karya pertama ini sedikit tidak layak untuk di baca, takutnya kalian baca malah jadi pening kepala 😅
"kamu itu hanya istri keduaku, jadi jangan banyak bertingkah"
perasaanku hancur seketika mendengar ucapan suami ku sendiri.
mengapa takdir seolah ingin mempermainkan ku.
apa istri pertama nya tau bahwa suaminya telah menikah lagi, bagaimana perasaan nya kalau tau suaminya telah menikah dengan ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
teman
aku pergi ke area belakang toko di sana terdapat sebuah gudang penyimpanan sepatu, lalu ada satu kamar berisi 2 kasur single bad untuk satu orang dan ada lemari pakaian dari bahan plastik. aku membuka lemari tersebut isinya hanya ada seprai handuk dan selimut.
aku mengambil handuk dan baju yang ku beli barusan, karena setelah kejadian aku pingsan malam itu aku belum mandi dan berganti pakaian sama sekali sampai hari ini.
setelah selesai mandi dan mencuci pakaian aku kembali ke depan toko.
aku menghampiri Vina yang sedang melayani pembeli.
"sebentar ya pak saya ambilkan nomor 43 nya" ucap Vina sambil berlalu meninggalkan aku dan pembeli.
"karyawan baru mbak?"
"iya pak saya baru kerja hari ini"
setelah mendengar jawaban ku bapak tersebut hanya mengangguk.
"ini pak di coba dulu" ucap Vina sambil menyodorkan sepatu yang baru di bawanya.
"sudah ini cukup, saya ambil yang ini aja"
"silahkan ikuti saya pak, saya kemas di kasir"
karena ini pengalaman pertama ku, aku hanya mengekor di belakang Vina.
"ras aku mau keluar dulu ya beli makan siang, kalau ada yang beli kamu kerepotan panggil si bos aja yah"
"oke Vin"
Vina berlalu keluar dari toko.
aku diam memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang di depan toko.
sampai ada seorang pria masuk ke toko.
"silahkan mas" ucapku ramah mencoba mempraktekkan yang biasa Vina ucapkan saat pelanggan masuk.
pelanggan yang baru saja masuk berjalan ke arah kasir.
"lama Lo gak kesini" sapa mas Rasya.
"biasa sibuk"
"mau cari apa ?"
"cari bini aja, karyawan baru Lo mungkin"
"sembarang yah Lo"
pelanggan tersebut hanya membalas ucapan mas Rasya dengan senyuman.
"sepatu yang biasa aja, warna coklat tapi ya"
"siap, duduk dulu deh, gua ambil bentar"
aku hanya bisa menundukkan kepala ku saat mas Rasya meninggalkan ku berdua dengan pelanggan tersebut.
"kamu sudah punya pacar atau suami mungkin?"
aku tersenyuman ramah tanpa berniat menjawab pertanyaannya.
"wah masih ada kesempatan nih"
"maaf mas saya sudah menikah"
wajah senangnya seketika berubah sedih setelah mendengar ucapanku.
"kamu sudah menikah ras?'' tanya mas Rasya yang baru sampai di hadapan kami.
aku hanya mengangguk.
"lain kali kalau cari karyawan yang masih single ke biar bisa gua deketin"
"toko gua bukan tempat ajang cari jodoh!" ucap mas Rasya ketus.
"yaelah sensi amat sih Lo sama gua"
"berisik banget sih Lo ah, nih sepatu nya''
setelah melakukan transaksi pembayaran teman mas Rasya pun pergi meninggalkan toko.
''mohon di maklum ya ras, dia orangnya emang kaya gitu dari lahir"
"nih bos makan siangnya" Vina menaruh kantong plastik di meja kasir.
"aku makan duluan nanti giliran kalian yang makan setelah aku selesai" jelas mas Rasya dan berlalu ke belakang.
saat giliran aku dan Vina makan kami sedikit berbincang-bincang.
"kamu sudah lama kerja di sini Vin?"
Vina nampak sedang berpikir.
"kurang lebih 3 tahun"
"betah kamu kerja di sini'
"betah banget sih soalnya mas Rasya itu orangnya santai gak bossy banget, aku pernah keluar dari sini dan ngelamar di toko lain yang gajinya lebih besar, tapi gak nyaman dan akhirnya balik lagi kesini untung nya mas Rasya masih mau Nerima aku kerja di sini"
"pengalaman kerja kamu sebelumnya apa ras?" tanya Vina.
"setelah lulus sekolah SMK niatnya mau kuliah, cuma setelah aku lulus ayah meninggal dan aku hanya tinggal bersama ibu tiri ku, untung nya waktu ayah pergi kami sudah punya warung sembako, hasilnya gak begitu besar, hanya cukup untuk makan saja dan keperluan lainnya, jadi aku gak ngapa-ngapain setelah lulus paling bantu ibu jaga warung" kataku menjelaskan.
"umur kamu berapa ras?"
"aku 20 tahun"
"aish masih tua aku ternyata aku 22 tahun"
"kayanya aku harus panggil mba deh"
"ah gak usah, santai panggil nama aja"
"tapi" belum sempat aku menyelesaikan ucapanku Vina sudah memotong nya.
"udah Vina aja ras biar gampang, lagian muka ku masih baby face banget jadi jangan di panggil mbak nanti kesannya tua gitu" ucap Vina sambil tersenyum.
aku hanya mengangguk kan kepalaku.
hallo semuanya
terimakasih terlah setia membaca cerita istri kedua.
dan terimakasih juga atas dukungan kalian semua berupa like dan komentar, karena itu sangat berarti bagi author.
untuk kalian jangan pernah sungkan memberikan kritik dan saran untuk cerita author.
sampai jumpa di part selanjutnya 😘