Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKU
Bulan bersinar dengan begitu terang malam ini, bintang tersenyum geli melihat tingkah mahluk bumi yang penuh sandiwara
Banyak yang tersenyum walau lara menyiksa, tapi tak sedikit rela lara untuk dia yang dicintai
Malam kian larut, dingin semakin menusuk, sepi belum hilang, lara terus mendera. Bahkan tak sekali pun dirasa suka datang hanya lara yang terus hadir, dalam hidup yang sepi tak sekali pun merasa spesial atau dispesialkan
Mata yang sudah berkaca sejak tadi, tarikan nyawa yang berat menggambarkan betapa rapuhnya hati itu saat ini
Hidup terasa terus tak adil
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Kai tiba-tiba datang dan memeluk pinggang Krystal
"Tak ada," jawab Krystal berbohong
"Tak mungkin! Ada apa?" tanya Kai lagi
"Sungguh tak ada," kata Krystal, lalu masuk dan memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di ranjang
Kai menyusul dan ikut membaringkan tubuhnya di samping Krystal yang memunggunginya.
***
Beberapa jam yang lalu
"Tuan aku menunggu mu di rumah sakit, jangan lupa! Kau bilang akan menemaniku," isi pesan Krystal untuk Kai
"Maaf Krys ada yang harus aku kerjakan, aku tak bisa menemanimu," balas Kai
"Baik lah mau bagaimana lagi," balas Krystal merasa kecewa
Krystal pun langsung masuk ke ruangan Dokter dan memeriksakan kandungannya
Setelah selesai Krystal memutuskan untuk ke kantor Kai
Berniat mengajak pria itu makan siang bersama
Semua orang yang mengenal Krystal tersenyum sambil menyapa istri dari bos mereka itu
Krystal masuk ke ruangan Kai tanpa mengetuk pintu, sengaja.. Krystal mau mengejutkan pria itu
atapi malang tak terelakkan, Krystal malah menyaksikan pria yang besatus suaminya itu tengah bergelut dengan wanita lain di atas sofa
Krystal pun memutuskan untuk pergi dari sana tanpa suara sedikit pun
Karena penasaran Krystal bertanya pada sekertaris Kai mengenai jadwal pria itu hari ini dan pada akhirnya Krystal tau bahwa pria itu membohonginya
Hari ini dia tak punya pekerjaan apa pun dan artinya pria itu berbohong untuk bersama wanita itu
Krystal meninggalkan kantor itu dengan perasaan sedih dan terluka, entah lah tak bisa didefinisikan rasanya, ingin marah dan memukul wajah pria itu sekuatnya
Tapi sekali lagi kenyataan bahwa pernikahan mereka hanya sebuah perjanjian kembali menampar Krystal, bahwa dia tak berhak sedikit pun atas pria itu benar-benar membuat Krystal merasa terpukul dan sedih
Entah karena pria itu yang tak bisa menemaninya, atau karena melihat pria itu bersama wanita lain, atau mungkin keduanya.
***
Kai terus memandang punggung itu, karena Krystal berbaring dengan membelakanginya sedari tadi
Memang tak ada suara tapi getaran di punggung wanita itu cukup menjelaskan bahwa ibu hamil itu tengah menangis tersedu.
Kai tak berani mengatakan apa pun hanya diam sambil terus mengamati apa yang dilakukan wanita itu, sedangkan Krystal berusaha keras meredam tangisnya, dia benar-benar tak dapat mengontrol emosinya
Karena melihat tangis Krystal yang kian jadi, Kai menarik Krystal untuk lebih dekat dengannya, lalu merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya
"Ada apa?" bisik Kai
"Aku hanya lelah," jawab Krystal dan menjauhkan dirinya dari Kai
"Kenapa kau menangis?" tanya Kai, namun tak mendapat jawaban
"He, Krys.. ada apa sayang? Kenapa menangis?" tanya Kai lagi
"Tak ada, aku hanya butuh sendirian," kata Krystal beranjak dari ranjang itu
Dengan langkah cepat keluar dari kamar
Kai yang masih terpaku bingung pada sikap ibu hamil itu malam ini
Kai menghela nafas melihat Krystal yang berbaring di sofa sambil meringkuk dan tanpa bicara Kai langsung menggendong tubuh itu
"Turun kan aku!" kata Krystal saat tubuhnya melayang karena digendong oleh Kai
"Aku yang akan tidur di sofa dan kau tidur lah di atas ranjang," kata Kai dengan tatapan bingung
Krystal hanya diam, Kai membantu merapikan selimut Krystal
"Bicara saat kau tenang dan mau bicara denganku," kata Kai lalu mengecup kening Krystal dan perlahan pergi dari kamar itu membiarkan Krystal sendiri
Setelah pagi tiba, Kai terkejut karena tak menemukan Krystal di rumah
"Entah pergi kemana ibu hamil itu sepagi ini," Kai merutuk sambil berjalan kesana kamari dengan perasaan khawatir di dalam hatinya.
Kai mencari Krystal di seluruh ruangan, lalu menemukan ibu hamil itu tergeletak di halaman belakang
Dengan panik Kai menggendong tubuh wanita itu dan segera membawa Krystal ke rumah sakit
Saat tiba di rumah sakit Krystal langsung ditangani oleh dokter, sedangkan Kai menunggu di luar dengan perasaan tak menentu.
Cukup lama menunggu hingga akhirnya Dokter keluar dari ruangan itu
"Bagaimana,Dok?" tanya Kai
"Anda suaminya?" tanya dokter
"Iya," jawab Kai "Untungnya tak ada hal yang serius, istri anda hanya demam dan takanan darahnya sangat rendah. Tak masalah jika saja istri anda sedang tidak mengandung, tapi masalahnya istri anda sedang mengandung sekarang," jelas dokter
"Jadi kita harus melakukan penangan ekstra karena bisa berdampak pada janinnya," sambung dokter
Berlahan Krystal membuka matanya, bau obat langsung menyengat ke indra penciumannya matanya menyelisik seluruh sudut ruangan lalu menemukan Kai yang tengah duduk sambil memainkan HP-nya
"Tuan," panggil Krystal dengan nada yang begitu lirih
"Kau sudah bangun?" tanya Kai sambil mendekat
"Aku haus," kata Krystal
"Ini minum," kata Kai sambil membantu Krystal untuk minum
"Apa yang terjadi padaku?" tanya Krystal
"Bukan hal yang buruk sayang, kau demam dan tekanan darahmu sangat rendah," jelas Kai sambil mengelus rambut Krystal
reader wajib baca ini.