NovelToon NovelToon
Bayang-bayang Kebaikan Di Alam.Kuno Terkutuk

Bayang-bayang Kebaikan Di Alam.Kuno Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Penyelamat
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: @TomBayaha

Manusia-manusia yang dinilai kejahatannya sangat berlebihan dari lintas zaman maupun generasi, akan terlempar ke dalam alam kuno terkutuk lewat portal khusus.

Mereka akan hilang dan terkubur jauh dari dunia nyata. Setiap 10 tahun sekali di alam kuno terkutuk itu, diadakan ritual musiman persembahan khusus terhadap Penguasa semesta.

Pada momen ini pula entitas dari alam terkutuk itu, yang dinilai belum mencapai kebaikan pada standar yang memadai dari apa yang ditetapkan oleh Penguasa semesta, akan dimusnahkan dalam ketiadaan serta hilang dari catatan kehidupan selamanya.


Setiap entitas yang cukup beruntung di alam ini, berkesempatan berjuang untuk bisa terlahir kembali ke dunia nyata dalam kehidupan baru,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @TomBayaha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu kembali

Karena tidak tahu apa yang terjadi di luar, Liu feng dan 30 anggota kelompok lainnya, masih saja terus menggali di lokasi itu.

Hal berikutnya yang semakin membuat tercengang adalah, ditemukannya, 3000 lagi inti kebajikan berwarna putih cerah, yang masing-masing sumber daya itu bernilai 1000.

Padahal sudah ribuan tahun tidak ditemukan hasil besar semacam itu, untuk penemuan satu hari.

"Saudara Liu feng, ini suatu kegilaaan.

Jika ini milik orang yang berada di alam utama, maka pasti dia sudah terbebas dari alam terkutuk ini dan langsung bebas ke dunia nyata.

Sayang sumber daya ini kita peroleh, justru saat kita masih berstatus sebagai budak di Alam terbuang ini."

Liu feng yang memang masih kurang paham kalau soal aturan itu, kemudian bertanya.

"Jadi maksud saudara sumber daya ini menjadi tidak begitu berarti, begitukah..?"

Budak yang menyayangkan statusnya masih sebagai budak, saat menemukan harta itu lalu ditegur oleh budak keluarga Huang yang lain, sebab seolah-olah dia meremehkan pencapaian yang luar biasa itu, padahal dia seharian mencari satu inti kebajikan merah paling rendah nilainya sekalipun tidak bisa dia dapatkan.

"Apa yang kau katakan saudara..?

Saudara Liu feng kita sudah bersusah payah untuk menemukan ini, lalu apa sumber daya ini menjadi tidak berharga hanya karena budak seperti kita yang menemukannya.?"

"Bukan saudara..!!

Maksudku bukan begitu saudara, aku hanya merasa teramat sayang sekali, karena jika kita beroleh ini setelah status kita menjadi penghuni alam utama, bukankah 3 orang dari kita sudah langsung bisa bebas dari alam terkutuk ini, dan kembali ke dunia nyata..?

Tapi aku memang salah, aku minta maaf untuk itu, mungkin itu karena aku hanya begitu terkejut saja, atas limpahan temuan ini.

Begitupun inti kebajikan ini, seharusnya telah bisa untuk membebaskan tiga orang dari kita, sehingga ketiganya nanti, akan bebas dari status budaknya dan langsung bisa menjadi penghuni alam luar.

Kemudian meskipun misalnya, 3 orang yang bebas itu masih memilih untuk bekerja di sini, yakni pada keluarga Huang, tetapi statusnya pasti terangkat.

Setidaknya nanti akan seperti para pengawas, tidak lagi menjadi budak seperti kita."

"Jangan merasa rendah begitu saudara. Keseimbangan Alam ini ada di tangan kita para budak, sebab jika hasil yang diraih sangat sedikit, maka keseimbangan alam ini akan hilang.

Jadi setinggi apapun mereka di luar sana, mereka tetap bergantung pada kita."

"Tidak saudara. Aku tidak merasa rendah. Tapi bagaimanapun jika terus begini tentunya kita hanya akan menjadi budak selamanya, mereka yang ada diluar setiap saat, bisa mempersiapkan sumber daya, sehingga sewaktu-waktu bisa selamat dari ancaman kebinasaan karena sudah punya simpanan yang aman, untuk menyelamatkan hidup mereka dari ancaman standar kebaikan mendasar, yang telah ditetapkan oleh penguasa semesta.

