NovelToon NovelToon
Calon Istri Pengganti

Calon Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Ibu Pengganti / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.5
Nama Author: Pena_Senja

Hana tidak dapat menyembunyikan perasaan kecewanya karena pernikahannya gagal, Eric pergi tepat ketika ijab qabul akan dilangsungkan dan lebih memilih wanita lain. Apa yang dilakukan oleh Eric membuat keluarganya malu.

Tapi dari sinilah dia bertemu dengan Malik yang ternyata adalah bosnya sendiri di kantor tempatnya bekerja. Siapa sangka jika Malik adalah seorang duda beranak satu dan Emil putranya justru sangat menyukainya.

Bagaimana kelanjutan hubungan Hana dan Malik nantinya ketika Emil memintanya untuk menikahi Hana menjadikannya ibu sambung untuknya apakah Malik akan menyetujui permintaan putranya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Dihibur, Menghibur?

”Sejak kapan Pak Malik ada di sini?” tanya Hana merasa malu karena kepergok menangis di tangga darurat.

”Apa itu penting?” jawab Malik.

Ya, Malik pria itu memang mengikuti langkahnya dan menebak kemana arah Hana pergi yang tidak lain adalah di sini.

”Apa kau masih mencintainya?”

Hana terdiam. Cinta? tapi kenapa rasa sakit yang dia rasakan saat ini.

”Saya tidak tahu Pak Malik mungkin lebih ke arah benci, karena apa yang dia lakukan padaku sudah melebihi batas. Jika hanya saya saja mungkin bisa dimaklumi tapi ini sudah menyangkut nama baik keluarga saya.”

”Harusnya kau bersyukur,” ucap Malik.

Hana mengangkat wajahnya menatap ke arah Malik sejenak lalu memalingkan wajahnya ke samping. ”Apa maksud Pak Malik?”

”Eric, dia mengakui jika telah mengkhianatimu sebelum hubungan kalian ke tahap yang serius ’kan? Jika saja itu terjadi setelah kalian menikah pasti rasanya akan lebih menyakitkan lagi,” tukas Malik.

”Benarkan yang saya katakan? Kamu itu masih muda dan lagi banyak prestasi kenapa bersedih dengan keadaan seperti ini banyak pria lajang yang lebih baik dari mantan kamu itu,” lanjut Malik.

”Pak Malik sedang menghibur saya?” ucap Hana.

”Terserah penilaian kamu saja, yang jelas saya hanya mencoba memberitahukan kebenarannya saja bukan sekedar perkataan manis belaka. Perlu digaris bawahi jika saya juga gak mau dirugikan karena karyawan saya mikirin cinta jadi tidak fokus dalam bekerja.”

”Begitu ya, baiklah saya akan bekerja dengan profesional,” ucap Hana.

Hana keluar dari tempat itu diikuti oleh Malik.

”Nanti sore jangan pulang dulu tunggu saya di lobi, kita pulang sama-sama.” Malik berlalu setelah mengucapkan kalimat tersebut.

”Ck! Bos mah bebas!” gerutu Hana.

”Ehem, lagi ngomongin siapa nih?”

”Eh, kau ngagetin aja. Kenapa semua orang hari ini penuh dengan kejutan,” ucap Hana.

”Kamu aja kali yang lagi baper jadi dikit-dikit mengena di hati,” sahut Indah.

”Iya juga, aku memang sedang dalam mood yang buruk hari ini. Kau gak pergi ke kantin?” tanya Hana melihat Indah masih santai di ruangannya.

”Gak, males nanti minta OB aja buat belikan makanan di kafe depan kamu mau nitip?” balas Indah.

”Gak pengen sih, nanti saja jika pengen aku beli sendiri.” Indah mengangguk lalu memilih keluar dari ruangan sahabatnya itu dia tahu jika Hana sedang butuh privasi.

