Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.
Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.
500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.
Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.
Mereka salah besar.
Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.
Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.
Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:
Menagih darah dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21: Kuali Darah dan Domain Naga Sejati
Hujan deras mengguyur Ibukota Langit Angin. Pelataran Rumah Lelang Kekaisaran berubah menjadi lautan lumpur. Namun derasnya hujan tak mampu meredakan ketegangan yang memenuhi udara.
"Tembak!"
Ratusan busur silang spiritual dilepaskan serentak. Panah-panah berlapis Qi melesat seperti hujan besi dan menutup seluruh jalan Lin Xuan.
Di belakangnya, Master Yan segera menarik Xiao Ya masuk ke balik formasi pelindung.
"Tuan Muda!" seru Xiao Ya panik.
"Jangan keluar," jawab Lin Xuan tanpa menoleh.
Ia tetap berdiri menghadapi hujan panah. Bahkan perisai Qi pun tidak digunakan.
Di balik jubah hitamnya, kulit Lin Xuan memancarkan cahaya keemasan.
Teknik Tungku Daging Sembilan Kesengsaraan, Putaran Ketiga—Tulang Giok Bumi, Fisik Berlian!
Trang! Trang! Trang!
Panah-panah spiritual menghantam tubuhnya lalu patah satu demi satu. Ujung baja yang mengarah ke kepala dan dadanya bahkan tak mampu meninggalkan goresan.
Ratusan prajurit Keluarga Ouyang terdiam.
"Monster macam apa dia?!" seru seorang prajurit sambil menjatuhkan busurnya.
Dari jendela ruang kehormatan lantai tiga, Paman Qin menelan ludah. Tatapannya dipenuhi keterkejutan.
"Tubuhnya bahkan mampu menahan senjata spiritual. Nona, pemuda itu bukan sekadar alkemis. Tubuhnya lebih keras daripada kulit monster penjaga gunung."
Di bawah hujan deras, Ouyang Lie menggertakkan gigi hingga berdarah.
"Jangan panik! Dia pasti mengandalkan artefak pelindung. Tetua Angin, Tetua Petir! Serang dari dua sisi dan hancurkan artefaknya!"
Dua tetua Pembentukan Fondasi melesat maju. Qi mereka berubah menjadi sayap angin dan tombak petir. Kekuatan mereka jauh melampaui Serigala Mata Satu.
"Mati kau, bocah iblis!"
Tetua Angin mengayunkan pedang dan menciptakan pusaran badai. Dari sisi lain, Tetua Petir menusukkan tombaknya ke arah titik buta Lin Xuan.
Dua serangan Pembentukan Fondasi datang bersamaan. Bagi kultivator biasa, itu sudah cukup untuk membunuhnya.
Lin Xuan hanya tersenyum dingin.
Matanya berubah hitam pekat. Aura kuno yang mengerikan perlahan bangkit dari tubuhnya.
"Kalian sungguh mengira diri kalian berada di puncak?"
Boom!
Tekanan mengerikan meledak dari tubuh Lin Xuan dan menyapu radius seratus meter. Di belakangnya muncul bayangan naga hitam yang mengaum mengguncang langit.
Domain Penekan Naga Sejati!
Begitu domain itu menyelimuti kedua tetua, wajah mereka langsung pucat. Aliran Qi dalam meridian mereka mendadak melambat dan kekuatan mereka tertekan hingga tersisa tiga bagian.
"Apa ini?! Domain?!" Tetua Petir berseru ngeri. "Bagaimana mungkin kultivator Tingkat 9 memiliki Domain?!"
Domain adalah ranah yang hanya mampu disentuh oleh kultivator tingkat tinggi. Namun saat ini, mereka menghadapinya dari seorang pemuda yang bahkan belum menembus Pembentukan Fondasi.
Kekuatan mereka jatuh drastis. Serangan yang semula mengancam nyawa kini kehilangan sebagian besar daya hancurnya.
Lin Xuan tidak memberi mereka kesempatan.
Ia menginjak tanah hingga marmer retak. Tubuhnya melesat menembus hujan.
Tinju kanannya yang sekeras berlian menghantam pedang Tetua Angin secara langsung.
Blaaar!
Bilah pedang baja itu hancur. Tinju Lin Xuan terus melaju dan menembus dada Tetua Angin hingga menghancurkan jantungnya.
Tetua Angin tewas seketika.
Melihat rekannya mati hanya dengan satu pukulan, Tetua Petir kehilangan keberaniannya. Ia membuang tombaknya lalu berbalik melarikan diri.
