Elvina Reyna Lion. Nona sulung dari keluarga kaya yang memilih mengabdikan dirinya di sebuah Rumah Sakit swasta tempat dimana dia akhirnya bertemu cinta pertamanya.
Rangga Abelard. Pengusaha muda yang sukses. Tidak hanya tampan tapi juga brilian dalam segala hal. Namun tidak dengan kehidupan pribadinya.
Arkana Wijaya, Pewaris tunggal Rumah Sakit tempat dimana Rena bekerja dan menjadi satu-satunya profesor termuda di Rumah Sakit tersebut.
Ketiganya akhirnya di pertemukan kembali setelah sekian lama. Dan akhirnya awal kisah mereka terulang kembali di Rumah sakit tersebut dan mengulang kembali kisah lama yang belum usai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatuh Cinta
Tak terasa malam tiba,di Kediaman John Abelard.Keluarga itu terlihat asik menyantapi hidangan makan malam.
"Mah, tumben mamah masak banyak,enak lagi !"
"Memang selama ini masakan mamah tidak enak ?"
"Enak.. cuman kayaknya ini beda dari biasanya."Jelas Rangga sambil menambah beberapa lauk lagi ke piring nya.
"Terus enak yang ini atau sebelum nya ?"
"Enak semua, cuma yang ini kayaknya lebih pas di lidah."Sambil melahap makanannya.
"Kalau menurut papah bagaimana?" Mariah bertanya meminta pendapat suaminya.
"Yang di bilang Rangga benar. Semuanya enak,tapi ini lebih cocok di lidah."
Mariah terlihat menghela nafasnya pelan "Berarti mamah harus belajar banyak nih sama sis Rani.
Uhuk uhuk
Rangga dan John tersedak mendengarnya
"Pelan pelan makannya sayang !" Ucap Mariah sambil menyodorkan segelas air putih pada Rangga.
"Pantas saja ada yang beda. Wah.. kalau Rangga dan Rena benar benar jodoh, kita bisa makan enak terus." John mencoba menggoda Rangga sambil mengedipkan mata ke arah istrinya.
uhuk,uhuk, uhuk
Rangga kembali tersedak.
"Mah.. Pah.. !" Rangga mulai merasa tak nyaman dengan sikap orang tuanya yang blak blakan.
"Oh ya, tadi kamu menanyakan alamat rumah Om Jaya, memangnya ada apa ?" Tanya John kembali teringat.
"Mau mengantar Rena pulang pah !" Sahut Mariah
"Loh, kok mamah bisa tau sih ?" Tanya Rangga
"Tadi sebelum tante Rani nyuruh kamu, beliau sudah meminta izin dulu sama mamah, soalnya katanya dia ada urusan mendadak !" Jelas Mariah
"Terus, kenapa telfon om Jaya ?" Tanya Pak John
"Itu Rena yang tidak mau memberitahuku alamat rumahnya dimana.Aku bahkan sudah sepuluh kali keliling komplek buat nyari rumah nya."
"Em.. begitu !" Mariah mengangguk kan kepala nya paham."Sebenarnya apa yang sudah terjadi antara kamu dan Rena ? kenapa kalian bisa sampai tidak akur seperti itu ?!" Tanyanya penuh rasa ingin tahu.
"Entahlah ! awalnya Rangga suka saja usilin dia, eh malah keterusan !" Jelas Rangga singkat.
Mariah tersenyum menatap putranya." Oh jadi kamu biang masalahnya ?"
Rangga tersenyum mengingat kembali momen pertengkaran mereka.
"Lalu mengapa Rena bisa menjulukimu si otak mesum ?!" Tanya Mariah lebih lanjut
Mendengar itu,John spontan tertawa
"Apa mah ? otak mesum ?!"
Rangga, hanya terdiam tak ingin menanggapi pertanyaan Ibunya lagi. Ia segera minum dan beranjak pergi meninggalkan kedua orang tuanya yamg masih tertawa dengan cerita anaknya.
