Please para pembaca tercinta, untuk tidak dibomlike!. Like 3 chapter sehari saja, mohon hargai karya saya ya. Terimakasih.. 😊
Lisia seorang wanita kantor pengila kerjaan, berusia 22 tahun dan masih jomblo sampai sekarang. Menyukai novel romantis sampai mengoleksi berbagai novel dengan judul yang berbeda-beda.
Saking tergila gilanya ia terhadap novel, lisia juga menghayalkan karakter di novel seolah mereka nyata baginya.
Suatu hari saat pulang kantor Lisia langsung tertidur dan begitu membuka matanya ia sudah ada ditengah hutan.
lalu... Keterlibatan dengan para tokoh novel yang sangat lisia sukai pun dimulai.
siapa kah yang harus lisia pilih, diantara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8 Markas Bulan Sabit
Setelah Lisia, Ezra dan Finn pergi meninggalkan hutan. Mereka menuju ke ibukota dan masuk kedalam sebuah gang yang sempit, dan tenyata markas bulan sabit ada disana.
Saat Ezra yang turun dari kuda, ia mengulurkan tangannya pada Lisia. Lisia pun menggapai tangan Ezra dan melompat turun dari kuda.Sambil melihat sekelilingnya, Lisia melihat sebuah tanda nama yang tertulis 'Markas Bulan Sabit'.
".. (Jadi ini markas bulan sabit ya? )"ucap Lisia yang sekarang berada didepannya.
"Masuk lah! "ucap Ezra pada Lisia.
Lisia pun masuk ke markas bulan sabit. Ia melihat anggota anggota lainnya yang merupakan orang orang yang menyerang kereta kuda yang Lisia naiki dan juga yang telah menculik dirinya tadi.
".. (Jadi, setelah menculik ku anggota lainnya kembali ke markas, dan hanya Finn yang membawaku kerumah kosong yang ada dihutan dimana Ezra telah menunggu disana) "ucap Lisia dalam hati yang sambil melihat anggota lainnya.
".. (Anggota bulan sabit yang terdiri dari 7 orang. Felix, Killian, Daniel, Elito, Owen lalu Finn yang sebagai wakil dan Ezra yang merupakan ketuanya) "
".. (Kelompok bandit yang selalu menerima permintaan dan akan menyelesaikan dimalam hari, menggunakan lambang panther hitam yang merupakan ciri khas kelompok ini yang telah dijelaskan dalam novel pilihlah aku Diana volume 1)"
".. (Dan sekarang aku ada disini bersama mereka, benar benar sulit dipercaya.) "ucap Lisia dalam hati yang merasa tidak percaya.
".. (Tapi disini sedikit meneganggkan. Terlebih, kenapa mereka memasang wajah serius semua? )"ucap Lisia yang sedikit gugup.
"Hei! Apa gini cara kalian menyambut sang dewi haaa? tunjukan sikap sopan santun kalian! "ucap Finn yang memukul kepala satu persatu para anggota bulan sabit lainnya.
Lisia yang terkejut akan sikap Finn terhadap teman-temannya. Terlebih para anggota lainnya tidak berkutik sama sekali akan prilaku Finn yang mereka terima,seolah olah mereka sudah terbiasa akan hal itu. Lalu mereka yang awalnya diam dan cuek mendekati Lisia secara tiba-tiba di mana awalnya mereka memasang wajah serius lalu mulai berubah ekspresi kagum seolah olah sangat ingin bertemu.
"Apa anda benar benar Dewi Hutan sungguhan?" tanya Elito yang memegang tangan Lisia dengan ekspresinya yang kayak ngefans sekali.
"Aaa itu... "Lisia yang bingung.
"Hei,, Hei,, Hei,, Apa apaan kau ini! memegang tangan dewi sembarangan. Kau membuat dewi takut. "ucap Felix yang menarik Elito.
"Memang apa salah ku haa? Aku hanya menyentuh tangan dewi saja" Ucap Elito yang emosi.
"Tentu saja salah! Dewi jadi kaget karna mu tau"Felix yang juga ikut emosi.
"Haaa! Kau cari masalah ya, kau perlu dihajar dulu sepertinya "ucap Elito yang mengeluarkan pedangnya.
"Baik. Jika memang ini yang kau mau"Felix yang juga mengeluarkan pedangnya.
Akhirnya Felix dan Elito bertengkar dan beradu pendang satu sama lain, sedangkan anggota lainnya hanya diam saja. Lisia yang merasa bingung akan apa yang terjadi mencoba bertanya.
"Apa tidak masalah jika mereka dibiarkan seperti itu dan tidak dihentikan? "ucap Lisia yang sedikit gelisah.
"Anda tidak perlu khawatir, mereka memang sering begitu. "ucap Daniel yang mencoba menenangkan Lisia.
"Benar. Bagaimana jika anda duduk dulu saja dan minum teh ini" ucap Killian yang menuangakan secangkir teh untuk Lisia.
"Terimakasih "ucap Lisia.
"Sama sama dewi"ucap Killian.
Srupp
Lisia menikmati secangkir teh sambil melihat Felix dan Elito masih bertengkar, lalu tiba-tiba saja Ower teringat akan sesuatu.
