NovelToon NovelToon
Sahara Penghuni Rumah Angker Bagaskara

Sahara Penghuni Rumah Angker Bagaskara

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Spiritual / Rumahhantu / Matabatin / Cintapertama / Tamat
Popularitas:325.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Bintang yang mengalami kebangkrutan terpaksa harus menjual semua asetnya dan juga pindah dari kota tempat dia tinggal
beruntung dia masih punya warisan sebuah rumah dari sang Kakek Bagaskara
Tapi rumah itu tidak berani di dekati penduduk karena terkenal Angker dan tidak bisa di masuki siapapun kecuali oleh sang pemilik
mampukah Bintang dan keluarganya bertahan disana? dengan banyak gangguan dan juga musuh sang kakek yang mengincarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gandra si Genderuwo

Kita duduk disana saja, nanti aku pesan bakso untuk kita makan" ucap Gilang menunjuk satu pohon rindang yang cukup besar, dengan bangku yang berbetuk lingkaran di depannya dan di tengahnya ada meja bundar juga.

"Jangan disana, disana ada si Genderuwo, dia sering usil sama perempuan" bisik Sahara

"Kita disana saja, lebih terang dan bisa lihat danaunya Langsung" pinta Dimas menunjuk kursi panjang dengan meja menghadap langsung ke danau.

"Boleh, disana juga boleh, tadinya aku mau disana karena di sana ada Risma dan Pipit" jawab Gilang

"Bilang saja kamu juga telepon mereka" Sinis Sadam

"Hehe iya, boleh ya mereka ikut kita?" Tanya Gilang dan Dimas mengangguk

"Hei, Kalian sudah sampai?" Tanya Restu yang datang bersama Panji.

"Iya kami juga baru sampai" jawab Sadam

"Gilang mana?" Tanya panji

"Pesan bakso di sana, kamu susul saja kalau kamu juga mau" jawab Dimas

"Ayo kita pesan juga" ajak Restu

"Kita ikut nggak ganggu Kalian kan?" Tanya Risma

"Nggak ko kalian bisa gabung juga" jawab Sadam

"Dimas sudah mengerjakan tugas sekolah?" Tanya Pipit sopan

"Sudah makanya main kesini supaya tidak stress setelah banyak mikir tugas" jawab Dimas juga sopan

"Alarm tanda bahaya berbunyi" sinis Sahara

"Kamu diam saja di sampingku, jangan keluyuran" bisik Dimas

"Tapi aku juga mau makan bakso" jawab Sahara

"Kamu bisa beli, nanti aku pesan satu buat kamu makan di rumah" bisik Dimas

"Iya, sama es cincau" tambah Sahara melompat ke atas pohon saking senangnya dan dimas hanya bisa menghela nafasnya panjang

"Kenapa dim? Kamu nggak sakit kan?" Tanya Sadam yang melihat Dimas menghela nafasnya

"Aku lapar, karena cuma makan tadi pagi saja" jawab Dimas

"Kalau begitu kamu jangan makan yang pedas, nanti perut kamu sakit" ucap Pipit

"Aku pesan yang bening ko nggak pakai sambel" jawab Dimas tersenyum lembut

"Jangan senyum, senyum itu cuma untuk Sahara" teriak Sahara dari atas ranting pohon

Puk. Puk.

"Eh, ko aku merasa ada yang nepuk pinggang aku ya" gumam Risma

"Masa sih, di belakang kamu nggak ada siapa siapa ko" ucap Sadam

"Iya, ada yang nepuk pinggang aku" jawab Risma sedikit merinding

Dimas melihat ke arah Sahara yang masih duduk di atas pohon, dan dia tahu Sahara tidak menggangu Risma.

"Akhh.." teriak Pipit memegangi dadanya

"Kenapa?" Tanya Dimas

"Ituu... Ada yang megang dada aku" jawab Pipit menunduk malu.

"Lah, ko bisa, masa disini ada hantu" kaget Sadam

"Kalian kenapa?" Tanya Gilang yang sudah datang membawa nampan berisi bakso pesanan mereka.

