NovelToon NovelToon
Istri Kedua TUAN IMPOTEN

Istri Kedua TUAN IMPOTEN

Status: tamat
Genre:Poligami / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: weni3

Kemuning Senja tak mengira akan mengalami malam kelam bersama pria yang tak dikenal.
Kalandra, pria impoten yang telah menikah tetapi tak mampu memberikan nafkah batin kepada istrinya. Dia terus berusaha menjalani pengobatan dan terapi karena mengalami difungsi ereksi.
"Pelukan saja tanpa bercinta, kecut Mas!" protes sang istri.
Sudah banyak wanita yang Kalandra pesan demi bisa memulihkan kejantanannya tetapi tak kunjung mendapatkan hasil. Sampai dimana dia bertemu dengan Kemuning Senja.
Malam indah yang mampu membuatnya normal.
"Jangan Tuan! Saya mohon lepaskan saya!"
"Tidak akan, karena kamu membuatku begitu menginginkan."
Bagaimana nasib Kemuning setelah mahkotanya terenggut paksa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bapak Mau Apa?

"Aaagghh," lenguhan panjang terdengar mengudara. Menggema di kamar hotel yang ditempati oleh pria bayaran dan wanita yang butuh kehangatan. Rasanya sangat melegakan saat pencapaian pertama

telah di raih oleh mereka. Bahkan sejak tadi Luna tak henti berteriak kenikmatan.

"Bagaimana?"

"Aku kasih bonus jika kamu bisa membuatku lebih dari ini," jawab Luna dengan manja.

"Tapi ini sudah membuatmu berteriak, masih kurang?"

"Aku masih ingin dan belum mau berhenti, bagaimana? Istirahat sebentar juga boleh. Setelah itu lagi."

Sejatinya Luna adalah wanita hipersex yang tak cukup melakukan hanya sekali. Terlebih jika dirinya sedang marah dan butuh pelampiasan. Sayangnya dia memiliki suami yang sangat payah urusan ranjang. Tak dapat memberikan nafkah batin hingga membuatnya memilih jalan lain.

Berawal iseng jadi berlanjut karena butuh. Beruntung uang jatah bulanan tak pernah telat dan kurang, bahkan selalu bertambah setiap bulannya. Alhasil selain untuk perawatan dia gunakan untuk mencari kepuasan.

"Beri waktu aku setengah jam, setelah itu aku akan kembali membuatmu menggila."

Luna tersenyum lebar, dia menarik tubuh pria itu lalu memeluknya dengan erat. Luna seakan lupa dengan masalah rumah tangganya dan bagaimana dengan suaminya. Tanpa ia tau jika Kalandra saat ini begitu senang karena Kemuning tetap tinggal.

Selesai membersihkan diri dan mengerjakan pekerjaannya, Kalandra melangkah menuju kamar Kemuning. Dia lebih dulu mengetuk pintu sebelum memutuskan untuk masuk. Terlihat wanita hamil itu sedang tertidur di ranjang dengan posisi membelakangi pintu kamar. Kalandra tersenyum melihat punggung Kemuning lalu segera melangkah mendekati.

"Kemuning..."

Tak ada jawaban yang berarti wanita itu tengah terlelap. Andra pun terus melangkah mendekati lalu naik ke atas tempat tidur. Andra kembali memanggil Kemuning tetapi tak ada jawaban dari wanita itu. Hingga ia memutuskan untuk menyentuh pundak Kemuning dan sedikit menggoyangnya.

"Kemuning... Kemuning..." Andra kembali memanggil tetapi Kemuning yang jiwa dan raganya butuh istirahat tak kunjung terjaga. Membuat Kalandra semakin mendekat. Mengikis jarak dengan sedikit rebahan, hingga kini Andra berada tepat di belakang Kemuning.

Namun, lagi-lagi dia mengumpat kesal karena si Joni kembali terjaga padahal tadi sudah senam jari agar tidak terus mendesak. Kalandra menghela nafas kasar, dia melihat ke pangkal pahanya yang terlihat berbeda. Mengusap kasar wajahnya karena memikirkan dirinya yang tidak bisa sedikit saja berdekatan dengan Kemuning. Kalandra jadi frustasi sendiri memikirkannya.

