NovelToon NovelToon
Bukan kupu-kupu malam

Bukan kupu-kupu malam

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:562.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ini SEQUEL dari MUTIARA DI BALIK LUMPUR.

"Kau pikir aku mau menjadikamu istriku? Tidak sudi! Kalau bukan karena untuk melindungi bosku mana mau ku menikahi wanita kupu-kupu malam sepertimu, murahan."

Aiden berusaha keras bersabar meski hatinya sakit di katai kupu-kupu malam. Karena memang dirinya bekerja di sebuah club malam. Namun ada hal yang tidak pernah mereka ketahui tentang siapa Aiden yang sebenarnya. Mereka hanya bisa menilai dari luar tanpa tahu apa-apa. Mereka hanya bisa berasumsi sendiri tanpa tahu kenyataannya.

Billy Giovanno (27 tahun) memaksa wanita bernama Aiden Rosalina (25 tahun) menikah dengannya hanya karena Billy tidak ingin Aiden mengganggu rumah tangga majikannya. Billy juga beranggapan kalau Aiden merupakan wanita murahan sehingga membuatnya membenci wanita itu.

FB: Mmah Abidah / Goresan Tinta
Ig : @ai.sah562

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belanja

"Aiden!"

"Rosa!" Billy dan Bima saling lirik mengerutkan keningnya. Aiden mematung tak percaya bertemu keduanya disini.

Billy heran, kenapa ada Aiden di cafe ini. Dia mengedarkan pandangannya barulah dia mengingat sesuatu. [ Aku baru ngeh jika tempat ini tempat dimana wanita itu ingin menjebak Nathan. ] Matanya menilai penampilan Aiden dari atas sampai bawah. [ Iya, pakaian pelayan ini pula yang dulu di pakainya. Wajahnya pun polos tidak bermake-up. ] Billy ingat peristiwa beberapa tahun belakang. Tambah tidak suka saja pada Aiden. Apalagi melihat Aiden tengah membuka pakaian Nathan dan ingin melakukan hal tak senonoh membuatnya semakin tidak menyukainya.

"Rosa, kau kerja di sini? Aku tidak menyangka akan bertemu lagi." Bima sungguh senang melihat wanita yang ia sukai.

Aiden hanya membalasnya dengan senyuman. Billy memperhatikan keduanya begitupun dengan seseorang yang juga menatap tidak suka pada Aiden. Menurutnya, Aiden adalah penghalang segalanya.

[ Kenapa tidak mati saja saat kecelakaan waktu itu? Dasar benalu. ] batin orang itu menggerutu kesal.

Billy berdiri mencekal pergelangan tangan Aiden menariknya secara paksa. Aiden tersentak. "Eh..! Kau mau apa?!"

"Ikut aku!"

"Billy..! Kau mau ajak kemana Rosa?" Bima beranjak berdiri mencekal tangan Aiden.

"Aku ada urusan dengannya. Kau tunggu saja disini, sebentar!" Dia menghempaskan tangan Bima seraya menarik lagi Aiden untuk ikut dengannya.

Bima mengejar Namun, ia malah tak sengaja menabrak seseorang tak sengaja menumpahkan air panas.

Bruukk...

"Aaawww... Panas..!" orang tersebut memekik kaget.

"Astaga! Sorry... Saya tidak sengaja.." Bima mengambil tissue ingin mengelap tapi, di cegah olehnya.

"Ah, tidak apa-apa. Saya yang salah tidak hati-hati dalam melangkah sampai tak sengaja menabrak Anda." Ujarnya sambil mengelap dress-nya.

"Bajumu basah, sorry. Saya akan membelikan baju ganti untukmu."

"Tidak perlu, saya hanya ingin kau menemani saya makan disini. Bagaimana?" cegah dia membuat Bima mengernyit heran.

[ Apa hubungannya baju dan makan? ]

"Ah, maksud saya. Sebagai rasa bersalah saya karena sudah menabrak Anda, saya akan mentraktir kamu makan di sini." Ucapnya menjelaskan maksudnya.

"Tapi disini saya..." Bima melihat ke arah Billy berjalan dan kedua orang itu sudah tidak ada. [ Mereka pergi kemana? ]

"Saya yang akan mengganti minuman kamu dan membayar makanan yang kau pesan," lanjut Bima sebagai bentuk permintaan maafnya. Dia merasa tidak akan mengetahui lagi kemana Billy membawa Aiden.

"Hmmmm boleh juga. Nama saya Bianca, kau?" ucapnya mengawali perkenalan dengan mengulurkan tangannya.

Bima menerima uluran tangan tersebut. "Bima."

*********

Sementara di mobil.

"Hei, bisa tidak tidak memaksa orang ikut denganmu? Aku sedang bekerja."

"Tidak bisa. Kau harus ku paksa supaya mau ikut denganku. Kau ingat, kemarin sudah ku beritahu jika hari ini harus ke apartemen ku? Eh, kau malah kerja tanpa seizin ku." Balas Billy sambil menyetir.

