NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Oh iya

"Lihat siapa ini, kenapa anak haram Oceanus ada di tepi jalan raya, kau di buang?"

Seseorang yang tiba-tiba menghampiri Anisa membuat pertanyaan yang harus di abaikan Anisa, melangkah melewatinya tapi, di tariknya tangan Anisa di lemparnya ke tepi jalanan.

"Aduh!"

Tatapan James mengelap.

"Anak haram Oceanus yang di urus pamanku ternyata bermain dengan anak pemulung, lihat!" ucapan itu membuat Anisa diam bangkit menepuk bajunya.

"Aku tidak merasa anak haram tuh, aku anak ayah James Arthur Oceanus !"

Semua diam melihat Anisa menjawab lantang siapa ayahnya.

"Kau bodoh ya!"

"Tidak ada anak Oceanus dengan keturunan sempurna sangat mirip dengan keturunan sebelumnya kami campuran dan kau sangat mirip dengan pamanku. " Anak perempuan itu mendekat dan mendorong bahu Anisa sampai mundur kebelakang.

"Hihi, kenapa kalian iri karena aku sangat mirip dengan James Arthur kalian tidak, atau kalian mungkin yang bukan anak kandung melainkan anak hasil perselingkuhan. "

Seperti kilat keras diatas kepala lima anak berpakaian mewah tapi seperti itukah ucapan menghina mereka dan wajah kaget mereka tersambar petir yang tidak terlihat didepan Anisa.

James tersenyum memperhatikan nya.

Saat salah satunya mau memukul nya seseorang berdiri didepan Anisa membuat wajahnya yang di pukul sampai merah pipinya.

"Wah ada siapa ini!" Anisa yang takut terpukul memejamkan matanya dan melihat perlahan siapa yang berdiri didepannya.

"Kau!"

"Kalian tidak boleh memukulnya kalian harus berteman, ini tak baik tahu. " Anak laki-laki yang Anisa kejar itu adalah pemulung, dan anak laki-laki ini yang menjadi tamengnya menerima pukulan dari anak-anak Oceanus lainnya.

James mendekat menarik pelan tangan Anisa.

"Kalian seharusnya tidak mencari masalah dengan putriku. "

Semuanya diam takut melihat siapa yang berdiri menjulang diatas mereka.

"Ayo nak. "

"Heii James apa maksudmu ikut campur urusan anakku, kau mau mencari masalah hah!" Berbalik badan James menghampiri para ayah dan ibu yang tiba-tiba muncul dan memarahi James.

"Oh yaa ini urusan anak kalian jika belum main kekerasan tapi, salah satu anak kalian berani melempar tinjunya, jika tidak di halangi maka kalian yang aku habisin menggantikan anak-anak kalian."

Semua diam takut membeku di tempatnya termasuk anak-anak yang sejak tadi sudah takut melihat James sekarang semakin takut.

Anisa tersenyum mengejek anak-anak Oceanus lain yang tadinya mengatainya anak haram dan lihat siapa yang paling berkuasa, Jemes lah jawabannya.

Semuanya menunduk melihat Anisa sekarang tapi, asik menang Anisa tak sengaja melihat anak pemulung itu berjalan menjauh.

Anisa berjalan kearah yang sama dengan anak laki-laki biru pergi dan saat mendekat James menghentikan langkahnya.

"Sebentar ayah." Melepas tuntunan tangannya. Anisa mendekat dan memberikan saputangan yang ia tempelin stiker bunga di tepi salah satu sudut sapu tangan.

"Apa ini?"

Bingung karena anak perempuan ini tiba-tiba memberikannya barang milik nya.

"Aku minta maaf kau jadi kena, tadinya aku mau mengajakmu bicara tapi, kau lari dan kau ikut campur karena melindungiku. Aku tidak membawa uang untukku berobat tapi, pakai saja sapu tanganku untuk mengompres memarmu ya, aku harus pergi terimakasih banyak. "

Terdiam memandangi Anisa yang berjalan menjauh. James melirik anak laki-laki itu dan kembali memandangi Anisa yang berjalan bersamanya.

"Kamu mendekatinya, kau butuh teman?"

"Tidak aku mengejarnya aku penasaran dan dia tampan, ayah juga kenapa ikut campur aku bisa menanganinya sendiri tadi. "

James menghentikan langkahnya membawa Anisa masuk dalam mini market dan memilih jajanan juga eskrim untuknya dan Anisa.

