Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Gerbang Naga
Tujuh hari tujuh malam berlalu sejak hancurnya Asosiasi Alkemis Kota Angin Azure.
Di langit Benua Tengah yang tak bertepi, seberkas kilat hitam-emas melesat membelah awan dengan kecepatan yang meninggalkan jejak sonik panjang di belakangnya. Ye Xuan terbang tanpa henti, matanya yang sedingin es terkunci lurus ke arah pusat dunia.
Berkat Mata Kunci Dimensi, rute menuju Ibukota Kekaisaran Naga Suci terukir jelas di benaknya. Namun, Benua Tengah jauh lebih luas dari gabungan sepuluh Wilayah Utara. Untuk mencapai Ibukota yang melayang di pusat benua, terbang secara manual akan memakan waktu berbulan-bulan.
"Aku butuh Formasi Teleportasi Besar tingkat Kekaisaran," gumam Ye Xuan. Kecepatannya perlahan menurun saat daratan di bawahnya mulai berubah.
Di ujung cakrawala, sebuah pemandangan yang memukau terbentang. Dua buah gunung raksasa berbentuk seperti cakar naga melengkung ke dalam, membentuk sebuah gerbang alam yang sangat masif. Di antara kedua gunung cakar naga itu, berdirilah sebuah kota megah yang terbuat dari batu giok putih dan baja hitam.
Itu adalah Kota Gerbang Naga,benteng perbatasan sekaligus satu-satunya titik transit menuju Ibukota Kekaisaran Naga Suci dari arah luar.
Ye Xuan mendarat di pinggiran kota. Ia kembali mengaktifkan penyamaran Garis Keturunan Bunga Ilusi, menutupi aura Inti Emas Lapis Kedelapannya menjadi hanya sebatas Pembentukan Qi Lapis Kesembilan, lalu berjalan masuk membaur dengan ribuan kultivator lainnya.
Kota itu luar biasa ramai. Jalanan diaspal dengan batu roh tingkat rendah, dan para kultivator yang berlalu-lalang sebagian besar berada di Alam Pondasi Spiritual—sesuatu yang sangat langka di Wilayah Utara, namun menjadi pemandangan biasa di sini.
Di pusat kota, sebuah altar batu giok raksasa berbentuk heksagonal memancarkan cahaya keperakan yang menembus langit. Itu adalah Formasi Teleportasi Besar.
Ye Xuan melangkah menuju altar tersebut. Namun, area sejauh lima ratus meter di sekeliling altar telah dibarikade ketat oleh ratusan prajurit berbaju zirah emas yang menunggangi monster serigala bersisik. Mereka adalah Pasukan Zirah Emas Kekaisaran.
Ribuan kultivator pengembara dan pedagang hanya bisa berkerumun di luar barikade dengan wajah kesal namun tak berani bersuara.
"Hei, Saudara! Jangan maju lagi, kau bisa dipenggal!" seorang kultivator setengah baya menarik lengan baju Ye Xuan untuk memperingatkannya. "Hari ini Formasi Teleportasi ditutup untuk umum!"
Ye Xuan berhenti, melirik pria itu. "Ditutup? Kenapa?"
"Ssst! Pelankan suaramu!" Kultivator itu menatap ketakutan ke arah barisan prajurit emas. "Pangeran Muda Long Ming dari keluarga cabang Kekaisaran sedang transit! Dia membawa jutaan sumber daya berharga dari berbagai wilayah sebagai upeti untuk Putra Mahkota Long Chen di Ibukota!"
Mendengar nama Long Chen, mata Ye Xuan seketika menyipit. Aura pembunuh yang sangat tipis namun mematikan bocor dari celah penyamarannya, membuat kultivator setengah baya di sebelahnya menggigil tanpa alasan.
"Upeti untuk Long Chen?" ulang Ye Xuan pelan.
"B-Benar!" pria itu melanjutkan dengan suara berbisik. "Kudengar, Putra Mahkota Long Chen sedang bersiap untuk menembus Alam Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) Tahap Akhir! Tulang Dewa Bawaan di dalam dadanya membutuhkan energi kosmik yang luar biasa besar untuk berevolusi. Karena itu, seluruh faksi bawahan Kekaisaran dipaksa menyerahkan upeti besar-besaran hari ini."
