NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:118.1k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Identitas Hantu Pedang Terungkap

Sementara itu, jauh dari perbukitan tempat dua pendekar kuat saling beradu pedang, suasana di salah satu toko milik Kelompok Harta Langit jauh lebih tenang.

Di salah satu ruangan kerja, Lan Suya duduk di balik meja kayu besar yang dipenuhi tumpukan gulungan laporan. Tatapannya tidak pernah lepas dari setiap lembar yang dibacanya.

Sesekali ia mengambil gulungan baru. Sesekali pula ia menandai beberapa bagian penting sebelum meletakkannya kembali di atas meja. Ruangan itu begitu sunyi. Hanya suara gulungan kertas yang dibuka dan ditutup perlahan yang terdengar.

Di sudut ruangan, Rou Xi duduk di sebuah kursi sambil menopang dagunya.

"..."

Ekspresinya tampak sedikit bosan. Sejak tadi ia hanya menemani Lan Suya membaca berbagai laporan yang dikumpulkan para informan Kelompok Harta Langit dari berbagai kekaisaran.

Pandangan Rou Xi kemudian tertuju ke sebuah gulungan kertas yang terletak di sudut meja. Gulungan itu tampak sudah pernah dibuka sebelumnya.

Di bagian awalnya terdapat tulisan besar yang langsung menarik perhatiannya.

“Boqin Changing.”

Rou Xi langsung mengangkat sebelah alisnya.

"Tuan Chang, Guru Tuan Muda Gao Rui?"

Rasa penasarannya langsung muncul. Ia menoleh ke arah Lan Suya yang masih sibuk membaca laporan lain.

"Nyonya."

Lan Suya bahkan tidak mengangkat kepala.

"Hm?"

"Aku izin membaca laporan tentang Guru Gao Rui."

Lan Suya tetap memandang gulungan di tangannya.

"Baca saja. Aku sudah membacanya."

Rou Xi langsung mengambil gulungan tersebut.

Sret...

Ia membukanya perlahan. Tatapannya segera bergerak membaca setiap kalimat yang tertulis di sana.

Semakin lama membaca, sorot matanya semakin serius. Laporan itu berisi berbagai informasi mengenai perjalanan Boqin Changing di Kekaisaran Shang.

Tentang bagaimana seorang pemuda yang sebelumnya hampir tidak dikenal tiba-tiba muncul dan mengguncang seluruh kekaisaran. Tentang berbagai pertempuran yang dimenangkannya. Tentang kekuatan luar biasa yang bahkan membuat banyak pendekar aliran hitam kehilangan nyawanya. Hingga bagian yang menceritakan bagaimana Boqin Changing membantu mantan Kaisar Shang yang sebelumnya digulingkan untuk merebut kembali takhta kekaisaran.

Rou Xi membaca setiap baris tanpa melewatkan satu kata pun.

"...luar biasa."

Ia tidak bisa menahan gumamannya.

"Guru Tuan Muda Gao Rui... benar-benar sekuat itu."

Semakin jauh ia membaca, semakin besar pula rasa kagumnya. Tak heran Gao Rui mampu menjadi murid yang begitu berbakat. Ternyata gurunya sendiri adalah sosok yang luar biasa.

Rou Xi terus membalik halaman demi halaman. Namun beberapa saat kemudian, tangannya tiba-tiba berhenti.

"..."

Sorot matanya membeku pada satu bagian laporan. Bagian itu tidak lagi membahas Boqin Changing. Melainkan seseorang yang selalu berada di sisinya.

Rou Xi mulai membaca perlahan.

"Di sisi Boqin Changing selalu terdapat seorang pria bertubuh tinggi besar. Pria tersebut memiliki kekuatan yang sangat mengerikan."

"Perkiraan kekuatannya berada di ranah pendekar bumi puncak setengah langkah menuju pendekar langit."

"Namun menurut beberapa saksi, kekuatannya mungkin telah melampaui perkiraan tersebut."

Rou Xi tanpa sadar menelan ludah. Tatapannya terus bergerak.

"Ciri khasnya adalah menggunakan dua pedang hitam kembar."

"Di dunia persilatan, ia dikenal sebagai tangan kanan Boqin Changing. Julukannya..."

Rou Xi membaca baris berikutnya. Lalu pupil matanya langsung mengecil.