"Sudah masuk ke jangkauanku. Kau masih berharap bisa pergi?"
Lin Xuan menjentikkan jarinya.
Tring!
Sebutir Koin Peledak Jiwa melesat menembus hujan dan menancap di tengkuk Tetua Petir.
Api Teratai Bumi Terdalam meledak di dalam kepalanya. Tubuh Tetua Petir menegang lalu jatuh ke genangan air. Asap biru mengepul dari telinga dan hidungnya.
Dua kultivator Pembentukan Fondasi tewas dalam hitungan napas.
Ratusan prajurit Keluarga Ouyang mundur dengan wajah pucat. Kini mereka tidak lagi melihat seorang pemuda.
Mereka seperti melihat dewa kematian.
Darah kedua tetua mengalir bersama abu Ouyang Chen ke dalam genangan hujan.
Lin Xuan menunduk menatapnya. Sebuah teknik kuno tiba-tiba terlintas di benaknya.
Ia tersenyum tipis.
"Ouyang Lie, bukankah sudah kukatakan? Lautan darah ini akan menjadi kualiku."
Suara Lin Xuan menggema di tengah hujan.
Lin Xuan menghentakkan kaki ke tanah. Api Teratai Bumi Terdalam mengalir ke genangan darah di bawahnya.
Air dan darah menjadi penghantar sempurna bagi Qi. Dengan Kekuatan Jiwa yang mutlak, Lin Xuan mengubah seluruh pelataran menjadi sebuah formasi api. Cahaya biru kehijauan menjalar di permukaan air dan membentuk teratai raksasa.
"Seni Alkimia Tempur: Kuali Darah Teratai!"
Formasi itu aktif.
Ratusan prajurit Keluarga Ouyang yang berdiri di atas genangan darah langsung menjerit. Api biru kehijauan merambat dari kaki mereka dan menembus meridian. Api itu tidak membakar tubuh dari luar. Ia menghanguskan Qi dan tenaga hidup dari dalam.
"Tolong!"
"Pemimpin! Selamatkan kami!"
Jeritan bergema di tengah hujan.
Dalam beberapa tarikan napas, ratusan prajurit elit berubah menjadi abu. Hanya sisa api biru yang mendesis di atas genangan darah.
Pelataran kembali sunyi.
Di tengah formasi teratai, Ouyang Lie berdiri seorang diri. Qi cair membentuk lapisan pelindung di sekujur tubuhnya dan menahan kobaran api.
Namun wajahnya sudah pucat pasi.
Putranya tewas.
Pasukannya musnah.
Dua tetua keluarga juga telah gugur.
Dalam satu malam, fondasi Keluarga Ouyang runtuh di tangan seorang pemuda.
"Lin Xuan..." Ouyang Lie mendesis. Darah mengalir dari sudut bibirnya.
Ia tidak peduli lagi pada hidup dan masa depannya. Jari-jarinya menusuk tiga titik meridian di dada.
Pengorbanan Darah!
Aura Ouyang Lie meledak. Kultivasinya dipaksa naik dari Pembentukan Fondasi Tingkat Menengah ke Tingkat Akhir. Langit bergemuruh dan kilat menyambar di tengah hujan.
"Aku akan membawamu ke kematian bersamaku!"
Ia menuangkan seluruh Qi dan sisa tenaganya ke dalam tombak perak. Air hujan berputar liar hingga membentuk naga air raksasa yang membubung puluhan meter.
"Tombak Naga Air Pembelah Langit!"
Ouyang Lie menerjang bersama naga air itu. Kekuatannya cukup untuk menghancurkan Rumah Lelang di belakang Lin Xuan.
"Tuan Muda Lin! Menghindar!" teriak Master Yan dari balik jendela.
Lin Xuan tetap tidak bergeming.
"Kau berani menggunakan naga palsu di hadapan naga sejati?"
Ia menarik tinjunya ke belakang. Qi purba dari Naga Kedua mengalir deras ke lengannya. Api Teratai Bumi Terdalam menyelimuti tinjunya lalu dipadatkan hingga berubah menjadi putih menyilaukan.
Semakin padat api itu. Semakin mengerikan daya hancurnya.
Saat tombak Ouyang Lie tinggal setengah meter dari wajahnya, Lin Xuan melayangkan tinju.
Boom!
Cahaya menyilaukan meledak di tengah hujan deras Ibukota Langit Angin.