Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 : Shabu-shabu
Dikarenakan kamar Anne tak cukup jika di gunakan untuk sholat duanorang. Jadi, Anne dan Pangeran memilih sholat berjamaah di ruang tamu dekat perapian.
Rumah yang di tempati Anne memang bisa di katakan sangat kecil, jadi tempatnya sangat terbatas. Tapi, bagi orang yang hanya tinggal sendiri, ini sudah lebih dari cukup.
Selesai sholat dan berdoa, Pangeran membalikkan tubuhnya ke belakang lalu menyodorkan tangannya. Anne pun meraih tangan itu lalu menciumnya sepatutnya seorang istri pada suaminya. Ini adalah pertama kalinya Anne mencium tangan Pangeran karena waktu akad mereka justru berdebat gara-gara calon pengantin pria yang di ganti hingga membuat suasananya jadi tak terkondisikan. Setelahnya ia menghilang selama tiga tahun, dan baru bertemu kembali tadi pagi.
Di saat Pangeran ingin mencium kening Anne, gadis itu spontan memundurkan kepalanya.
" Aku mau buat makan siang," kata Anne yang terdengar seperti sebuah alasan. Namun, Pangeran berusaha untuk memakluminya karena Anne mungkin belum siap.
" Kamu memasaknya sendiri sayang?" tanya Pangeran seraya membereskan sajadahnya.
" Em," jawab Anne dingin.
" Kamu bisa memasak?" Pangeran bertanya karena Anne adalah seorang nona muda yang hidup dalam keluarga kaya raya. Jadi, dapat dipastikan jika dia jarang melakukan hal-hal seperti itu dulu.
Namun, sepertinya hidup tiga tahun tanpa kemewahan membuat gadis itu menjadi seseorang yang berbeda. Yang dulunya apa-apa semuanya di siapkan, kini ia lakukan semuanya sendiri. Bahkan, pakaian yang Anne gunakan juga terlihat sangat sederhana. Berbeda dengan Anne yang dulu, setiap apa yang ia gunakan dapat di tebak jika dia berasal dari keluarga kaya.
" Bisa, tapi tak jago!" jawab Anne. Setelahnya, gadis itu bergegas pergi menuju dapur kecilnya.
Seusai melipat sajadah, serta sarungnya. Pangeran berjalan menuju dapur untuk melihat istrinya memasak.
" Kamu mau masak apa, sayang?" tanya Pangeran yang kini sudah berdiri di tengah pintu dapur. Sementara Anne terlihat sedang membuka kulkas dan berpikir untuk memasak apa.
" Mau makan shabu-shabu? "tawar Anne. Berhubung cuaca di luar sedang hujan, sepertinya makan shabu-shabu sangat cocok untuk menghangatkan tubuh.
" Boleh,"jawab Pangeran.
Untungnya hari ini Anne baru saja berbelanja, jadi stok bahan makanan masih lengkap.
Anne mengangguk, setelahnya ia mengeluarkan semua bahan-bahan yang biasanya di pakai untuk membuat shabu-shabu. Seperti daging slice, baso, sayur, jamur enoki dan lain sebagainya.
" Ada yang bisa aku bantu sayang?" tawar Pangeran.
" Em, siapkan saja kompor sama mangkuk," ujar Anne.
Setelahnya, Pangeran melakukan apa yang Anne katakan. Dia menyiapkan kompor portable, menata mangkuk dan sumpit di atas meja makan. Sementara Anne terlihat mencuci sayuran sambil menunggu air di dalam panci mendidih.
Selesai menyiapkan meja, Pangeran terlihat kembali lagi ke dapur.
" Kamu sudah biasa membuatnya?" tanya Pangeran saat melihat Anne yang terlihat cukup lihai saat membuat kaldu shabu-shabu.
" Em."
Setelah kaldu jadi, Anne bersiap untuk memindahkan panci berisi air kaldu ke meja makan.
" Biar aku saja," ujar Pangeran yang mencoba membantu Anne untuk membawa satu panci air kaldu itu.
Setelah Pangeran meletakkan panci diatas kompor portble, tak lama kemudian, gadis cantik itu sudah keluar dari dapur dengan membawa nampan berisikan bahan-bahan makanan yang akan di masak.
Pangeran terlihat tersenyum sembari menatap Anne yang mulai memasukkan bahan-bahan makanan ke dalam air kaldu.
" Apa ada yang salah?" tanya Anne.
" Kamu cantik," puji Pangeran yang membuat Anne jadi salah tingkah.
" Dagingnya cepat diangkat, sebelum keras," ujar Anne demi mengalihkan fokus Pangeran yang sejak tadi terus menatapnya.
Entah kenapa, Anne jadi grogi juga jika terus-menerus di tatap seperti itu.
Saat pertamakali mencoba kuah shabu-shabu buatan istrinya, Pangeran cukup takjub karena rasanya tak kalah dengan yang pernah ia makan di restoran.
" Kenapa? Apakah tak enak?" tanya Anne tatkala melihat Pangeran yang diam setelah menyeruput kuah kaldu shabu-shabu buatannya.
" Enak sekali, terimakasih ya sayang," puji Pangeran dengan tersenyum manis.
