Candy Jovanka adalah seorang gadis cantik dan polos yang sedikit bodoh dari keluarga kaya. Ketika dia berusia 18 tahun, ke dua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil.
Candy yang baru saja lulus sekolah harus menanggung hutang yang di miliki oleh perusahaan keluarganya yang tiba-tiba bangkrut.
Tidak dapat menanggung beban hutang yang terlalu banyak, kedua bibi dan Pamannya berakhir menjual gadis itu pada seorang Vampire Bangsawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Monster, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09 Kilas Balik Masa Lalu
Bulan bersinar indah diatas langit yang gelap. Cahaya sinarnya yang cemerlang tampak seperti sebuah penerang bagi setiap orang yang merasa tersesat.
Sepasang mata indah berwarna perak terlihat tengah menatap bulan di langit gelap itu seolah dia telah menemukan arah hidupnya. Dengan senyuman menggantung di sudut bibir merahnya, sosok tampan itu menggeleng pelan sebelum mengalihakan padangannya.
"Edward, apa yang kau pikirkan?" Mata berwarna perak Edward mengerjap menatap sosok cantik disisinya yang bersuara. Dia melihat kearah gadis itu tampak seolah sedang melihat cahaya bulan di langit.
"Aku memikirkanmu.."
"Berhenti membual..." gadis itu tersipu malu seraya mencubit lengan tangan Edward kecil "Aku selalu penasaran, kenapa kau menyukaiku pada akhirnya? Bukankah kau mengatakan tidak ingin berhubungan dengan manusia?"
Mendengarkan pertanyaan gadis itu, Edward terdiam sejenak untuk memikirkan jawabannya. Dia menatap kedua mata berwarna biru safir wanita itu sebelum menjelaskan "Karena aku jatuh cinta pada kedua mata indahmu yang tampak seperti cahaya bulan. Itu indah dan seolah memberiku arah agar aku tidak tersesat.. Tina, aku mencintamu!"
Pikiran Edward tersadar pada masa kini ketika dia melihat sosok wanita yang begitu dia cintai itu. Melihat keheningan yang cukup lama diantara mereka setelah pergi dari ruang tamu, Edward tanpa sadar terus mengingat kenangan lama yang begitu indah dan menyiksanya secara bersamaan.
Sosok tampan Edward menatap Austina dengan rasa bersalah dan juga kehilangan. Dia tidak bisa untuk tidak membenci keputusan Austina dan juga dirinya.
Jika bisa Edward ingin kembali kemasa lalu, dimana dia pertama kali bertemu dengan Austina. Dia akan mendorong gadis itu untuk menjauh, dan Edward juga akan berusaha menjauhinya.
"Aku melakukan ini agar kita bisa selalu bersama! Bukankah kau mencintaiku? Lalu tidakkah kau ingin hidup bersama denganku selamanya?"
Raut wajah Edward menghitam, dia menatap sosok Cantik Austina yang kini tengah menjadi Vampire dengan Mata berwarna Merah darah. Hatinya sakit dan terluka.
"Aku mencintamu, sangat mencintaimu! Maka dari itu aku tidak pernah ingin kau menjadi Monster sepertiku!" Suara Edward parau ketika setetes air mata jatuh dari kelopak matanya
"Kau bukan Monster, kau adalah Edward, kekasihku yang baik dan bahkan tidak pernah melukai manusia tanpa alasan. Edward, kami akan memikirkan hal itu nanti bersama. Bukankah sekarang setidaknya kita dapat bersama selamanya? Dimasa depan mari kita cari serum bersama dan kembali menjadi manusia.."
"Austina!!!" Suara Edward bergetar, dia menundukkan kepalanya dengar rasa sakit di hatinya.
Mungkin apa yang diucapkan oleh Austina tidak salah, tapi untuk mencari serum itu bukanlah hal yang mudah. Butuh ratusan, tidak! Mungkin Ribuan tahun lamanya. Dan selama waktu itu Austina harus hidup seperti dia.
"Apa kau masih membenciku?" Suara Austina terdengar lirih ketika dia melihat sosok Edward yang terdiam tanpa sepatah katapun.
Edward kembali tersadar oleh kenyataan ketika dia mendengarkan pertanyaan itu. Melihat sosok Austina lagi setelah ribuan tahun, dia tidak bisa untuk tidak mengingat kembali pada kenangan mereka.
"Aku tidak pernah membencimu!" Edward menjawab lirih dengan suara yang sedikit serak.
Itu benar!
Dari awal hingga sekarang Edward tidak pernah membenci Austina! Dia hanya membenci dirinya sendiri dan merasa bersalah setiap kali meliha sosok cantiknya.
"Kau menyalahkan dirimu lagi.." Austina menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangannya "Itu keputusanku untuk berubah menjadi Vampire, Edward berhentilah merasa bersalah... Yang aku inginkan hanya- Kembali seperti dimasa lalu..."
"Itu tidak mungkin!"
"Kenapa?" Austina bertanya ketika Mata berwarna biru safir miliknya mulai berembun "Bukankah kau tidak membenciku? Kau masih menyukaiku bukan? Atau kau menyukai gadis itu?"
"Tina..." Edward menggeleng pelan "Hubungan kami berakhir ribuan tahun yang lalu. Walaupun aku tidak membencimu, Itu sangat sulit untukku kembali padamu, dan gadis itu tidak ada hubungannya dengan kita!"
