NovelToon NovelToon
Sistem Ekstraksi Surgawi

Sistem Ekstraksi Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
​Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
​Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
​[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
​Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Kehancuran Sang Tetua

​"Mati kau, Bocah Sombong!"

​Raungan Tetua Ku menggelegar, menggetarkan debu-debu kuno di langit-langit Istana Pewarisan. Lelaki tua itu melesat ke depan dengan kecepatan yang tak masuk akal bagi tubuh rentanya.

​Tongkat abu-abu di tangannya berubah menjadi bayangan ular kobra raksasa, memancarkan racun Qi dan niat membunuh yang pekat. Ini adalah serangan kekuatan penuh dari seorang kultivator Puncak Lapis Kesembilan Alam Pondasi Spiritual!

​WUUUSSSHH!

​Bayangan ular raksasa itu menganga, siap menelan Ye Xuan hidup-hidup. Angin beracun dari serangan itu bahkan membuat batu pualam hitam di lantai istana mendesis dan meleleh.

​Di hadapan tekanan yang bisa menghancurkan gunung kecil itu, ekspresi Ye Xuan tetap sedatar air danau yang membeku. Ia tidak mundur, melainkan mengambil satu langkah kokoh ke depan.

​Tubuh Tirani Tulang Emas miliknya meledak dengan cahaya perunggu-keemasan yang menyilaukan. Di saat yang sama, Niat Pedang Kehancuran berwarna hitam pekat mengalir deras menyelimuti Pedang Embun Beku di tangannya.

​"Tebasan Tunggal."

​Ye Xuan mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas dalam satu gerakan sederhana tanpa teknik rumit. Namun, ayunan itu mengandung hukum kehancuran mutlak.

​BZZZZZT! CRAT!

​Bilah energi pedang hitam-es melesat vertikal, bertabrakan langsung dengan bayangan ular kobra raksasa milik Tetua Ku.

​Suara robekan kain yang keras bergema. Bayangan ular mematikan itu terbelah menjadi dua bagian sempurna seolah hanya terbuat dari kertas basah! Sisa Niat Kehancuran terus melesat maju, menghantam langsung ke arah dada Tetua Ku.

​"A-Apa?!"

​Mata Tetua Ku nyaris melompat keluar. Ia buru-buru menyilangkan tongkatnya di depan dada untuk menangkis.

​BOOOOM!

​Ledakan energi menyapu aula istana. Tetua Ku terlempar mundur belasan meter, kakinya menggores lantai pualam hingga meninggalkan dua parit dalam. Saat ia akhirnya berhenti, ia memuntahkan seteguk darah hitam.

​KRAK... PRANG!

​Tongkat abu-abu di tangannya—senjata spiritual tingkat menengah—tiba-tiba retak dan hancur menjadi serpihan debu.

​Keheningan seketika turun. Tetua Ku menatap tangannya yang bergetar hebat dan berlumuran darah dengan ekspresi horor yang tak terlukiskan.

​"Tidak mungkin... Mustahil!" Suara Tetua Ku bergetar, kewarasannya mulai hancur. "Kau baru di Lapis Kelima! Bagaimana Qi milikmu bisa lebih padat dari milikku?! Dan tubuh fisik macam apa itu?!"

​Ye Xuan perlahan menurunkan pedangnya. Cahaya keemasan meredup ke dalam pori-porinya, tidak meninggalkan segores luka pun. Bahkan racun mematikan dari serangan tadi langsung dinetralkan oleh Resistensi Racun miliknya.

​"Fondasi kultivasimu ibarat menumpuk pasir menjadi gunung. Terlihat besar, tapi akan runtuh hanya dengan satu hembusan angin," ucap Ye Xuan dingin. Danau Spiritual miliknya yang diperluas oleh Akar Spiritual Melahap Surga memiliki kualitas Qi sepuluh kali lipat lebih murni dari kultivator biasa.

​"Jika ini batas kemampuan anjing tua dari Sekte Pedang Berkabut, maka waktumu sudah habis."

​Menyadari ia benar-benar akan mati di tangan mantan "sampah" sekte ini, rasa takut di hati Tetua Ku berubah menjadi kegilaan absolut.

​"Kau pikir kau sudah menang, Ye Xuan?! Aku membakar masa depanku bukan untuk mati konyol di sini!"

