NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."

​Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.

Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.

"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jerat Sang Predator dan Sanksi Mutlak

​Cengkeraman tangan Kaiser di pergelangan tangan Ceira terasa begitu kuat, seolah siap meremukkan tulang-tulang halusnya jika gadis itu berani melakukan gerakan sekecil apa pun. Pendar cahaya merah dari layar laptop yang masih menyala memantulkan bayangan wajah Kaiser yang mengeras, dingin, dan tanpa ampun. Pria itu berdiri tepat di belakang kursi putar, mengurung tubuh Ceira sepenuhnya dalam kungkungan tubuh atletisnya yang berwibawa.

​“Sialan... dari mana dia masuk?! Katanya dia pergi ke dunia bawah bersama King?!” maki Scarlett tertahan di dalam kepala Ceira, suaranya terdengar panik untuk pertama kalinya sejak mereka terperangkap di mansion ini. “Kita terjebak, Ceira! Pria ini benar-benar monster bermata tajam yang membaca setiap gerak-gerik kita!”

​Ceira tidak mampu menjawab teriakan panik dari alter egonya. Tenggorokannya terasa tercekat, kering, dan kelu oleh ketakutan luar biasa yang merayap naik dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun. Seluruh keberanian yang ia kumpulkan tadi malam runtuh berkeping-keping dalam sekejap mata.

​"Kau pikir dengan memanfaatkan waktu saat aku dan King pergi, kau bisa dengan mudah membobol sistem pertahanan pusat Kediaman Sterling, hm?" bisik Kaiser rendah tepat di daun telinga Ceira. Suara bariton itu terdengar sangat tenang, berbisik lembut, tetapi justru di situlah letak mengerikannya—seperti ketenangan semu sebelum badai besar menghancurkan segalanya tanpa sisa.

​Dengan gerakan lambat namun penuh dominasi mutlak, Kaiser menarik pergelangan tangan Ceira menjauh dari keyboard, lalu memutar kursi putar itu secara paksa agar menghadap langsung ke arahnya. Kaiser berjongkok sedikit di depan Ceira, menyamakan tinggi wajah mereka, sementara manik mata kelam pria itu menatap tajam menembus manik mata Ceira yang bergetar hebat di balik kacamata tipisnya.

​"Aku sudah memperingatkanmu berkali-kali dengan cara baik maupun buruk, Kucing Kecil," ucap Kaiser dingin, jemari tangannya yang bebas terulur untuk mencengkeram dagu Ceira dengan kuat, memaksa gadis itu mendongak menatapnya. "Semua yang ada di tempat ini adalah milikku. Kamar ini, rumah ini, tubuhmu, bahkan setiap embusan napas yang kau hirup... semuanya berada di bawah kendali mutlakku. Mencoba melarikan diri dariku sama saja dengan menantang maut dengan tangan kosong."

​"Aku tidak... aku tidak mau menjadi tahanan di sangkar emas kalian!" rintih Ceira lemah, air mata ketakutan akhirnya tumpah membasahi pipinya yang pucat. "Kalian egois! Pernikahan ini tidak pernah kuinginkan sejak awal!"

​Kaiser sama sekali tidak tersentuh oleh air mata, isakan, maupun permohonan itu. Sudut bibir pria itu justru terangkat membentuk senyuman sinis yang membuat nyali Ceira semakin menciut ke titik nadir.

​"Pilihanmu untuk menolak sudah habis sejak hari pertama kau menjejakkan kaki di dunia bawah kami," balas Kaiser tanpa belas kasihan sedikit pun. "Dan sekarang, pelanggaran ganda yang kaulakukan—mencoba merencanakan pelibatan jalur evakuasi bawah tanah dan meretas server utama—membutuhkan hukuman yang setimpal agar kau benar-benar jera dan mengingat posisimu."

​Sebelum Ceira sempat meronta atau mengucapkan sepatah kata pembelaan pun, Kaiser bangkit berdiri dalam satu gerakan cepat yang penuh tenaga. Pria itu menyambar tubuh Ceira dari kursi putar, mengangkatnya dengan mudah seolah gadis itu tidak memiliki bobot sama sekali, lalu membawanya menuju ranjang king-size besar di tengah kamar yang temaram.