•••
Rangga yang sudah berada di kamarnya memilih berdiri di balkon menghirup udara malam sambil memandangi pemandangan kota, ia mulai teringat dengan kejadian kejadian yang berlalu bersama Rena, sejak awal bertemu sampai saat dimana mereka tanpa sengaja berciuman. Ia tersenyum jika mengingat kembali momen itu.
"Kamu kenapa Rangga ?!" Tanya John yang tiba tiba berdiri tepat di sampingnya, mengejutkan Rangga.
"Um.. tidak kenapa kenapa pah !" Jawabnya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Tidak kenapa kenapa, tapi ko senyum senyum sendiri ?!" Goda John
Rangga hanya membisu, sesaat kemudian ia menoleh dan bertanya."Pah, kenapa bisa Rangga tiba tiba di jodohkan dengan anak Om Jaya ? setahu Rangga, Om Jaya kan baru pindah di kota ini !"
"Em, Papah juga sebenarnya tidak menyangka, kamu inget tidak,saat beberapa bulan yang lalu, Papah dan Mamah meninggalkanmu untuk pergi ke AS ?"
Rangga mengagguk, hari itu adalah hari pertama kali ia bertemu dengan Rena.
"Awalnya Papah hanya ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan bersama mitra bisnis perusahaan disana, dan mitra bisnis papah ternyata adalah om Jaya. Tapi papah belum tahu saat itu. Setelah bertemu langsung, papah baru sadar kalau mitra bisnis papah ternyata teman papah waktu kuliah dulu. Jelasnya
"Akhirnya papah ngajak om Jaya makan malam bersama dan mencoba bernegosiasi, awalnya papah hanya bercanda akan menjodohkanmu dengan anaknya, namun kemudian papah sendiri terkejut karna Jaya mengiyakan tawaran tersebut. dan, jadilah kalian di jodohkan !" Imbuhnya
"Jadi sebenarnya, perjodohan ini di dasari oleh bisnis papah ?!" Rangga terlihat kesal
"Sebenarnya begitu, tapi ada alasan lain kenapa Papah ingin menjodohkanmu dengan Rena !" Sambil menepuk pundak Rangga.
Rangga menatap Ayahnya dengan bingung.
"Nanti kamu juga akan tahu sendiri." Ucapnya dengan senyum penuh arti.
"Tapi, Apakah Kamu suka sama Rena ?" Tanya John kembali ingin memastikan.
Rangga hanya menundukkan kepalanya, dia masih belum mengerti dengan perasaannya yang sebenarnya.
"Begini, kalu kamu memang benar benar suka sama dia, kamu harus membuktikannya dan harus menjadi sesuatu yang Rena tidak bisa menolakmu lagi !"
"Memangnya harus seperti itu pah ?" Tanya Rangga menoleh menatap Ayahnya.
"Hmm ! apa kau tahu, dulu waktu papah menyatakan perasaan papah ke mamah kamu, papah langsung di tolak mentah mentah !"
"Terus ?"
"Tapi, walaupun papah udah di tolak beberapa kali, itu tidak membuat papah putus harapan, papah masih ingin memperjuangkan cinta papah, apa pun yang mamah kamu sukai,papah juga akan mencoba melakukannya."
"Apa papah tidak malu ? mengejar mamah seperti itu ? bukankah itu terlalu berlebihan ?!"
"Kalau cinta sudah bicara,tak ada kata malu lagi dalam kamus memperjuangkan cinta. Hrus pantang menyerah,kalau kamu yakin dia benar benar cinta sejati kamu !"
"Jadi Pejuang Cinta !"
Hahahahaaaa
Mereka berdua akhirnya bisa tertawa lepas setelah sekian lama.
"Kalian lagi bahas apa sih ? Sepertinya seru sekali." Seru Mariah dari arah belakang.