"Kau bilang malas bicara denganku, kau bilang banyak pikiran, kerjaanmu hanya makan tidur dan membuat onar." James memakan eskrim sambil melihat anak kecil yang duduk didepannya mencoba membuka bungkus eskrim tanpa minta bantuan dan akhirnya bisa.

"Aku juga lelah walau hanya makan tidur dan membuat masalah. "

Hah...

"Kali ini kau harus di didik baik Anisa. "

Berhenti memakan eskrim ya dan menatap ayahnya sengit.

"Ayah lakukan saja apa mau ayah, aku lakukan apa yang aku mau."

"Kau pintar menjawab ya..."

"Aku anak ayah jelas aku pintar menjawab. "

James membantu membuat Anisa mudah memakan eskrim ya dan membantu membuka jajan yang sejak tadi di lihat saja.

Setelah memakan eskrim nya Anisa melanjutkan memakan jajannya yang lain.

"Aku kira orang kaya tak akan suka jajan di tempat seperti ini, ayah dan keluarga ayahkan orang kaya sekali. "

"Tidak perlu tempat nyaman hanya untuk memakan camilan, aku bisa makan di manapun termasuk di hutan. "

Berhenti memakan kripiknya menatap ayahnya kaget.

"Sudahlah makan saja. "

Selama makan dan menghabiskan beberapa jajanan, Anisa menatap ayahnya yang masih memandanginya.

"Ayah tahu tidak kejadian kemarin saat kita jalan-jalan di dekat danau. "

"Hem?"

"Orang yang menusuk dirinya sendiri itu bilang, Kau anak itu ya, wajahnya mirip sekali dengan ibunya... Apa maksudnya ayah, orang itu tahu ibu ku?"

Anisa kembali makan jajannya dengan santai tanpa memperdulikan wajah James yang terlihat serius bahkan ia sampai menghancurkan corn eskrim yang tinggal sedikit di tangannya.

"Ayah harus cuci tangan sebentar tunggu disini jangan kemana-mana !"

Mengangguk paham dengan ucapan ayahnya yang melihat ayahnya pergi ke sisi luar mini market.

Menelpon Silva yang ternyata masih di kantor.

"Tuan. "

"Kau tahu, Ace purple tahu kematian Rosa?"

"Tidak Tuan, merek hanya melakukannya karena suruhan. "

"Anisa baru saja mengatakan kalo orang kemarin yang hampir membunuhnya bilang dirinya sangat mirip dengan Rosa."

Silva terdiam.

"Aku akan melakukan penyelidikan setelah pertemuan ini Tuan."

"Yaa Lakukan secepat mungkin."

Setelah selesai menelpon James mendatangi Anisa lagi yang membereskan bungkus kosong dan membuangnya di tempat sampah.

Anisa melihat James membereskan makanan yang masih ada.

"Kita pulang sekarang." Ajak James mengulurkan tangannya.

Anisa mengambil tangan James, lebih dulu berjalan bersama bergandengan.

Pemandangan ini tidak lebih dari harapan seorang ibu untuk melihat putranya bahagia. Tanpa ada halangan dan penderitaan yang berarti tapi, semua itu hanyalah harapan saja karena putra kurang ajarnya dengan sengaja mengadopsi anak dari tempat penampungan yang tidak jelas.

Di tambah kasus keluarga Australis yang membuat James sendiri harus ikut campur.

"Nyonya?" Panggilan asistennya yang menyerahkan tablet untuknya baca.

Didalam mobilnya Stella sejak tadi memperhatikan mereka dan juga sikap mereka berdua yang sangat dekat dan akur. Stella juga melihat sisi anaknya yang dulu di rasakan saat James kecil tapi, saat dewasa ia tak perduli pada sekitarnya bahkan sikapnya dingin tiba-tiba.

Mengalihkan pikirannya dengan melihat tablet di tangannya.

"Ohya... Begitulah ?" Menatap asistennya.

"Freya... Informasi apa ini?"

Asistennya bernama Freya mengangguk menyakinkan.

"Ini barusan terjadi dan saham mereka langsung menurun karena ulah anak-anaknya. "

"Biarkan saja mereka sudah lama tak miskin, cucuku ternyata hebat membuat mereka miskin dalam sekejap. "

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!