​Ceira dibanting lembut namun tanpa ampun ke atas kasur empuk berlapis seprai sutra. Seketika itu juga, Kaiser menindih tubuhnya, mengunci setiap inci pergerakan Ceira dengan beban tubuhnya yang berat, kekar, dan mendominasi.

​"Jangan, kumohon... Jangan hukum aku seperti ini..." racau Ceira panik setengah mati, kedua tangannya mendorong dada bidang Kaiser dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki di sela isak tangisnya.

​Namun perlawanan fisik itu sama sekali tidak ada artinya di hadapan kekuatan seorang Kaiser Sterling. Dengan sebelah tangannya yang besar, Kaiser merangkap kedua pergelangan tangan Ceira di atas kepala, menyematkannya erat-erat dengan satu genggaman kokoh yang tak bisa dilepaskan. Sementara tangan kanannya bergerak liar, merobek kancing piama tidur Ceira hingga kain tipis itu terbuka lebar, mengekspos kulit mulus dan lekuk tubuh bagian atas gadis itu tanpa perlindungan.

​Desahan tertahan lolos dari bibir Kaiser saat manik mata pria itu menatap sisa-sisa kemerahan atau jejak hukuman sebelumnya yang masih membekas di kulit sensitif Ceira. Hasrat posesif yang terpendam dalam-dalam mendadak tersulut hingga membakar seluruh kewarasannya.

​"Kau terlalu berani menantangku, Ceira," desis Kaiser serak, napasnya memburu di atas kulit leher gadis itu. "Dan hukuman untuk wanita nakal sepertimu malam ini adalah membuatmu mengingat namaku di setiap detik detak jantungmu."

​Kaiser langsung membungkam bibir Ceira dengan ciuman yang menuntut, mendominasi, dan jauh lebih buas dari sebelumnya. Lidah pria itu menerobos masuk, melumat rongga mulut Ceira tanpa ampun seolah ingin mencabut sisa kesadaran gadis itu sepenuhnya. Di saat yang sama, tangan Kaiser turun menelusuri perut rata Ceira, memberikan sentuhan-sentuhan panas membara yang memicu gelombang sensasi asing, bertolak belakang dengan rasa takut yang mencengkeram hatinya.

​“Sial... sialan... badannya panas banget, tapi situasi ini benar-benar gila!” batin Scarlett meronta-ronta di dalam kesadaran mereka, merasa tersiksa di antara gelombang kenikmatan biologis yang merayap naik dan amarah karena merasa terjebak. “Ceira, tahan! Jangan biarkan dia menaklukkan kita begitu saja dengan trik murahan ini!”

​Tetapi pertahanan mental Ceira dan Scarlett perlahan mulai goyah di bawah tekanan fisik yang luar biasa intens. Di tengah gempuran ciuman dan sentuhan yang meremukkan kewarasan itu, kesadaran mereka bergeser secara drastis akibat dorongan adrenalin dan insting bertahan hidup yang memuncak.

​Tiba-tiba, manik mata kanan Ceira bergeser dan berubah menjadi merah pekat secara perlahan. Scarlett mengambil alih kendali tubuh dengan sebuah sentakan liar yang mengejutkan.

​“Cukup, bajingan keparat!” desis Scarlett tajam dengan suara yang berubah dingin dan penuh ancaman.

​Dengan kekuatan penuh yang dikerahkan dari seluruh sisa tenaga di dalam tubuh itu, Scarlett membuat Ceira meronta hebat hingga berhasil melepaskan satu tangan dari cengkeraman Kaiser. Tanpa buang waktu, tangan itu terayun bebas, lalu—Bugh!—sebuah tamparan keras mendarat telak di pipi Kaiser Sterling.

​Suasana kamar utama itu seketika mendadak sunyi mencekam. Hujan deras di luar jendela seolah teredam oleh ketegangan absolut yang memenuhi ruangan.

​Kaiser terkesiap kecil. Wajah tampannya terhuyung ke samping akibat hantaman tamparan tersebut, menyisakan bekas kemerahan di kulit rahangnya. Namun, alih-alih murka, mengamuk, atau menghukum mereka secara brutal seperti yang biasa dilakukan Zero, sudut bibir Kaiser justru perlahan terangkat membentuk sebuah seringai tipis yang mengerikan, dingin, dan sarat akan rasa penasaran yang teramat dalam.

