NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Libur

Pagi ini, suasana mansion Ardhana terasa berbeda. Biasanya pukul tujuh pagi Elvano sudah berangkat ke kantor. Namun hari ini pria tersebut masih duduk santai di ruang keluarga sambil membaca koran.

Nara yang baru turun dari lantai atas sempat menghentikan langkahnya. "Pak eh maksudnya Elvano?"

Elvano mengangkat wajahnya. "Hm?"

"Hari ini tidak ke kantor?" tanya wanita itu basa-basi lalu dia mendekati pria itu.

"Tidak." sahut Elvano yang kembali fokus pada koran yang dibacanya.

"Kenapa?" tanya Nara yang tanpa sadar duduk di samping pria itu.

"Karena sekarang hari Sabtu."

Nara langsung memukul pelan dahinya sendiri. "Ya ampun aku lupa."

Melihat ekspresi malu Nara, Elvano menahan senyum. "Apa benturan kepalamu membuatmu lupa hari?"

Nara terkekeh canggung. "Mungkin."

Saat itulah Elora berlari turun dari tangga.

"Papa." Balita itu tanpa ragu langsung naik ke pangkuan ayahnya. Elvano tekekeh lalu meletakkan koran itu ke sembarang arah. Dia memeluk erat tubuh Elora yang membuat anak itu memekik keras.

"Papa tidak kerja?" tanya anak itu dengan mata bulatnya.

"Iya." jawab Elvano apa adanya

Elora diam, di mencoba memikirkan sesuatu. "Berarti hari ini bisa main."

Elvano mengangguk. "Hmm bisa."

Elora bersorak girang. "Hore!"

.....

Setelah selesai sarapan, Nara langsung membereskan meja, sebenarnya ada pelayan yang ingin membersihkannya, tapi wanita itu menolaknya karena merasa tidak repot.

Hingga kegiatannya terhenti saat dia merasakan sebuah tarikan kecil pada bajunya. Dia langsung menunduk dan menemukan bahwa Elora lah yang menarik ujung bajunya.

"Mama." panggil anak itu dengan suara khas anak-anak

"Hm?" Nara melepaskan kain lap dari tangannya kemudian sedikit menunduk untuk menyamai tinggi Elora.

Anak itu terlihat ragu. "Elora mau naik sepeda." ucap anak itu takut-takut. Entahlah apa yang di takuti.

Nara langsung mengingat sepeda roda tiga berwarna merah muda yang terparkir di gudang belakang saat dia mengaku alat bersih-bersih.

"Boleh." ucapnya tanpa ragu. Lagipula sudah waktunya Elora belajar menaiki sepeda.

"Tapi Mama belum pernah mengajari Elora." ucap anak itu melengkungkan bibirnya kebawah.

"Mama juga belum pernah." gumam Nara pelan.

Untungnya Elvano mendengar ucapan itu. "Ayo. Aku ikut."

Tidak lama kemudian, mereka bertiga sudah berada di halaman belakang mansion.

Udara pagi masih terasa sejuk. Elora duduk di atas sepeda kecilnya sambil menggenggam setang dengan semangat. Tidak lupa dengan helm dan pelindung lutut juga siku.

"Mama dorong." pekik Elora bersemangat. Nara sudah berdiri di belakang sepeda sang anak.

"Siap?" tanya wanita itu sudah berdiri di belakang Elora.

"Siap mama."

Nara langsung mendorong sepeda sang dinaiki Elora. Anak itu tersenyum lebar bahkan sesekali berteriak saat mereka memutar arah.

Namun baru beberapa langkah. "Aduh!" pegangan Nara pada sepeda Elora terlepas. Bukannya berhenti, Elora justru mengayuh sepeda itu semakin kencang.

Hingga sepeda kecil itu malah berbelok ke arah taman bunga.

"Hati-hati!" teriak Nara yang panik, dia mengejar anak itu dengan kencang.

Untung saja ada Elvano yang dengan sigap memegang setang sepeda Elora sebelum anak itu menabrak pot bunga.

Bukannya menangis ataui ketakutan. Elora justru tertawa geli. "Lagi-lagi, ayo lagi papa!" teriak anak itu kegirangan.

Nara mengembuskan napas lega, dia memegangi dadanya yang berdetak kencang. "Hampir saja."

Elvano menatap Nara sekilas. "Kamu juga belum terbiasa."

Nara menggaruk tengkuk. "Iya. ku kira gampang." ucapnya sedikit meringis. Salah sedikit Elora bisa terluka.

Sekarang gantian Elvano yang berdiri di belakang sepeda sang anak.

Tangannya memegang sandaran kursi kecil itu.

