NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:920.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa ayahnya?

"Demamnya sudah turun."

Ucap Azura bernafas lega. Roel di belakangnya ikut bernafas lega. Begitu Azura membalikkan badan, tatapannya bertemu lagi dengan tatapan tajam Xavier. Ternyata pria itu masih berada di sana.

"Ayo bicara." kata pria itu tegas, tak bisa dibantah.

Azura menghembuskan nafas panjang, lalu berdiri dari kursi. Dia berusaha menutupi tentang keberadaan anaknya, tapi ternyata ketahuan juga. Entah apalagi yang akan Xavier pikirkan tentang dirinya.

"Roel, kau temani Orion sebentar." katanya sebelum mengikuti Xavier keluar.

Mereka masuk di ruangan yang lain. Belum ada yang membuka suara di antara mereka.

"Sampai kapan kau akan membodohiku, hm? Kau... Seorang Putri dengan status paling spesial, beraninya kau menipu semua orang, kau punya anak di luar nikah dan masih berani menikahiku?!"

Azura sempat tersentak dengan bentakan amarah itu. Memang mustahil kalau laki-laki ini tidak marah. Xavier maju selangkah lebih dekat, tangannya terulur mencengkeram leher gaun Azura.

"Berani-beraninya kau ..." rahang Xavier mengeras.

"Katakan, siapa ayahnya?"

"Aku tidak tahu."

Xavier mendengus keras.

"Tidak tahu? Kenapa, apa karena terlalu banyak pria yang kau tiduri hingga kau bahkan tidak mengetahui siapa ayah dari anakmu?"

Kalimat itu menohok sekali. Rasanya begitu perih. Rasanya Azura ingin berteriak dia adalah korban perkosaan seorang laki-laki yang bahkan tidak pernah ia lihat seperti apa bentuk wajah lelaki brengsek itu. Tapi ... Itu akan membuatnya terlihat menyedihkan bukan? Dia tidak mau dikasihani. Dan Xavier juga belum tentu percaya pada apa yang akan dia katakan. Karena di mata pria itu, ia adalah pembohong licik yang hanya memanfaatkannya.

"Aku memang tidak tahu siapa ayahnya. Tapi itu tidak penting. Pangeran, kalau kau ingin menceraikanku, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa."

Xavier tersenyum miring. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi. Pikirannya sudah terkuras habis karena satu wanita itu. Tiba-tiba Hugo mengetuk pintu. Xavier mendekat ke pintu dan membukanya.

"Pangeran, kalian harus kembali secepatnya ke penginapan. Raja Utara sudah mengirim orang dari istana untuk menjemput kalian." katanya.

Xavier dan Azura saling bertukar pandang. Masih ada ketegangan di antara mereka, tapi mereka memang harus kembali secepatnya.

"Segera siapkan kuda." Perintah Xavier. Hugo mengangguk dan berbalik pergi. Xavier menatap Azura. Wanita itu seolah mengerti arti tatapan pria itu dan berbicara.

"Aku akan menyuruh pengawalku membawa putraku ke tempat yang aman, lalu pergi denganmu." katanya ikut keluar dari tempat itu masuk ke kamar tempat Orion berada.

Bocah itu sudah jauh lebih membaik. Sebenarnya dia sulit berpisah lagi, tapi dia harus pergi sekarang. Masih ada yang harus dia selesaikan.

"Roel, tolong jaga putraku baik-baik. Bawa ke tempat itu dan tunggu suratku. Selama aku belum memberi kabar, jangan pernah keluar." kata Azura. Roel mengangguk.

"Baik putri."

Setelah itu Azura mengecup kening Orion dan keluar.

Di luar, Xavier sudah menunggunya di atas kuda, hanya ada satu kuda. Pria itu duduk tegap dengan wajah dingin yang tak terbaca. Saat melihat Azura keluar sendirian tanpa membawa bocah itu, seulas rasa yang sulit diartikan melintas sekilas di matanya, namun hilang secepat kilat, kembali digantikan oleh ekspresi kaku dan penuh kecurigaan. Ia tidak bertanya ke mana anak itu dibawa atau siapa yang menjaganya, seolah keberadaan Orion sama sekali tidak berarti baginya.

"Naik," ucap Xavier singkat, mengulurkan tangan namun wajahnya tetap lurus ke depan, tak mau menatap wanita itu.

Azura meraih tangan itu, dan dalam satu tarikan kuat, ia sudah berada di depan tubuh kekar Xavier. Ada keheningan panjang di antara mereka, hanya terdengar suara derap kaki kuda yang mulai berlari kencang membelah jalanan berbatu. Angin dingin malam menerpa wajah mereka, namun suhu di antara keduanya terasa jauh lebih dingin.

"Apa semua orang di tempat tadi adalah orang-orangmu?" tanya Azura.

"Kenapa, kau bertanya agar bisa melaporkan pada ayahmu aku memiliki banyak pasukan bayangan di Kerajaan ini?"

