" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon menantu
Zea sudah pindah ke rumah barunya . Kikan juga ikut membantu pindahan Zea . Meskipun Kikan menahan Zea . Namun Zea tetap kekek untuk pindah .
" Kamu tidak menginap ?" tanya Zea .
" Kenapa ? Kamu takut ?" tanya Kikan .
" Rumah ini masih asing bagi ku . Bukan karena aku takut " elak Zea .
" Baiklah . Aku akan menemanimu malam ini " ucap Kikan .
" Aku akan membeli banyak makanan untuk kita " ucap Zea .
" Setuju " jawab Kikan .
Zea memesan berbagai menu cemilan . Dari ceker pedas , seblak, bakso , dan juga cemilan ringan lainnya .
" Ini sebagai perayaan rumah baru aku " ucap Zea seraya menyodorkan minuman dingin kepada Kikan .
" Oke . Semoga kamu betah dan nyaman " ucap Kikan .
Mereka lalu menegak minuman itu hingga tandas.
Zea tidak memberitahu Billy dimana keberadaannya sekarang . Meskipun Billy menanyakan keberadaan Zea .
" Ponsel mu " ucap Kikan .
" Dari Billy . Biarkan saja " ucap Zea memakan ceker merconnya .
" Ini makanan terlezat yang aku rindukan " ucap Kikan memakan ceker mercon juga .
Tok tok tok
" Ada tamu ? Kamu mengundang orang ?" tanya Kikan .
" Tidak . Bahkan tidak ada seorangpun yang tahu rumah ini " ucap Zea .
" Aku buka dulu pintunya " ucap Zea .
Zea berjalan menuju pintu . Namun tidak ada orang di sana . Hanya ada karangan bunga dan juga banyak cemilan .
" Siapa ? Ada orang di sana ?" teriak Zea mencari pengirim bunga.
" Tidak ada . Apa ini salah orang " ucap Zea pada diri sendiri .
" Dor " Kikan mengejutkan Zea .
" Kamu .. " kesal Zea . Tangan Zea terangkat seolah ingin memukul Kikan .
" Lagian ngomong sendiri . Kamu sehat kan Ze ?" tanya Kikan bercanda .
" Kikan . Aku sehat yaa" ucap Zea berkacak pinggang .
" Aku kira di campakan Billy kamu jadi gila " gurau Kikan seraya tertawa .
" Tidak akan " ucap Zea bersungguh-sungguh .
Meskipun tak bisa di pungkiri jika hati Zea pasti sakit . Tapi Zea tidak ingin berlarut memikirkan Billy .
" Itu dari siapa ?" tanya Kikan melihat buket bunga dan juga banyak barang lainnya .
" Entah . Tidak ada orang setelah aku keluar " ucap Zea masuk ke dalam rumah . Membiarkan barang-barang itu berada di luar .
" Barang-barangnya ?" tanya Kikan .
" Biarkan saja . Paling salah kirim " ucap Zea .
Kikan justru membawa semua barang itu masuk . Berbagai kotak berpita , cemilan , dan buket bunga .
" Kenapa di bawa masuk ?" tanya Zea .
" Nanti kalau di luar malah hilang " ucap Kikan memilih berbagai snack makanan .
" Kenapa di makan ?" ucap Zea .
" Paling dari Billy " ucap Kikan kembali menonton televisi .
Zea menggelengkan kepalanya . Tidak mungkin Billy yang mengantar semua ini . Bahkan uang bulanan saja Billy memberi kurang dari biasanya .
Pikiran Zea tertuju pada satu orang . Tapi kenapa dia melakukan semua ini .
Drt drt drt
" Apa kamu suka dengan hadiahku . Semoga kamu suka " isi pesan Arron
" Aku tidak suka . Kamu bisa mengambilnya " balas Zea .
Arron lalu mengirim struk belanjaan yang ia kirim ke Zea .
Zea membola melihat semua harga yang Arron berikan kepadanya .
" Kamu bisa membayarnya . Setelah membayar aku akan mengambil barang- barang itu " balas Arron .
Zea tak lagi membalas pesan Arron . Percuma juga berbicara dengan orang berkuasa seperti Arron.
Pagi harinya Zea berangkat bekerja seperti biasa . Kabar kehamilan Sarah mulai tersebar . Setiap pagi Sarah selalu mual dan ke kamar mandi . Tak jarang orang berpapasan dengan Sarah . Termasuk juga Rere .
Tapi alasan Sarah masih sama . Sarah sakit magh dan mual . Sarah sering telat makan .
