NovelToon NovelToon
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Kebebasan dari balik jeruji ternyata bukanlah akhir dari hukuman.
Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, Indri berharap dapat memulai hidup yang baru. Namun, dosa masa lalu yang telah menghancurkan kehidupan seseorang membuatnya menjadi sasaran balas dendam.
Di balik kepulangannya, Evan telah menyiapkan sebuah permainan yang dirancang dengan sempurna. Bukan untuk membunuh Indri, melainkan membuat wanita itu merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Sedikit demi sedikit, kehidupan Indri direnggut—harga dirinya, kebebasannya, hingga harapan untuk hidup bahagia.
Namun, semakin jauh Evan melangkah menjalankan rencana balas dendamnya, semakin dalam pula ia terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia duga.
Lantas... Akankah Indri berhasil terbebas dari belenggu dendam yang mengikat hidupnya? Ataukah justru Evan yang akan terperangkap dalam rasa yang sama beracunnya dengan kebencian yang selama ini ia pelihara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Tidak sampai dua puluh empat jam, semuanya bergerak jauh lebih cepat daripada yang Indri bayangkan.

Ia tidak mengetahui bagaimana rencana itu dijalankan. Ia sengaja tidak bertanya. Orang yang dihubunginya hanya memberikan satu kepastian: urusan itu akan diselesaikan.

Dan bagi Indri, kepastian tersebut justru membuat malam-malamnya terasa semakin panjang. Ia mencoba tidur, tetapi matanya terus terbuka.

Setiap kali memejamkan mata, wajah Evan muncul. Pria yang memenuhi hidupnya dengan dendam. Pria yang membuatnya merasa terbelenggu. Pria yang beberapa jam sebelumnya sebenarnya ingin mengatakan sesuatu kepadanya, tetapi kembali kalah oleh egonya sendiri.

Indri menggeleng. "Aku sudah memilih." Namun kalimat itu tidak membuat hatinya tenang.

Pagi berikutnya, Indri berada di kantor. Ia mencoba bekerja seperti biasa. Tangannya bergerak membuka dokumen, tetapi pikirannya tidak berada di sana. Ponselnya tergeletak di samping laptop. Tidak ada pesan. Tidak ada kabar. Hingga menjelang siang, teleponnya berdering.

Nomor yang sudah sangat lama tersimpan dalam ponselnya. Ia menjawab dengan tangan gemetar.

"Ya?"

"Sudah selesai." Suara di seberang terdengar singkat.

Dunia Indri seolah berhenti. Ia tidak bertanya bagaimana. Tidak bertanya kapan. Tidak bertanya apa yang terjadi. Hanya satu pertanyaan yang mampu keluar dari bibirnya.

"Evan? Apakah dia..." Indri memejamkan mata. Dadanya terasa kosong. Ia tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya.

Jeda panjang terdengar.

"Sudah tidak ada. Sesuai keinginanmu. Jangan lupa transfer bayaranku."

Telepon berakhir. Ponsel hampir terlepas dari tangan Indri. Ia duduk perlahan di kursinya.

Evan sudah mati. Seharusnya ia merasa lega. Bukankah itu yang selama ini ia inginkan?

Bebas. Tidak ada lagi ancaman. Tidak ada lagi dendam. Tidak ada lagi bayangan masa lalu yang terus mengejarnya. Namun anehnya, tidak ada kebahagiaan. Yang ada hanya kehampaan.

Indri menutup mulutnya dengan tangan. Air matanya jatuh.

"Apa yang sudah kulakukan?"

...

Sore harinya, berita tentang kecelakaan itu mulai tersebar.

Sebuah kendaraan mengalami kecelakaan tragis di perjalanan.

Korban dinyatakan meninggal dunia.

Nama Evan disebut dalam laporan. Indri membaca berita itu dari layar ponselnya. Tangannya kembali gemetar. Ia menutup layar. Namun beberapa detik kemudian membukanya lagi.

Nama itu masih ada. Evan. Benar-benar Evan. Pria yang ia benci. Pria yang ingin ia jauhi.

Pria yang kini tidak akan pernah muncul lagi.