Azura terdiam. Ia menyesal telah bertanya. Apa saja yang keluar dari mulutnya sepertinya salah di mata pria itu. Ia memilih tidak bicara lagi. Azura memeluk pinggangnya sendiri erat-erat, berusaha menjaga jarak meski tubuhnya terpaksa menempel rapat karena gerakan kuda yang berlari kencang.

Di balik punggung itu, Xavier juga tak kalah gelisah. Matanya menatap lurus ke jalanan gelap di depan, namun pikirannya tak henti-hentinya berputar kembali ke kejadian tadi, ke wajah pucat bocah kecil itu, dan kata-kata tajam yang ia lontarkan tadi.

Kalimat yang meluncur dari mulutnya tadi, tentang banyaknya laki-laki hingga ia tak tahu siapa ayah anak itu, kembali terngiang di telinganya sendiri. Xavier mengertakkan gigi. Ia berniat menyakiti wanita itu, ia berniat membuatnya hancur, tapi saat melihat bagaimana wanita itu menelan hinaan itu tanpa pembelaan, hatinya justru terasa dicakar rasa sakit yang aneh.

Kuda itu terus berjalan menjauh, kembali ke penginapan. Keduanya lewat jalan yang tidak mengundang perhatian untuk masuk. Xavier sudah dengar bagaimana liciknya raja utara dan antek-anteknya. Dia hanya masih tidak terima kalau Azura akan menjadi salah satu antek-antek sang Raja. Tapi, semakin ke sini, dia merasa aneh. Terlepas dari Azura yang memanfaatkannya demi pernikahan politik, rasanya wanita ini seperti menyimpan banyak sekali rahasia. Termasuk memiliki seorang putra.

Dan kenapa...

Anak itu bisa begitu mirip dengannya waktu dia kecil? Xavier menggeleng-geleng keras.

Dia tidak pernah bertemu dengan Azura sebelumnya. Walau delapan tahun lalu dia pernah datang ke Kerajaan ini, tapi dia belum pernah melihat Azura. Lagi pula dia cuma dengar dari Basten juga kalau delapan tahun lalu dia hampir mati di Kerajaan karena di racuni. Tapi dia tidak ingat sama sekali. Katanya dia amnesia ringan dan ada beberapa ingatan masa lalunya yang dia lupa. Dia juga mandul. Tabib kerajaan sendiri yang bilang. Jadi, tidak mungkin bocah itu anaknya kan? Itu terlalu mustahil. Dia saja yang terlalu berlebihan.

1
Lis mania
Terima kasih banyak Thor, bagus banget ceritanya 👍🙏
Hatijah Cantik
cocoklah kan katanya Xavier jg TDK bisa punya keturunan itu kata sang Ratu ibunya xavier
Hatijah Cantik
dalam sinopsisnya Xavier ,pangeran kerajaan selatan tapi dalam cerita sebelumnya dia pangeran kerajaan barat , mana yg benar nih.
Elta Sugiarti Solibut
ceritanya luar biasa menarik
Rizky Manik
👍🏻👍🏻👍🏻
Yeni Ismayani
bagus
Dewi Ansyari
Endingnya bagus banget soalnya semuanya bahagia, semoga sukses selalu thorr🥰🥰
Dewi Ansyari
Itulah hukumanmu Elish,makanya jangan fitnah Xavier,apalagi selama ini Dy
udah menderita kehilangan Azura, makanya jangan sombong dan seenaknya saja
Dewi Ansyari
Akhirnya pulang istanah juga Azura dan Violet
Dewi Ansyari
Akhirnya raksasanya mati juga,bagus bantuannya cepat datang dari istanah
Dewi Ansyari
Ternyata benar Azura masih hidup,dan Sudah punya anak cewek dengan xavier
Dewi Ansyari
Jangan2 sebelum jatuh di jurang Azura sedang hamil,dan itu anaknya dengan Xavier
Dewi Ansyari
Kasihan Orion nyesekk banget kehilangan ibunya yg sudah berjuang selama ini agar Dy selamat 😭😭😭😭
Dewi Ansyari
RAsakan kamu Xavier peneysalanmu sudah percuma
Dewi Ansyari
Astaga Azura mati thorr nyesek banget,kasihan Arion😭😭😭, dan Xavier percuma saja kamu menyesal semuanya sudah jadi bubur😡😡😡
Dewi Ansyari
Semoga saja Azura bisa menang
Dewi Ansyari
Kasihan anak Azura😭😭di siksa
Dewi Ansyari
Anak Azura siapa Ayahnya apakah Xavier atau malah orang lain
Dewi Ansyari
Kasihan Azura 😭😭😭 Dy seakan hidup sendiri karena sekarang Dy tidak punya Sandaran😭😭😭
mariama ama
akhirnya happy ending Terima kasih banyak kaka author sayangkuhh lope lope sekebon jeruk 😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!