NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.24. Caca

Kara masuk ke dalam ruangan itu, ruangan nya seperti garasi. Kara akhir nya menemukan kedua teman nya yang sedang menangis dan ketakutan, mereka berdua lega saat melihat Kara datang ke sana.

"Ka-"

"Shh!!" Kara kangsung meminta kedua teman nya diam.

Untung kedua teman nya menurut dan mereka semua diam, meski Caca yang semula menanis masih sedikit sesenggukan.

"Ayo, kita keluar." Ucap Kara, dan kedua teman nya mengangguk.

Kara menggandeng tangan Caca dan Usi, lalu mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu secara diam - diam. Saat mereka lewat, para bapak - bapak tadi masih melanjutkan memotong - motong anggota tubuh perempuan yang Kara lihat sedang menangis.

Kara sama sekali tidak berhenti dan terus berjalan menyelinap keluar, dan saat akhir nya mereka sudah keluar dari ruangan itu, Kara membawa kedua teman nya langsung kembali ke rumah utama.

"Bawa kedua temanmu masuk ke kamarmu, kunci pintunya."

Kara kembali mendengar suara Nurma, tapi hanya juga suaranya yang dia dengar di telinga nya. Kara tidak mencari dimana sosok Nurma berada, yang dia fokuskan adalah dia harus menyelamatkan kedua teman nya saat itu juga.

"Ra, bapak - bapak itu ngejar." Ucap Caca, Kara tertegun, dia juga melihat ada laki - laki yang memang mengejar di belakang nya.

"Ayo lari!" Ucap Usi, dia juga sampai menangis ketakutan.

"Ayo naik ke atas! Jangan liat ke belakang terus." Ucap Kara.

Saat Kara masuk kesalam rumah utama, rumah itu masih stelan lama, Kara Usi dan Caca saling bergandengan tangan dan kemudian naik ke atas tangga. Tapi tiba - tiba, pintu depan itu kembali terbuka dan ada laki - laki tua yang masuk dengan wajah marah.

"Kurang ajar! Kembalikan dia!" Ucap nya sambil melotot dan berteriak marah ke arah mereka bertiga.

"Lari! Lari!" Ucap Kara, sambil mempercepat langkah kakinya menaiki tangga masih sambil menarik tangan Usi dan  Usi pun menarik tangan Caca yang menangis ketakutan.

Mereka lari, bapak - bapak itu juga lari. Kara langsung membuka pintu nya dan dengan sekuat tenaga menarik kedua teman nya masuk dan buru - buru menutup kembali pintu kamar nya.

"BRAK!!"

"HHhh!!"

"Hhh!"

Kara sampai ngos - ngosan, dan saat Kara berbalik badan.. Dia melihat kedua teman nya pingsan di lantai, Kara lega.. Dia berhasil. Suasana kamar nya  juga sudah kembali normal seperti sedia kala, tapi baru saja dia bernafas lega.. Kara malah mendengar suara teriakan Caca yang berteriak di luar kamar nya.

"Kara!! tolong aku!"

DEG!!

Tapi Kara melihat Caca ada di lantai kamar nya dan sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri, tapi di luar kamar nya teriakan Caca masih terdengar, Caca berteriak meminta tolong dan dari suara nya Caca seperti di seret paksa. Kara pun menghampiri Caca yang sedang terbaring di lantai kamarnya, dan ternyata itu bukan Caca..

Caca yang Kara lihat sedang terbaring di lantai kamarnya itu bukan Caca, wajah nya rata, menyadari itu.. Kara pun buru - buru bangun dan hendak keluar mengejar Caca yang suara nya dia dengar ada di luar kamar nya.

"Caca!" Kara nyaris saja membuka pintu kamar nya, tapi pintu itu tertutup kembali dengan keras.

"Eh! CA!!!" Teriak Kara karena pintu nya tidak bisa di buka.

"Karaaaaa.. tolonggg!!"

Kara bisa mendengar teriakan Caca dari luar yang semakin menjauh, tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun karena dia tidak bisa membuka pintunya.

"CACA!!!" Teriak Kara, dia bahkan berulang kali mencoba menarik paksa pintu kamar nya, tapi tidak bisa.

Kara menangis, dia pikir dia sudah berhasil menyelamatkan teman nya, tapi malah Caca tidak bisa dia bawa. Kara terisak - isak dahkan membenturkan tubuh nya mencoba mendobrak pintu kamar nya, tapi tidak bisa.

