeletak tak berdaya. Ia tersenyum melihat keadaan Dewi yang sudah tak bisa melawan. Meski penampilannya ikut berantakan karena perlawanan yang diberikan oleh Dewi.
"Ak-ku pastikan ka-kalian akan dihukum." Ujar Dewi dengan sisa tenaganya.
"Kamu mau membuat kami dihukum?" Sofia tertawa mendengarnya, di ikuti oleh Karina yang juga ikut terawa geli mendengar ucapan Dewi yang akan membuat mereka dihukum.
"Mimpi disiang bolong." Ucapnya lagi sembari tertawa lepas.
Mereka bisa bersikap sombong seperti ini karena sudah terlalu sering lolos dari hukuman. Karena itu mereka tak pernah merasa takut untuk dihukum dan tetap tenang melakukan apapun yang mereka mau.
"Kita sudah terlalu lama di dalam, lebih baik kita keluar dari sini." Kata Karina mengajak Sofia untuk segera keluar dari area gudang.
"Lalu bagaimana dengan anak ini?" Tunjuk Sofia pada Dewi yang sedang tergeletak tak berdaya.
"Apa lagi? Ya kita tinggalin saja dia disini." Jawab Karina tak perduli dan mulai berjalan keluar lebih dulu, di ikuti oleh Sofia yang mulai menyusulnya.
Wajah Karina terlihat kesal karena penampilannya berantakan. Ia mulai memperbaiki penampilannya sebelum benar-benar pergi dari area gudang.
"Pintunya kamu kunci?" Ucap Sofia ketika melihat Karina menutup pintu gudang lalu menggemboknya.
"Iya." Jawab singkat Karina.
"Apa tidak masalah mengunci anak ini di dalam? Ditambah sepertinya dia pingsan, kan?" Sofia kembali bertanya pada niat Karina.
"Kenapa? Kamu takut?" Lirik Karina dengan ekspresi tajam.
Mendapat tatapan yang tajam dari Karina membuat Sofia jadi gelagapan sendiri. Bingung mencari alasan yang tepat agar tak dibilang takut lagi oleh Karina.
"Duh, aku bukannya takut. Aku cuma nggak mau kena masalah gara-gara anak ini." Jawabnya kemudian.
"Memangnya apa yang bisa anak ini lakukan pada kita?" Karina terlihat tenang dan tak merasa khawatir sekalipun.
Sofia setuju dengan apa yang Karina katakan, namun entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Tapi, dia sendiri tak yakin itu apa. Hingga akhirnya ia tak lagi perduli dan ikut bersama Karina pergi dari area gudang.
Keduanya pergi meninggalkan Dewi yag terkurung sendirian di dalam gudang yang gelap, dengan kondisinya yang sedang tak sadarkan diri.
Karina dan Sofia berjalan tenang menuju gerbang sekolah untuk segera pulang. Belum juga sampai di depan gerbang, tiba-tiba mereka berpapasan dengan bu Amanda, wali kelas mereka yang hendak menuju ruangan gudang tempat mereka menjalankan hukuman.
"Apa kalian habis membersihkan gudang?" Tegur Amanda ketika melihat Karina dan Sofia yang terlihat dari area gudang.
"Iya benar, kami baru saja membersihkan gudang kotor itu." Jawab Sofia tenang.
"Ibu baru saja mau menghampiri kalian ke gudang, ternyata kalian sudah selesai membersihkan gudangnya, ya.." Ucap Amanda ketika melihat pakaian keduanya yang nampak berantakan dan kotor.
"Duh aku benci datang ke gudang, bikin bajuku jadi kotor." Gerutu Sofia terlihat tak suka melihat penampilannnya sendiri yang berantakan.
Amanda hanya tersenyum simpul melihat protes keduanya.
"Kalian harus tahan untuk lima hari kedepan." Balas Amanda terkait hukuman yang ia berikan selama satu minggu untuk keduanya.
"Bu, sudah tidak jamannya menghukum murid seperti ini, tuh?" Sofia kembali protes.
"Sudah, jangan banyak protes. Lakukan saja dengan benar." Tegas Amanda agar keduanya patuh menjalani hukuman yang dia berikan.
"Tapi, tunggu! itu wajah kalian seperti ada bekas cakaran?" Tanya Amanda kemudian ketika melihat wajah keduanya yang nampak tergores.
Sofia dan Karina saling melirik satu sama lain yang kemudian menatap luka masing-masing. Barulah mereka sadar kalau ada goresan kecil pada wajah mereka. Ini akibat cakaran yang dilakukan oleh Dewi pada mereka tadi.
Hal itu tentu membuat Karina yang sedari tadi diam semakin dibuat kesal, karena wajah mulusnya sampai tergores seperti ini.
"Sepertinya bu Amanda menganggap kami patuh pada ibu, ya?" Karina akhirnya bersuara. Dengan tatapan dingin menatap Amanda, ia menahan rasa amarahnya.
"Apa maksud kamu?" Amanda membuat ekspresi bingung.
"Anda salah besar bu Amanda." Ucap Karina dan langsung pergi meninggalkan Amanda begitu saja tanpa penjelasan apapun.
Amanda menatap punggung kedua muridnya yang telah pergi itu dengan tatapan bingung. Entah mengapa ia menangkap firasat yang tak enak dan langsung menatap ke arah area gudang.
"Apa sudah terjadi sesuatu disana?" Ujarnya terlihat curiga.
Amanda memutuskan untuk menghampiri area gudang untuk mencari tahu. Namun, begitu sampai ia justru melihat gudang sudah terkunci rapat oleh gembok.
"Lho, kenapa ini dikunci?" Ujarnya bingung melihat gudang yang ia pikir masih terbuka ternyata sudah dikunci dari luar.
Padahal, ia ingin mengecek apakah Karina dan Sofia menjalankan hukumannya dengan baik.
"Apa mereka yang mengunci gudangnya, ya?" Amanda berpikir bahwa mungkin saja Karina dan Sofia yang mengunci gudangnya karena mereka baru saja keluar dari gudang belum lama ini.
Saat hendak pergi untuk mengambil kunci gudang, tiba-tiba terdengar suara dari dalam gudang. Membuat Amanda menghentikan langkahnya untuk mendengarkan secara jelas apa yang baru saja ia dengar itu.