Ye Xuan tertawa rendah. Tawa itu terdengar sangat dingin.
Tulang Dewa Bawaan. Tentu saja itu butuh energi. Fragmen Sistem Ekstraksi Jiwa yang tertanam di dada Long Chen itu sedang kelaparan dan menunggu untuk disuapi.
"Terima kasih atas informasinya," ucap Ye Xuan. Ia tidak mundur, melainkan kembali melangkah maju menembus kerumunan, berjalan lurus ke arah barikade Pasukan Zirah Emas.
"H-Hei! Anak muda! Kau cari mati?!" kultivator itu memekik tertahan.
Tepat pada saat itu, sebuah kereta kencana mewah yang ditarik oleh empat ekor Naga Bertanduk (Monster Tingkat 4) mendarat di depan altar teleportasi. Dari dalam kereta, keluarlah seorang pemuda angkuh berpakaian jubah naga emas. Matanya memandang ribuan kultivator di sekitarnya seperti memandang sekumpulan semut.
Ia adalah Pangeran Muda Long Ming. Kultivasinya berada di Alam Inti Emas Lapis Kedua!
"Cepat aktifkan formasinya!" perintah Long Ming dengan nada arogan kepada tetua penjaga altar. "Jika upeti berupa Darah Naga Es dan Kristal Jiwa Bintang ini terlambat kuserahkan kepada Kakak Mahkota, sepuluh nyawamu tidak akan cukup untuk menebusnya!"
"B-Baik, Pangeran Muda! Kami sedang memanaskan inti formasi!" tetua penjaga altar berkeringat dingin, segera memerintahkan para bawahannya untuk bekerja lebih cepat.
Long Ming mendengus. Ia melirik ke arah kerumunan kultivator yang dibarikade.
"Pasukan Emas! Bersihkan area ini hingga radius satu kilometer! Udara yang dihirup oleh para gembel ini mengotori upeti suciku! Siapa pun yang menolak mundur, bunuh di tempat!"
"SIAP, PANGERAN!"
Ratusan prajurit Zirah Emas langsung mengangkat tombak mereka. Energi spiritual yang mematikan meledak secara serentak.
"Mundur! Mundur semua!"
"Lari! Pasukan Emas tidak pernah main-main!"
Kerumunan kultivator langsung panik dan berhamburan mundur, saling injak demi menghindari tebasan tombak para prajurit tirani tersebut.
Namun, di tengah kekacauan lautan manusia yang mundur ke belakang, satu sosok justru berjalan santai ke depan, melawan arus, menuju ke arah altar. Jubah hitamnya berkibar pelan.
Seorang Komandan Pasukan Emas (Puncak Pondasi Spiritual) menatap Ye Xuan dengan mata melotot marah.
"Bocah Lapis Kesembilan Pembentukan Qi! Kau tuli atau buta?! Berlutut dan potong kakimu sendiri karena berani melanggar perintah Pangeran!"
Komandan itu mengayunkan cambuk berduri yang terbuat dari urat naga baja langsung ke arah wajah Ye Xuan. Cambuk itu membelah udara dengan suara ledakan sonik, cukup untuk menghancurkan kepala kultivator biasa menjadi bubur.
Namun Ye Xuan tidak berkedip. Ia bahkan tidak mengangkat tangannya.
TANGG!
Saat cambuk berduri itu menyentuh jarak setengah meter dari wajah Ye Xuan, cambuk baja tersebut menabrak Domain Kehancuran Beracun miliknya yang dipadatkan secara tak terlihat. Cambuk itu seketika berkarat, hancur menjadi serpihan debu hitam yang tertiup angin!
Komandan itu terbelalak kaget. "A-Apa—"
Sring!
Ye Xuan hanya melirik komandan tersebut. Seberkas Niat Pedang Kehancuran melesat dari matanya.
CRAT!
Kepala Komandan Zirah Emas itu terlepas dari lehernya dengan rapi. Darah menyembur tinggi ke udara seperti air mancur. Tubuh tanpa kepalanya masih berdiri selama dua detik sebelum akhirnya ambruk ke tanah batu giok dengan bunyi berdebum kasar.
Hening.
Kepanikan kerumunan terhenti. Para prajurit Zirah Emas membeku di tempat.