​Tetua Ku menggigit ujung lidahnya dan memukul dadanya sendiri. Tiga tetes darah esensi berwarna keemasan redup melayang keluar dari mulutnya. Kulit lelaki tua itu seketika berkerut parah, rambut abu-abunya rontok. Ia mengorbankan seluruh sisa vitalitas nyawanya!

​"Seni Terlarang Pengorbanan Darah: Pemakan Jiwa Neraka!"

​Tiga tetes darah esensi itu meledak, bercampur dengan seluruh Qi di tubuhnya, membentuk sebuah tengkorak darah raksasa setinggi lima meter yang memancarkan lolongan hantu. Tengkorak itu melesat ke arah Ye Xuan dengan kecepatan kilat, mengunci ruang di sekitarnya sehingga mustahil untuk dihindari.

​"Mati kau bersamaku!" raung Tetua Ku histeris.

​Menghadapi serangan bunuh diri tersebut, mata Ye Xuan akhirnya memancarkan sedikit kilau ketertarikan.

​"Baru lumayan."

​Ye Xuan melepaskan gagang pedangnya, membiarkan Pedang Embun Beku melayang melindunginya. Ia mengangkat telapak tangan kanannya. Seluruh Danau Spiritual di Dantiannya berputar gila-gilaan, menyedot energi hingga titik maksimal.

​"Mari kita selesaikan ini. Tangan Penghancur Surga."

​Sebuah cetakan telapak tangan raksasa berwarna emas keunguan terbentuk di udara. Berbeda dengan saat ia melawan Feng Wuhen, kali ini cetakan tangan itu jauh lebih padat, seolah terbuat dari emas murni yang diukir dengan ribuan rune pedang hitam.

​DUAAAR!

​Telapak tangan raksasa itu bertabrakan dengan tengkorak darah. Tidak ada kebuntuan. Telapak tangan Ye Xuan menggenggam tengkorak itu, lalu meremukkannya seperti balon air!

​Jeritan hantu terputus seketika. Hujan darah hitam mengguyur lantai istana.

​"T-Tidaaaak—!"

​Itu adalah kata terakhir Tetua Ku sebelum bayangan Ye Xuan bermanifestasi tepat di hadapannya menggunakan Langkah Bayangan.

​Tangan kanan Ye Xuan melesat menembus sisa-sisa ledakan, langsung mencengkeram wajah lelaki tua yang sudah kehabisan energi itu. Niat membunuh yang dingin merasuk ke dalam tulang sumsum Tetua Ku.

​"Ekstrak."

​[Ding! Menemukan entitas kultivator (Puncak Pondasi Spiritual Lapis Kesembilan - Kritis). Memulai ekstraksi paksa...]

[Menyaring Energi Terlarang... Memurnikan!]

[Ekstraksi berhasil!]

[Memperoleh: 60.000 Poin Qi Murni!]

[Memperoleh: Niat Darah Kuno (Fragmentaris)!]

[Memperoleh: 100 Poin Atribut Pemulihan Spiritual!]

​Tubuh Tetua Ku bergetar hebat sebelum akhirnya layu, mengering, dan berubah menjadi sekam yang rapuh. Ye Xuan melepaskan tangannya, dan tubuh itu hancur menjadi debu abu-abu.

​Cincin spasial milik Tetua Ku melayang dan masuk ke dalam inventaris Sistem.

​[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Alam Pondasi Spiritual Lapis Keenam!]

​Gelombang energi baru meledak di dalam tubuh Ye Xuan, menciptakan angin puyuh yang menyapu debu sisa pertarungan.

​"Lapis Keenam," Ye Xuan memutar lehernya, merasakan kekuatan yang jauh melampaui logika fana menderu di nadinya. "Dengan kekuatanku saat ini, aku berani menantang kultivator Alam Inti Emas (Golden Core) tahap awal secara langsung."

​Namun, sebelum Ye Xuan bisa memeriksa hasil jarahannya, sebuah fenomena mengerikan terjadi.

​Darah hitam sisa serangan Tetua Ku yang tercecer di lantai pualam, perlahan-lahan merembes ke dalam garis-garis ukiran formasi merah di sekeliling jurang.

​BZZZZT!

​Formasi itu mendadak menyala terang benderang. Rupanya, kematian seorang Puncak Lapis Kesembilan di atas formasi tersebut mengandung cukup energi esensi, keluhan, dan kematian untuk memenuhi syarat tumbal yang dibutuhkan untuk memutus segel!