Bahkan dari bagian lain pun ikut membicarakan keadaan Sarah .
Zea merasa terganggu dengan kabar itu . Tali Zea berusaha untuk tetap tenang . Bukan dirinya juga yang memulai .
" Bu Zea, ada berita terupdate " ucap Rere .
" Apalagi Rere ?" Ucap Zea seraya meletakkan tasnya di meja .
" Bu Zea semakin kesini semakin cantik " ucap Rere .
" Itu yang mau bicarakan . Tapi terima kasih ya Re " ucap Zea dengan tersenyum . Padahal Zea sendiri tahu apa yang akan Rere bicarakan .
" Hehe maaf keluar jalur . Ini tentang Sarah bu . Hampir setiap pagi Sarah mual ke kamar mandi " ucap Rere .
" Mungkin dia sedang sakit " ucap Zea berusaha tenang .
" Tidak mungkin bu . Kalau sakit ya berobat . Paling beberapa hari juga mendingan . Dan wajahnya juga biasa saja " ucap Rere .
" Terus wajahnya harus seperti apa Re " tanya Zea tersenyum lucu mendengar cerita Rere .
" Ibu ini kalau di bilangin suka nggak percaya . Oh ya bu , mending Pak Billy suruh hati-hati . Mending jaga jarak " ucap Rere .
" Iya. Nanti saya bilang . Sekarang kerja Re " ucap Zea lembut .
" Siap bu . Pasti pak Billy bersyukur bisa punya istri seperti ibu " ucap Rere .
Zea tersenyum menanggapi ucapan Rere
sayangnya dia tidak punya rasa syukur . Batin Zea .
" Bu Zea di cari Pak Kevin " ucap asisten Kevin .
" Iya . Terima kasih " ucap Zea .
Zea lalu menemui Kevin . Padahal sebentar lagi jam pulang . Sebenarnya Zea tidak ingin lembur dulu . Zea ingin menemui pengacara Zea .
" Permisi Pak ada yang bisa saya bantu ?" tanya Zea
" Kamu ikut saya meeting " ucap Arron .
" Baik Pak " ucap Zea terpaksa .
" Kenapa wajah mu seperti itu ?" tanya Arron .
" Saya memang seperti ini Pak " ucap Zea memaksakan senyum .
Arron tersenyum lalu keluar . Zea mengikuti langkah Arron . Dan saat mereka keluar . Billy dan Sarah juga keluar untuk pulang .
Zea sama sekali tidak menatap Billy .
" Kamu tidak berpamitan kepada suami mu ?" tanya Arron .
" Tidak Pak " ucap Zea .
Bukan urusan mu . Batin Zea .
" Jangan mengumpat ku " ucap Arron menatap Zea .
" Saya tidak berani mengumpat di depan Bos saya " ucap Zea .
" Kalau di belakang bisa ? Kalau begitu kami di depan saya di belakang kamu " ucap Arron .
Zea benar-benar di buat heran dengan tingkah Arron yang di luar bmkg .
Ting
" Nanti kita bicara Ze. Aku ingin masalah kita terselesaikan . Aku akan meninggalkan Sarah Zea " isi pesan Billy .
" Semudah itu " gumam Zea .
" Ada apa ? Apa kau sedang mengumpat ku ?" tanya Arron .
" Saya tidak mengumpat Tuan . Saya hanya membaca pesan dari teman saya " ucap Zea .
" Siapa ?" tanya Arron .
" Hah ?" tanya Zea terkejut .
" Lupakan " Arron lalu berjalan lebih dulu.
Zea di uji kesabarannya melalui Arron . Bahkan saat bersama Kevin . Zea selalu di perlakukan dengan baik . Kevin hanya akan membicarakan pekerjaan saja .
Setibanya di sebuah restoran mewah . Arron dan Zea sudah di sambut oleh pelayan di sana . Restoran itu yang tak lain juga milik Arron .
" Kita tunggu sebentar " ucap Arron .
Zea hanya mengangguk .
Tak berselang lama pria paruh baya bersama seorang wanita paruh baya . Menghampiri meja Arron . Zea berpikir jika itu adalah klien mereka . Zea berdiri dan menyambut kedatangan mereka .
" Kamu cantik sekali " ucap Ibu Amora .
" Terima kasih . Ibu juga cantik " ucap Zea .
" Apa ini calon menantu ku Arron ?" tanya Ibu Amora .
Zea lalu menatap Arron penuh tanda tanya .