Tapi kita sebagai budak, tidak bisa menyimpan berapapun yang kita temukan, semua yang kita sentuh akan hilang terkirim begitu dong.."

Para budak yang lain menyimak dengan baik, apa yang diucapkan oleh teman budak mereka itu, yang sebenarnya mereka juga merasa kebenaran dalam ucapan itu.

"Jadi ini bukan soal karena semata-mata merasa rendah harga diri saudara Liu feng.

Aku hanya merasa sudah begitu lelah, melihat dan menyaksikan teman sesama budak, harus musnah dalam ketiadaan selama ini, karena aturan ini.

Kalaupun memang ada perasaan rendah karena status budak itu, maka itu hanya terjadi sebelum bertemu dengan saudara semua.

Namun sekarang setelah aku pikir-pikir, sejak berkumpul dengan saudara sekalian, bahkan jika sekarang aku bisa bebas dan harus pergi ke alam nyata, justru aku sangat berat untuk kehilangan kalian.

Tapi tetap saja sangat disayangkan, sekali jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan, sebaik-baiknya.

Apa salahnya rupanya, jika beberapa orang diantara kita, tidak lagi menjadi budak?

Bukankah begitu saudara Liu feng.?

Jadi menurutku sebaikanya saudara memilih dua orang saudara lainnya, untuk dibebaskan dari status budaknya.

Tentu saudara Liu feng, adalah orang pertama yang paling berhak untuk bebas dari status budak ini, atas dasar saudara sebagai penemu nya."

"Ah itu tidak perlu saudara. Aku paham tentang niat baik kalian, tapi percayalah keberuntunganku sangat besar, dan lagi batas akhir musim 10 tahun itu masih sangat jauh.

Ini bahkan baru hari kedua.

Aku yakin seyakin-yakinnya, pada akhirnya kita semua yang ada di sini akan bebas dari status budaknya, sedangkan harta dan sumber daya yang ada disini bahkan masih melimpah, melebihi segala kebutuhan kita semua, jadi percayalah.

Percayakan semua ini padaku. Aku telah mengambil keputusan, karena seluruh inti kebajikan ini ada 3000 jumlahnya, maka masing-masing orang akan mengambil 100 dan mengirimkannya ke rumah harta keluarga Huang atas nama mereka, persis seperti mana kita melakukan nya dengan inti kebajikan kuning kemarin."

"Lalu bagaimana dengan saudara sendiri..?" Salah seorang dari para budak itu yang memang bisa berhitung merasa bahwa semua akan dibagi pada mereka, sedangkan Liu feng sendiri, tidak ada."

"Jangan khawatir saudara..!

Aku sudah mengirimkan terlebih dahulu sebanyak seratus."

Seperti yang aku katakan di awal, aku punya keberuntungan yang besar. Selain itu, berbeda dengan kalian, aku tahu dimana letak-letak keberadaan inti kebajikan ini.

Bukankah aku yang membawa saudara sekalian kemari..?

Jadi aku sama sekali tidak akan kesulitan, untuk bisa merasakan dan menemukan, limpahan sumber daya yang masih tersimpan disini.

Biarlah saudara sekalian saja yang lebih dahulu. Bukankah saudara sekalian sudah sangat merindukan, agar nama-nama kalian tertulis di setiap inti kebajikan putih, yang terkirim ke rumah harta keluarga Huang, kita..?"

"Iya, tapi tetap saja Kami merasa tidak enak pada saudara Liu feng."

"Sudah, saudara tidak perlu merasa tidak enak begitu. Ini sudah sesuai dengan keinginan dan cita-cita ku.

Kalau saudara sekalian masih tidak terima keputusan ku, maka aku akan menganggap persaudaraan ini sebenarnya tidak berarti."

Para budak merasakan dilema dengan keputusan yang telah mantap diambil oleh Liu feng, namun mereka juga kini merasa kagum, dengan bagaimana saudara Liu Feng mereka itu, benar-benar telah mengambil alih tanggung jawab atas beban di pundak mereka semua, dan bertindak sebagai pemimpin mereka.

"Ah, mana boleh begitu saudara...!!

Persaudaraan kita adalah harta paling berharga, yang kita punya di alam ini.

Saudara sekalian, apa yang dikatakan oleh saudara Liu feng kita, memang cukup masuk akal.

Karena saudara Liu feng saat ini sudah seperti pimpinan kita semua, di lokasi penambangan ini, sebaiknya kita tidak lagi membantahnya.