"Hantu Pedang, Sha Nuo."

"...!!"

Tubuh Rou Xi langsung membeku.

"Sha... Nuo?"

Nama itu bergema di dalam benaknya. Bukankah itu nama pria misterius yang dilihatnya di taman penginapan? Dengan napas yang mulai sedikit memburu, Rou Xi segera meraih beberapa gulungan laporan lain yang berada di atas meja.

Sret!

Sret!

Ia membukanya satu per satu. Mencari, semua informasi mengenai nama tersebut. Tak lama kemudian, tangannya berhenti pada sebuah laporan lain.

Di bagian tengah laporan itu terdapat sebuah sketsa sederhana. Hanya berupa siluet wajah hasil deskripsi para saksi. Namun itu sudah lebih dari cukup.

"..."

Mata Rou Xi membelalak. Wajah pada siluet itu benar-benar persis dengan pria bertubuh besar yang ditemuinya di taman Penginapan Kayu Mawar. Tidak mungkin salah. Orang yang sama.

Rou Xi bahkan merasa bulu kuduknya mulai meremang.

"Ini... mustahil..."

Ia kembali membaca nama di bawah siluet tersebut. Hantu Pedang, Sha Nuo.

Tangannya mulai sedikit gemetar. Seluruh potongan informasi yang selama ini terpisah kini langsung tersusun menjadi satu.

Pendekar misterius yang dianggap mendekati Gao Rui bukanlah pendekar pengelana biasa. Melainkan, tangan kanan Boqin Changing sendiri. Orang kepercayaan guru Gao Rui.

Rou Xi langsung berdiri dari kursinya.

"Nyonya!"

Nada suaranya terdengar jauh lebih keras dari biasanya. Lan Suya akhirnya mengangkat kepalanya dari laporan yang sedang dibaca.

Melihat wajah Rou Xi yang pucat dan tangan yang sedikit gemetar, alisnya langsung berkerut.

"Ada apa?"

Rou Xi menarik napas dalam-dalam. Kemudian, dengan nada yang masih dipenuhi keterkejutan, ia berkata,

"Nyonya... kita salah."

Lan Suya langsung meletakkan gulungan laporan di tangannya.

"Apa maksudmu?"

Rou Xi mengangkat laporan yang masih berada di tangannya.

"Pria yang dianggap Senior Yuang Dao sebagai pendekar misterius dan kemungkinan berniat buruk pada Tuan Muda Rui..."

"...identitasnya sudah kita miliki."

Ia menatap lurus ke arah Lan Suya.

"Dia bukan pendekar pengelana biasa."

Rou Xi berhenti sejenak.

Lalu mengucapkan nama itu dengan suara pelan.

"Dia... adalah Hantu Pedang."

"Tangan kanan Tuan Boqin Changing."

"Sha Nuo."

Mendengar nama itu, tubuh Lan Suya langsung membeku.

"...Apa?"

Tatapannya tertuju lurus kepada Rou Xi, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Sha Nuo..."

Ia mengulang nama itu dengan suara yang sangat pelan.

Beberapa detik kemudian, kedua matanya sedikit membelalak.

"Pantas saja..."

Tanpa sadar, ia mengepalkan tangan di atas meja.

"Pantas saja tadi pagi saat Senior Yuang Dao menyebut nama itu... aku merasa pernah mendengarnya."

Kini semuanya menjadi jelas. Bukan karena ia pernah bertemu pria tersebut. Melainkan karena beberapa hari sebelumnya ia memang telah membaca laporan dari Kekaisaran Shang yang memuat nama itu.

Hanya saja, saat itu perhatiannya lebih tertuju kepada Boqin Changing sehingga keberadaan Sha Nuo hanya tersimpan samar di dalam ingatannya.

Sekarang, ingatan itu akhirnya kembali. Lan Suya langsung berdiri begitu cepat hingga kursinya terdorong ke belakang.

Brak!

Ekspresinya yang biasanya tenang kini benar-benar berubah.

"Senior Yuang Dao di mana?"

Rou Xi terkejut melihat reaksi tersebut.

"A-Aku tidak tahu, Nyonya."

Lan Suya kembali bertanya dengan nada jauh lebih cepat.

"Lalu Gao Rui?"