"Dewi! saya akan menyiapkan beberapa makanan untuk anda. Saya harap anda bisa menunggunya" ucap Owen yang bersemangat dan langsung kedapur.
Anggota lainnya yang mendengar perkataan owen tersebut, juga pergi kedapur menyiapkan makanan untuk Lisia , begitu juga Felix dan Elito yang bertengkar langsung berhenti dan bergegas menuju dapur.
"A-ano tunggu! Itu saya tidak memerlukannya"ucap Lisia yang begitu kebingungan.
"Biarkan saja mereka "ucap Ezra yang tiba-tiba muncul.
"Tapi.... "Lisia yang sedikit terbebani.
"Mereka hanya kagum padamu karna ini pertama kalinya bagi mereka, bisa bertemu langsung dengan Dewi hutan secara dekat .Oleh karna itu biarakan saja mereka melayani mu Lisia "ucap Ezra Yang duduk disamping Lisia.
"Saya tidak masalah.Tapi.. Bagaimana bisa mereka belum pernah melihat Dewi hutan? Kalau begitu apa mereka juga belum pernah bertemu Diana? "ucap Lisia yang merasa heran.
"Belum! Karna Diana selalu Dihutan Forrest atau kuil yang ada Didesa Agelios, selebihnya Diana tidak pernah pergi kemanapun. Jadi mereka hanya bisa melihat Diana dari kejauhan saja"ucap Ezra.
"Tapi bukannya mereka bisa pergi ke Kuil Desa Agelios untuk bertemu Diana?"ucap Lisia.
"Benar. Tapi kami harus menyiapkan sekantung koin emas dulu agar bisa bertemu Diana"jawab Ezra.
"Tunggu,, apa!?"kaget. ".. (Aneh hal inikan tidak ada diceritakan dinovel ,bagaiman bisa? )"ucap Lisia gak percaya.
"Tapi sekarang itu sudah tidak lagi dilakukan. Karna saat Diana mengetahui hal itu, Diana langsung marah dan selama 2 bulan Diana tidak keluar sama sekali dari hutan forrest "ucap Ezra.
"Mungkin karna itu penduduk Desa Agelios tidak membelakukan hal itu lagi, dan menggantikan dengan hewan buruan sebagai persembahan untuk bisa bertemu Diana"
"Walau sudah diringgankan tapi bagi kami yang sibuk menjalankan permintaan tidak ada waktu untuk berburu dihutan. Karna itu aku meminta pada mu untuk menerima apapun yang mereka lakukan untukmu sekarang"
"Apakah boleh? "Tanya Ezra
"Ah! .. tentu! tentu saja boleh. "Lisia yang sebenarnya senang senag saja.
"Terimakasih "ucap Ezra yang tersenyum.
"..(Ezra! .. Ezra tersenyum! Apa aku sedang bermimpi sekarang!)"ucap Lisia yang mengucek kedua matanya.
" (Tidak! tidak! dia benar benar tersenyum. Ezra tersenyum! Huaa)"jiwa Lisia yang seolah olah melayang
"Lisia kau tidak apa apa? "Tanya Ezra
"Haha aku tidak apa apa. Ehh!! Tunggu! Barusan anda memanggil saya apa!"tanya Lisia yang mungkin salah dengar.
"Apa aku tidak boleh memanggil nama mu?"Tanya Ezra.
".... Boleh! Tentu saja boleh. Saya lebih suka dipanggil nama dari pada sebutan dewi"ucap Lisia yang begitu senangnya karna salah satu karakter novel yang ia sukai memanggil namanya.
"Karna jika anda memanggil saya dengan sebutan dewi rasanya seperti ada jarak"gumam Lisia.
"Benar! aku juga tidak suka akan itu. Sangat merepotkan"ucap Ezra yang melihat kearah Lisia walau tidak tersenyum.
"Eh!"kaget. ".. (Apa!.. Padahalkan aku mengatakannya dengan sangat pelan sekali, bagaimana Ezra bisa mendengarkannya)"Lisia yang merasa malu dan memegang kedua pipinya.
🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah beberapa saat kemudian, para anggota lainnya memanggil Lisia dan Ezra keruang makan, karna makanan yang mereka buat telah selesai disiapkan. Semua anggota bulan sabit dan juga Lisia bersama sama makan diatas meja makan. Keharmonisan didalam markas bulan sabit begitu menyejukan dan sangat damai.
Tapi kedamaian tersebut tidak berlangsung lama. Suara pintu yang dihancurkan pun terdengar , dan ternyata yang telah menghancurkan pintu tersebut adalah kesatria Kerajaan Magixion yang datang bersama Adelio dan Oliver.
Lisia dan Ezra bergegas melihat apa yang terjadi, begitu tau ketiga tokoh pria dinovel pilihlah aku Diana volume 1 telah berkumpul dimarkas bulan sabit sambil memandangi satu sama lainnya, dengan perasaan tidak suka yang ditunjukan masing masing.
Apa yang akan terjadi?. Apa Lisia akan baik -baik saja?.
Lalu apa Lisia akan pergi dan meninggalkan kan Ezra?.
Penasaran! Silahkan baca dicapter selanjutnya bye bye.
...Terus dukung Redblack...
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....
Zen cuma bonus ya.
jangan lupa mampir yaa kaak