NovelToon NovelToon
Biang LaLove

Biang LaLove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Spin-of Baby's breath untuk Aretha

Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.

“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.

Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.

Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 # Arlo lepas dari princess cimol

“Langsung ke mansion?” tanya Arlo, mereka baru saja masuk ke dalam mobil. Azura kembali duduk di pangkuan Queena, bocah itu anteng karena sedang makan snack yang di belinya tadi. Azura hanya mengambil satu kantong plastik sedang, dia sendiri yang memilih snack dan minuman dan menaruhnya dalam kantong tersebut. Sedangkan yang lain di berikan semua pada anak-anak di panti.

“Pulang ke rumah saja. Enzo bisa curiga kalau tahu aku dan Zura pergi sama kamu, bisa jadi bahan dia ledekin aku juga nanti. Ngadepin kamu saja sudah pusing,” keluh Queena.

Arlo mengangguk, dia kembali fokus dengan kemudi setirnya. Suasanan dalam mobil menjadi hening, Queena melihat jalanan. Sedangkan Azura masih menikmati snack dan susu kotaknya, bocah itu asik sendiri dengan dunianya.

Sluuurrp

“Legana tenggolokan ini,” celetuknya setelah menghabiskan susu kotak.

Queena tertawa ringan melihat tingkah Azura. “Ini pipi mau ikutan makan apa gimana, hmm?” Queena mengambil tisu basah dari dalam tasnya, dia membersihkan pipi Azura dari remahan snack yang menempel di sana.

“Ihihi… cenekna bulu-bulu mau macuk pelut Zula tadi. Katanya cudah ndak cabal macuk pelut Zula yang bunina naling cekali,” celotehnya.

Queena terkekeh mendengar jawaban Azura, dia mengemas-gemas pipi Azura. Suasana mobil yang tadinya hening berubah menjadi lebih hidup, Arlo sempat melirik kearah dua perempuan beda generasi tersebut.

“Ini anak mommy Rena kenapa menggemaskan begini sih, hmm? Jadi pengen bawa pulang,” Queena memeluk gemas sepupunya tersebut.

“Ekheee… abang Allo Bandung lilik-lilik. Nanti matana bintitan lho,” celetuk Azura yang mendapati Arlo melirik mereka berdua.

Queena ikut menoleh, dia mengerutkan dahi.

“Ck… kalian berdua ini berisik sekali,” ujar Arlo.

“Ck… abang Allo Bandung lewel cekali,” balas Azura diangguki Queena. “Abang Arlo memang rewel, belum di kasih sajen. Makanya begitu,” imbuh Queena.

“Tanpa aku hidupmu sepi nanti,” sahut Arlo.

“Situ percaya diri banget. Ada Zura mana mungkin hidupku sepi,” balas Queena.

Azura mendongak melihat wajah kakak sepupunya, kemudian gantian melihat kearah Arlo. Gadis kecil itu menggeleng. “Jodoh celminan dili,” celetukan Azura membuat Arlo dan Queena terdiam. “Ekhee… beltengkalna cudah celecai, jadi cepi. Zula tidul caja deh,” lanjut si bungsu mansion Damian tersebut.

Azura bersandar pada tubuh Queena, gadis kecil itu menguap dan tidak berapa lama kemudian terlelap dalam pangkuan Queena. Arlo berinisiatif menyalakan music lembut untuk mengusir kesunyian diantara mereka setelah Azura tertidur pulas, keduanya tidak lagi bicara ataupun berdebat. Nampaknya Arlo dan Queena juga merasa lelah setelah aktivitas seharian mereka yang cukup menguras energi.

Hingga setengah perjalanan Arlo membuka obrolan. “Mau mampir makan malam dulu?” dia melirik arlojinya dan sudah masuk waktu magrib.

Queena menggeleng. “Mampir ibadah saja. Setelah itu lanjut pulang, kasian Zura kalau kemalaman. Paman Aji juga sudah menunggu di rumah untuk menjemput Zura,” ujar Queena diangguki Arlo.

***

Pukul setengah tujuh malam mobil yang di kendarai Arlo sampai di rumah keluarga Regantara, di gazebo taman depan sudah menanti paman Aji yang sedang mengobrol bersama papa Rega.

“Princess cimol sudah di jemput paman Aji, tuh!” tunjuk Queena yang melihat paman Aji dan papa Rega di gazebo.

“Cepat cekali campaina. Padahal Zula macih mau main di lumah mama Lhea,” bocah itu mencebik.

“Zura bisa main ke sini lagi nanti. Lusa minta abang Enzo atau paman Aji antar kemari, kita buat cake sama-sama. Zura sekarang pulang dulu sama paman Aji, mama Rhea juga sudah buatkan cheese cake kesukaan princess. Nanti princess bawa pulang, oke!” Queena mengusap lembut kepala Azura.

Azura mengangguk setuju.

“Kamu bilang apa ke om Rega, Queen?” tanya Arlo saat melihat papa Queena sudah berdiri dari tempatnya duduk begitu melihat mobilnya masuk halaman rumah Queena.