Aku percaya dengan pengaturan saudara Liu feng.

Bagaimana dengan kalian.?"

"Aku juga percaya dengan saudara Liu feng."

"Ya..!! Aku juga percaya dengan saudara Liu feng."

"Kami juga percaya dengan saudara Liu feng."

Semua orang menyebutkan kesediaannya, untuk mematuhi apa yang menjadi keputusan Liu feng

Akhirnya ke-30 orang itupun melaksanakan apa yang disebutkan oleh Liu Feng.

Pada saat proses itu sedang berlangsung, Liu feng, dihubungi lewat cincin ruang miliknya oleh pecahan jiwa, yang mengatakan kalau keadaan di area penambangan, tepatnya di seluruh area luar dari ruang mereka saat ini menambang, benar-benar sedang kacau.

Kelompoknya, khususnya dirinya, saat ini sedang dalam perburuan dari anggota keluarga Kong, beserta seluruh suruhan-suruhannya.

Bahkan karena hal itu, beberapa tuan muda dari keluarga Huang, terpaksa ikut terjun dan turun langsung, masuk ke area penambangan yang luas itu, beserta para anggotanya, untuk mencari keberadaan Liu feng.

"Terima kasih Nyonya. Jadi sejak awal, rupanya Nyonya memang sudah menyembunyikan kami dari dunia luar."

"Ya itu benar. Meskipun aku hanya pecahan jiwa, aku bukan pecahan jiwa yang lemah seperti pada umumnya. Aku masih bisa melakukan banyak hal.

Liu Feng mengucapkan rasa terima kasihnya pada pecahan jiwa, dan berjanji akan mengambil atau mencari air suci, sebagai bahan dasar untuk membentuk ulang tubuh dari pecahan jiwa tersebut.

"Kau tidak perlu terlalu khawatir soal itu, tidak perlu terburu-buru. Ribuan tahun sudah aku jalani, apalah artinya jika aku harus menunggu bahkan jika itu, seribu tahun lagi.

Yang penting sekarang, aku akan mengeluarkan kalian semua dari sini, sehingga kalian tidak perlu harus keluar lewat pintu masuk biasa.

Sebab mereka yang memburu kalian, sudah memasang perangkap dimana-mana.

Aku akan mengirimkan kalian ke suatu tempat di sisi Gunung ini, tepatnya di sebuah ruangan yang berada di bawah sebuah batu besar.

Keluarlah nanti dari sana dan langsung menuju ke rumah keluarga Huang. Saat ini di Alam terbuang juga sedang terjadi kegaduhan.

Keluarga Huang dan keluarga Kong sudah sama-sama bersiap diri.

Mereka sudah diambang situasi, untuk saling tempur.

Hanya saja, mungkin untuk saat ini mereka mereka sedikit terhalangi, karena keberadaan cucuku Yuan'er yang mewakili keluarga Pengawal penjaga tabir cahaya, ada disana.

Tapi aku yakin yang terjadi tidak sesederhana yang terlihat, pasti ada orang kuat di balik keluarga Kong, sehingga mereka sudah memutuskan untuk bergerak.

Sekarang pergilah, katakan kepada teman-temanmu, untuk berjalan dan menutup matanya lalu masukkan mereka ke dalam cincin ruang. Peringatkan agar jangan sekali-kali mereka membuka matanya, atau mereka akan celaka."

"Baik Nyonya. Sekali lagi terima kasih atas bantuan Anda "

"Hei bukankah kau adalah pria yang kemarin sudah siap untuk kurasuki, dan segera berakhir dari dunia ini..?

Apakah kau masih mau berterima kasih.?"

"Ah Nyonya masih bisa bercanda dalam keadaan segenting ini.

Saya pamit Nyonya, saya akan urus mereka semua ini lebih dahulu."

"Pergilah, sampaikan salam ku pada Yuan'er."

Liu feng kemudian menjelaskan hal itu kepada teman-temannya yang lain, setelah sebelumnya dia berpura-pura pergi sebentar untuk memeriksa di luar.

"Jadi bagaimana ini saudara Liu feng..? Kita malah jadi serba salah kalau begini.

Tadinya kita sudah merasa sangat beruntung sekali, karena mendapatkan 3000 inti kebajikan putih yang berharga itu.

Tapi tidak disangka keluarga Kong malah menjadi lebih agresif seperti sekarang."

"Sudah...!! Tenang saja saudara. Walaupun aku adalah orang baru di tempat ini, namun dibandingkan dengan saudara sekalian, aku lebih paham dan lebih berpengalaman soal seluk beluk tempat ini.