Entah kenapa, hati Anne seperti berdesir saat mendengar Pangeran memuji masakannya.
" Kamu belajar masak dari siapa?"
" Youtube," jawab Anne singkat.
" Oh, ya sayang. Selama tiga tahun ini, apa saja yang kamu lakukan?" Pangeran bertanya karena dia ingin tahu apa saja yang telah terjadi selama tiga tahun ini. Ia ingin tahu lebih banyak tentang istrinya, lantaran sebelumnya mereka belum terlalu mengenal lebih dalam.
" Makan, sayurnya keburu lembek," kata Anne yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
Melihat Anne yang masih sangat menutup diri, membuat Pangeran hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.
Setelahnya, mereka makan dalam keheningan karena Anne tetap bersikap dingin meski Pangeran mencoba untuk mengajak mengobrol.
...***...
Di tempat lain, terlihat seorang pria berusia tigapuluh lima tahun yang masih sibuk bekerja. Tapi dikarenakan ini sudah waktunya makan siang, Ia pun mengirimi pesan pada tuan putri yang harus ia jaga dan perhatikan
Jeremy
[Anne, apakah kamu sudah makan siang?]
Jeremy sudah bagaikan alarm makan yang selalu bertanya apakah Anne sudah makan atau belum. Pasalnya, gadis cantik itu memiliki penyakit lambung, dimana dia tidak boleh telat makan.
Melihat ada notifikasi pesan masuk, membuat Anne membukanya.
Anne
[ Sudah]
Jeremy
[ Makan apa?]
Anne pun hanya memfoto apa yang ia makan sekarang. Melihat Anne yang makan shabu-shabu, membuat Jeremy jadi ingin memakannya. Apalagi di cuaca yang seperti ini, memang enak makan sesuatu yang hangat. Namun, entah kenapa Jeremy merasa ada yang aneh saat melihat foto yang di kirimkan oleh Anne.
" Apa Anne makan dengan seseorang? Atau dia mengambil foto orang lain?" gumam Jeremy yang seakan melihat ada tangan laki-laki di depan Anne.
" Kamu berkirim pesan dengan siapa sayang?" tanya Pangeran tatkala melihat Anne yang terlihat sedang berkirim pesan dengan seseorang.
" Seseorang, "jawab Anne singkat.
Dikarenakan penasaran, Jeremy mencoba menelfon Anne. Namun, panggilannya di matikan oleh gadis itu.
" Ets ... Ada apa ini? Tidak biasanya dia merijeck teleponku, "gumam Jeremy yang merasa aneh dengan sikap Anne padanya.
Akhirnya, setelah semua pekerjaannya selesai. Jeremy memutuskan untuk segera pulang. Seperti biasanya, Jeremy akan menanyakan pada Anne apakah dia ingin memesan makanan atau membeli sesuatu yang hanya ada di kota. Namun, pesannya tak ku jung di balas oleh Anne. Jadi, Jeremy memutuskan untuk membelikan makanan kesukaan Anne saja karena dia pasti tidak akan memasak makan malam.
" Anak ini, kenapa aneh sekali hari ini!" kesal Jeremy.
"Tuan, pesanan anda sudah siap" ujar seorang pelayan yang mengantarkan pesanan Jeremy.
Setelah itu, Ia segera pulang ke rumah.
...***...
Di rumah sederhana itu, terlihat sepasang suami istri yang baru saja menunaikan kewajiban sebagai seorang hamba.
Dalam setiap doa yang Pangeran panjatkan, Ia menyelipkan sebuah doa agar sang pemilik sesungguh-Nya bisa meluluhkan hati istrinya. Karena bagaimanapun juga, Ia ingin pernikahan ini bisa langgeng dan harmonis.
Selesai sholat, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Membuat Pangeran menoleh ke arah pintu.
" Siapa yang datang malam-malam?" gumam Pangeran.
" Auuu ...," panggil orang itu seraya terus mengetuk pintu.
Sementara Anne, terlihat membulatkan matanya saat mengetahui siapa yang datang. Ia bergegas bangun untuk membuka pintu. Namun, tangannya sudah di cekal oleh Pangeran.
" Biar aku saja," ujar Pangeran yang tak ingin Anne membuka pintu sendiri. Pasalnya ini sudah malam hari, di tambah lagi sepertinya tamu itu adalah laki-laki.
" Ran ... Biar ___"
" Anne ... Seorang istri harus menurut sama suaminya," kata Pangeran.
" Tapi___" Anne terlihat sangat gelisah karena takut jika Pangeran akan tahu dengan siapa Anne selama ini pergi.
Anne tetap berusaha mencegah Pangeran agar tak membuka pintu, tetapi pria itu ternyata keras kepala juga.
" Srigala pergilah, jangan mengaung di sini!" Anne mengeraskan suaranya berharap bahwa Jeremy paham akan kodenya. Namun, siapa sangka bahwa pria itu justru semakin panik dan menggedor pintu Anne.
" Anne, kamu baik-baik saja?"
Mendengar seseorang itu mengenal nama Anne, membuat Pangeran semakin penasaran siapa orang itu.
Tanpa berlama-lama, Pangeran langsung membuka pintu itu, dan....
...****************...
penasaran sama lnjtn nya