Indri menyandarkan tubuhnya pada kursi. Untuk pertama kalinya, ia menyadari sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.

Selama ini ia mengira kebebasan berarti Evan tidak lagi berada di hidupnya. Ternyata kebebasan yang diperoleh dengan cara seperti ini terasa jauh lebih mengerikan daripada belenggu yang selama ini ia jalani.

Malamnya, Indri pulang lebih awal. Haris sedang duduk di ruang keluarga menonton televisi saat ia sampai rumah.

Ketika Indri hendak menuju kamarnya, suara televisi di ruang keluarga tiba-tiba membuat langkahnya terhenti. Berita mengenai kecelakaan Evan kembali ditayangkan. Indri membeku.

Haris menatap layar dengan mata berkaca-kaca. "Kasihan sekali."

Indri tidak mampu bergerak.

Haris melanjutkan, "Padahal dia pengusaha muda yang sukses."

Kalimat sederhana itu terasa seperti pisau yang menusuk dadanya. Air mata Indri hampir jatuh. Ia segera berbalik, berjalan cepat menuju kamarnya.

Begitu pintu tertutup, tubuhnya merosot ke lantai. Ia menangis tanpa suara. Tidak ada seorang pun yang tahu. Tidak ada seorang pun yang boleh tahu. Ia telah mendapatkan apa yang selama ini ia pikir sebagai kebebasan.

Tetapi malam itu, Indri akhirnya memahami sesuatu yang menyakitkan: membunuh dendam tidak selalu berarti membunuh orang yang menjadi sumber dendam.

Kadang-kadang, yang harus dibunuh adalah kebencian itu sendiri. Sayangnya, Indri baru menyadarinya setelah semuanya terlambat.

...

Tengah malam telah lewat ketika Indri perlahan membuka pintu kamar Laura kecil.

Rumah sudah sunyi. Hanya lampu kecil di sudut lorong yang menyala redup.

Indri melangkah masuk. Di atas ranjang, Laura kecil sedang tertidur pulas. Wajah anak itu terlihat begitu damai. Rambutnya terurai di atas bantal, sementara kedua tangannya berada di dekat dada.

Indri berdiri di sisi ranjang cukup lama. Matanya mulai berkaca-kaca. Anak itu tidak tahu apa pun. Tidak tahu tentang kesalahan masa. Tidak tahu tentang ibu kandungnya. Tidak tahu bahwa orang yang berdiri di samping tempat tidurnya sedang membawa sebuah rahasia yang begitu berat.

Indri akhirnya duduk di tepi ranjang. Tangannya bergerak perlahan menyentuh rambut Laura kecil.

"Maafkan aku..." Suara itu nyaris tidak terdengar.

Laura kecil bergerak sedikit dalam tidurnya, tetapi tidak terbangun.

Indri tersenyum getir. Ia kemudian membungkuk dan memeluk tubuh kecil itu dengan hati-hati. Begitu memeluknya, pertahanan yang sejak tadi ia bangun runtuh. Air matanya jatuh.

Indri memejamkan mata.

Di dalam pikirannya, wajah Laura kembali muncul. Laura yang dulu pernah menjadi korban dari kesalahan yang ia mulai. Laura yang harus menghadapi kehamilan, tekanan, dan penderitaan yang tidak seharusnya ditanggung perempuan itu.

Hingga akhirnya Laura meninggalkan dunia setelah melahirkan anaknya. Anak yang kini berada dalam pelukan Indri.

Dulu, Indri kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Sekarang, ia merasa telah melakukan hal yang sama sekali lagi.

Ia telah merenggut seseorang dari kehidupan Laura kecil. Evan, kakak Laura. Paman yang seharusnya masih bisa hadir dalam hidup anak itu.

Air mata Indri semakin deras.

"Maaf..." Ia mengusap punggung Laura kecil dengan lembut. "Dulu aku membuat ibumu menderita. Dan sekarang..." Suaranya tercekat. "Aku membuatmu kehilangan pamanmu juga."

Indri menundukkan kepala. Ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Untuk pertama kalinya, ia melihat semua kejadian dari sudut pandang Laura kecil. Seorang anak yang telah kehilangan ibunya bahkan sebelum mampu mengenal dunia.

