Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
_
_
Drama percintaan beda usia ✅
Novel yang nggak ada konfliknya ✅ (Tapi Bohong)
Hidup Marsha dan Jeremy berubah seratus delapan puluh derajat. Gara-gara sebuah pakaian berbentuk mirip kacamata alias kutang, mereka terjebak dalam sebuah pernikahan konyol yang sejatinya sudah direncanakan oleh nenek-nenek mereka.
Bagaimana bisa Jeremy seorang CEO tampan nan tajir harus menikahi gadis berumur sembilan belas tahun yang lebih pantas menjadi keponakannya?
"Nahasnya aku harus mengambil alih beban keluarga Tyaga" ~ Jeremy
cover by Tiadesign_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 : Umik-Umik Soleha
Marsha berjalan menjauh setelah turun dari mobil Jeremy dengan cara elegan. Gadis dengan running shoes putih dan rok pink diatas lutut itu memutar tumit, tangannya mengayun membuat gerakan mengusir.
Marsha nampak mengetikkan sesuatu di ponsel lalu berlari dan tertawa-tawa sendiri setelah itu. Siapa sangka, tingkahnya yang ceria terpantau salah satu penghuni blok yang dia katai jompo-jompo tadi.
Bu Dewan sang ketua geng pun mengirim sebuah pesan ke grup chat miliknya yang sering berganti-ganti nama, saat dalam mode waras grup itu akan diberi nama ‘geng sultini blok kamboja’ tapi jika dalam mode kurang waras, grup itu bisa sepuluh kali berganti nama, dari mulai ‘Mama minta pulsa’ sampai ‘istri solehot siap 69’. Dan entah karena apa, Marsha sangat membenci geng nenek-nenek itu, bahkan dia sempat berkata ke tantenya Mina-
“Semua anggota geng tante pasti melakukan operasi plastik, lihat muka Bu Dewan! Lalat saja akan tergelincir sampai roll depan roll belakang di pipinya.”
Marsha berjalan dan seketika menoleh, dia menatap ke lantai dua rumah bu Dewan lalu berdecak sebal, gadis itu melihat korden bergerak, bertanda bahwa ada seseorang yang baru saja mengintipnya.
“Ih … ngeselin, kayak nggak pernah lihat cewek cantik,” gumam Marsha sambil menyibakkan rambut kebelakang. Ia tetap berjalan dengan santai hingga bertemu dengan pembantu Mina yang bernama Rukiyah.
“Halo mbak Ruki, apa hari ini sudah dirukiyah?” godanya.
Rukiyah pun mengangkat sapu yang berada di tangan dan membuat gerakan ingin memukul keponakan sang majikan, tapi Marsha lebih dulu berlari dan tertawa. Gadis itu mengucapkan kata maaf sambil menangkup kedua tangan. Namun, senyum di wajahnya seketika hilang saat menyadari sebuah mobil berwarna abu-abu terparkir di carport.
“O..o .. Mami, kenapa ada di sini?”
Marsha putar badan, tapi belum juga dia kabur suara melengking seorang wanita terdengar memanggil namanya. “Marsha! Mau ke mana?”
“Eh … mami kok ada di sini? tumben Mi,” ucapnya dengan ekspresi terkejut.
Ternyata Kimi sengaja datang ke rumah Mina setelah pulang kerja karena tak ingin sendirian di rumah. Sang suami - Richie sedang pergi bersama kolega, dan yang dia tahu sang putri kesayangan sedang menginap di rumah sang mertua. Namun, melihat rok pendek, kaus dan sepatu olahraga yang dikenakan Marsha, Kimi pun heran. Matanya menyipit curiga.
“Dari mana kamu?”
“Aku? dari bermain golf bersama Om … eh salah, Kak Jeremy.”
Hampir saja Marsha kena omel lagi.
Sejak tragedi kutang dan tahu bahwa usia sang putri dan Jeremy selisih lima belas tahun, Kimi memang tidak memperbolehkan Marsha memanggil Jeremy Om, dia meminta putrinya memanggil pria itu kakak. Bagi Kimi kata Om terdengar menggelikan, putri cantiknya yang masih belia harus berhubungan dengan om-om, bisa-bisa Marsha dikira menjadi sugar baby Jeremy.
“Di mana tante Mina?” tanya Marsha setelah merasa situasi aman terkendali, dia melepas sepatu dan mengekor sang mami masuk ke dalam.
“Sedang di ruang tengah.”
“Pasti sedang sibuk dengan geng jojobanya,” cicit Marsha.
“Geng sultini,” sahut Kimi, dia tahu bahwa putrinya memang sedikit sengit ke bu Dewan dan kawan-kawan.
_
_
[ Keponakanmu turun tak jauh dari pos satpam, Mina. Dia diantar sebuah mobil sport mewah]
Mina membaca pesan yang ditulis bu Dewan lantas membalasnya dengan sebuah kalimat yang tak terlalu panjang.
[ Paling temannya Bu, anak zaman sekarang sudah biasa ]
[ Jadi, apa bisa disimpulkan dia sudah tidak pacaran dengan anak si Galak, yang bernama Andro itu? sudah Erin bilang, keluarganya suka morotin ]
Marsha yang melihat Mina sedang sibuk bergibah via apliakasi berbalas pesan pun diam-diam berdiri di belakang tantenya itu. Ia sempat membaca pesan yang dikirim bu Dewan sebelum Mina menoleh dan mengunci layarnya hingga padam.
“Tante bilang deh ke Geng tante, jangan suka berpikiran buruk ke orang. Minta teman-teman tante itu mendekatkan diri pada Illahi, bukannya malah memupuk dosa,” ucap Marsha dengan raut muka kesal. Sontak saja Mina menatap Kimi kebingungan.
“Marsha, sejak kapan kamu berubah jadi umik-umik soleha?” tanyanya heran. Sedangkan Marsha sudah cemberut, bibir gadis itu bahkan bisa dengan mudah diikat dengan karet rambut.
nanti tak pinjemin ke Orang tua ku....