Tidak bangun susah, bangun terus repot sungguh si Joni membuat Andra ingin mencekiknya.

"Baru dekat dan mencium aroma tubuhnya saja sudah begini reaksi si Joni. Loe minta gue pasung ya Jon."

Kalandra frustasi menyikapi reaksi tubuhnya yang begitu agresif saat di dekat Kemuning. Sekalinya mendapatkan pawang rasanya tak ingin melepaskan. Namun, enggan untuknya meminta terus. Terlebih Kemuning yang sedang hamil. Dia ingin perlahan tetapi pasti. Membuat Kemuning tidak dapat menolak dan mau melayani dengan senang hati.

"Kemuning, bangun!" Kalandra kembali membangunkan Kemuning, mendekati hingga wajahnya kini tepat di samping telinga Kemuning.

Merasa ada yang mengusik tidurnya, Kemuning segera membuka mata. Melihat ke depan tak ada siapapun tetapi panggilan kedua dari Kalandra membuat tubuhnya terjingkat.

"Aaagghhh... Bapak mau apa?" seru Kemuning yang segara beranjak dari tidurnya. Duduk di tepi ranjang dengan nafas memburu menatap takut. Bahkan wajahnya kini nampak memucat dengan air mata yang menggenang.

Bayangan akan malam kelam itu kembali teringat jelas. Bahkan kedua matanya mengisyaratkan kepedihan. Melihat itu Kalandra segera mundur, memberi jarak agar Kemuning tak lagi ketakutan. Pria itu pun begitu terkejut melihat respon yang diberikan oleh Kemuning. Dia tak menyangka akan membuat Kemuning berteriak histeris dan hampir menangis.

"Jangan takut, aku nggak akan nyakitin kamu Kemuning! Maaf membuat kamu terkejut, tapi aku hanya ingin membangunkan kamu saja. Bukan untuk bertindak lebih. Ingat Kemuning, aku suamimu sekarang," ucapan Kalandra lembut. Rasanya tak tega melihat Kemuning saat ini. Ekspresinya begitu penuh tekanan membuatnya harus bersabar menghadapinya.

Kemuning masih diam, dia menundukkan kepalanya dengan peluh di keningnya.Teringat akan status yang sudah menjadi istri Andra membuat Kemuning berusaha untuk tetap tenang. Dia mengusap perutnya setelah mengingat ada bayi yang tentunya ikut terkejut karena pergerakannya yang spontan tadi.

"Kemuning..." Andra meraih tangan Kemuning yang terasa dingin. Dia menghela nafas berat melihat efek dari apa yang ia perbuat. "Sudah tenang sekarang? Lain kali aku tidak akan mengejutkanmu lagi. Maaf ya," ucap Andra dengan bersungguh-sungguh. Dia mengecup jemari Kemuning dan tersenyum saat wanita itu tak lagi melakukan penolakan.

Kemuning menganggukkan kepalanya tanpa berani menoleh ke arah Andra membuat pria itu menatap gemas. Andra meraih dagu Kemuning agar menatapnya lalu tersenyum melihat wajah cantik kemuning yang terlihat polos tanpa make up tetapi begitu menarik untuk dipandang.

Kemuning segera menyingkirkan tangan Kalandra, dia kembali menundukkan kepala saat sadar Kalandra begitu meresahkan sedangkan pria itu tak marah dengan sikap Kemuning. Padahal gemas sekali ingin mencubit pipinya yang merona.

"Ayo turun ini sudah waktunya makan malam!" ajak Kalandra lalu segera keluar kamar diikuti oleh Kemuning.

Kini keduanya tengah berada di meja makan. Kemuning masih diam belum menyendok apapun hingga Kalandra dengan inisiatifnya mengambilkan makanan untuknya.

"Aku bisa sendiri, Pak!"

"Kamu lama, nanti keburu anak kita kelaparan." Berada di dekat Kemuning rasanya tak karuan. Menahan, senang, geregetan, dan tak jelas rasanya sedangkan wanita itu tampak santai dan kalem sekali membuat Kalandra merasa berbanding terbalik dengan dirinya.

