Lily Light Kato, yang terlahir dengan limpahan materi dan kemewahan, lebih memilih hidup mandiri dan jauh dari keluarganya.
Lily menyembunyikan status aslinya juga menutupi kecantikannya dengan berpenampilan culun dan berwajah buruk rupa.
Lily lebih memilih menjadi, tenaga relawan di salah satu panti sosial.
Niat hati ingin menolong sepasang suami-istri yang mengaku terlantar, malah menjerumuskan Lily pada sebuah pernikahan kilat, dengan putra semata wayang pasangan suami-istri itu.
bagaimana kisah Lily, putri Kimberly dan Arthur selanjutnya?
saksikan terus kisah mereka hanya di sini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uma_bhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10
Masih nampak ketegangan di ruang keluarga kediaman Smith. Nyonya dan tuan Smith begitu kebingungan untuk membuat — Lily menerima perjodohan mereka. Sedangkan Brian hanya menanggapi santai, pria itu begitu bersyukur karena Lily begitu menentang perjodohan konyol kedua orang tuanya.
"Kami tidak mau tahu, kamu harus mengajaknya menikah." Nyonya Alice berkata dengan nada ancaman. Wajah wanita cantik itu begitu seriusan. Ia tidak akan merelakan calon istri yang langka untuk — putranya.
"What, apa mommy bercanda?! Pekik Brian dengan perkataan, mommynya.
"Kamu harus bisa, meyakinkan nona Lily untuk menerima perjodohan ini," timpal tuan Jeremy.
"Kenapa kalian begitu memaksa. Dia tidak akan bisa menerima perjodohan ini, karena dia sadar, mana ada pria rupawan menikah dengan wanita buruk rupa," Seloroh Brian.
Wajahnya bahkan begitu geli, membayangkan dirinya menikah dengan Lily. Wanita yang begitu jelek, di penglihatannya.
"Kalau kamu gagal, maka surat wasiat Smith tidak akan menjadi milikmu." Tuan Jeremy Smith, mengeluarkan ancaman yang mampu membuat Brian tercengang.
"Daddy serius?! Sentak Brian, wajahnya begitu shock.
"Kenapa kalian begitu menginginkannya, padahal aku bisa memberikan kalian menantu yang terbaik di negara ini," pungkas Brian.
Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran kedua orang tuanya yang menginginkan putra tampan mereka menikahi wanita buruk rupa dan culun.
"Karena dia calon menantu langka zaman sekarang," timpal nyonya Alice.
Brian mengusap wajahnya kasar dan mengerang frustasi. Kenapa dia harus terjebak dengan permainannya sendiri.
"Sial!" Geramnya dalam hati.
"Waktu kamu hanya tiga jam dari sekarang. Kamu harus menyakinkan dia untuk menerima perjodohan ini, kalau tidak, kau harus meninggalkan semua gaya hidup mewah kamu." Tuan Jeremy memberikan titah kepada putranya itu.
Setalah mengatakan titah untuk sang putra, pasangan suami-istri itu pun akhirnya meninggal ruangan keluarga dan menuju kamar mereka.
Brian hanya bisa melongo, dengan wajah tidak percaya. Mana mungkin ia menjatuhkan harga dirinya sendiri dengan… melamar wanita culun, buruk rupa.
"OH Tuhan, akh!" Erang Brian sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
….
Sementara Lily kini memandangi langit gelap di balkon kamar yang ia tempati.
Lily begitu terngiang-ngiang dengan perkataan, nyonya Alice. Mana mungkin Lily mau menikah, disaat ia sendiri menghentikan pernikahannya dua tahun lalu.
Lily masih ingin, mencari ketenangan dan hidup bebas tanpa tekanan siapapun. Lily takut, sisi kegelapannya akan membuat kecewa.
"Cih, mana mungkin aku menikahi pria kasar dan tua sepertinya," gumam Lily.
"Pria itu begitu tua. Apa karena wajahnya terlalu kaku?" Gumam Lily dengan nada lirih.
Ia membayangkan wajah Brian yang terlihat dingin dan kaku, belum lagi pria itu memiliki perkataan lava panas. Sekali mengeluarkan perkataan, akan membuat mood orang hancur.
