NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Melawan Kadal Naga Kuno

Liu'er yang hendak melakukan sesuatu sudah tidak sempat.

CLANGGG!!

Pedang Li Tianxuan dan cakar Kadal Naga Kuno bertabrakan dengan keras.

Dalam sekejap—

BOOOOM!!

Gelombang Energi Spiritual yang mengerikan meledak dari titik benturan.

Li Tianxuan, Liu'er, dan Jian Wushuang langsung terpental ke belakang.

Tubuh mereka meluncur puluhan meter sebelum akhirnya mendarat dengan keras di tanah.

Li Tianxuan segera bangkit. Namun dia tidak mundur. Matanya telah berubah menjadi merah.

Napasnya memburu.

Niat membunuh yang mengerikan terpancar dari tubuhnya.

"Dewa terkutuk..."

Energi Spiritual emas mulai berputar di sekeliling tubuhnya.

WUSHHH!

Li Tianxuan melayang ke udara. Pedang di tangannya memancarkan cahaya keemasan yang semakin terang. Detik berikutnya, tubuhnya melesat.

WUSHHH!

Pedangnya menebas ke arah Kadal Naga Kuno.

DUARRR!!

Tebasan tersebut menghantam tubuh Kadal itu secara langsung.

Namun—

Tidak ada luka. Bahkan satu goresan pun tidak terlihat. Kadal Naga Kuno hanya mengangkat kepalanya. Tatapannya yang besar menatap Li Tianxuan dengan penuh kemarahan.

"Grauuurrr!!"

Raungannya mengguncang seluruh lembah.

Li Tianxuan hendak menyerang kembali.

Namun sebuah tangan tiba-tiba menarik tubuhnya.

Jian Wushuang muncul di sampingnya dan langsung menahannya.

"Kau gila?!"

Jian Wushuang menatapnya dengan ekspresi serius.

"Itu Kadal Naga Kuno yang kekuatannya telah mencapai Ranah Istana Langit Tingkat 9 Puncak!"

"Kau sendiri baru berada di Ranah Inti Roh Tingkat 1! Perbedaan di antara kalian bukan satu atau dua tingkat! Kalau terus maju seperti itu, kau hanya mencari kematian!"

Li Tianxuan terdiam. Pupil matanya perlahan mengecil. Warna merah di matanya berangsur-angsur menghilang. Tatapannya kembali normal.

Barulah saat itu dia menyadari apa yang baru saja dilakukannya. Dia benar-benar kehilangan kendali. Li Tianxuan menunduk dan menatap kedua tangannya.

"Apa yang terjadi padaku..."

Dia masih mengingat semuanya.

Namun emosinya tadi seperti bukan miliknya sendiri. Begitu melihat Liu'er terluka, bayangan ibunya muncul dalam pikirannya.

Dan dalam sekejap— Kebencian yang telah terkubur selama sepuluh tahun meledak.

Jian Wushuang memperhatikan perubahan ekspresinya.

"Sepertinya ada sesuatu yang membuatmu kehilangan kendali."

Li Tianxuan tidak menjawab. Dia hanya menggenggam pedangnya lebih erat.

Jian Wushuang semakin penasaran. Pemuda ini menyimpan terlalu banyak rahasia. Namun sebelum dia sempat bertanya lebih jauh—

"Terima kasih."

Suara lembut terdengar dari samping.

Li Tianxuan menoleh. Liu'er berdiri tidak jauh darinya.

Meskipun pakaian gadis itu telah dipenuhi darah dan wajahnya sedikit pucat, kecantikannya tetap tidak berkurang sedikit pun.

Tatapan Li Tianxuan yang sebelumnya dingin perlahan melunak.

"Hanya bantuan kecil."

Liu'er menatapnya beberapa saat. Dia dapat merasakan bahwa pemuda di hadapannya sebenarnya tidak sedang baik-baik saja.

Namun dia tidak bertanya.

Li Tianxuan kembali mengalihkan pandangannya kepada Kadal Naga Kuno.

"Kadal ini..."

Dia mengamati tubuh makhluk tersebut dengan saksama.

Tidak ada luka.

Tidak peduli seberapa kuat serangan nya, sisik Kadal Naga Kuno tetap tidak dapat ditembus.

Li Tianxuan mengerutkan kening.

"Tubuhnya terlalu keras."

Jian Wushuang mengangguk.

"Makhluk dari zaman kuno memang memiliki tubuh yang jauh lebih kuat daripada manusia."

"Jika terus menyerangnya dari luar, kita hanya akan menghabiskan Energi Spiritual."

Li Tianxuan terdiam.

Tatapannya menyapu tubuh Kadal Naga Kuno.

Kepala.

Leher.

Dada.

Perut.

Kaki.

Ekor.

Semuanya dilindungi sisik keras.

Kemudian pandangannya berhenti pada satu tempat.

Mulut.

Sebuah ide muncul dalam pikirannya.

"Kalau tubuh luarnya tidak bisa ditembus..."

Li Tianxuan menyipitkan mata.

"...maka kita serang dari dalam."

Jian Wushuang dan Liu'er terdiam.

Li Tianxuan menunjuk mulut Kadal Naga Kuno.

"Jika kulitnya sekeras baja, bagian dalam tubuhnya seharusnya tidak sekeras itu."

Jian Wushuang mengangkat alis.

"Kau ingin menyerang bagian dalam mulutnya?"

Li Tianxuan mengangguk.