***

”Oma antarkan Emil ke kantornya papa sekarang!” teriak Emil membuat Maryam harus memperbanyak sabar karena cucunya sejak pagi merengek minta diantarkan ke kantornya Malik.

”Nanti sore ya Sayang, biar papa jemput kamu kesini,” ucap Maryam mencoba menenangkan cucunya.

”Emil maunya sekarang Oma, ayolah Emil mau ketemu sama mama cantik sudah dua hari Emil gak ketemu sama dia. Emil itu kangen Oma,” rengek Emil.

”Jangan begitu Sayang, tunggu papamu dulu nanti jika Oma mengantarkanmu ke kantor bukan hanya Oma saja yang disalahkan tapi juga tante, faham gak?” seru Sabrina.

”Tante gak tahu jadi dilarang komentar, ayo Tante kita berangkat sekarang!” Emil menarik lengan Sabrina keluar.

”Tunggu dulu, Tante mau telepon papamu dulu sebentar,” ucap Sabrina menggulir ponselnya dan mencari nama kakaknya Malik.

”Hallo, ada apa menghubungiku?”

”Hallo, putramu ini merengek terus minta diantarkan ke kantormu.”

”Sebentar lagi aku juga balik, nanti biar aku jemput dari kantor langsung.”

”Papa ... Emil ke kantor papa sekarang ya? Tante Sabrina yang akan mengantar Emil ke sana, boleh ya?”

”Emil dengarkan papa Sayang, papa sedang sibuk dan tidak bisa menemanimu di sini tolong mengerti ya, Emil tidak perlu datang kesini biar nanti papa yang jemput Emil ke rumah Oma.”

”Tapi Pa, Emil mau ketemu sama mama Hana. Papa tahu kan udah dua hari Emil di rumah Oma, sekarang Emil sudah sehat jadi tolong ijinkan Emil kesana ya, please!”

Sabrina pun mengambil alih ponselnya.

”Kau dengar sendiri kan Bang!”

”Jangan bawa dia ke sini Sabrina, di sini sedang banyak pekerjaan.”

”Baiklah aku akan membawanya jalan-jalan ke mall saja.”

Bip.

”Papamu tidak mengijinkannya jadi tetaplah di rumah atau kau ikut Tante ke mall, kita shoping?” tawar Sabrina.

”Tidak mau Tante, mendingan Emil tidur saja di kamar.” Bocah kecil itupun segera berlalu ke kamarnya.

”Kau lihat dia, mama khawatir dengan dia tapi kakakmu justru terlihat sangat santai dan seakan tidak peduli dengannya,” ucap Maryam.

Sabrina menggeleng pelan, ”Dia bukannya tidak peduli Ma, mungkin karena keadaannya seperti ini jadi dia terlihat mengabaikan putranya sendiri. Mama juga jangan menyalahkannya, Sabrina tahu kalau Bang Malik sebenarnya diam-diam juga memikirkan Emil.”

”Ya semoga saja begitu,” sahut Maryam.

Suara klakson mobil terdengar membuat keduanya mengalihkan pandangannya ke arah pintu utama.

”Flo,” ucap keduanya hampir bersamaan kemudian mereka saling pandang.

”Ada keperluan apa dia datang ke sini?” ucap Maryam.

”Semoga saja tidak ada sangkut-pautnya dengan Emil dan Malik,” jawab Sabrina.

”Hallo tante apa kabarnya?” sapa Flo memeluk Maryam.

”Alhamdulillah baik, bagaimana kau bisa tahu jika kita ada di sini?” tanya Maryam.

Flo tampak menghela nafasnya sejenak. ”Sebenarnya Flo juga datang ke rumah Tante yang di Paris tapi kata maid yang ada di sana Tante baru saja pergi ke sini beberapa bulan yang lalu jadi Flo memberanikan diri untuk datang.”

”Sabrina, apa kabarmu kau terlihat makin cantik dan terlihat dewasa.”

”Tentu saja karena pada dasarnya semua wanita itu cantik,” balas Sabrina mengurai senyum.