"Ayo dimakan Kemuning! Atau mau aku suapi?" tahya Andra dengan gemas.

"Eh nggak usah Pak, bisa sendiri kok." Kemuning segera meraih sendok dan garpu lalu mulai menyantap makanannya.

Setelah makan Andra berniat membuat susu untuk Kemuning. Dia melihat Kemuning sudah melangkah lebih dulu kembali ke kamar lalu buru-buru Andra masuk dapur.

"Eh Tuan mau ngapain?" tanya Si Mbok yang kebetulan ingin mengecek stok bahan makanan untuk besok.

"Oh ini Mbok, mau buat susu. Bisa minta tolong kasih tau berapa takarannya, Mbok?" Maklum, Andra tak pernah masuk dapur. Mamah Kaira dan Papah Regan begitu memanjakan anak-anak mereka, karena alasan anak laki-laki tak diwajibkan bisa memasak.

"Segini Tuan." Si Mbok menuang susu tersebut lalu memperlihatkannya pada Andra.

"Dikit begini bisa kental, Mbok?"

"Bisa donk Tuan. Kan nanti tercampur terus diaduk-aduk. Pakai airnya jangan banyak-banyak Tuan. Secukupnya dulu, nanti jika kurang manis bisa ditambah susunya lagi, tapi kalau Si Mbok biasanya segini pas. Buat siapa to Tuan?"

"Buat istri kedua saya. Makasih ya Mbok," ucap Kalandra yang kemudian melangkah menuju kamar. Dia segera masuk saat melihat pintu tak tertutup rapat dan melihat Kemuning yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Sudah mau tidur? Minum susu dulu ya biar nyenyak tidurnya!"

"Tapi aku nggak biasa minum susu, buat Bapak saja," tolak Kemuning yang merasa risih karena sangat diperhatikan.

"Kalau aku lebih baik dari sumbernya dari pada pakai gelas."

"Hah?"

1
Waryuti Yuti
iya lah udah di perkosa suruh nungguin gila x
Alif
laki2 dn kliatan besoknya kan di novel ini pemeran utamanya gk ada power semuanya ter gantung gk jelas
Alif
laki2 begi ya kalandra sdh baik2 kemuning di rmh ortunya malah mementingkan ego kapok gk kamu selalu mengulang kesalahan para orang tua semua jg pada lemah gk bs tegas
Alif
mbok ya di berikan rumah sendiri orang kok cari penyakit, klo terjd ap2 pd kemuning br tau rasa kamu ndra
Alif
istri seperti itu yg di cari andra, makanya gk mau on lha pnya istrinya sperti WC umum bs di pake bnyk orang
Alif
oon kok di pelihara ngapain orang hamil di carikan musuh sungguh pemikiran yg pendek
Rea Sitta
Luar biasa
Sari H
Perceraian adanya di pengadilan Agama dan gak ada pake jaksa... dan tidak bercampur dg masalah pidana, ranahnya beda, perkara pdanan Pengadilan Negeri, jd kasusnya satu2 dulu diselesaikan di pengadilan yg berbeda
Ny A-zie
Luar biasa
Fe
Andraaaaaaaaaaa.....
Sunny Kwok
Luar biasa
Nunung Suwandari
Kalandra si duta minta maaf tpi bego ngadapin si luna 🤣
Ita rahmawati
stw khasyafa lah 🤣
Ita rahmawati
bagus
Ita rahmawati
ada² aja sih pake gk jd matibsegala
Ita rahmawati
masa mati
Ita rahmawati
bisa² nya,,bknnya dipintu kmar ada penjaganya trus ditungguin mama nya juga kn
Ita rahmawati
ternyta cuma modus 🤦‍♀️🤦‍♀️🤭🤭🤣🤣
Ita rahmawati
gk jijik tah walaupun udah tau tukang jajan bisex lg 🤮🤮
bgtu bsarkah cintamu pada luna zn
Ita rahmawati
lagian bawa² kemuning kerumahmu bisa jagain gk 🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!