NovelToon NovelToon
Mahar 1 Miliar: Menikahi Pria Tuli

Mahar 1 Miliar: Menikahi Pria Tuli

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Orang Disabilitas
Popularitas:44.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dara Calya Sania, seorang gadis pincang yang hidupnya penuh dengan penderitaan. Dara dijual pamannya untuk menikahi Gavin Mahardika Abyakta, pria tuli cucu dari pemilik perkebunan teh, Juragan Darmawan, dengan mahar satu miliar rupiah.

Dara yang sejak kecil sudah yatim-piatu, tidak bisa menolak. Terlebih lagi uang mahar itu untuk bayar biaya hidupnya selama tinggal bersama Rama dan Tina.

Bagaimana reaksi Dara ketika tahu Gavin adalah orang yang pernah ditolongnya dahulu dan membuat kakinya pincang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Suasana ruang makan terasa hangat dan percakapan pun mengalir ringan. Sherly beberapa kali menceritakan kebiasaan Gavin saat kecil yang ternyata sangat pendiam, tetapi suka melakukan banyak hal sendirian, karena tidak punya saudara. Dara mendengarkannya dengan penuh perhatian.

Di sela-sela obrolan, tanpa sengaja pandangan Sherly jatuh ke kaki kiri Dara yang sedikit diseret ketika berjalan mengambil teko teh. Sherly terdiam beberapa saat.

"Dara."

"Iya, Ma?"

"Maaf kalau pertanyaan Mama terlalu pribadi."

Dara menoleh sambil tersenyum. "Tidak apa-apa, Ma. Tanyakan saja."

"Kakimu, apa memang sejak lahir seperti itu?"

Dara spontan menggeleng. "Tidak, Ma."

Suasana meja makan mendadak sedikit lebih hening. Juragan Darmawan ikut mengangkat kepala.Gavin yang sejak tadi fokus menikmati sarapannya kini memperhatikan Dara.

Dara tersenyum tipis, meski sorot matanya perlahan berubah sendu. "Dulu aku mengalami kecelakaan waktu berusia sekitar tujuh tahun."

Sherly menatapnya penuh perhatian. "Bagaimana bisa?"

Dara menundukkan pandangan sejenak, seolah sedang membuka kembali lembaran kenangan yang selama ini tersimpan rapi.

"Waktu itu aku baru pulang dari kuburan kakek, saat hendak menyeberang jalan, aku melihat ada sebuah mobil yang tiba-tiba saja berpindah jalur dan lajunya sangat kencang. Sedangkan di sisi jalan itu ada seorang pria yang sedang berjalan. Aku teriak kencang sama pria itu, tapi sepertinya tidak kedengaran oleh dia.

Dara tersenyum pahit. "Aku takut pria itu tertabrak, jadi aku lari kencang dan mendorongnya ke pinggir jalan."

"Lalu?" tanya Sherly pelan.

"Aku tidak sempat menghindar. Mobil itu menabrakku." Suara Dara mulai mengecil.

Ruangan mendadak sunyi. Tak ada lagi suara sendok yang beradu dengan piring.

Dara menarik napas pelan sebelum melanjutkan. "Aku sempat tidak sadar beberapa jam. Waktu bangun, aku sudah berada di rumah dan banyak sekali orang."

Air mata bercucuran membasahi pipi Dara. Walau begitu, dia tetap melanjutkan kisahnya dengan suara bergetar. "Ternyata orang-orang berkumpul untuk mengurus jenazah nenek."

Mata Sherly ikut berkaca-kaca. Dia bisa membayangkan hal yang menimpa sang menantu di saat usianya masih anak-anak.

"Nenek mengalami serangan jantung, karena terkejut dan ketakutan yang berlebihan ketika mendengar aku tertabrak mobil." Dara mengusap air matanya dengan tisu di meja makan.

"Waktu itu aku tidak dibawa langsung ke rumah sakit, karena tidak punya uang. Hanya memanggil tukang urut dan mengikat kakiku yang patah. Lalu, mengobati luka-luka hanya dengan menggunakan obat tradisional," lanjut Dara.

"Aku baru dibawa ke dokter ketika ada orang asing yang mengaku suruhan keluarga orang yang aku tolong. Rupanya pria itu terluka di kepalanya dan di rawat di rumah sakit."

Gavin yang sejak tadi menyimak, tiba-tiba saja teringat dengan kisahnya belasan tahun silam. Dia pernah ditolong oleh seorang anak kecil ketika dirinya tertabrak mobil.

"Apakah Dara adalah orang yang sudah menolong aku?" batin Gavin.

