WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!
Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.
Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.
"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas
"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pijat Aku
Sudah dua hari berlalu sejak malam mengerikan di mana Douglas menghancurkan fisik dan mental Cecilia tanpa belas kasihan. Selama kurun waktu tersebut, sosok sang CEO arogan sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya di kamar mewah ini.
Alih-alih merasa kesepian atau cemas, Cecilia justru bersyukur setengah mati. Di dalam hatinya, ia sama sekali tidak peduli ke mana pria itu pergi. Bahkan, jika boleh jujur, Cecilia jauh lebih berharap mendengar kabar bahwa Douglas mengalami kecelakaan maut di jalan raya, atau lebih parahnya lagi, mati dibunuh oleh seseorang. Jika hari itu tiba, Cecilia bertekad akan datang ke pemakamannya dan tersenyum kesetanan di atas pusara pria keparat tersebut.
Selama dua hari ini pula, kehidupan Cecilia di dalam sangkar emas terasa sedikit lebih ringan berkat kehadiran Dorothy. Wanita paruh baya itu merawatnya dengan sangat telaten, teliti, dan melayaninya sepenuh hati layaknya seorang ibu kandung sendiri.
Seiring berjalannya waktu, Cecilia menyadari bahwa Dorothy adalah sosok wanita yang sangat humoris, hangat, dan penuh pengertian. Di tengah obrolan ringan mereka, Cecilia sempat tertegun dan berpikir dalam hati, Bagaimana bisa seorang malaikat sebaik Dorothy sudi mengabdikan diri di sarang iblis seperti mansion ini? Dorothy terlalu mulia untuk bekerja pada iblis berwajah manusia seperti Douglas!.
Pagi ini, suasana kamar yang tadinya hangat mendadak berubah ketika pintu besar tiba-tiba terdorong terbuka.
Dorothy, yang saat itu sedang duduk di sofa kecil di samping tempat tidur sambil menceritakan kisah lucu cucunya yang baru saja diterima di universitas ternama, langsung terperanjat kaget. Wanita paruh baya itu segera bangkit dari duduknya, menunduk hormat dalam-dalam begitu melihat sosok Douglas melangkah masuk dengan ekspresi angkuh dan dingin seperti biasa.
"Tuan..." sapa Dorothy sopan.
Douglas melirik Dorothy sekilas dengan tatapan datar, lalu mengibaskan tangannya pelan.
"Keluar," perintahnya singkat tanpa nada.
"Baik, Tuan," balas Dorothy patuh.
Sebelum keluar kamar, wanita itu sempat melirik ke arah Cecilia dengan tatapan penuh isyarat prihatin dan menenangkan, seolah berkata agar Cecilia bersabar.
Kini, tinggallah Cecilia seorang diri di dalam kamar luas itu bersama sang monster.
Seketika itu juga, sisa-sisa trauma langsung merayap naik kepermukaan. Ada gelombang rasa takut yang mendalam di dalam dada Cecilia saat melihat sorot mata tajam Douglas yang menusuk. Apalagi ketika pria bertubuh tinggi menjulang itu mulai melangkah mendekati tempat tidur, Cecilia reflek menelan ludahnya dengan susah payah.
Mengenai kondisi fisiknya, Cecilia harus mengakui bahwa keadaannya sudah jauh membaik jika dibandingkan dengan dua hari lalu. Tulang-tulangnya tidak lagi terasa seremuk agar-agar, dan ia sudah bisa melangkah turun dari tempat tidur meskipun masih menyisakan sedikit rasa ngilu di persendiannya.
Namun, kecemasan itu kembali membuncah ketika ia melihat Douglas mulai membuka jas kerjanya secara kasar, lalu melonggarkan dasinya dengan gerakan urakan.
"Sial... apa dia mau melakukannya lagi?" batin Cecilia ngeri, wajahnya seketika berubah pucat pasi.
"Apakah pria ini tidak punya otak selain menyiksa dan melampiaskan nafsunya padaku?!"
Napas Cecilia mulai memburu. Dengan tubuh menegang kaku, ia bersiap untuk menolak, memaki, atau melawan sebisanya jika pria itu berani menyentuhnya lagi hari ini.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya justru di luar dugaan.
Douglas tidak naik ke atas ranjang. Pria berbadan besar itu tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya begitu saja, duduk bersila di karpet berbulu tepat di hadapan kedua kaki Cecilia yang menggantung di tepi ranjang. Ia duduk bersiap di sana, menatap lurus ke arah Cecilia dengan dahi berkerut samar.
Cecilia tertegun hebat. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya berulang kali, merasa sangat kebingungan.
"Ada apa dengan pria ini sebenarnya?" batin Cecilia bertanya-tanya dengan penuh keheranan.
"Kenapa dia tiba-tiba duduk di lantai seperti itu? Apa yang sebenarnya dia inginkan dariku kali ini? Apakah dia sedang merencanakan bentuk siksaan baru yang lebih mengerikan?"
Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang canggung. Douglas membalikkan wajahnya sebentar ke samping, menghela napas berat, lalu kembali menatap tajam manik mata Cecilia.
"Pijat," ucap Douglas dingin.
Cecilia tertegun. Alisnya bertaut rapat. "Hah?" cicitnya spontan, suaranya terdengar bingung.
"Pijat bahu dan punggungku. Pegal," ulang Douglas dengan nada memerintah yang absolut, lalu membalikkan badannya membelakangi Cecilia, menyodorkan punggungnya yang bidang tepat di depan lutut wanita itu.
Mendengar permintaan itu, Cecilia seketika melongo selebar-lebarnya. Rahangnya nyaris jatuh ke lantai.
"Apa-apaan ini?!" batin Cecilia menjerit histeris, merasa otaknya mendadak konslet.
"Pria arogan, kejam, dan dingin ini... menyuruhku memijat punggungnya setelah apa yang dia lakukan padaku dua hari lalu?! Apakah kepala pria ini sudah terbentur sesuatu yang keras di kantornya?!"
Cecilia hanya bisa terdiam seribu bahasa, duduk membeku di tepi ranjang seolah ia baru saja tersambar petir di siang bolong. Pikirannya benar-benar kosong alias blank, tidak percaya dengan titah absurd yang baru saja meluncur dari bibir sang iblis.
Cecilia benar-benar tidak tau mau berbuat apa, jujur saja pikirannya tidak menangkap apa maksud dan tujuan Douglas, benar-benar diluar dugaan.
Bersambung...
Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.
ati2 cecil🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
mungkin methong kedua kali cil baru bebas