Aku memiliki jalan rahasia untuk keluar dari tempat ini, tapi dengan catatan saudara nanti harus mematuhiku. Saudara sekalian nanti harus menutup mata.

Benar-benar semua harus menutup mata dan jangan pernah melihat apapun, sampai kemudian aku suruh membuka mata.

Keselamatan kita tergantung pada kepatuhan saudara."

"Kenapa begitu saudara..?"

"Karena terakhir kali aku melewati jalan itu, aku melakukan hal yang sama. Aku hampir mati karena aku membuka mata.

Aku dikejar oleh sosok yang mengaku sebagai utusan Dewa, yang diperintah untuk menjaga tempat ini.

Kita tidak akan pernah melihat makhluk itu dan dia tidak akan pernah bisa melihat kita, selama kita menutup mata.

Yang penuh saudara lakukan adalah, mengikuti arahanku. Karena aku sudah hafal rute jalan rahasia ini.

Oh ya satu lagi. Utusan dewa itu juga mengatakan, kalau kita tidak akan pernah mendapat apa-apa lagi dari tempat ini, jika nanti sampai ada dari kita yang berani membuka mata.

Bukankah jika kita selamat sekalipun, kita tetap akan merugi, jika kita tidak lagi bisa beroleh harta apapun, untuk sampai pada standar kebaikan mendasar, yang telah ditetapkan oleh penguasa semesta..?"

"Iya itu benar saudara Liu feng..!!

Keselamatan kita penting. tapi terus beroleh harta di tempat ini juga tidak kalah penting, sebab keduanya adalah soal urusan keselamatan kita kedepannya.

Saudara Liu feng, kami sangat yakin sekali sepenuh hati terhadap saudara.

Saudara Liu feng tidak perlu ragu lagi, kami tidak akan membantah.

Lalu bagaimana dengan jalan keluar itu..?"

"Nah..!! Mulai sekarang saudara semua dengarkan aku.

Saudara sekalian berjalanlah ke arah sana, setelah nanti melewati dinding itu, saudara semua harus menutup mata dan jangan sekali-kali membuka mata, sebelum aku katakan untuk dibuka.

Biarlah aku yang memimpin di depan."

Semua budak itu kemudian berjalan untuk mencapai dinding yang dimaksud.

Liu feng membuka cincin ruangnya dan membiarkan teman-temannya masuk ke dalamnya dalam keadaan mata tertutup. Atas bantuan pecahan jiwa, Liu feng beserta cincin ruang yang membawa teman-temannya diantar keluar dari gua itu, diteleportasikan ke sebuah ruangan di bawah bongkahan batu besar, di samping kaki gunung Merapi itu.

"Nah sekarang bukalah mata saudara sekalian.

Kita sudah sampai di sisi kanan lahar yang luas seperti danau, yang merupakan pintu masuk kita yang biasa, saat menuju ke area penambangan itu.

"Ah kenapa tiba-tiba saja, kita sudah sampai disini saudara Liu feng."

"Iya cepat sekali saudara Liu.

Saudara Liu feng memang hebat."

"Itu tidak perlu kita bahas saudara. Adapun yang penting sekarang adalah, bagaimana caranya agar kita bisa berjalan secepatnya, untuk sampai ke rumah keluarga Huang yang sudah terlihat disana itu."

"Iya itu benar. Wah ternyata memang keadaan di luar sini sudah segenting ini. Begitu banyak orang."

Seorang budak menanggapi ramai dan riuhnya suasana yang ada di alam terlarang saat itu.

"Benar..!Jadi begitu kita keluar nanti, usahakan terlihat langsung oleh para saudara kita yang lain dari keluarga Huang, aku yakin pasti mereka akan melindungi kita nanti, sebab kita adalah pahlawan keluarga saat ini, bukankah begitu saudara Liu feng..?

"Iya itu benar saudara.

Sejak keluar dari bawah batu besar ini, kita semua harus berlari secepat mungkin."

Setelah berdiskusi di ruangan yang berada di bawah batu itu, kelompok Liu feng dengan cepat langsung menuju ke sekumpulan para Tetua dan anggota keluarga Huang.

Begitu mereka muncul dan berjalan dengan cepat, keluarga Huang langsung melihat mereka.

"Itu...!! Disana ada saudara Liu feng.

Saudara Liu feng.. Saudara....!!!

