NovelToon NovelToon
Dendam Gadis Teraniaya

Dendam Gadis Teraniaya

Status: tamat
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Pa'tam

Apa salah dirinya? Dia sendiri pun tidak tau. Tetapi dia dibully dan dianiaya hampir setiap hari. Itulah yang terjadi pada seorang gadis yang bernama Mentari.
Dia melapor kepada kepala sekolah, tapi hanya makian dan penganiayaan yang ia dapatkan. Bahkan ia sampai dikeluarkan dari sekolah.
Dalam keputusasaan ia mencoba membunuh diri. Tapi ia urungkan, karena itu percuma saja. Kemudian ia bertekad untuk membalas semua yang mereka lakukan kepadanya.
"Aku akan kembali untuk membalas kalian satu persatu, aku bersumpah akan kubuat kalian menderita," gumam Mentari.
Bagaimanakah cara Mentari membalaskan dendamnya? Penasaran? Ikuti yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengobati

.

.

.

Mentari duduk di sofa bersebelahan dengan Ferdinan. Marshanda begitu senang melihat raut wajah putranya yang terlihat bahagia, tidak seperti sebelumnya.

"Apakah dia gadis yang kamu ceritakan, Nak?" tanya Marshanda.

"Iya Ma," jawab Ferdinan sambil tersenyum.

"Wajahmu sangat mirip dengan seseorang," ucap Ferdy.

Mentari menatap wajah Ferdy, kemudian beralih ke Marshanda.

"Siapa Om?" tanya Mentari.

"Wajahmu seperti gabungan Julian dengan Widya," ucap Ferdy.

Deg ....

Jantung Mentari berdegup kencang saat nama orang tua mereka disebut.

"Om kenal mereka?" tanya Mentari.

"Tentu, karena mereka sahabat Om sejak sekolah dulu," jawab Ferdy.

Seketika Mentari menangis, Ferdinan seketika panik dan langsung memeluk Mentari. Marshanda pun menjadi heran Ferdy juga tidak kalah heran.

"Ada apa?" tanya Ferdinan.

"Mereka orang tuaku," ucap Mentari sesegukan. Sudah lama dia tidak pernah menangis. Terakhir Mentari menangis 5 tahun lalu sebelum ia pergi ke luar negeri.

Marshanda dan Ferdy saling pandang, seolah meminta penjelasan dari Mentari.

"Jadi kamu putri Widya?" tanya Marshanda.

"Iya, orang tuaku sudah meninggal dalam kecelakaan tunggal beberapa tahun lalu. Saat itu aku masih SMP," jawab Mentari.

Marshanda mendekat dan mengambil alih Mentari dari pelukan Ferdinan. Marshanda pun memeluk Putri sahabatnya itu.

"Sabar ya, anggap kami orang tuamu," ucap Marshanda.

"Setelah orang tuaku kecelakaan, semua harta kami dirampas. katanya Papa punya banyak hutang. Aku belum mengerti ketika itu, kupikir semua itu benar kalau Papa punya hutang. Sehingga harta kami disita," ucap Mentari.

"Aneh, padahal Julian tidak pernah berhutang," kata Ferdy.

"Om, tapi aku merasa kematian Papa dan Mamaku tidak wajar. Sepertinya mereka sengaja dibunuh," ucap Mentari.

"Seperti Om, ada seseorang yang ingin membunuh Om. Apa mungkin pelakunya adalah orang yang sama?" tanya Ferdy.

"Maksud Om?" tanya Mentari.

"Om curiga, orang yang mencelakai Om adalah orang yang sama dengan orang yang membunuh orang tuamu," jawab Ferdy.

"Siapa Om?" tanya Mentari lagi.

"Satrio Kuncoro," jawab Ferdy.

Seketika Mentari teringat kalau Papanya pernah berdebat dengan seseorang, dan Papanya menyebut nama orang itu adalah Satrio Kuncoro. Setelah perdebatan itu Papa dan Mamanya mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat.

"Aku akan mencari tahu masalah ini," batin Mentari.

"Om, boleh aku melihat kaki Om?" tanya Mentari. Ferdy mengangguk.

Mentari memegang jari kaki Ferdy dan betisnya juga.

"Apa yang Om rasakan?" tanya Mentari.