"Nah Elora, lihat kedepan." perintahnya. Elora langsung menatap arah depan.

"Kalau belok, setangnya ikut diputar." Elora mengangguk serius.

"Iya, Pak Guru."

Nara spontan tertawa. "Pak Guru?"

Elora menunjuk ayahnya. "Papa kan ngajarin Elora. Berarti papa guru."

Elvano hanya menggeleng kecil mendengar logika putrinya.

Beberapa menit kemudian. Elora akhirnya mulai bisa mengayuh sendiri meski masih sedikit oleng.

"Mama lihat, Elora bisa."

Nara langsung bertepuk tangan. "Pintar sekali."

Mendengar pujian mama nya. Elora semakin semangat mengayuh.

Sayangnya. Karena terlalu bersemangat, balita itu kembali kehilangan keseimbangan. "Papa!"

Refleks Elvano menangkap tubuh kecil putrinya sebelum anak itu jatuh. "Aman."

Elora menghela napas lega. "Hampir saja Elora jatuh."

Nara yang ikut panik tanpa sadar memegang lengan Elvano. "Kamu tidak apa-apa?" pria itu terdiam melihat tangan kecil sang istri memegangi lengannya yang berotot. Terlihat pas.

Begitu menyadari tangannya masih menggenggam lengan pria itu, Nara buru-buru melepaskannya. "Maaf aku tidak sengaja."

Elvano menatap tangan Nara beberapa detik. Lalu mengangguk pelan. "Tidak apa-apa."

.....

Menjelang siang, akhirnya mereka memilih beristirahat di gazebo.

Pelayan datang bergantian membawakan jus buah dan camilan. Elora mengambil sepotong semangka. Namun bukannya dimakan, buah itu malah disodorkan ke mulut Nara.

"Mama aaaaa." anak itu meminta sang mama memakan semangka yang dia sodorkan.

"Terima kasih." ucap Nara setelah menggigit kecil semangka itu.

"Lalu Papa aaaa." Elora kembali menyodorkan semangka yang sama ke arah Elvano.

Pria itu sempat ragu. Namun melihat wajah putrinya yang penuh harap, dia akhirnya ikut menggigit.

Elora tertawa puas. "Papa sama Mama makan bareng."

Nara baru sadar. Dia dan Elvano baru saja menggigit potongan semangka yang sama. Wajahnya langsung memerah. Sementara Elvano memilih pura-pura tidak menyadarinya.

Setelah makan banyak camilan, Elora kembali bermain di halaman bersama pengasuh.

Kini hanya tersisa Nara dan Elvano di gazebo. Angin bertiup pelan hingga menggoyangkan rambut Nara. Elvano sempat terpaku melihat wajah berseri istrinya. rasanya sudah lama dia tidak memandang wanita itu dari dekat.

Suasananya begitu tenang. Hingga Nara tidak sengaja memergoki Elvano yang menatapnya. pria itu langsung menunduk, mengambil potongan semangka lalu memakannya, seolah tidak terjadi apa-apa tadi.

"Tadi kamu kelihatan sangat panik." ucap Elvano basa-basi.

Nara tersenyum tipis. "Aku takut Elora jatuh."

"Kamu benar-benar menyayanginya?"

Nara menoleh ke arah Elora yang sedang tertawa. "Siapa yang tidak sayang pada anak selucu Elora?"

Elvano mengikuti arah pandang Nara. "Sebelum kecelakaan, aku hampir tidak pernah melihatmu bermain dengannya."

Nara terdiam. Untungnya Elvano melanjutkan sendiri ucapannya.

"Tapi sekarang, aku bersyukur kamu berubah."

Kalimat sederhana itu membuat hati Nara menghangat. Dia tersenyum tulus. "Terima kasih."

Untuk beberapa saat, tidak ada lagi yang berbicara.

Mereka hanya menikmati tawa Elora yang memenuhi halaman mansion. Tanpa mereka sadari, dari balik pagar depan, sebuah mobil hitam berhenti sesaat. Seorang pria di dalamnya memperhatikan mansion Ardhana dari kejauhan.

Damian.

Pria itu mengetuk pelan setir mobilnya sambil tersenyum tipis. "Jadi ini kehidupan barumu, Bianca."

"Kalau begitu. Aku akan datang sebagai tamu."

Mobil itu pun perlahan melaju pergi, meninggalkan firasat buruk yang sama sekali belum disadari oleh keluarga kecil Ardhana.

1
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
Wawasan Ilmu NgertiYuk
wahhhh cerita baruuuuu💪
Dinda Putri
up
waya520: siappp
total 1 replies
Dinda Putri
lanjut💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!