NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

"Ya. Lakukan check-in sekarang," jawab Chen Mo tanpa ragu sedikit pun.

Suara mekanis yang dingin itu segera membalas di dalam benaknya.

Ding!

[Check-in Khusus Lokasi Medan Perang Kuno berhasil.]

[Mendapatkan: Teknik Gerak Tingkat Surga - Langkah Hantu Asura.]

[Mendapatkan: Niat Membunuh Darah Besi (Skill Pasif).]

[Mendapatkan: Poin Kelincahan x15.]

Seketika itu juga, kamar yang berdebu itu mendadak menjadi sangat dingin.

Suhu udara anjlok drastis seolah-olah Chen Mo baru saja dilempar ke dalam badai salju.

Wuuusshhh!

Aura berwarna merah darah yang sangat pekat meledak dari lantai kayu di bawah kaki Chen Mo.

Aura itu merambat naik dan langsung menyusup masuk ke dalam pori-pori kulitnya dengan ganas.

Chen Mo mengerang pelan, tubuhnya bergetar hebat menahan invasi energi yang brutal itu.

Pikirannya tiba-tiba dipenuhi oleh gambaran ilusi lautan darah dan tumpukan mayat yang menggunung.

Suara teriakan, jeritan peperangan, dan benturan senjata besi terngiang-ngiang dengan sangat keras di telinganya.

Ini adalah sisa-sisa kehendak dari para petarung kuno yang mati di tanah ini ribuan tahun yang lalu.

Jika mental Chen Mo tidak sekuat baja, dia pasti sudah menjadi gila karena halusinasi ini.

"Menarik," gumam Chen Mo sambil menggertakkan giginya.

"Hanya ilusi sisa-sisa kematian, jangan harap bisa menggoyahkan pikiranku," batinnya dengan tegas.

Dia memejamkan mata dan mengatur napasnya agar kembali stabil.

Kurang dari lima menit, aura merah pekat itu sepenuhnya terserap ke dalam tubuh Chen Mo.

Di pusat kendali keamanan Akademi Naga Bintang, sebuah layar radar merah tiba-tiba berkedip terang.

"Tuan, ada fluktuasi energi jahat yang sangat besar terdeteksi dari arah asrama barat!" lapor seorang penjaga dengan panik.

Komandan keamanan segera berlari mendekati layar radar tersebut dengan wajah tegang.

Namun, sebelum komandan itu sempat melihatnya, titik merah di radar itu langsung menghilang tanpa bekas.

Layar kembali hijau dan tenang seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

"Mana? Tidak ada apa-apa di sini," tegur sang komandan dengan kening berkerut.

"T-tapi tadi benar-benar ada lonjakan energi level tinggi, Tuan," sanggah penjaga itu kebingungan.

"Pasti radarnya sedang eror atau ada tikus mutan yang lewat, periksa lagi sistemnya!" perintah komandan itu sebelum kembali ke kursinya.

Di kamar asrama barat, Chen Mo menghembuskan napas panjang yang sedikit berasap.

Dia baru saja mengaktifkan skill Penyamar Aura miliknya ke titik maksimal untuk meredam kebocoran energi.

Skill itu bekerja dengan sangat sempurna, membungkus seluruh keberadaannya seolah dia hanyalah debu di udara.

"Hampir saja," gumam Chen Mo sambil membuka panel statusnya.

Kini kelincahannya telah menembus angka 39, hampir empat kali lipat kelincahan orang dewasa normal.

Pikirannya juga telah diisi oleh segudang informasi mengenai cara melakukan Langkah Hantu Asura.

Teknik gerakan ini memungkinkan penggunanya untuk bergerak seperti bayangan tak kasat mata di tengah pertarungan.

Ditambah dengan pasif Niat Membunuh Darah Besi, tatapan matanya saja kini bisa membuat lawan yang bermental lemah pingsan ketakutan.

Chen Mo merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis yang keras itu dan tertidur dengan sangat pulas.

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah menyinari kubah energi Akademi Naga Bintang.

Ini adalah hari pertama kelas dasar dimulai untuk semua siswa baru.

Berbeda dengan siswa Rank S dan Rank A yang memiliki kelas di gedung menara emas yang megah.

Siswa Rank E dan Rank F seperti Chen Mo hanya kebagian gedung tua di ujung paling utara akademi.

Gedung itu lebih mirip gudang pabrik yang ditinggalkan daripada sebuah ruang kelas akademi bergengsi.

Chen Mo berjalan santai memasuki ruangan kelas yang sudah dipenuhi oleh puluhan siswa berbakat rendah.

Suasana kelas sangat suram dan tidak ada semangat sama sekali.

Semua orang menunduk dengan wajah putus asa, seakan sudah menerima nasib mereka sebagai ampas.

Brak!

Pintu kelas ditendang terbuka dari luar dengan sangat kasar.

Seorang pria paruh baya dengan rambut acak-acakan dan janggut yang tidak dicukur melangkah masuk.

Pria itu mengenakan seragam guru akademi yang kancingnya dibiarkan terbuka, sementara mulutnya menggigit sebatang rokok elektronik.

Dia adalah Guru Zhao, pembimbing kelas dasar untuk para siswa sampah tahun ini.

Guru Zhao berjalan gontai ke meja guru dan melempar setumpuk buku tipis yang sudah kusam ke lantai.

"Selamat pagi, anak-anak malang," sapa Guru Zhao dengan nada mengejek yang sangat kentara.

Beberapa siswa mencoba menjawab sapaan itu dengan suara pelan dan ragu-ragu.

Guru Zhao mendengus kasar dan menatap seluruh murid di kelasnya dengan pandangan malas.

"Tidak usah sok rajin, aku tahu kalian semua berada di sini hanya untuk mencari subsidi makan dari akademi."

"Dengar baik-baik, kalian yang ada di ruangan ini adalah siswa terendah dari yang paling rendah."

"Bakat kalian adalah lelucon, energi spiritual kalian bahkan tidak cukup untuk menyalakan lampu."

Kata-kata kasar itu membuat banyak siswa menundukkan kepala mereka semakin dalam karena malu dan sedih.

Beberapa siswi bahkan mulai meneteskan air mata dalam diam.

Hanya Chen Mo yang duduk bersandar di kursi paling belakang sambil menatap keluar jendela dengan bosan.

Dia sama sekali tidak peduli dengan ocehan tidak berguna dari pria paruh baya itu.

"Tugas kalian di sini sangat sederhana, kalian hanya perlu menjadi umpan yang baik," lanjut Guru Zhao sambil tersenyum sinis.

"Saat misi luar akademi dimulai bulan depan, kalian akan menjadi pengangkut barang dan perisai daging bagi murid kelas elit."

"Jadi, berhentilah bermimpi untuk menjadi kultivator hebat yang bisa terbang menembus awan."

"Ambil buku panduan napas dasar di lantai itu, baca, dan jangan pernah membuat masalah yang menyusahkanku."

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!