“Soal kita pergi sama Azura?” balik Queena bertanya dan diangguki Arlo. “Iya,”

“Kamu lupa siapa circlenya papa, Arlo? Pasti papimu sudah bilang ke papaku soal bang Gavin sama mbak Aretha,” jawab Queena, papa Rega dan papi Leo ada dalam circle yang sama. Mereka pasti tahu lebih dulu dari ayah Arka yang tidak lain ayah dari Gavin.

“Aku hampir lupa kalau orang tua kita punya grup mereka sendiri,” Arlo turun dari mobil lebih dulu, dia berjalan memutar untuk membukakan pintu Queena dan Azura. Arlo langsung meraih Azura dan menggendongnya, baru Queena turun setelahnya.

Arlo mengantar Queena dan Arlo sampai pintu rumah.

“Papa Lega ndak lindu pincess?” Azura merentangkan kedua tangannya.

“Anak cantiknya papa dari mana saja ini, hmm?” papa Rega langsung meraih keponakan tercintanya tersebut dari gendongan Arlo.

"Plincess jalan-jalan bial ndak cetles cepelti abang Dean yang banak belajal," jawabnya membuat papa Rega terkekeh.

“Sore sekali kalian baru balik. Kalian dari mana saja?” tanya papa Rega penuh selidik.

“Tadinya Arlo mau langsung antar pulang, om. Tapi Queen sama Azura minta diantar ke panti lebih dulu,” jawab Arlo dengan jujur.

Papa Rega berganti menatap putrinya, Queena mengangguk. “Iya, pa. Kita mampir ke panti dulu,”

“Plincess kacih banak jajan ke adek-adek panti, papa. Buanak cekali,” sahut Azura. “Abang Allo Bandung tlaktil plincess banak cekali jajan, mommy cama mama bilang haluc belbagi cama adek-adek. Jadi plincess bolong cemua jajan,” imbuhnya sambil terkikik.

“Siapa itu abang Allo Bandung, sayang?” papa Rega tidak tahu siapa yang di maksud Azura.

“Arlo, pa. Zura panggil dia Allo Bandung,” jelas Queena pada papa Rega.

Papa Rega melihat Arlo, dia mengacungkan jempol kearah putra sahabatnya tersebut. “Mau masuk dulu atau langsung pulang, Allo Bandung?”

“Arlo langsung pulang saja, om. Keburu malam,” Arlo mengulurkan tangannya pada Rega. “Arlo pulang dulu, om.” Arlo pamit pada Rega. “Terimakasih sudah mengantar Ueena dan Zura,” balas Rega.

Arlo masuk mobil, dia menyalakan mesin mobil. Dia membuka kaca mobil sebelum melajukan mobil.

“Dadah abang Allo Bandung,” Azura melambaikan tangan pada Arlo. “Telimakacih abang Allo Bandung,” imbuhnya.

Arlo membalas lambaian tangan Azura, kedua sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman. Dia memang pusing menghadapi Azura, bagi Arlo lebih asik menjahili Queena dari pada harus berhadapan dengan Azura si cimit cimol itu. Bersama Azura selama setengah hari membuat energinya terkuras. Namun, meskipun begitu Arlo mendapatkan pelajaran berharga dari gadis kecil yang bahkan belum terlalu sempurna mengucapkan huruf-huruf tertentu. Tentang cara bersyukur dan berbagi pada sesama, sesuatu hal yang kadang orang dewasa seperti Arlo lupa atau bahkan tidak terpikir.

“Berbagi bahagia sekalipun dengan senyuman tulus,” Arlo tersenyum, satu kalimat yang mampu membuatnya merasa beruntung berjumpa dengan Azura. “Pantas saja bang Gavin kecintaan sama kakaknya Azura, adiknya saja seperti itu. Apalagi mbak Aretha,” monolog Arlo.

.

1
muthia
sehat selalu ❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk... kk jg ya❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
muthia
❤❤❤❤❤❤❤❤
muthia: sehat selalu 🙏❤
total 2 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kakak juga ya 💗💗
total 3 replies
Enz99
Bagus
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk💗💗
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh kkk 💗💗💗
total 1 replies
muthia
ayo Arlo
muthia: ❤❤❤❤❤❤
total 4 replies
muthia
gegara itu l akhirnya Arlo nikah sama Queen
muthia: 😂😂😂😂😂😂❤❤❤
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
Anto D Cotto: ok,,see 👍
total 2 replies
muthia
semangat dan sehat selalu thor 🙏
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
muthia
Langsung mampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trimaksh kk cntikq ❤️❤️❤️💗
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waduh dalam sehari udah triple kill aja ngisengin Uena😮‍💨
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤣🤣🤣🤣 emg biang rusuh kan ya dia... anehnya cm ke ueena aja dia gt
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Yuhuuuuu..akhirnya cerita si babang Arlo yang sedari orok ngekeep si neng cantik Uena launching juga🥳🥳.
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ❤️❤️❤️❤️ berkat dkgn kk jg akhirnya mrk bs lauching
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!