"Kita harus membuatnya membuka mulut."

Jian Wushuang tersenyum.

"Dan bagaimana caranya?"

Li Tianxuan menatapnya.

"Wushuang."

"Apa?"

"Kau alihkan perhatiannya."

Senyum Jian Wushuang langsung menghilang.

"Aku?"

Dia menunjuk dirinya sendiri.

Li Tianxuan mengangguk.

"Benar."

"Kau benar-benar..."

Jian Wushuang menarik napas dalam-dalam.

"Apakah kau tidak takut mati?"

Li Tianxuan tidak menjawab.

Jian Wushuang semakin kesal.

"Setidaknya hormati aku sebagai senior! Kalau kau terus seperti ini, setelah keluar dari Reruntuhan Kuno, aku benar-benar akan memberimu pelajaran!"

Li Tianxuan mengabaikannya.

Dia justru menoleh kepada Liu'er.

"Liu'er."

"Ya?"

"Serang bagian kepalanya."

Liu'er sedikit terkejut.

"Serangan yang cukup kuat untuk membuatnya membuka mulut."

Liu'er langsung memahami maksudnya.

Dia mengangguk.

"Baik."

Jian Wushuang memandang keduanya.

"Lalu aku?"

Li Tianxuan menunjuk Kadal Naga Kuno.

"Kau menjadi umpan."

"..."

Jian Wushuang terdiam.

Untuk beberapa saat, dia benar-benar tidak dapat berkata-kata. Awalnya dia yang ingin memanfaatkan Li Tianxuan untuk mendapatkan Pil Pelebur Jiwa.

Namun sekarang—

Entah sejak kapan, justru dirinya yang dimanfaatkan.

"Tianxuan sialan..."

Jian Wushuang menggertakkan giginya.

"Tunggu sampai kita keluar dari Reruntuhan Kuno."

"Aku pasti akan memberimu pelajaran."

Li Tianxuan tidak memperdulikannya.

Ketiga orang itu mulai mengambil posisi.

Di hadapan mereka, Kadal Naga Kuno mengangkat kepalanya.

"Graaaauuuurrr!!"

Raungannya kembali terdengar.

Tanah bergetar.

Tiba-tiba—

BOOOM!

Tiga cakar raksasa muncul dari Energi Spiritual yang dilepaskannya.

Ketiga cakar itu melesat ke arah Li Tianxuan, Jian Wushuang, dan Liu'er.

SWUSHHH!

Ketiganya bergerak bersamaan.

Li Tianxuan melompat ke samping.

Liu'er berputar di udara.

Sedangkan Jian Wushuang justru melesat lurus ke depan.

"Datanglah, kadal tua!"

Jian Wushuang mengangkat tangannya. Energi Spiritual meledak dari tubuhnya. Sebuah pedang raksasa perlahan muncul di belakang tubuhnya. Aura pedang yang mengerikan memenuhi seluruh lembah.

Jian Wushuang membentuk segel dengan kedua tangannya.

"Kutukan Pedang!"

Pedang raksasa itu bergetar.

"Pembunuhan Berantai!"

WUSHHHHH!!

Pedang raksasa melesat.

Dalam sekejap, pedang itu berubah menjadi puluhan bayangan pedang yang mengelilingi tubuh Kadal Naga Kuno.

CLANGGG! CLANGGG! CLANGGG!

Serangan bertubi-tubi menghantam tubuhnya.

Namun—

Tidak ada luka.

Bahkan sisik Kadal Naga Kuno hanya memunculkan percikan api.

Jian Wushuang membelalakkan mata.

"Mustahil!"

Dia mundur beberapa langkah.

"Apakah kulitnya benar-benar setebal baja?!"

Kadal Naga Kuno mengangkat kepalanya.

Tatapannya langsung mengarah kepada Jian Wushuang.

Mulutnya perlahan terbuka.

GRAAAUUURR!!

Raungan mengerikan keluar dari dalam mulutnya.

Jian Wushuang tersenyum.

"Bagus..."

Tatapannya berubah tajam.

"Akhirnya kau membuka mulutmu!"

Di saat yang sama—

Dari sisi lain, Liu'er sudah mengangkat pedangnya. Energi Spiritual berwarna merah muda berkumpul di ujung pedangnya.

Li Tianxuan juga telah menggenggam pedangnya erat. Tatapannya tertuju tepat ke dalam mulut Kadal Naga Kuno.

Namun saat dia hendak bergerak—

Sebuah aura mengerikan tiba-tiba muncul dari dalam mulut makhluk tersebut.

Wajah Li Tianxuan berubah.

"Ini..."

Jian Wushuang juga merasakan sesuatu.

"Jangan bilang..."

Kadal Naga Kuno menarik napas dalam-dalam. Energi Spiritual di seluruh tempat itu mulai tersedot ke dalam mulutnya.

WUUUUSSSHHHH!!

Angin kencang berputar. Batu-batu besar mulai terangkat dari tanah.

Liu'er menatap dengan serius.

"Dia sedang mengumpulkan kekuatan!"

Jian Wushuang menggertakkan giginya.

"Sepertinya kita membuat kesalahan."

Li Tianxuan justru tersenyum tipis.

"Kesalahan?"

Dia mengangkat pedangnya.

"Tidak."

Tatapannya menjadi tajam.

"Justru sekarang..."

Energi emas mulai berkumpul di sekeliling tubuhnya.

"...adalah kesempatan terbaik."

Tarian Pembunuh.

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!