Rangga dan Ayahnya saling menatap dan tersenyum.
John segera mendekati istrinya dan memeluknya dengan hangat lalu mengecup keningnya, Rangga yang melihat keromantisan orang tuanya hanya bisa tersenyum dan memalingkan wajahnya.
"Mengapa mamah kesini ?" Tanya John
"Papah sendiri sedang apa di sini ?"
"Em.. mamah merindukan papah ya ?" Tanya John mengalihkan pertanyaan, mencoba menggoda istrinya yang sudah memakai piyama putih.
"Ih, geer, mamah tadi nyariin papah, mau nanya besok mau pakai dasi warna apa ?mamah cari di ruang kerja,tapi tak menemukanmu, jadi mamah inisiatif ke kamar Rangga.
"ehem, ehem, romantisnya di kamar mamah papah saja ya ?! Rangga merasa jadi anti nyamuk nih di sini."
"Hahaaa, baiklah, yuk mah."Ajak John sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Mariah
"Apaan sih pah !"Tolak Mariah, ia merasa malu pada anaknya, kemudian mencubit pinggang John membuat Rangga tertawa.
"Ya sudah sayang, mamah dan papah kembali ke kamar ya, good night sayang." Sambil mencium kening Rangga dan John hanya menepuk pundak Rangga.
Kemudian mereka berbalik meninggalkan Rangga sendiri.
Rangga yang sudah mendapat petuah dari Ayahnya hanya tersenyum semangat yang penuh arti, ia berajalan menuju kamar dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya,menyikat gigi, kemudian menuju tempat tidur.
Ia mematikan lampu utama dan hanya menyisakan lampu tidur yang di biarkan tetap menyala, Rangga merebahkan tubuhnya di atas kasur dan meraih ponselnya,ia mulai mencari akun Rena di sosmed dan akhirnya ketemu,perlahan ia membuka foto Rena satu persatu dan tersenyum
"(Cantik,Lucu,gemesin)" Gumamnya
Rangga segera tersadar dan menepuk jidatnya sendiri, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"(Apa yang aku katakan? Cantik? lucu? hmm sepertinya aku mulai tidak waras. )"
Rangga melempar Ponselnya ke samping dan memposisikan kedua tangannya di bawah kepalanya sambil menatap langit langit kamarnya
•••
Di sisi lain Rena juga yang baru selesai menyikat gigi dan meminum obatnya, kemudian berbaring di tempat tidur, ia mematikan lampu kamar dan mencoba memejamkan matanya, namun tiba tiba ia teringat kembali dengan kejadian siang tadi.
Saat dirinya dan Rangga saling menatap, mata Rangga yang berkilau selalu terbayang di pikirannya, membuatnya terus gelisah dan sulit memejamkan mata.
Hanya mengingatnya saja membuat jantungnya kembali berdegup lebih cepat. Ia memegang dadanya menenangkan jantungnya yang terus berirama liar.
"(perasaan apa ini ? kenapa aku terus memikirkannya ? dan, ada apa dengan jantungku ?)" Rena terus bertanya dalam fikirannya
Ia kembali duduk, mencoba mengatur nafasnya dan meletakkan telapak tangannya di dada, tiba tiba matanya membola
"Akh, jangan jangan ! tidak tidak, itu tidak mungkin terjadi, mana mungkin aku bisa suka dengan si otak mesum itu ! ieeeew !!!"
Ia kemudian menarik selimutnya merebahkan dirinya dan kembali menutupi kepalanya.
Dan, hal yang sama juga terjadi pada Rangga. Malam itu menjadi malam yang sangat singkat buat mereka.
Ikuti terus setiap episodenya karna mungkin ini akan menjadi empat dari sepuluh episode terakhir. ☺️😉
See you all.. 😘🥰
Jadi mohon pengertiannya.. 🤗😊
padahal aku rindu.bodo" bikin kangen😑🤣