​"Ah... selamat malam, alter ego manisku..." bisik Kaiser rendah dengan suara bariton yang bergetar penuh hasrat tersembunyi yang baru saja terpancing keluar.

​Pria itu sama sekali tidak menunjukkan kemarahan; ia justru menatap manik mata merah Scarlett dengan tatapan memuja sekaligus menantang, seolah ia baru saja menemukan mainan paling menarik di dunia.

​"Aku sudah menunggu kepribadian liarmu keluar dari sarangnya sejak tadi, Scarlett..." lanjut Kaiser dengan nada berbisik yang menggetarkan. "Mari kita lihat seberapa jauh jiwa pemberontak di dalam tubuh ini bisa bertahan melawan permainanku sampai pagi menjelang."

​Scarlett membelalakkan matanya lebar-lebar, seketika menyadari sebuah kenyataan pahit bahwa ia telah masuk ke dalam perangkap psikologis yang sengaja dipasang oleh sang predator. Kaiser tidak pernah takut pada perlawanan mereka; sebaliknya, seringai penuh kemenangan di wajah pria itu membuktikan bahwa ia memang sengaja memancing alter ego Ceira keluar, ingin melihat, menyiksa, dan mempermainkan jiwa pemberontak itu hingga titik hancur yang paling memalukan.

1
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪😍
namice: 😘😘😘, siap kak, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan juga supportnya 😘😘😘💪🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
kok jadi penakut sih padahal kemarin berani loh
namice: karena ceira memiliki sisi rapuh kak, nanti akan ada dimana masa lalu Ceira kenapa memiliki alter ego kak😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku kaj😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya dan juga telah membaca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹💪
total 1 replies
°RhaiKen™
gak sabar pengen adegan bucin nya para tuan ni sama Scarlett dong kak 🤭🤭✌️💞💞
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Syadza
Aaaa lanjut kam thorrr, semangat moga update nya byk ya😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍💪
xuer jinghao: sama'
total 2 replies
Irsyad layla
lagi thor GK cukup 1
namice: 😍😍😘😘😘, sudah aku kirim satu bab lagi kak😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
up banyak banyak lah thor nggak cukup ini
namice: 😄😄, nanti aku tambahkan satu bab kak.... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
kasihan clara😭😭😭
namice: 😄😄, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
lanjut........
namice: 😍😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
good
namice: 😍😍😘😘😘😘, terimakasih banyak ya kak bintangnya 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 6 replies
Restu
semangat Thor......lanjut
namice: 😘😘😍, terimakasih support dan terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Restu
mampir thor.jangan setengah jalan thor🙏
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
Restu: sama-sama
total 2 replies
°RhaiKen™
/Scare//Scare/ ngeri nya KLO jdi MC cwe..
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
Keren abis pokonya...
namice: 😍😘😘🌹 dan ❤️ rose🌹 dan love ❤️ untukmu sekebon juga😘😘😘
total 5 replies
°RhaiKen™
Makin seru ceritanya..🥰🥰
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏
namice: 😘😘😘... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Adidatur Rizki
kok sama sih ka,
namice: maaf kak salah kirim, sudah aku hapus dan aku ganti🙏🙏, terimakasih banyak ya infonya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Syadza
lanjut secepatnya dongs🥰
Semangat
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku.. besok aku update doubel kak..ini novel baru tapi setiap hari nanti aku doubel up.. terimakasih banyak ya kak 😘😘😘😍😍😍
total 1 replies
Feni sang penulis novel
saya izin memberikan komentar ya dan saya izin memberikan bintang 5 kita saling bantu aja ya kak saling mendukung aja karya kita masing-masing
Feni sang penulis novel: terima kasih atas sukanya kak boleh kak di sebarluaskan ke teman-teman dari aplikasi kakak bawa novel saya yang berjudul jalan menuju masa depan tolong promosikan oleh kakak dari novel kakak pun akan dipromosikan oleh saya ke teman-teman saya terima kasih kak assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!