NovelToon NovelToon
I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Nikah Kontrak / Cerai / Tamat
Popularitas:532.5k
Nilai: 5
Nama Author: dianning

Duda tampan dan kaya menjadi incaran para wanita lajang, tetapi sama sekali tidak tertarik menikah lagi karena masih mencintai mantan istri yang telah direbut oleh pria lain.

Saat berencana untuk hidup melajang dengan gelar 'Duren', tetapi gagal karena sang ibu sibuk mencarikan wanita untuk dijodohkan dengannya.

Sampai ia memiliki jalan keluar untuk mencari seorang wanita untuk dijadikan istri kontrak demi mengelabuhi sang ibu.

Akankah Duren ini menemukan seorang wanita yang sesuai dengan kriterianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berharap keajaiban

Dari tadi, Alesha menangis sepanjang jalan. Hingga ia kehabisan napasnya sendiri. Sesak, takut. Itulah yang ia rasakan.

Tahun lalu adalah peristiwa yang begitu menakutkan bagi Alesha. Ia takut mendengar hal buruk terjadi pada ibunya lagi.

Ia takut gagal dalam menjaga ibunya. Ia takut satu-satunya orang yang begitu ia sayangi tak bisa diselamatkan dan meninggalkannya di dunia ini sendiri.

Sampai rumah sakit, dokter segera membawanya ke ruang ICU. Alesha ingin ikut menerobos masuk ke dalam ruangan, tapi akhirnya ditahan oleh seorang perawat.

"Mohon untuk menunggu di luar, Nona."

Setelah itu, pintu ditutup rapat.

Alesha hanya bisa mengintip dari kaca pintu yang remang-remang kala sang dokter dengan bantuan dua orang perawat memasangkan ibunya dengan berbagai alat yang tidak Alesha ketahui apa namanya.

Alesha perlahan-lahan mundur, tidak sanggup melihat lagi. Ia hanya berdiri bersandar pada dinding di depan pintu sambil meremas jemarinya sendiri karena gugup. Bahkan buku jarinya kini benar-benar memucat dan dingin.

Pemeriksaan ibunya entah kenapa berjalan begitu lama dalam ruang lingkup waktunya. Gadis itu menunduk lemas. Saking lemasnya, ia tidak mampu menahan badannya lagi dan meluruhkan badannya ke lantai.

Ia mengacak frustasi rambutnya sendiri hingga terlihat sangat berantakan. Membuang napas dengan kasar, lalu meredam tangisannya sendiri dalam telungkup kedua tangannya.

Pikirannya benar-benar penuh.

Bagaimana keadaannya ibunya sekarang?

Apakah ia akan baik-baik saja?

Ia tak akan mengharapkan apa-apa lagi untuk diri sendiri. Ia hanya sungguh berharap semuanya yang terjadi pada ibunya akan baik-baik saja. Apakah itu sebuah harapan yang serakah?

Sampai beberapa saat kemudian, dokter itu keluar. Alesha yang sedang terduduk di lantai sontak bangun dan menghadang dokter itu.

"Bagaimana keadaan ibu saya, Dokter?"

Sang dokter menatap keluarga pasien dengan tatapan sayu, membuat wanita itu menggigit bibir bawahnya takut. "Kami dengan berat hati mengatakan ini kepada Anda, Nona."

"Apa yang terjadi dengannya?" Dengan suara bergetar, Alesha memberanikan diri menanyakan hal yang sedari tadi berputar-putar di kepalanya.

"Jantung ibu Anda semakin melemah sekarang. Hal ini bisa saja terjadi pada orang yang memiliki penyakit jantung. Hal ini dapat disebabkan karena stres, syok, atau gejala alamiah dari penurunan fungsi jantung yang sudah lama melemah."

Dokter itu menjelaskan dengan singkat dan gamblang. Akan tetapi, kemudian rautnya menunjukkan ekspresi defensif yang kurang baik.

"Akan tetapi, hal ini dapat menjadi sinyal bahaya yang dapat mengakibatkan fungsi jantung ibu Anda menurun drastis."

"Lalu?" Alesha berbisik lirih.

Dokter itu dengan tertahan menegaskan kesimpulannya. "Dengan kata lain, nyawanya dalam bahaya."

Air mata Alesha kembali menderas setelah mendengar ucapan sang dokter.

Dokter itu seketika menenangkan Alesha "Namun, Anda jangan terlalu panik dulu, Nona. Masih ada harapan dan jalan keluar dari masalah ini."

Refleks Alesha dengan tergesa mencekal lengan dokter itu. "Cepat katakan, Dokter! Bagaimana cara memulihkan ibu saya?"

Dokter itu menghela napasnya dengan berat. "Ibu Anda harus segera dioperasi."

Tubuh Alesha lemas seketika. "Operasi?" bisiknya ragu.

Dokter itu menepuk bahu Alesha. "Anda bisa memikirkannya terlebih dahulu."

Operasi.

Baru mendengar kata itu saja sudah langsung membuat kepala Alesha pening.

Ia menelan salivanya dengan susah payah. Bagaimana caranya ia membayar biaya operasi yang mahal itu?

Alesha mendekat ke ruangan di mana ibunya terbaring kaku bersama selang-selang dan berbagai alat yang terpasang untuk menyokong hidupnya. Wanita itu memejamkan matanya.

Kali ini saja, bolehkah ia berharap keajaiban dalam dongeng-dongeng masa kecilnya benar-benar ada?

Ia berharap ada seorang pangeran berkuda putih yang datang untuk membantunya keluar dari masalah ini.

'Tuhan, kenapa cobaan ini tidak berhenti menghampiri keluarga kami? Kenapa memberikan sebuah cobaan yang begitu berat ini? Kenapa tidak memberikan penyakit parah pada orang-orang kaya yang bahkan bingung untuk membuang uang.'