​"Gawat," mata Ye Xuan menyipit.

​KRAAAK! TING!

​Suara rantai baja raksasa yang putus bergema dari dasar jurang tanpa dasar. Salah satu dari sembilan rantai emas yang mengikat kegelapan di bawah sana hancur berkeping-keping. Diikuti oleh rantai kedua... ketiga... hingga kesembilan rantai emas itu hancur seutuhnya!

​Istana Pewarisan mulai bergetar hebat seolah diguncang gempa skala sembilan. Batu pualam di langit-langit berjatuhan.

​Dari dalam jurang, suhu tiba-tiba anjlok drastis. Udara di dalam istana berubah menjadi merah darah pekat. Sebuah lolongan yang terdengar seperti gabungan raungan binatang buas dan gesekan jutaan pedang patah membelah gendang telinga.

​ROOOAAARRR!

​Sebuah tiang Niat Pedang yang sepenuhnya terbuat dari kabut darah dan kebencian purba meletus dari dasar jurang, membumbung tinggi hingga menembus atap istana dan membelah awan ungu di langit Makam Pedang!

​Seluruh kultivator jenius yang masih berjuang di Tangga Surgawi di luar istana terlempar ke bawah, memuntahkan darah akibat tekanan aura tersebut.

​Di dalam istana, Ye Xuan dipaksa menyilangkan tangannya untuk menahan gelombang kejut yang menderu.

​Dari balik pilar kabut darah yang berpusar di atas jurang, dua buah mata raksasa berwarna merah menyala terbuka, menatap langsung ke arah Ye Xuan.

​Itu bukanlah manusia, dan bukan sekadar binatang. Itu adalah gumpalan energi Niat Pedang jahat yang telah menyatu dengan jiwa ribuan kultivator yang mati di masa lalu, membentuk sebuah entitas iblis.

​Iblis Pedang Kuno (Tingkat Setara: Puncak Alam Inti Emas!)

​"MAKANAN... KULTIVATOR... SETELAH TIGA RIBU TAHUN... AKU BEBAS!"

​Suara iblis itu bergema langsung di dalam lautan kesadaran Ye Xuan, membawa ilusi jutaan mayat yang merangkak dari neraka, mencoba menghancurkan kewarasannya. Jika kultivator Pondasi Spiritual biasa mendengar suara ini, otak mereka akan langsung meledak.

​Namun, Akar Spiritual Melahap Surga di dalam tubuh Ye Xuan berputar malas, langsung melahap ilusi tersebut tanpa sisa.

​Ye Xuan menurunkan tangannya. Angin berdarah meniup rambut hitamnya dengan liar.

​Alih-alih melarikan diri dari makhluk mengerikan yang kekuatannya setara dengan Tetua Agung sektenya itu, Ye Xuan perlahan mengangkat Pedang Embun Beku ke arah mata raksasa tersebut.

​Senyum psikopat yang tak tertahankan perlahan merekah di wajah Ye Xuan. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena teror, melainkan karena keserakahan yang meluap-luap.

​"Tiga ribu tahun, ya?" bisik Ye Xuan, suaranya dipenuhi kegembiraan yang gila. "Kandungan energimu pasti sangat manis."

1
Night Watcher
percuma kalo cuma "100% kepastian" utk melarikan diri, mending gak usah beradapan dulu... 🤭🤭🤦
Night Watcher
wedeee... mau nekat kabur lu Ye????🤦
Night Watcher
untung bisa lolos kamu Ye... ⛷️🤦
Night Watcher
jangan dimatiin... mending hancurin pusat meridiennya, biar jd org yg sangat lemah dan dihina dimana2🤭
Night Watcher
lanjut baca.. gak banyak drama menderita...💪🤭
Night Watcher
seru nih kyknya.. mudah2an cocok dgn selera, dan bisa dijadikan hiburan bg org2 yg hobby baca2..🤭
TIEL
mampir novel gua cuy
Hadi Hadi
is good😍
Hadi Hadi
bantai🤭🤭💪
Hadi Hadi
up up😍
Hadi Hadi
semangat😍😍
Hadi Hadi
up🤭l
Hadi Hadi
lanjut💪😍
Hadi Hadi
mantap😍
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
mantap💪💪💪
Hadi Hadi
bunuh😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!