"Dokter bilang tulang kakiku mengalami cedera yang cukup parah."

Dara tersenyum kecil meski matanya mulai berkaca-kaca. Ia menatap kaki kirinya.

"Sejak itu cara berjalan aku tidak pernah kembali normal. Padahal aku jago sekali lari. Tiap ikut lomba, aku selalu juara satu." Dara tersenyum tipis.

Sherly tanpa sadar menggenggam tangan Dara yang berada di atas meja.

Dara menunduk. "Walau aku tidak bisa berlari lagi, aku tidak pernah menyesal."

Semua orang menoleh kepadanya.

"Kamu masih sangat kecil. Tapi, jiwa penolong kamu sudah begitu kuat tertanam di dalam diri kamu," ucap Sherly dengan suara bergetar.

Mendengar cerita Dara, Gavin merasa perempuan itu adalah orang yang sudah menolongnya, dahulu. Waktu itu dia sedang berjalan seorang diri. Sayangnya dia tidak sadarkan diri, sehingga tidak tahu siapa yang sudah menolongnya.

Dara tersenyum tulus. "Aku hanya kehilangan cara berjalan yang normal, tapi orang itu masih bisa berkumpul bersama keluarganya."

Kalimat sederhana itu membuat dada Sherly terasa sesak.

Juragan Darmawan mengembuskan napas panjang. "Anak seumur tujuh tahun sudah punya hati sebesar itu."

Gavin diam. Tatapannya tidak lepas dari wajah Dara. Ia kembali teringat laporan Pak Rahmat beberapa hari lalu. Kalau Dara itu bukan hanya pekerja keras, Dara juga rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan orang lain.

Sherly mengusap perlahan punggung tangan Dara. "Kamu anak yang luar biasa."

Dara tersenyum malu. "Aku hanya melakukan apa yang menurut aku benar, Ma."

Melihat suasana mulai sendu, Sherly mengembuskan napas pelan. "Luka karena kecelakaan memang meninggalkan bekas yang panjang." Ia melirik ke arah putranya.

"Gavin juga begitu."

Dara menoleh cepat. "Aa Gavin?"

Tiba-tiba saja secara spontan Dara memanggil Gavin dengan sebutan "Aa". Tadi, suaminya minta jangan memanggil dengan "Den Gavin".

Sherly mengangguk. "Iya. Gavin terlahir normal."

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Risma Hye Chan
sudah aku ksih vote yaa kak aku bacanya sampe nangis
Ummee
Dara dan Gavin poloosss sekaliii, ya Allah lucunya...
Ummee
suruh bulan madu aja Ma...
Aditya hp/ bunda Lia
rasain kau anak lampir berasa jadi korban padahal kamu penjahatnya
Ita rahmawati
mantab dara,, orang seperti Kiara SM ortunya emang harus dikasih faham walaupun GK akan berubah sih tp segknya mereka harus dibantah biar GK makin makin 😏
Ita rahmawati
ucul bgt sih mereka berdua 🤣🤣
Ita rahmawati
payah lah kalo masih sm2 polos mah,,harusnya lgsg tubruk kan 🤣🤣
Mutaharotin Rotin
gitu Dara,balas ucapan Kiara biar tau rasa 👍👍👍
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut 🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹
Risma Hye Chan
lucu banget mrka brdua sumpah wkwkwk
Nar Sih
istri kecil mu yg polos pinter kan ,jdi kmu bnr,,beruntung dan pilihan jodoh yg tepat untuk mu gavin👍🥰
Mutaharotin Rotin
🌹🌹🌹🌹🥰🥰🥰🥰
Nar Sih
hahaha😂😂kencan ala internet sedang di mulai
Sugiharti Rusli
semoga cakrawala berpikir kamu semakin bertambah dengan melihat siapa Dara sekarang yah,,,
Sugiharti Rusli
kamu benar Vin, kamu ga salah pilih istri, karena di balik kepolosan dan sifat sederhana Dara, dia pribadi yang kuat dan pantang menyerah oleh keadaan,,,
Nar Sih
psngn yg bnr,,bikin ngakak ,gavin dan dara yg sama,,msih polos
Sugiharti Rusli
jadi sebetulnya sejak kecil Dara sudah struggle sendiri, dan mereka hanya mendampingi kan sebagai orang dewasa
Sugiharti Rusli
dan sejak dulu Dara bahkan tidak pernah menikmati hasil kerjanya sendiri dan diberikan oleh paman dan bibinya kan,,,
Sugiharti Rusli
rumah itu milik kakeknya, jadi dia juga memiliki hak yang sama buat tinggal sebagai pengganti ortunya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!