"Kau tahu, kau tak pantas untuk menjadi bodyguard ku tapi kau lebih pantas menjadi kekasih kecilku." Ucap Riana Saraswati Candra.
"Nona muda, tolong jangan katakan itu lagi." Ucap Jeremi.
Bagaimana rasanya jika seorang pria tampan menjadi bodyguard seorang wanita yang genit dan centilnya minta ampun, akankah dia tahan dengan godaan dari majikannya itu atau malah sebaliknya.
Penasaran, langsung di baca yah
👇👇👇👇👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ati Nurhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siasat Riana
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya jeremi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk yang menutupi bagian bawahnya. Dia menuju lemari pakaian dan mengambil salah satu pakaian yang ada di dalam, setelah merasanya Cocok dia langsung memakainya. Dan dia memutuskan untuk merebahkan tubuhnya, setelah seharian penuh melakukan pekerjaan.
Di kamar Riana...
Terlihat Riana tengah berbaring di tempat tidurnya. Dia membayangkan kejadian tadi siang yang menimpanya. "Kejadian tadi memang sangat mengerikan tapi aku merasa bahagia, karena aku bagaikan wanita yang dilindungi oleh kekasihnya." Ucap Riana sambil tersenyum sendiri.
Perasaan Riana semakin kacau karena terus membayangkan ketampanan dan kegagahan jeremi sewaktu melawan penjahat itu. "Aku harus melakukan sesuatu." Ucap Riana dengan tawa liciknya.
Prang...prang, terdengar suara kegaduhan di kamar Riana. "Tolong... tolong....." Teriak Riana.
Kamar jeremi...
Terlihat Jeremi tengah tertidur pulas di atas ranjangnya. Terdengar teriakan Riana yang membuat dia terbangun dan dengan sigap dia langsung berlari menuju kamar Riana.
Akhirnya Jeremi sampai di depan pintu kamar Riana dan langsung membuka pintu kamarnya. Terlihat kamar Riana yang acak-acakan dan dia tengah berbaring di atas ranjang menggunakan baju tidur dewasa yang memperlihatkan tubuh moleknya. "Nona muda, anda baik-baik saja?" Ucap Jeremi.
Tapi Riana tidak menjawab, Jeremi perlahan menghampiri Riana yang tengah berbaring membelakanginya. "Nona muda." Ucap Jeremi dengan nada terkejut.
Jeremi bergegas menghampiri Riana dan langsung membalikkan tubuhnya dan terlihat Jeremi menelan ludah saat melihat tubuh seksi Riana tapi Jeremi langsung menepiskan pandangannya.
"Kenapa? Memangnya kamu tidak menginginkan tubuhku." Ucap Riana sambil membuka matanya.
Jeremi dengan spontan langsung melepaskan tubuh Riana dalam pangkuannya. "Apa yang nona muda lakukan?" Ucap Jeremi dengan tegas.
Sambil memegang bahunya Jeremi. "Aku menginginkanmu menjadi milikku." Ucap Riana dengan nada ganjen.
"Cukup Nona muda, saya tidak menyukai ini semua." Ucap Jeremi sambil melepaskan tangan Riana dari bahunya.
Riana semakin menjadi-jadi mendengar penolakan Jeremi. "Kenapa? Apa kamu tidak tertarik kepadaku." Ucap Riana sambil memeluk jeremi dari belakang.
Jeremi benar-benar marah dengan tingkah laku Riana yang membuatnya tidak nyaman. Jeremi langsung melepaskan tangan Riana dari tubuhnya dan mendorong Riana sampai membuatnya jatuh ke atas ranjang.
"Saya benar-benar merasa malu, karena mempunyai majikan seperti anda." Ucap Jeremi sambil berjalan meninggalkan kamar Riana.
Riana menjadi marah mendengar ucapan Jeremi yang menyinggung perasaannya. "Hey, dasar kamu bodyguard tak tau di untung. Apa mungkin kamu lelaki yang tidak normal." Teriak Riana sambil menunjukkan jarinya kepada Jeremi.
Tapi Jeremi tidak menanggapi ucapan Riana dan dia terus melanjutkan langkahnya meninggalkan kamar Riana menuju kamarnya.
Riana benar-benar merasa marah dengan penolakan Jeremi dan Riana langsung melempar barang-barang yang ada di sekitarnya. "Dasar lelaki bodoh." Ucap Riana sambil melemparkan barang-barang.
Kamar Jeremi....
Sambil menghela nafas panjang, terlihat Jeremi tengah mendudukan bokongnya di atas ranjang. Dia sedang mencoba membuyarkan pikirannya dari kejadian tadi. Walau bagaimanapun Jeremi tetaplah lelaki normal yang memiliki nafsu birahi, tapi dia mencoba menepis semua itu.
Jeremi langsung melihat kearah monitor yang ada di kamarnya dan langsung menghampirinya. Terlihat monitor di tujukan ke kamar Riana. Dia merasa cemas karena mungkin kata-katanya akan membuat Riana nekat.
Di dalam monitor, terlihat Riana tengah marah dan melemparkan semua barang-barang yang ada di kamarnya dan disaat Riana tengah berjalan, dan tanpa sengaja Riana menginjak pecahan kaca yang berserakan dan sampai membuat kedua kaki Riana penuh darah.
jgn marah ya thor !
cm ksh masukan doang. 😁