"Izin? Hahahaha kau ngelawak, ya? Kenapa aku harus izin padamu dulu? Eh, aku lupa, kau kan suamiku? Hmmm tapi, aku istri tak di anggap." Ujar Aiden tertunduk lesu.

Billy tak berkutik. "Ya, meski tidak dianggap kau harus izin dulu padaku. Tidak ada kata penolakan! Tapi, bukan berarti ku menerimamu sebagai istriku. Kau harus ingat baik-baik, kau hanya istri siri yang akan selamanya menjadi istri siri, tidak akan lebih."

Mobil itupun berhenti di dekat supermarket. "Turun!"

Aiden mengernyit. "Ngapain?"

"Kau tidak lihat itu supermarket?"

"Aku tahu itu supermarket bukan hotel, aku juga lihat bangunan segede gitu pasti kelihatan. Tapi maksudku mau ngapain menyuruhku turun?"

"Belanja lah masa mau tidur. Kau belanja semua kebutuhan sehari-hari mulai dari beras, sabun, makanan, pokoknya semua keperluan pokok. Saya tidak mengerti soal itu. Bebas mau belanja sebanyak apapun, terserah!"

"Belanja? Untuk apa?"

Billy kesal Aiden banyak tanya. "Jangan banyak tanya, buruan turun!"

"Tapi..."

Billy ambil jalan pintas yaitu menyeret paksa Aiden.

"Heii... Bisa tidak sih jangan main seret saja. Sakit tahu." Gerutu Aiden menggerakan tangannya ingin lepas dari cengkraman tangan Billy. [ Dasar pemaksa, suka sekali menyeretku secara tiba-tiba. ]

"Kau harus di paksa agar kau menurut. Pilih sekarang!" Billy melepaskan cekalannya ketika sudah berada di dalam supermarket. Dia juga mengambil troli dan mulai meminta Aiden memilih keperluan sehari-hari.

Aiden tak bergerak, ia malah memperhatikan Billy yang tengah memilih bahan pokok dengan sejuta pertanyaan. [ Seandainya kita seperti suami istri yang sebenarnya, aku pasti akan sangat bahagia. ]

Billy menoleh kebelakang. "Hei kupu-kupu malam, ngapain bengong disitu? Buruan bantuin saya!" pekik Billy mengagetkan Aiden.

"Aku bukan kupu-kupu malam, Tuan Billy Giovanno. Bisa tidak untuk tidak menyebutku seperti itu?" Aiden kesal namun, melangkah mendekati membantu Billy.

"Kau memang kupu-kupu malam. Kerjanya saja di club xxx." Ujar Billy membuat Aiden mematung.

[ Darimana dia tahu aku kerja di club itu? ]

"Ck, malah bengong lagi. Cepetan kerjakan!"

Aiden tersadar, dia pun memilih apa saja keperluan sehari-hari. Dia mengambil beras. "Berapa banyak yang kau butuhkan?"

"Hmmm dua karung saja cukup. Jangan terlalu banyak nanti banyak kutunya. Kalau habis bisa belanja lagi." Masing-masing karung beras berukuran 10 kg.

Aiden kembali memilih bahan-bahan pokok lainnya seperti mie instan, telur, ikan, daging, macam sayuran dan berbagai macam lainnya. Dia tidak tahu kenapa Billy belanja sebanyak ini dan untuk siapa?

Setelah selesai memilih, keduanya mendekati kasir.

"Total semuanya delapan juta tiga ratus empat puluh ribu lima ratu. (Rp. 8.340.500)

Billy memberikan kartu hitamnya. "Kau bawa semua ini ke mobil!" perintahnya pada Aiden.

"Apa?! Aku?!"

1
Lies Atikah
si mulut pedas dasar munafik
Lies Atikah
si Billy mah setan berbentuk manusia hati nya jahat sombong tak berperasaan ngerendahin dan menghina orang seenak nya semmoga ada balasan nya
Ruk Mini
penuh drama, emang slh oaham kadang fatal akibat y,vringan tpi berkesan sgt menghibur thor, tq d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
Ruk Mini
ga jauh" ye thorr
Ruk Mini
telat bank...
Ruk Mini
gasssss
Ruk Mini
kurang ekstrim pembalasan mu bocil, kerjain bp mu
Ruk Mini
hemmm...drama
Ruk Mini
biasa deh slh org
Ruk Mini
apesssss lau nenk
Ruk Mini
golllllll
Ruk Mini
tolol.kau bil
Susi Sundari
cerita ok..suka..
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂 wah malah langsung d nikahkan.. maunya bima itu
Dyah Oktina
kadang papa...kadang om...ah author nih ngak konsisten..😔
Dyah Oktina
dari atas cerita manggilanya papa..kok jd om ??????????
Dyah Oktina
Luar biasa
Siti Mujimah
helleh ud terjadi baru menyesal terlambat sudah
Siti Mujimah
aq bingung baca banyak kata aq ibu ayah bla bla..maaf Thor berputar ceritanya jadi puyeng
Siti Mujimah
biasanya walau mabuk masih ingat samar2 yg terjadi kalau di tmpt cerita lain begitu..ni koq enggak y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!