"Tidak terasa apa-apa!" jawab Ferdy.

"Maaf Tante, bisakah celana panjang Om Ferdy diganti dengan celana pendek?" tanya Mentari.

"Bisa, sebentar ya, Tante ganti dulu," jawab Marshanda.

"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Ferdinan.

"Tenang, aku hanya ingin menolong Papamu," jawab Mentari.

Setelah mengganti celana suaminya, Marshanda kembali keruang tamu. Ia penasaran dengan apa yang ingin dilakukan oleh Mentari.

"Maaf ya Om kalau aku lancang," ucap Mentari.

"Gak apa-apa," jawab Ferdy.

Mentari mulai memeriksa kaki Ferdy, kemudian Mentari mengeluarkan kotak jarum dari dalam tasnya yang selalu ia bawa.

Mentari menancapkan beberapa buah jarum tersebut ke titik-titik tertentu dikaki Ferdy.

"Darimana kamu belajar ilmu kedokteran kuno ini, Nak?" tanya Ferdy.

"Di negara China Om," jawab Mentari.

"Jangan bergerak ya Om," kata Mentari lagi.

Marshanda dan Ferdinan hanya memperhatikan saja. Mereka memang pernah mendengar cara pengobatan akupunktur, tapi baru kali ini mereka melihat secara langsung. Setelah satu jam, Mentari pun mencabut jarum tersebut.

"Om harus istirahat dulu," ucap Mentari.

Ferdinan membawa Papanya kedalam kamar untuk beristirahat. Marshanda pun mengikutinya.

Perlahan Ferdinan mengangkat tubuh Papanya dan membaringkannya diatas ranjang. Marshanda dengan telaten menyelimuti tubuh suaminya. Dan duduk disamping suaminya.

Kemudian Ferdinan pun keluar dari kamar kedua orang tuanya. Ia kembali menghampiri Mentari.

"Kamu yakin Papaku bisa sembuh? Soalnya dokter mengatakan kalau Papa akan lumpuh permanen," tanya Ferdinan.

"Tidak ada salahnya kita berusaha. Soal sembuh atau tidaknya, kita serahkan kepada Tuhan," jawab Mentari. Ferdinan pun mengangguk membenarkan perkataan Mentari.

Tidak berapa lama Marshanda juga keluar dari kamar. Ia sangat berharap suaminya akan bisa sembuh seperti sedia kala.

Marshanda langsung memeluk Mentari. Mentari hanya membiarkan saja hal itu. Mentari tau kalau hati wanita paruh baya itu juga hancur.

"Tante harap suami Tante bisa sembuh," ucap Marshanda setelah meleraikan pelukannya.

Mentari mengangguk, "kita sudah berusaha Tuhan lah yang menentukan."

"Bagaimana Papa, Ma?" tanya Ferdinan.

"Sekarang Papamu tidur, padahal selama ini sulit sekali untuk dia tidur pada waktu begini," jawab Marshanda.

"Syukurlah kalau Om tertidur. Jadi bisa istirahat dengan tenang untuk beberapa jam," ucap Mentari.

"Kamu menginap disini ya, Nak," kata Marshanda.

Mentari menoleh kearah Ferdinan. Dan Ferdinan pun mengangguk. Seolah mengerti kalau Mentari meminta persetujuan, padahal tidak.

"Baiklah Tante," jawab Mentari akhirnya.

"Mulai sekarang jangan panggil Tante, anggap saja kami pengganti kedua orang tuamu," ucap Marshanda.

"Terimakasih Ma," ucap Mentari.

Ferdinan tersenyum, sementara Marshanda begitu bahagia. Sejak dulu ia menginginkan anak perempuan, tapi Tuhan tidak memberinya.

Namun mereka juga bersyukur masih diberi keturunan. Anak tunggal, yaitu Ferdinan.

"Sekarang kamu istirahat dulu, mari aku antar kekamar tamu," kata Ferdinan.

Mentari pun mengikuti Ferdinan kekamar tamu. Kamarnya juga besar dan berada di lantai bawah.

"Mentari!" panggil Ferdinan. Dan Mentari pun menoleh. Ferdinan langsung memeluk tubuh Mentari.

"Terimakasih," ucap Ferdinan.

"Untuk?" tanya Mentari.