Pangeran Muda Long Ming, yang baru saja akan melangkah masuk ke altar teleportasi, menghentikan langkahnya dan berbalik menatap mayat komandannya. Wajah arogannya perlahan berubah menjadi murka yang membakar.
"Siapa... Siapa anjing liar yang berani membunuh Komandanku di depanku?!" raung Long Ming, matanya mengunci sosok pemuda berjubah hitam tersebut.
Ye Xuan mengibaskan sisa debu cambuk dari depan wajahnya. Penyamaran udiknya perlahan mencair, menampilkan wajah aslinya yang sedingin es neraka. Mata kanannya segelap malam, sementara mata kirinya memancarkan sekilas kilau perak dari Mata Kunci Dimensi.
"Kau bilang kau sedang membawa upeti makanan untuk Long Chen?" suara Ye Xuan terdengar sangat santai, bergema jelas menembus keheningan alun-alun.
Ye Xuan melangkah melewati barisan prajurit Zirah Emas yang gemetar ketakutan, tatapannya langsung tertuju pada kereta kencana yang dipenuhi kotak-kotak giok bercahaya.
"Kebetulan sekali," senyum bengis terbentuk di bibir Ye Xuan. "Sistemku juga sedang kelaparan."
"BUNUH DIA! CINCANG DIA MENJADI DAGING CINCANG!" Long Ming berteriak histeris, kehilangan seluruh keanggunan bangsawannya.
"MATI KAU, PENYUSUP!" Seratus prajurit Zirah Emas, semuanya di atas tahap Pondasi Spiritual, meledakkan aura mereka dan menyerbu Ye Xuan secara bersamaan dari segala arah! Ratusan tombak memancarkan pendar emas yang menyilaukan, membentuk formasi Jaring Naga yang tidak menyisakan ruang untuk menghindar.
Menghadapi serangan seratus elit Kekaisaran, Ye Xuan berhenti melangkah.
Ia mengangkat tangan kanannya, merentangkan jari-jarinya.
"Domain Kehancuran. Telan."
WUUUUUUSSSSHHH!
Sebuah domain hitam pekat yang diselimuti kabut racun zamrud meledak keluar dengan radius lima puluh meter!
Itu bukan sekadar benturan fisik. Begitu seratus prajurit itu memasuki batas domain hitam Ye Xuan, senjata spiritual tingkat tinggi mereka meleleh menjadi cairan logam kotor. Baju zirah emas yang dibanggakan hancur menjadi debu. Dan daging mereka...
"ARGGGHH!"
"TIDAAAK! TOLONG!"
Jeritan memilukan bergema di seluruh kota. Racun pembusuk meridian dan Niat Pedang Kehancuran mengoyak tubuh seratus prajurit elit itu hingga ke tingkat seluler. Hanya dalam waktu tiga tarikan napas, seratus prajurit Zirah Emas menguap menjadi seratus genangan cairan darah hitam dan abu!
Ribuan kultivator penonton yang berada di kejauhan jatuh terduduk, merangkak mundur dengan teror absolut yang mencengkeram jiwa mereka.
"H-Hanya dalam satu kedipan mata..."
"Iblis... Iblis Kuno telah turun ke Kota Gerbang Naga!"
Di depan altar, kaki Pangeran Muda Long Ming gemetar hebat. Kesombongan Inti Emas Lapis Keduanya hancur tak tersisa saat ia merasakan tekanan aura absolut yang perlahan dibebaskan oleh Ye Xuan.
"I-Inti Emas... Lapis Kedelapan?!" Wajah Long Ming sepucat mayat. Ia menyadari bahwa pemuda misterius ini berada pada tingkat kekuatan yang sama dengan para Jenderal Besar Kekaisaran!
Melihat Ye Xuan mulai melangkah mendekatinya, insting bertahan hidup Long Ming meledak. Ia menggigit lidahnya, menyemburkan esensi darah, dan memanggil Senjata Sihir Peringkat Surga dari dalam tubuhnya—sebuah Tameng Cangkang Kura-kura Emas raksasa yang langsung menutupi tubuhnya dari segala arah.
"K-Kau tidak bisa membunuhku! Aku memiliki darah Naga Suci! Tameng ini bisa menahan serangan puncak Inti Emas!" teriak Long Ming dari balik perisai absolutnya.