Para budak keluarga Huang yang pertama kali melihat Liu feng dan rombongannya, segera memberitahukan hal itu.

Melihat hal itu, langsung saja para Kultivator dari keluarga Huang membentuk barisan untuk melindungi Liu feng dan ke-30 orang lain nya, sehingga mereka berjalan bebas tanpa hambatan sampai ke depan Patriak.

"Oh Liu feng, anakku..!! Anak keluarga Huang.! Ternyata kau sudah pulang."

Patriak memanggil Liu feng dengan sebutan anak, untuk menunjukkan kasih sayangnya sekaligus memberi sinyal kepada para pemburu Liu feng, dengan harapan agar mereka tidak begitu merasa mudah untuk memutuskan berbuat apa saja, pada Liu feng.

Ternyata Tuan besar, Patriak keluarga Huang juga ada di sini."

"Ya. Bagaimana aku tidak ada disini.

Kau selalu memberiku kejutan. Setelah mengirimkan ribuan inti kebajikan kuning, ternyata perwakilan tetua penjaga harta keluarga Huang juga mengatakan, kalau baru-baru ini kalian juga sudah mengirimkan seribu inti kebajikan putih."

Liu feng memaklumi kekaguman dan lautan perasaan Patriak padanya.

"Sepertinya Penguasa semesta, memang sedang memberikan kemurahannya pada kita Patriak.

Maka tidak bisa tidak, Patriak harus bersiap-siap untuk kebangkitan keluarga Huang."

"Ha...ha..hahh Kau benar sekali anak keluarga Huang.

Tapi aku sangat tahu pasti, bahwa semua temuan itu adalah temuanmu. Jadi kenapa, kau tidak membebaskan dirimu saja, dari status budak ini, agar kau bisa pergi ke alam luar, sehingga kami lebih mudah untuk menjagamu tidak seperti ini, harus disini."

"Masalahnya aku merasa bukan aku saja yang saat ini mereka incar Patriak, tetapi saudara-saudaraku yang lainnya juga. Jadi kalau aku pergi meninggalkan mereka, Maka siapa yang akan menemani dan megarahkan mereka disini.?"

"Luar biasa hatimu nak. Sungguh luar biasa. Pantas kau sangat mudah untuk menemukan inti kebajikan itu.

Tapi tenang saja, keluarga Huang kita akan berjaga disini.

Kita semua tidak akan diam kali ini.

Oh ya. Kebetulan ini ada Nona Yuan dari Keluarga pengawal penjaga takdir cahaya, silakan kalian saling berkenalan.!"

Begitu melihat Lin Yuan, Liu feng segera menggaruk-garuk kepalanya.

"Maaf Nona Yuan, soal salam itu...!"

Belum selesai Liu feng menyelesaikan ucapannya, Lin Yuan sudah memotong nya.

"Lupakan soal itu..!

Aku justru datang kemari untuk mengatakan pada Liu Feng'er, agar jangan lagi menyampaikan itu.

Aku justru datang untuk melihat mu kemari.

Apakah kakak Liu, punya waktu..?

Aku ingin berbicara tentang beberapa hal."

Semua orang yang ada disana menjadi tercengang.

Budak yang baru dua hari di alam terbuang ini, sejak kapan dia mengenal Nona Yuan dari keluarga Pengawal penjaga tabir cahaya..?

Dan kenapa Nona cantik ini begitu intim, memanggil budak Liu ini?

Itulah pertanyaan dibenak semua orang.

Patriak dan para tetua keluarga Huang sejenak berpikir dan semakin yakin, kalau identitas Liu feng ini tidak sembarangan.

"Tapi Nona..! patriak dan para tetua lainnya, saat ini pasti sedang ada urusan sehingga menemuiku disini."

"Ha..ha..ha ternyata kalian saling kenal.

Liu feng...!! Nona Yuan jarang datang kemari, maka pastinya ada hal yang sangat perlu, untuk dibicarakan.

Soal urusan keluarga Huang kita, itu bisa saja nanti dibicarakan. Tidak perlu terburu-buru.

Sebaiknya selesaikanlah dahulu pembicaraan kalian.

Adapun pembicaraan kami, masih bisa ditunda. Lagipula kami masih akan melakukan pertemuan saat ini.

Kami juga ingin membahas beberapa hal, soal langkah-langkah yang akan kita ambil kedepannya."

Merasa mendapat perintah dan arahan dari Patriak, maka Liu feng segera mengajak Nona Yuan, untuk menjauh.