"Ini katanya para gadis ini di tepuk dan di pegang" jawab Sadam

"Apanya yang di pegang?" Tanya Panji antusias

Plak.

"Duduk Lo, kepo banget perasaan" gerutu Restu

"Ck gue kan cuma tanya" cibir Panji

"Kalian pindah saja ke samping Gilang" ucap Dimas

"Kamu nggak apa apa Pit" tanya Sadam yang melihat wajah Pipit terlihat pucat

"Aku merasa nggak nyaman" jawab Pipit sedikit tak bisa diam karena merasakan geli yang sangat menggangu.

"Itunya sedang di jilati si Genderuwo itu, dia sepertinya jarang cebok kalau pipis huekk" ucap Sahara merasa jijik dan Dimas menahan tawanya

"Kamu mungkin ingin buang air kecil, pergi saja ke kamar mandi" ucap Risma

"Kalau begitu aku ke toilet dulu ya, rasanya kurang nyaman" pamit Pipit berlari ke arah toilet

"Si Gondrong ikut dia ke toilet juga, pasti dia menang banyak" bisik Sahara

"Kamu nggak bantu dia?" Tanya Dimas

"Aku itu cuma jagain kamu, bukan jagain orang lain" jawab Sahara cuek

Di toilet.

"Ini kenapa ya ko aku merasa geli tapi juga enak" gumam Pipit

"Akh.. ko sekarang kerasa lagi"

Pipit lalu membuka bawahannya dan duduk di atas closet dengan sedikit membuka kakinya

Si genderuwo yang seperti mendapat lampu hijau Langsung melakukan aksinya dengan terus menekan titik sensitif Pipit hingga dia klimaks.

"Aakhh... Kenapa seperti ada yang masuk" gumam Pipit menahan suaranya saat si genderuwo mulai memasukkan miliknya dengan Geraman puas.

"Gggrrrrr...."

Suara Geraman dari dalam toilet itu membuat semua yang di toilet merasa takut dan langsung kabur tapi tidak dengan Pipit yang sedang merasakan keenakan

Genderuwo itu bahkan memperlihatkan wujudnya dengan cara menyamar menjadi Gilang.

"Gilanghhhhh... Ini kamu?" Tanya Pipit yang sedang di gempur om Genderuwo

"Iya sayang, ini aku" jawabnya sambil menyambar bibir Pipit

"Inihhh sakit Lang" ucap Pipit

"Tapi enak kan?" Bisik om genderuwo tersenyum manis sambil terus menghentakkan tongkatnya ke dalam goa Pipit yang sudah jebol

"Iya..ahhh aku mau pipis lagi" teriak Pipit memegang bahu om genderuwo

"Pipis saja, aku juga akan sampai" jawabnya sambil membenamkan tongkat miliknya semakin dalam dan menyemburkan lahar panas berwarna putih ke dalam lahan Pipit yang gersang

"Gilang, aku takut" ucap Pipit menunduk

"Jangan takut, aku disini, kamu kirim pesan saja pada teman teman kalau kamu akan pulang duluan, aku juga akan kirim pesan yang sama, kita jalan jalan ya" bujuk om genderuwo dalam wujud Gilang

"Kemana?" Tanya Pipit polos

"Ke suatu tempat" jawabnya dengan tangan yang terus menyusuri gunung kembar Pipit yang sangat besar

"Tapi..."

"Kan sama aku" bujuk om genderuwo yang sekarang meminta Pipit duduk di pangkuannya dengan tongkat yang kembali menancap di dalam goa pipit, dia tersenyum manis dan Pipit mengangguk

Tak lama mereka kembali melakukan itu lagi setelah Pipit mengirim pesan pada Risma kalau dia pulang duluan karena kurang enak badan.

