Sejak pertemuan pertama mereka, Nada sudah mulai memasang alaram tanda bahaya di hatinya. Kesalah pahaman terjadi ketika Nada di minta untuk menjadi dokter pribadi dari neneknya Arga, si tuan muda pemilik perkebunan teh di kota tempat Nada bertugas.
Pertemuan yang kerap terjadi, membuat Nada harus membentengi hatinya dari pesona si tuan muda, walaupun pada kenyataannya dia mulai tertarik dan jatuh cinta pada Arga.
Lalu bagaimana sikap Arga menghadapi kekerasan hati Nada, dan bagaimana cara dia meluluhkan hati dokter cantik kesayangan neneknya itu.
Ini karya pertama ku,
Mohon dukungannya ya reader 🥰
Makasih 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisFauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Keresahan
"Apa kabar, Nek? Nenek sehat kan?" Suara Nada lembut selembut gerakannya meraih tangan nenek dan mencium kedua pipinya.
"Alhamdulillah, Nenek sehat Nada. Hanya terasa pegal di bagian punggung, sepertinya Nenek kurang olah raga saja," sahut nenek sambil mengusap rambut Nada penuh rasa sayang.
Najwa yang melihat sikap nenek Retno yang terlihat begitu menyayangi Nada merasa tersisih dan kecewa. Harusnya nenek lebih menyayanginya, karena dia tunangan Arga cucu kesayangannya. Tapi sudahlah, masa bodoh dengan semuanya.
Yang penting baginya, Arga tetap jadi miliknya.
Menyadari wanita yang berdiri di samping nenek adalah tunangan Arga, Nada berniat untuk bersikap ramah dan manis mengingat kebaikan nenek dan Arga padanya. Namun niatnya luruh seketika, saat melihat sikap dingin dan angkuh Najwa padanya. Tanpa sadar, Nada pun memperlihatkan sikap yang sama, menganggukkan kepala dan hanya tersenyum sekilas pada Najwa.
Arga yang memperhatikan dari balik pintu kamarnya, melihat bagaimana Nada yang terlihat tidak nyaman dengan sikap angkuh Najwa padanya. Nada yang terlihat begitu perhatian pada nenek, berbanding terbalik dengan Najwa yang bersikap dingin dan masa bodoh.
Sesekali didengarnya tawa nenek dan Nada yang tengah asik berbincang, sementara Najwa sibuk dengan ponsel ditangannya.
"Waktu masih muda dulu, Nenek kuat jalan kaki keliling kampung tiap hari. Sekarang, kaki nenek cepat pegal, suka capek," kata nenek tersenyum lebar. Nada memijat betis nenek sambil menggosoknya dengan minyak urut.
"Sekarang aja nenek masih kelihatan gesit, masih kuat jalan jauh. Terus terang Nada malu bilang sama Nenek, jalan sedikit mendaki aja Nada suka ngos-ngosan," sahut Nada sambil terkekeh geli mengingat misi kemanusiaannya dengan Arga beberapa waktu lalu.
Nenek tampak mengerutkan dahinya seperti sedang memikirkan sesuatu. Perhatiannya tidak lagi pada Nada, tapi pada dua sosok yang sedang berbicara di sofa panjang ruang tamu rumahnya. Nenek tampak menghela nafas berat dan terus memperhatikan pemandangan di depannya.
"Nenek?" Panggil Nada lembut, "Ada yang mengganggu pikiran Nenek?" Nada memegang pelan tangan nenek yang berada dipangkuannya.
Nenek Retno tersenyum sedih, dan mengusap sayang bahu Nada. "Nenek hanya kasihan sama Arga, Nenek tau Arga tidak mencintai Najwa, tapi tidak juga sanggup melukai hatinya."
🌹🌹🌹
"Nada." Arga memanggil Nada yang sedang membereskan tas kerjanya di dalam kamar nenek. Tampak nenek sudah tertidur lelap.
"Ada apa, Mas?" Tanya Nada menghadap ke arah Arga. Nada berjalan keluar kamar dan perlahan menutup pintu. "Sudah sore, Aku harus segera pulang."
"Sebentar saja, Aku ingin minta maaf tentang sikap Najwa padamu siang tadi."
"Sikap yang bagaimana ya? Tidak ada yang salah pada sikapnya?" Tanya Nada berpura-pura. Bagaimanapun ia masih merasa sedikit kesal pada Najwa yang terang terangan menunjukkan sikap dingin dan angkuh padanya.
"Sikapnya yang angkuh dan masa bodoh padamu dan nenek."
"Aku pikir wajar dia bersikap seperti itu. Dia merasa terganggu dengan kehadiranku, sementara dia hanya ingin bersama dengan Mas dan nenek."
"Bukan seperti itu, Nada. Najwa .... Najwa cemburu padamu."
Nada tertawa hambar mendengar ucapan Arga. Hah, cemburu!!.
"Kenapa harus cemburu! Toh Kita nggak ada hubungan apa-apa. Aku juga kemari buat lihat keadaan nenek. Biar bagaimana pun, aku sudah janji akan merawat nenek.
Tidak ada niat apapun, apalagi untuk membuat tunanganmu cemburu."
🌹🌹🌹
Nada mencoba memejamkan matanya, berharap segera terlelap dan bermimpi indah bertemu dengan pangeran tampan pujaan hati. Tapi, justru bayangan tampan Arga yang menyeruak memenuhi kepalanya.
Nada menghela nafas dalam, merasakan resah hatinya. Betapa pun tampannya lelaki itu, ada sesuatu yang membuatnya merasa tertantang untuk mengalahkan pesona Arga. Mencoba menguasai hatinya yang mulai terusik dengan kehadiran Arga didekatnya. Ia ingin tegar walau sebenarnya rapuh, ia ingin dipandang sebagai sebuah subyek dan bukan sebagai obyek.
🌹🌹🌹
Happy reading 😘😘
Love you all, muachhh
💖💖💖💖💖
Hai reader semua, ini akun baru Risfa penulis novel @ Cinta untuk Nada
@ Me Before You
@ I am Yours
@ Eight Years Larer
@ Bodyguard dan Presdir Bucin,
Akun NT Risfa yang lama dgn nama pena @Risfauzi gak bisa kebuka sejak kemarin sore. Foto profil aku pakai covel novel kelimaku.
Teeima kasih atas perhatiannya, love you all 🥰🥰
kenapa harus korea juga...??
💃💃💃💃💃💜💜💜💜💜💜
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️