"Karena sudah kembali, selama ini hidupku terasa hampa. Apalagi setelah kepergianmu yang tanpa kabar berita," jawab Ferdinan.

"Maafkan aku karena pergi tanpa pamit, aku benar-benar terpuruk waktu itu. Yang aku pikirkan aku harus pergi dari negara ini dan kembali untuk membalas semua perlakuan mereka terhadapku," ucap Mentari.

"Apa kamu ingin membunuh mereka?" tanya Ferdinan. Mentari menggeleng.

"Cukup dengan membuat mereka menderita. Biar mereka merasakan apa yang aku rasakan," ucap Mentari.

"Dan juga, aku tidak ingin menjadi pembunuh. Tapi aku akan pastikan mereka akan mati secara perlahan," ucap Mentari lagi.

Ferdinan menatap Mentari dalam. Gadis yang dulunya lembut sekarang berubah seperti seekor singa yang sedang marah.

"Kenapa?" tanya Mentari saat Ferdinan menatapnya.

"Keadaan bisa merubah seseorang," jawab Ferdinan. Mentari tersenyum.

"Jangan salahkan aku bila aku berubah menjadi kejam," kata Mentari. Ferdinan mengangguk.

"Apa kamu tidak takut kalau aku berubah menjadi kejam?" tanya Mentari.

"Tidak, malah aku akan mendukungnya," jawab Ferdinan.

"Tapi aku ingin menyelesaikan sendiri. Dan target pertamaku adalah, Kepala sekolah kita dulu," kata Mentari.

Ferdinan tersenyum lalu mengangguk, "lakukan saja."

Ferdinan kembali memeluk Mentari. Ia seperti tidak rela kalau Mentari pergi lagi dan menjauh darinya.

"Jadilah penerang hidupku yang kegelapan ini," ucap Ferdinan.

"Kamu yakin?" tanya Mentari.

"Maksudmu?" tanya Ferdinan balik.

"Kamu yakin akan memilih ku?" tanya Mentari lagi.

"Tidak ada keraguan dalam diriku, kamu adalah orang yang tepat," jawab Ferdinan.

.

Pembacanya masih sedikit. Tapi ceritanya tetap akan aku lanjutkan. Dukung ya, terimakasih.

.

.

.

1
Atze Atze
kok cepet.. udah tamat saja..jenny belum melahirkan Thor..
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Atze Atze
keren.. mentari.. pengen gue kaya mentari...kuat..tegas pinter dan kejam
Atze Atze
mantap... mentari... coba didunia nyata semua wanita seperti mentari...kan keren 👍
Atze Atze
di dunia nyata banyak anak artis dan pejabat sekolah di luar negeri... kelakuan nya hampir sama... ngeri
Atze Atze
aku suka mentari.. cewek kuat tegas berani..dan kejam... keren mentari 👍👍👍👍👍
Atze Atze
Thor karyamu bagus-bagus... semangat ya ..aku suka karyamu thor💪💪
Priskha
semangat kakak author utk karya2 selanjutnya
kutunggu....
Pa'tam: Terima kasih
total 1 replies
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰 thanks buat kisahnya 🙏 berani ga Thor bikin cerita yg sad ending 🤗yg akhirnya membuat reader merasa terjebak dgn situasi ☺️
Pa'tam: Belum pernah bikin yang sad ending. takutnya mengecewakan pembaca nantinya. Kebanyakan pembaca maunya happy ending. jadi ragu mau mencobanya.
total 1 replies
Hariyanti
happy ending 🥰
Hariyanti
psikopat sepertinya 🤔
Hariyanti
mirip anjing ketemu kucing🤔
Hariyanti
akad aja dulu 🤔dari pada ntar khilaf 😬
Hariyanti
bantai saja Santoso seperti Satrio dan keluarganya.ga pake lama
😬
Hariyanti
kali ini siapa ya 🤔
Hariyanti
orang yang membalas akan nampak lebih kejam😬 padahal dia korban
Hariyanti
minta dibantai seperti nyonya parasit 🤔
Hariyanti
satu musuh sdh game over😬
Hariyanti
harus siaga satu sepertinya 🤔
Hariyanti
killing them softly.....ini mah 😬
Hariyanti
wanita super gatal😤🤮🤮🤮🤮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!