Di tempat Dimas

"Aku pulang duluan ya, mau beli bakso dulu untuk papa, mama dan bi Sumi" pamit Dimas

"Sahara dan nenek juga" ucap Sahara

"Iya, hati hati pulangnya, jangan sampai mampir ke rumah Tante gina" ledek Restu

"Nggak akan, Lo kali yang sering kesana" jawab Dimas

"Ko Lo tahu sih" ucap restu tertawa

"Tahu lah, motor Lo sering nangkring disana tiap gue berangkat sekolah" jawab Dimas

"Amatiran Lo, hal kecil begitu aja Lo bisa lupa" sindir panji

"Maklum saking enaknya gue jadi lupa segalanya" jawab Restu

"Parah" umpat Sadam dan Gilang

"Ris, ayo aku antar kamu pulang" ajak Gilang

"Iya, aku juga sudah di telepon mama" jawab Risma bangkit dari duduknya

Sementara itu, Pipit yang masih di gempur om genderuwo tidak tahu kalau hari sudah mulai gelap, dan dia sudah terjebak dalam tipu daya om genderuwo.

"Gggrrrrr... Ini enak sekali, kamu akan jadi istriku mulai sekarang" teriak om genderuwo dengan wajah yang sangat puas sambil terus menggempur penuh semangat milik Pipit yang masih terlihat kuat melayani tenaga Gilang KW.

Bersambung

1
Dara Fitriani
bagus
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Erchapram
Baru baca, bagus banget ceritanya.
Raudah Mikha
biar bintang berbicara
Agustina Banne Padang
makin kesini ceritanya samkin banyak nama2 orng baru, bingung jadinya ngak bisa hafal nama2 mereka
Ridwan01: jangan di hafal kak mereka hanya figuran, setelah masalah Fatan selesai, hanya ada keluarga Bintang dan Galuh saja 🙏
total 1 replies
Ella Adjah Santos
aduh Thor bingung bacanya
Ella Adjah Santos
kirain cuman aku aj yg pusing, banyak ternyata,,, 🙏
maaf Thor, ketikan nya jg bnyk typo👍
Agustina Banne Padang
walaupun si Sahara hnya hantu tpi dia lucu dan usil 😆😆
Ella Adjah Santos
banyk typo nya thor💪
Ridwan01: iya kak, nanti aku edit lagi🙏
total 1 replies
amy kuswati
kalau bisa ada lanjutannya dimas n Kania dewasa lalu menikah
Ridwan01: ada kak, di Sahara 2 pelindung perjodohan darah 🙏
total 1 replies
Karni Yusnita
ceritanya bagus.....tpi kbnyakan pemeran dan nama"....jdi ga bisa fokus....kbnyakan orng.nya thor
Ridwan01: di bab Ini memang kebanyakan protes masalah pemeran baru, tapi itu hanya figuran kak 🙏
total 1 replies
Alfia Amira
Sahara operasi Caesar yah 😄😄
Ridwan01: operasi Caesar versi gaib kak🤭
total 1 replies
Alfia Amira
Hala Hala si Hala galau juga ternyata /Facepalm/
Ridwan01: iya kak🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
LUAR BIASA
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Dipaksa Menikahi Suami Sahabatku'
terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Sandisalbiah
aduh.. itu kepala sekolah harusnya langsung di kebiri aja.. biar nyahok dia.. amit dah..
Sandisalbiah
tiba² banyak nama baru yg muncul.. jd gagal fokus... mereka siapa kok tiba² nongol..?
Ridwan01: mereka hanya figuran kak 🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
hadeh.. Sahara kok bisa kecolongan sih.. lagian itu rambut di ambil kok dia gak kerasa... 🤦‍♀️
Ridwan01: Sahara meleng dikit kak 🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
krn ini cerita horor jd setiap judul sebuah tpat itu yg muncul di otak itu pasti gangguan mistik... ini lagi air terjun, udah pasti ada penunggunya dan mereka bakal berpetualang lagi dgn kejadian yg aneh ini..
Ridwan01: benar sekali kak 👍
total 1 replies
Sandisalbiah
Sahara hantu pikun.. wajar sih.. udah tua.. 😂😂✌
Sandisalbiah
Candra semakin semangat dong... shahara dak kasi lampu ijo tuh...
Ridwan01: maju dia kak 🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
lha.. si Dimas.. itu jin peliharaan Galu pun di cium tangan.. 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!