Kini harus kehilangan pamannya pula.

Dan semua itu terjadi karena keputusan orang dewasa yang tidak pernah mampu berdamai dengan masa lalu.

Indri memeluk Laura kecil sedikit lebih erat. "Aku ingin memperbaiki semuanya. Tapi kenapa setiap kali aku mencoba memperbaiki hidupku, aku justru menghancurkan hidup orang lain?"

Tidak ada jawaban. Laura kecil tetap tertidur. Wajahnya tenang.

Justru ketenangan itu membuat Indri semakin merasa bersalah.

1
Eva Karmita
Evan kah...??
semoga saja benar Evan masih hidup... Evan jangan lama" sembunyi nya entar si Indri jadi milik Royco, cepat keluar ya bikin surprise Indri kamu masih hidup...mau ku 😩🤣🤣🤣🤣
Nurlinda: 💃💃💃🕺🕺🕺
total 1 replies
ken darsihk
Rio berbalas pesan dngn siapa ya ??
Eva Karmita
kasih vote untuk Evan .. siap tahu Mak otor berbaik hati buat Evan hidup lagi 😩🤣🤣

sepertinya kecebong babang Evan udah berubah jadi berudu kecil ❤️😁
Nurlinda: 😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
ken darsihk
secangkir kopi meluncur thor 😍
Nurlinda: Mamaciii 😘🙏🙏
total 1 replies
ken darsihk
Lanjuttt thor
Aditya hp/ bunda Lia
hamilkan .... bapaknya udah kamu bunbun
Eva Karmita
Indri kamu akan menyesal karena sudah membunuh calon ayah anakmu ...
ken darsihk
Fix Indri hamil anak nya Evan
ken darsihk
Nekat juga Indri kenapa sampai sekeji itu , kenapa juga Indri tidak belajar dari pengalaman yng sudah 2
Eva Karmita
berharap Evan tidak meninggal 😭💔... Indri kenapa kamu kejam sekali,, sekali lagi kamu membuat kesalahan menghilangkan nyawa orang seperti itu 😭...,, berharap semoga saja di rahim mu tumbuh benih Evan waktu itu biar kamu makin merasa bersalah dengan calon anakmu...🥺😔
ken darsihk
Semoga Indri mengurungkan niat nya itu
ken darsihk
Janganlah mengulang kesalahan yng sama Indri , fikir kan dampak nya untuk keluarga mu
Eva Karmita
sudah aku kasih vote ya Mak 🥰🥰
Nurlinda: tengkyu 😘🙏🙏
total 1 replies
Eva Karmita
apa rencana Indri akan berjalan lancar atau Indri berubah haluan.... astaghfirullah semoga Indri tidak berbuat yg membahayakan hidupnya sendiri,, sabar Indri jgn mengambil keputusan yang salah .. ingat masih ada keluarga mu yg bisa di minta tolong atau tidak lebih baik kamu pergi yg jauh saja di mana tidak ada orang yang mengenali mu... biarkan Evan hidup dlm penyesalan seumur hidup nya
Eva Karmita
Evan kalau cemburu ya cemburu aja ngak usah bawa" masa lalu yang pahit ... kasihan Indri selalu jadi bahan hinaan mu van 🥺 ... kalau memang kamu benci yg tinggal kamu jauhi untuk apa kamu dekati hanya menambah luka baru 💔😔 , ingat Van jangan terlalu benci nanti kamu malah sakit hati melihat Indri menjauh
ken darsihk
Indri sudah menderita dan terluka Evan , dan kamu selalu datang menabur kan garam di luka itu 😠😠😠
Aditya hp/ bunda Lia
Tuh denger kamu Evan ... jangan sibuk ajah ngurusin dendam
ken darsihk
He he cemburu kata kan saja bos 😂😂😂
Aditya hp/ bunda Lia
kayaknya cembukor tuh mas Evan 😂
Eva Karmita
mulai ada percikan api kecil di hati Evan 🤣🤣🤣
Nurlinda: 🤫🤫🤫🤫🤫🤫
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!