"Kau yakin gadis itu tidak ada hubungannya dengan kita?" Nada suara Austina terdengar dingin ketika dia menatap kearah Edward dengan pandangan tajam "Gadis itu akan berakhir sama sepertiku, kau tahu itu dengan pasti. Jadi berhenti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin!"
Edward terdiam, dia hanya diam dan menatap pada Austina tanpa mengatakan apapun.
Dia tahu benar bahwa apa yang diucapkan oleh gadis di hadapannya itu adalah kebenaran.
Edward tidak pernah mengharapkan apapun dari Candy! Sejak awal dia telah menutup hatinya untuk Candy dan tidak akan pernah membukanya.
Keberadaan Candy hanya sebagai makanan dan juga sosok yang harus di lindunginya untuk hutang budi yang dia miliki. Tidak peduli bahkan jika gadis itu akan merasa kesepian dan sakit hati karena rasa cintanya yang tidak terbalas, Edward sudah membulatkan tekadnya untuk tidak lagi membuat keputusan yang salah.
"Kau tidak perlu memperingatkanku! Aku tahu apa yang kulakukan! Jika kau tidak memiliki keperluan lain, bisakah kau pergi dan tidak muncul lagi di hadapanku?!"
Raut wajah Austina gelap seketika. Dia mendengus kesal dan menghentakkan kakinya di lantai "Kuharap kau benar-benar tidak akan tergoda dan bodoh seperti di masa lalu. Aku akan kembali berkunjung!"
Alis indah Edward berkedut ketika dia mendengarkan ucapan yang di katakan oleh Austina sebelum pergi.
Dia menghela nafas panjang dan menyandarkan bahunya yang terasa lelah sebelum kembali mengingat beberapa kenangan lama.
Ribuan tahun setelah terbangun dari tidur panjangnya. Edward berkeliling untuk menjelajahi Dunia dan melihat banyak perubahan. Dia bertemu dengan Jane dan menyelamatkan hidupnya.
Namun, semua hal yang dia lakukan dan apa yang dia lihat tampak tidak menggerakkan apapun di hatinya. Dia tetap merasa kosong dan jauh lebih kesepian ketika bersama dengan Austina.
Tidak bisa di pungkiri, Edward sedikit merindukan sosok Austina dimasa lalunya.
Dia merindukan gadis ceria itu!
Tapi segalanya telah berubah, sosok manusia yang dia Cintai tidak ada lagi!
Jika bukan karena James begitu lancang dan membantu Austina untuk menjadi Vampire, Edward yakin sosok yang dia cintai akan tetap menjadi manusia.
Tapi tidak peduli bagaimana dia ingin membunuh James dan membenci dirinya karena telah membuat Austina berubah, tidak akan ada hal yang menjadi lebih baik. Semua hal itu hanya akan menjadi lebih buruk.
Edward berkeliaran tanpa arah, dia berjalan dengan mengenakan tudung hitamnya mengelilingi sebuah taman yang tampak sunyi dan hening.
Sosok tampannya di balik tudung itu memberikan kesan misterius dan tidak dapat dilihat secara jelas kecuali mata berwarna peraknya yang masih sama indah dan tajam.
Menatap sekeliling taman itu, mata berwarna perak Edward berkedip dengan bosan ketika dia melihat sosok gadis kecil berusia 5 tahun tengah bermain dengan sebuah pasir.
Angin menderu lirih menerbangkan jubah hitam Edward ketika sosoknya hanya berdiri diam dan menatap gadis mungil itu seolah tersihir.
Dengan wajah bulat tampak lucu, gadis itu tersenyum dan bermain seorang diri. Merasakan hembusan angin dingin, sosok kecil itu memegang rambut kepalanya agar tidak berantakan.
Ketika angin yang berhembus berlalu, gadis kecil itu berkedip dan mengalihkan pandangannya.
Mata berwarna Amber itu bertemu dengan Mata berwarna Perak.
Hati Edward berdenyut tidak wajar, tubuhnya menegang mendapatkan tatapan dari gadis kecil dihadapannya.
Dengan langkah kaki kecilnya, gadis itu melangkah maju untuk mengapai sosok Edward seraya terus menatap dengan mata indahnya yang bersinar.
Jantung Edward yang tidak berfungi seolah berdetak tidak wajar ketika sosok kecil itu kian mendekatinya.
"Kakak apakah kau ingin bermain bersama?" Suaranya kecil dan indah bergema di kesunyian
"Kenapa?" Edward bergumam pelan tanpa ia sadari
"Kau tampak kesepian berdiri di sini! Kemarilah dan bermain agar tidak lagi kesepian!"
Wajah dingin Edward mencair ketika sudut bibirnya menampakkan sedikit senyuman. Dia melihat gadis kecil yang hanya setinggi kakinya dengan rasa hangat di hatinya.
Mata berwarna perak miliknya kembali bertemu dengan mata berwarna Amber itu.
Edward tidak bisa untuk tidak tersihir.
Dia merasa seolah melihat Cahaya bulan disana, sebuah cahaya yang akan menuntunmu agar tidak tersesat..
"Tergoda dan Bodoh kah?" Edward bergumam dengan mata tertutup ketika ingatan dari 13 tahun yang lalu terbesit di benaknya "Kau memang bodoh Edward!"
sungguh mantap sekali ❤️❤️
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