"Aaaaaa!!!!"

Kara terkejut mendengar teriakan Caca dari luar, Kara akhir nya berlari kearah jendela dan dari sana lah Kara melihat Caca sedang di tarik paksa oleh seorang bapak - bapak yang menggunkan pakaian hitam, bapak - bapak yang Kara lihat memasuki ruangan sebelah.

Rambut Caca di tarik paksa sampai Caca terseret - seret sambil menangis kesakitan dan meminta tolong, sementara bapak - bapak itu membawa golok hitam di tangan nya, itu sesuai dengan apa yang Caca katakan tentang dia yang di kejar oleh bapak - bapak saat Caca pertama kali hilang.

"CA!! Hiks! hiks!'' Kara tidak bisa melakukan apapun selain menatap teman nya di tarik paksa dan di bawa masuk ke bangunan sebelah.

Dan setelah pintu di bangunan sebelah tertutup itulah.. Kara akhir nya jatuh lemas! Kara menangis memeluk lutut nya, dia menangis karena merasa bersalah pada Caca yang  tidak bisa di selamatkan.

"Ki.. aki, gimana sama temenku. Ucap Kara, dia berharap masih bisa terkoneksi dengan ki Brojo, tapi ternyata sudah tidak bisa.

"Hiks! hiks! Cacaaa...!!" Kara menangis memeluk dirinya sendiri sambil menjambak kepalanya.

"Kan saya sudah biang, suruh temanmu pulang."

DEG! Kara mendongak, tapi dia tidak melihat siapapun di sana, hanya saja Kara tahu itu suara Nurma.

"Laki - laki itu, sudah mengincar temanmu sejak temanmu datang di rumah ini, Kara." Ucap nya lagi, tiba - tiba Nurma menunjukan wujud nya, dia duduk di atas ranjang membelakangi Kara.

"Temanmu tidak akan selamat." Ucap Nurma lagi, Kara bangun.. dia berjalan menghampiri Nurma yang sedang duduk.

Saat itu Kara melihat Usi yang hanya tergeletak di lantai sendirian, perempuan yang wajah nya rata tadi sudah tidak ada si sana. Kara kemudian lanjut berjalan menghampiri Nurma yang duduk diam di tepi ranjang. Nurma tampak menunduk dan juga Kara melihat ada darah yang mengalir dari ujung tangan Nurma dan juga kedua kaki Nurma terlihat banyak sekali luka terutama luka goresan benda tajam.

"Teteh bisa bantu aku? Aku nggak mau Caca kenapa - kenapa." Ucap Kara, dia memberanikan diri berdiri di depan Nurma yang masih menunduk.

"Teteh kenapa?" Tanya Kara, karena kemunculan Nurma kali ini terlihat begitu mengerikan karena berdarah - darah.

"Saya sakit, seluruh tubuh saya sakit." Ucap Nurma, masih menunduk dan menangis.

Kara merasa takut sekarang, Kara tidak pernah melihat Nurma yang menunjukan wujud semengerikan itu, sekujur tubuh nya penuh darah. Dan seolah menyadari Kara sedang menatapnya dengan ketakutan.. Nurma tiba - tiba menghentikan tangis nya, lalu secara tiba - tiba Nurma mendongak sambil berteriak.

"AKU KESAKITAN, KARA!!" Teriak Nurma sambil menatap Kara dengan wajah berlumur darah, mata yang meleleh, dan juga tulang pipi yang terkoyak tak beraturan yang menunjukan gigi - gigi Nurma.

"AAAAAAAA!!!!"

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Kara terbangun dengan nafas yang tersenggal - senggal, dia menoleh kesana kemari dan ternyata dia berada di ranjang nya, Usi terlihat sedang duduk di sebelah nya dengan wajah linglung.

"Teteh.. alhamdulillah teteh udah sadar." Ucap Putri yang datang sambil membawa makanan di baki. Tapi Kara langsung duduk dan mengguncang tubuh Usi yang terlihat seperti sedang melamun.

"Us." Panggil Kara, Usi melirik Kara sejenak mereka sling tatap dan kemudian Usi menangis memeluk Kara.

"Raaa, Caca mati, hiks! hiks!"

"DEG!"

BERSAMBUNG!

1
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hadir kk aq ketingalan
di aku g ada notif lho kk
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sudah log out kayaknya mereka Ra 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ayahnya bawa mayat meren 😱😱🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ottan bisa bahasa sunda juga?
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!