"Isst, aku begitu tidak sudi menikah dengannya. Bisa-bisa aku akan hidup bagaikan di kutub Utara dan hidup dengan binatang kutub Utara mengerikan." Ujar Lily, suaranya terdengar sedikit nyaring.
Membuat pria bertubuh tinggi kekar di belakangnya, begitu marah. Brian mendengar semua perkataan Lily. Apalagi kata-kata binatang kutub Utara.
"Apa aku baru saja mengalami body shaming? Disamakan dengan binatang kutub Utara," erang Brian begitu emosi.
"Dasar wanita culun, buruk rupa." Batin Brian berteriak dalam hati.
"Hey, jelek!" Pekik Brian yang wajahnya merah dan dada naik turun karena emosi.
Lily segera membalikkan badannya, ia bisa melihat Brian di sana, di dalam kamar dengan wajah marah.
Lily membenarkan letak kacamata besarnya dan menatap Brian dengan mata menyipit tajam.
"Akh!" Brian berteriak kencang. Ia begitu terkejut melihat wajah Lily.
"Anda kenapa? Dan apa yang anda lakukan di sini?" Cerca Lily, masih membenarkan letak kacamata besarnya.
"Berbalik!" Pekik Brian sambil membuang pandangannya dan tidak ingin melihat wajah — Lily.
"Hah?! Sahut Lily tidak percaya.
"Balikkan tubuh jelekmu," teriak Brian.
Lily semakin di buat bingung, wanita itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Cepat, balik badanmu, jelek!" Bentak Brian.
"Kenapa aku harus membalikkan badan?" Tanya Lily yang memasuki kamar dengan penampilannya masih terlihat culun.
Brian masih membuang pandangannya, mana kuat dia memandangi wajah Lily yang begitu buruk. Sedangkan Lily terlihat berjalan santai.
"Karena kau, akan membuat mataku terdonai dengan wajah jelekmu," tandas Brian.
Lily semakin di buat bingung, kenapa ada orang terlihat pintar dan berkharisma, namun hidupnya di buat sulit.
"Kenapa aku harus berbalik? Kenapa bukan anda saja yang keluar dari sini," sahut Lily. Berhasil membuat Brian kembali tercengang.
"Akhh! Dasar wanita jelek!" Pekik Brian semakin frustasi.
Lily pun tidak peduli, wanita itu terus berjalan ke arah ranjang, Lily ingin beristirahat sejenak, sebelum kembali esok hari.
Sementara Brian masih setia memalingkan pandangannya, sunyi, Brian menangkap kesunyian, penasaran dengan diamnya Lily, Brian memberanikan diri untuk berbalik.
Pria itu semakin melongo tidak percaya, kenapa ada wanita yang menolak pesonanya dan sekarang ia terabaikan oleh seorang wanita buruk rupa.
komen
sub
iklan
bintang
kenapa selalu kak uma ga nuntasin ampe ending sih
ntar akhir jalanny ga klop
alurnya di chap 1 n lainya
kayak q nya protes
dphal nt kk bagus
spt mengantung deh..
maafkan jd curhat
tp ttp asyik kog, hny endingnya yg selalu terpotong kasar
/Facepalm//Grimace//Facepalm//Grimace//Facepalm//Grimace//Facepalm//Grimace/
biar aje org yg komen ga sesuai expect nya.
namany manusia, pastiny pemikiran beda.
kita tinggal nikmati ga usah mikir, yey..
tetap semangat.. aplg visual yg always bikin melting
cha yo kak umma bee
siapa..kau siap honey
hmmm..
bayangin
kan bobok
hmmmm
makanya dlm islam, sbg muslimah kita disuruh menutup aurot hany tampak wajah n pergeangan saja.
lakik sejati yo ngono, posesif
ga mau miliknya di maksa mata2 buaya lihat miliknya.
agar hany dia saja yg bs menikmati.
itulah indahnya islam, quran dan sunnah adlaah buku panduan lgs dr si pembuat manusia.
spt elektronik, ada buku panduan pemakaian.. logikanya begitu s n k
jd harap jgn disalah artikan para ukhty yg menutup hingga niqop wajahnya.
krn hujah marwah suaminya dipertaruhkan. agar tidak ada macam psikopat yg teropsesi jahat macam itu.
cha uo umma bee/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
gila nt k uma bee, x ini, ambil bbrp chap
action
culun bin bego
psikopat
drama ala pelakor harta
mafia underground