”By the way, di mana Emil, kenapa dia tidak terlihat? Aku sangat merindukannya,” seru Flo.

”Sungguh? Bukan rindu pada kakakku kan?” sindir Sabrina.

Flo tergelak mendengar perkataan Sabrina. ”Jika iya apakah kau akan memberikanku restu? Tak apa aku memulainya darimu jika kau mendukungku aku akan memberikan apapun untukmu Sabrina,” ucap Flo.

”Sayangnya aku tidak tertarik dan lebih suka dengan pilihan Bang Malik sendiri,” sahut Sabrina.

”Oh iya, jadi dia sudah memiliki pasangan maksudku calon ibu buat keponakanku Emil istri buatnya?” selidik Flo.

”Tidak bukan begitu, dia sendiri yang akan memilihnya jadi tolong jangan membuatnya kembali kesal seperti yang sudah-sudah,” ucap Maryam.

”Tidak akan Tante, Flo tahu diri kok lagipula selama ini Flo hanya dianggapnya sebagai mantan adik iparnya saja oleh Bang Malik jadi tidak mungkin jika Flo mengharapkan lebih darinya.”

”Baguslah jika kau tahu diri,” sela Sabrina.

Maryam membulatkan matanya mendengar perkataan putrinya. ”Sabrina tolong jangan memantik api, mama tidak suka terjadi pertengkaran di rumah mama sendiri.”

”Maafkan Sabrina Ma,” sesal Sabrina.

”Duduklah!” seru Maryam pada Flo.

”Aku hanya sebentar saja kok Tante, karena Emil sedang tidur ya sudah saya pamit saja.” Flo segera keluar dari rumah Maryam dengan perasaan kesal.

”Tidak sopan, sama sekali tidak berubah padahal sekolahnya di sekolah elit tapi bad attitude!”

”Sabrina please!” lirih Maryam melirik ke arah pintu, Emil tengah berdiri di tengahnya.

”Astaghfirullah, sejak kapan bocah itu ada di sana? Bagaimana jika dia mendengar semuanya?” bisik Sabrina.

1
Fitri Futihah Al Karim
perasaan aini kenapa sofia?
Tata google
kira2 umur emil berapa??? 20 tahun kah omongannya kayak orang dewasa..
Firli Khalifah
aduh pak Soleh bikin deg-degan aja
Firli Khalifah
seruuuu
Firli Khalifah
sebenarnya Emil itu umur brapa kok gak di tulis
Maryam Renhoran
semangat emil sayang 💪💪
ada mama n papa hebat yg sllu mendampingi nak...🥲🥰
Hilyatul Himma
malik bilang mau menghindar tp nyatanya...hmmm
Hilyatul Himma
Malik...Malik...banyak sekali yg kamu sembunyikan
Hilyatul Himma
Malik seharusnya jujur padahal Hana kan selalu jujur... seharusnya juga Malik tidak lagi meladeni Lani kerna dia kan cuma mantan ibu mertua lagi² si Lani ada hati sama Malik bukannya menjauhi malah sebaliknya😌😌
Hilyatul Himma
Alvin... Alvin...belum juga nikah tp udah mengutamakan perempuan lain dr ibumu sendiri😌
Hilyatul Himma
ini lah yg di namakan belajar tinggi sampai mana pun belum tentu menjamin kelakuan dan sikap seseorang...poor Alvin
Lutfi Fitasari
menarik
Anjelie Sharma
ceritanya bagus bngt
tiap ada masalah lngsng di selesaikan
Lina Lain
eh wes tamat yaaa lama ga buka tau" dah happy end
Eny Hayati
aasyyykk,,. match cintrong lg
Komisah Izza
seru
Yani
Alvin lagi ngegombal 🤭🤭
Yani
Sabar Hana berpikirlah positif
Yani
Semangat Hana
Yani
Ada yang kelewat ternyata bacanya 🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!