'Sementara aku, sama sekali tidak punya uang untuk biaya operasi. Bahkan simpananku saja hanya sedikit karena selama ini aku hanya menemani para sugar daddy itu tanpa mau melakukan ****. Jadi, uang yang kudapatkan tidaklah seberapa.'

'Dari mana aku mendapatkan uang untuk biaya operasi ibuku?' lirih Alesha yang saat ini benar-benar sangat putus asa.

Suara elektrokardiogram bergema di seisi ruangan di mana wanita paruh baya itu terbaring tidak berdaya.

Sementara itu, Alesha hanya bisa menatap ibunya dari kejauhan dengan matanya yang perih serta wajahnya yang sembab, sambil terus bertanya-tanya kapan wanita yang telah melahirkan dan sangat disayanginya akan membuka mata.

Keadaan ibunya yang kritis membuat hati Alesha teriris. Terlebih ia tak punya daya untuk menyelamatkan wanita itu. Ia tidak punya banyak uang. Ia bahkan tidak punya kekuatan, atau bahkan kemampuan untuk menyembuhkannya sendiri. Semuanya berada di tangan Tuhan.

Satu-satunya cara yang masih bisa ia usahakan adalah mencari biaya operasi secepat mungkin. Namun, Alesha benar-benar kebingungan memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu untuk biaya operasi ibunya dalam waktu dekat.

Sementara uang yang dihasilkannya selama ini hanya mampu untuk membayar perawatan rutin kontrol jantungnya selama setahun penuh. Sisa tabungannya pun akan segera habis untuk perawatan ibunya di rumah sakit saat ini.

Dalam pikirannya terlintas nama teman-temannya, Ayla, Edina, dan Faizah. Alesha bertanya-tanya apakah ia harus meminta bantuan pada ketiga temannya itu.

Namun, mengingat kehidupan mereka yang boros dibandingkan dengan biaya operasi dan perawatan yang begitu mahal, ia semakin ragu.

Alesha kemudian mengingat kembali pertemuannya dengan pria kaya sore tadi. Setelah berjabat tangan tadi di Mall, ia secara otomatis sudah menjadi sugar baby-nya seperti yang pria itu tawarkan. Maka tidak apa-apa, kan, kalau Alesha ingin meminjam lebih banyak uang kali ini?

Wanita itu membasahi bibirnya, sedikit gugup, ia merogoh kantong baju tidur yang bersembunyi di balik cardigannya dan mengambil kartu nama milik seorang pria yang merupakan CEO perusahaan besar.

Dengan jemari dinginnya, ia memasukkan nomor telepon yang tertera pada kartu nama itu pada daftar kontak barunya.

Sedikit ragu, Alesha menggantung ibu jarinya di depan ikon call itu. Ia menggigit bibirnya. Harap-harap cemas apakah panggilannya akan disambut dengan baik atau tidak.

Kemudian pada akhirnya ia memutuskan untuk menekan ikon call itu.

Panggilan berdering, setengah menit menunggu, tidak ada jawaban dari seberang sana.

Alesha kembali menekan ikon panggilannya. Satu kali, panggilan tidak terjawab lagi. Dua kali, hasilnya persis sama. Tiga kali, empat kali, hingga Alesha tidak sadar itu kali ke berapa. Tetap tidak ada jawaban dari panggilannya.

Wanita itu menghentikan jemarinya ketika hendak menekan kembali panggilan itu. Ia tersadar, lantas menghela napasnya dengan gusar. Ia sudah terlalu banyak melakukannya, entah berapa puluh kali. Bagaimana jika orang itu berakhir tidak mau membantunya?

Ia mengundurkan langkahnya hingga berhenti terduduk di kursi tunggu pasien. Wanita itu memijit pelipisnya yang semakin pening.

Mungkin belum waktunya keajaiban datang padanya.

Alesha menyandarkan kepalanya ke dinding. Ia kemudian memejamkan matanya yang kian memberat bersamaan dengan air mata yang kembali merembes dari sela-sela kelopak mata indahnya.

To be continued...

1
Sri Marta
kata kata aouthor nya tinggi banget, jadi susah memahaminya😅
Sri Marta
Luar biasa
Endang Nurmiati
yes
Kingking Warsito
Kecewa
Feby Rey
kog ga up thor udh 3 hari
Feby Feby febriyanty
Biasa
Aisyah ais
next
Feby Rey
alesha ini segitu aj ngeluh payah
Feby Rey
puasa thor puasa😂
Dianning(Ig dianning9)
iya sama-sama 🥰
Feby Rey
mksh crazy up ny thor 🙏
Chy Teteh Bhawel
kebanyakan berdialog dan menerka di dalam hati
Susan Santi
maaf Thor kok saya bacanya pusing ya, banyak cerita keluarga yang di sampaikan di sini . sebetulnya yg menjadi tokoh utama dlm cerita ini siapa sih 🤭
Susan Santi
gimana ceritanya sih Thor,katanya menjadi sugar baby,dan banyak sugar Daddy yg pernah ia layani,, tapi status nya masih perawan
Waty Umi hafidzah
Eeeeekh si babang Rafael belum nyelupin loh Alesha koq bilang sudah seh😜🤭
Feby Rey
kesuan rafael😜
Feby Rey
bisaan author bikin penasaran
Feby Rey
mksh Thor up ny
Feby Rey
kayak nya udh pertengahan bulan thor,,,, ditunggu janjinya 😊
Feby Rey
gini donk sesekali romantis ya kan jgn jdi manusia bodoh kamu rafael udh jelas2 ad barang original malah ngarepin barang bekas yg ga berguna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!