Rou Xi segera menggeleng.

"Aku juga tidak melihat Tuan Muda Rui sejak tadi."

Mendengar jawaban itu, wajah Lan Suya semakin serius.

"Tidak baik...”

Tanpa membuang waktu sedetik pun, ia langsung melangkah keluar dari ruangan.

"Ikut denganku."

"Baik!"

Rou Xi segera mengikuti dari belakang.

Tap!

Tap!

Tap!

Langkah kaki mereka bergema cepat menyusuri lorong. Semakin cepat Lan Suya berjalan, semakin berat pula pikirannya.

Sebelumnya, dialah yang memerintahkan Yuang Dao untuk terus mengawasi Gao Rui dan pria misterius bernama Sha Nuo. Saat itu, ia mengira keputusan tersebut adalah langkah paling aman.

Namun sekarang ia justru merasa mungkin telah membuat kesalahan besar.

"Senior..."

Tatapannya menjadi semakin suram.

"Jangan-jangan... Senior Yuang Dao salah memahami posisi Sha Nuo."

Jika Yuang Dao benar-benar menganggap Sha Nuo sebagai musuh yang berniat buruk pada Gao Rui, maka kemungkinan besar ia tidak akan tinggal diam. Dengan sifat Yuang Dao, ia sangat mungkin memilih menyelesaikan semuanya dengan pedang.

Lan Suya tanpa sadar mempercepat langkahnya lagi.

"Tidak boleh..."

Ia mengepalkan kedua tangannya.

"Tidak boleh sampai mereka bertarung."

Rou Xi yang berjalan di belakang ikut mengernyit.

"Nyonya..."

Lan Suya tidak menjawab. Di dalam benaknya, berbagai informasi mengenai Sha Nuo terus bermunculan. Tangan kanan Boqin Changing. Hantu Pedang, Sha Nuo.

Jika laporan tentang kekuatannya tersebut benar, lalu Yuang Dao benar-benar bentrok dengannya....

Wajah Lan Suya perlahan memucat.

"Kota Weiyang... bisa hancur."

Ia mengenal kekuatan Yuang Dao dengan baik.

Senior Yuan Dao, bukanlah pendekar biasa. Ia adalah pilar terkuat Kelompok Harta Langit. Kini, lawannya adalah tangan kanan Boqin Changing. Dua pendekar dengan kekuatan yang mampu mengguncang sebuah wilayah.

Andaikan pertarungan mereka terjadi di tengah Kota Weiyang, hanya gelombang kejut dari benturan pertama saja mungkin sudah cukup untuk merobohkan bangunan-bangunan di sekitarnya.

Korban jiwa pun tidak akan terhindarkan.

Memikirkan kemungkinan itu membuat langkah Lan Suya semakin cepat.

"Semoga... aku belum terlambat."

...*******...

Tingkatan ranah kultivasi dari yang paling lemah ke yang paling kuat

- Pendekar Dasar

- Pendekar Pertama

- Pendekar Menengah

- Pendekar Ahli

- Pendekar Raja

- Pendekar Suci

- Pendekar Bumi

- Pendekar Langit

- Pendekar Alam

- Pendekar Dewa

1
tariii
👍👍👍👍
Gokil 332
jangan beri tahu biar gregetan nunggui momentumnya berhari hari 🤣🤣🤣
sabian andri
5 bab sekaligus pliiiiis.. 😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀💪💪💪
Ayyasying
bang folbek BG saya penulis baru
Aiby Kushina Uzumaki
jangan heran gitu lho paman nuo coba dong tanya siapa gurunya 😄😄😄
Raju
tanyakan aja lgsg lu muridnya siapa ??
HINATA SHOYO
kasih tau ssh identitas gaoru sma pmn nuo torrr
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz pokok'é 🔥🌽
Irfan tejo laksono
ahaiiii 👍👍👍
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍👍
mbono keling
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yayat
bantai jangn kash ampun tujukan pada paman nou rui murid dr boqin
Adek Darmansyah
udh mulai menyebalkan ni authorr...
Nanik S
Bantai semua dan ambil semua Cincin ruang musuh seperti biasanya
Nanik S
Rui... tunjukan pada Paman Nuo, bahwa mampu membantai mereka dan tidak selembut hatinya🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!