"Darah Naga Suci? Kebetulan aku belum pernah mencicipinya," balas Ye Xuan datar.
Ye Xuan tidak menggunakan Pedang Embun Beku. Ia hanya berjalan mendekati tameng raksasa itu, menarik tangan kanannya ke belakang, lalu melepaskan satu pukulan tinju lurus dengan murni menggunakan kekuatan Tubuh Tirani Tulang Emas.
BOOOOOOM!
Udara meledak. Tinju Ye Xuan menghantam permukaan Tameng Surga Emas itu.
Ada keheningan sepersekian detik, sebelum suara retakan yang sangat nyaring terdengar.
KRAAAK! PRANG!
Tameng yang diklaim tak bisa ditembus itu pecah berkeping-keping bak kaca murahan! Tinju Ye Xuan terus melaju tanpa hambatan, langsung menembus dada Long Ming dari depan ke belakang.
"A-Ap..." Long Ming menunduk, menatap lengan Ye Xuan yang tertanam di dalam dadanya. Darah segar menetes deras ke lantai altar batu giok.
Ye Xuan menarik napas dalam, matanya menyala dengan keserakahan mutlak. Ia menggenggam jantung Long Ming yang masih berdetak di dalam sana.
"Sistem. Ekstrak semuanya. Atributnya, garis keturunannya, dan semua harta di dalam keretanya!"
[Ding! Menemukan Entitas Kultivator Inti Emas (Lapis Kedua - Garis Keturunan Imperial)!]
[Memulai Ekstraksi Overload...]
[Mengekstrak 100 Kotak Upeti (Darah Naga Es, Kristal Jiwa Bintang)...]
[Memperoleh: 1.500.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Garis Keturunan Naga Suci (Tingkat Surga - Dasar)!]
[Memperoleh Atribut: Aura Penakluk Naga!]
Tubuh Pangeran Muda Long Ming mengering menjadi mumi dalam sekejap sebelum hancur tertiup badai energi.
BZZZZZT!
Inti Emas Kehancuran di dalam Dantian Ye Xuan bergejolak hebat, menelan seluruh jutaan poin Qi murni dari upeti tersebut bagaikan monster rakus. Lapisan demi lapisan emas murni dan hitam legam memadat.
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Alam Inti Emas Lapis Kesembilan!]
[Selamat! Kultivasi Inang mencapai Puncak Alam Inti Emas!]
JLEEGAR!
Langit di atas Kota Gerbang Naga mendadak dipenuhi kilat keunguan. Aura Ye Xuan meluap hingga mencapai batas dunia manusia fana. Selangkah lagi, ia akan menyentuh batas Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)!
Sambil mengibaskan darah dari tangannya, Ye Xuan berjalan mendekati altar Formasi Teleportasi Besar. Para tetua penjaga altar sudah berlutut bersujud, membasahi lantai dengan air mata dan keringat dingin, tak berani menatap wajah dewa kematian yang baru saja membantai Pangeran Kekaisaran.
"Aktifkan formasinya. Ke Ibukota Kekaisaran," perintah Ye Xuan, suaranya sedingin es abadi.
"B-Baik, Tuan! Langsung kami aktifkan!"
Altar giok itu menyala dengan cahaya perak yang menyilaukan. Pusaran ruang dan waktu mulai terbentuk di atasnya.
Ye Xuan melangkah perlahan ke dalam pilar cahaya tersebut. Mata kirinya yang memancarkan kilau Mata Kunci Dimensi menatap ke arah pusaran dimensi yang mengarah lurus ke jantung Kekaisaran Naga Suci.
"Long Chen," bisik Ye Xuan, tersenyum buas saat cahaya perak perlahan menelan tubuhnya. "Nikmati sisa waktumu. Aku datang untuk menjemput barang milikku."
WUUUSSH!
ngarit, pakan sapimu wes entek kae loo... 😂😂😂🤭
lapis keenam, turun ke lapis tiga, loncat lagi ke lapis delapan . 🤭🤭🤭🤦
vote & bintang kuberikan setelah ada kepastian bahwa Ye Xuan adalah sosok pendekar baik & rendah hati, (aliran putih.
lanjuuut..)
dyahsyat sekaleee...🤭🤭🤭
nti kukutuk jadi kodok luu...
aku hampir marahin si Ye.
karna kan mereka gak semua bersalah🤦