NovelToon NovelToon
JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: silasepentin

Bagi Raina, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengukir prestasi, bukan untuk berurusan dengan makhluk ajaib bernama Devan Adhitama. Devan adalah definisi hidup dari kata "NYEBELIN". Dia berisik, pamer, sering melanggar aturan, dan entah kenapa, selalu punya cara untuk mengacaukan hari Raina yang tertata rapi.

Raina bersumpah akan menjaga jarak radius satu kilometer dari Devan. Namun, takdir berkata lain ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek besar sekolah yang mempertaruhkan reputasi mereka berdua. Di antara prank konyol Devan, hukuman bersama di perpustakaan, dan rahasia-rahasia keluarga yang perlahan terkuak, Raina mulai melihat sisi lain dari si raja nyebelin.

Apakah Raina bisa mempertahankan hatinya, atau justru dia akan melakukan hal paling konyol sedunia: Jatuh cinta sama cowok yang paling ingin dia tenggelamkan ke laut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silasepentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: PERJUANGAN DENGAN SIKU TERLUKA

Raina berdiri di sana. Senyum bangga memancar jelas dari balik kacamata barunya, dengan kedua mata berbinar haru.

Devan menyerahkan piala itu ke arah Rio, lalu melangkah membelah keriuhan menuju Raina. Tanpa memedulikan tatapan mata ribuan penonton maupun kilatan kamera wartawan sekolah, Devan langsung menarik Raina ke dalam pelukan hangat.

"Kita berhasil, Na... kita beneran juara!" bisik Devan serak di dekat telinga Raina, mengabaikan rasa pegal di bahunya.

Raina membalas pelukan itu rapat-rapt, menepuk punggung Devan penuh kebanggaan. "Aku tahu kamu pasti bisa, Devan. Aku bangga banget sama kamu."

Perlahan Devan mengurai pelukannya, namun kedua tangannya tetap bertengger santai di pinggang Raina. Tatapan jenaka khas Devan kembali hadir, bercampur dengan binar kesungguhan yang dalam.

"Ingat janji kamu semalam di balkon?" bisik Devan dengan nada menagih.

Pipi Raina bersemu merah seketika. "Permintaan misterius kamu itu?"

"Yup," Devan tersenyum manis, memiringkan kepalanya sedikit. "Gua mau nimbil permintaan gua sekarang."

"Apa?" tanya Raina pelan, jantungnya mulai berdetak tak karuan.

Devan merogoh saku jaket timnya, lalu mengeluarkan sebuah amplop surat berwarna merah muda yang diikat pita hitam rapi. Ia menyerahkannya ke tangan Raina.

"Buka pas kita udah di luar arena," ujar Devan sambil mengedipkan sebelah matanya.

Satu jam kemudian, di selasar luar GOR yang mulai tenang di bawah naungan lampu malam, Raina duduk sendirian di bangku taman. Ia membuka segel pita amplop tersebut perlahan dan membaca tulisan tangan Devan yang khas—agak berantakan namun sangat jelas:

Bu Wakil yang paling galak sekaligus paling berharga,

Makasih udah gantiin nilai nol gua jadi angka 85. Tapi ada satu hal yang dari kemarin belum pernah gua hitung rumusnya:

Berapa persen peluang Ratu Disiplin mau jadi pacar Kapten Basket yang pernah bikin kacamatanya patah ini?

Jawaban gak boleh pakai pilihan ganda. Gua tunggu di parkiran motor.

— Devan A.

Raina menahan napasnya, bibirnya tak bisa menahan senyuman lebar yang mekar sempurna. Air mata bahagia menetes tipis di atas kertas surat itu.

Ia merapikan surat tersebut, memasukkannya ke dalam tas, lalu melangkah mantap menuju area parkiran motor. Di sana, Devan sudah bersandar di motornya sambil memutar-mutar helm cadangan untuk Raina.

Saat melihat Raina mendekat, Devan mengangkat alisnya penuh antisipasi. "Gimana, Bu Wakil? Ada kesalahan dalam draf proposalnya?"

Raina berhenti tepat di depan Devan, melipat tangannya di dada sambil menyunggingkan senyum terbaiknya.

"Proposal kamu kurang lengkap, Devan," ujar Raina berpura-pura dingin. "Gak ada tanggal kedaluwarsanya."

Devan tertegun sejenak, sebelum akhirnya tertawa lepas saat menyadari arti jawaban itu. Ia melangkah maju, meraih jemari tangan Raina, dan menggenggamnya erat-erat.

"Kalau gitu, kita buat berlaku seumur hidup," kata Devan lembut.

Raina mengangguk pelan. Di bawah pijaran lampu parkiran dan riuhnya malam kemenangan, perjalanan dua insan yang bermula dari lemparan bola basket salah sasaran itu resmi mengukir babak baru yang paling indah.

TAMAT

BAB 29: SETELAH PELUIT PANJANG

Suasana koridor SMA Garuda Senin pagi terasa berbeda dari biasanya. Spanduk besar bertuliskan "Selamat Atas Kemenangan Tim Basket SMA Garuda dalam Kejurnas dan Suksesnya Festival Seni Nusantara Modern" terpampang megah di dekat gerbang utama.

Raina melangkah menyusuri koridor dengan tas di pundaknya. Beberapa adik kelas menyapanya ramah, tak lagi menatapnya sebagai "Ratu Disiplin" yang menakutkan, melainkan sebagai sosok wakil ketua yang berhasil membawa perubahan besar.

Di depan papan pengumuman OSIS, Devan sudah berdiri menyender sambil memutar-mutar kunci motor di jarinya. Ketika melihat Raina mendekat, senyum jahil yang biasa perlahan terukir di wajahnya.

"Pagi, Pacar," sapa Devan santai, mengulurkan tangan untuk mengambil alih tas ransel Raina yang tampak berat.

Pipi Raina memerah seketika. Ia buru-buru melirik ke sekeliling koridor yang mulai ramai. "Devan! Ini masih di lingkungan sekolah, jangan panggil sembarangan!"

"Lho, kan faktanya begitu?" goda Devan seraya terkekeh pelan. Ia menyelaraskan langkah kakinya di samping Raina menuju kelas 11 IPA 2. "Lagian, seluruh anak sekolah juga udah tahu dari foto liputan tim jurnalis kemarin."

Raina menghela napas pasrah, walau sudut bibirnya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Kacamata baru berbingkai tipis pemberian Devan berkilat lembut tersiram sinar matahari pagi.

1
sila
novel goot
sila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!