Nona Yuan sendiri menyuruh para pengawalnya, untuk tidak mengikuti mereka.

"Kenapa tadi Nona menghalangi saya, saat akan mengingatkan soal salam Anda pada tuan muda..?"

"Oh itu ya.!

Pertama tidak ada satupun tuan muda baik, yang ada disana.

Tuan muda yang ada itu, hanyalah sosok-sosok egois, seperti yang pernah aku katakan.

Kedua, tuan muda Huang Xiao, satu-satunya tuan muda yang baik dari keluarga Huang, bahkan tadi sudah sampai masuk ke dalam lahar panas itu, dengan ditemani oleh beberapa anggota keluarga lainnya, khusus untuk mencari Liu Feng'er.

Aku sendiri bingung apa sebenarnya yang Liu feng'er lakukan, sehingga mereka sampai sebegitunya untuk menjaga kakak Liu.

Ketiga, jangan lagi sampaikan ucapan salam itu, karena aku datang kemari, khusus hanya untuk menemui Liu feng'er seorang.

Itu karena aku, hanya rindu dengan Liu feng'er seorang.

Pertemuan singkat kita, telah membuat aku selalu teringat pada Liu feng'er."

Seketika Liu feng terkejut, di dalam hatinya dia berbicara 'Gawat..!!

Apakah wanita ini sedang jatuh cinta padaku.?'

"Eh Nona bicara apa...? Saya tidak paham."

"Liu Feng'er jangan pura-pura, pertama Liu feng'er sudah melihat semuanya, saat aku mandi di telaga.

Kedua siapa kemarin yang mengatakan aku cantik..?

Itu adalah tanda lamaran seorang pria, pada wanita di alam ini.

Ketiga, aku sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Semua itu harus Feng'er tanggung jawabi."

"Tapi aku...

Ah sudahlah. Baiklah aku akan tanggung jawab, tapi keluarga Nona pasti tidak akan setuju...he..he jadi bagaimanapun aku akan aman nanti, asyiikkk...!!"

"Tidak. Aku sudah menyampaikannya. Mereka juga setuju asalkan Liu feng'er bisa mencapai alam utama sebagai penghuni tetap disana.

Itupun hanya karena hal itu, adalah keputusan Penguasa semesta.

Keluargaku sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkan dengan status Liu feng'er"

"Apa..? Ada juga keluarga semacam itu..?

Tapi baiklah, aku saat ini masih berstatus budak, artinya masih ada waktu yang panjang untuk itu, harap Nona membiarkan saya berjuang."

"Setuju...! Tapi jangan panggil aku Nona. Panggil aku Yuan Mei."

"Hmmm...!Aku akan memanggil Nona sekali saja dengan Yuan Mei.

Oh ya Nona, Nyonya yang merupakan nenek Nona menitip salam. Katanya beliau adalah Pimpinan pengawal tabir cahaya yang sebelumnya.

Aku bertemu dengan pecahan jiwa Nyonya di lokasi penambangan. Beliaulah selama dua hari ini yang membantu aku, untuk menemukan harta-harta berharga itu."

"Apa..? Benarkah nenek masih hidup..?"

"Iya, Nyonya besar masih hidup. Nyonya juga meminta aku untuk membantunya menemukan 'air kehidupan' dan beberapa bahan langka lainnya, guna membentuk ulang tubuh barunya."

"Wah ini berita yang sangat luar biasa. Ayah pasti akan senang mendengarnya.

Aku terima salam nenek dan aku nanti akan menyampaikannya juga pada ayah.

Tapi... Liu Feng'er...!! Kakiku sudah lelah berjalan. Maukah kau menggendong aku..?"

"Apa..? Tapi itu sungguh memalukan Nona..!"

"Memalukan apanya..?

Digendong suami masa depanku, masa tidak boleh..?"

Liu feng menggaruk-garuk kepalanya. Tidak tahu harus berbuat apa.

Dia tidak tahu apa yang harus dia dilakukan, menghadapi sikap manja Nona Yuan, sementara Nona dari keluarga Pengawal tabir cahaya itu, terus memaksa.

Baru saja Liu feng berniat untuk menggendong si Nona cantik, mereka sudah dikepung banyak orang.

"Hei apa yang kalian lakukan di sini..? Disini ada tuan muda.

Ayo berlutut...!!"

Orang-orang dari keluarga Kong yang datang itu, memerintahkan agar Liu feng dan Nona Yuan segera berlutut

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!